KOMPAStekno |
- iPhone Mini Meluncur Tahun Depan?
- 2013, HTC Mau Agresif
- Gorilla Glass 3 Hadir Lebih Perkasa
- Big Jambox, Speaker Bluetooth Bersuara "Besar"
- Layar iPhone Berikutnya Lebih Sensitif dan Tipis
| iPhone Mini Meluncur Tahun Depan? Posted: 06 Jan 2013 07:47 AM PST KOMPAS.com — Agar dapat terus bersaing dengan Samsung, banyak analis menyarankan Apple untuk meluncurkan iPhone dengan layar lebih kecil atau bisa disebut sebagai iPhone mini. Mengapa? Tingginya harga iPhone saat ini memang masih menjadi salah satu alasan utama konsumen enggan beralih ke smartphone buatan Apple tersebut. Dengan layar lebih kecil, harga produksi dijamin akan berkurang dan Apple bisa menghadirkan iPhone dengan harga lebih terjangkau. "Kami pikir Apple akan meluncurkan 'iPhone mini' di titik poin tertentu dalam tiga tahun ke depan untuk memenuhi kebutuhan ratusan juta pengguna global yang tidak mampu membeli seri iPhone saat ini," kata Neil Mawston, Executive Director Strategy Analytics, seperti dikutip dari Ubergizmo, Minggu (6/1/2013). Namun, jangan berharap melihat iPhone mini dalam waktu dekat, paling cepat baru akan dilakukan Apple pada 2014. Masih tingginya keuntungan Apple yang didapat dari iPhone 5 membuat perusahaan yang berpusat di Cupertino belum melirik opsi menghadirkan iPhone mini tahun ini. Strategy Analytics meramalkan Samsung akan menjual 290 juta smartphone tahun ini, meningkat dari 215 juta pada tahun lalu. Apple diduga akan menjual 180 juta iPhone tahun ini, naik 33 persen dari tahun lalu. "Hal ini akan memberikan Samsung 33 persen market share dari pasar smartphone pada 2013, naik dari estimasi tahun lalu, yaitu 31 persen. Apple akan memegang 21 persen, lawan 20 persen dari tahun lalu," tambah Strategy Analytics. |
| Posted: 05 Jan 2013 11:36 PM PST KOMPAS.com - Produsen perangkat mobile HTC mengakui kurangnya aksi pemasaran di tahun 2012 mengakibatkan kekecewaan untuk perusahaan. Produsen asal Taiwan itu akan agresif untuk urusan pemasaran di tahun 2013. CEO HTC Peter Chou optimis menghadapi tahun 2013, agar bisa terlepas dari belenggu penjualan yang lesu. "Hal yang terburuk untuk HTC mungkin telah berlalu," kata Chou kepada The Wall Street Journal, Jumat (4/1/2012). Ia melanjutkan, HTC akan lebih responsif dan fleksibel menanggapi permintaan konsumen. HTC akan melipatgandakan upaya promosi pada tahun 2013, meskipun itu tidak bisa diandalkan sepenuhnya. Di tahun 2012, HTC merilis ponsel pintar Android seri HTC One yang menjadi andalan dan mengincar segmen pasar menengah ke atas. Mereka juga telah merilis dua ponsel pintar berbasis Windows Phone, yaitu HTC 8X dan HTC 8S. Tak berhenti sampai di situ, HTC juga membidik segmen pasar menengah ke bawah dengan produk seri HTC Desire yang bersistem operasi Android. Kepada KompasTekno, HTC Indonesia mengakui bahwa segmen menengah ke bawah sangat menjanjikan, meskipun sudah banyak produsen yang juga berani menawarkan ponsel Android di bawah Rp 2 juta. HTC seri Desire yang telah dirilis di Indonesia meliputi Desire C, Desire V, Desire VC, dan Desire X. Keempatnya dibanderol mulai dari Rp 1,9 juta hingga Rp 3 juta. |
| Gorilla Glass 3 Hadir Lebih Perkasa Posted: 05 Jan 2013 07:13 AM PST KOMPAS.com - Corning, produsen layar antipecah untuk perangkat mobile, akan memamerkan Gorilla Glass generasi ketiga pada ajang CES 2013 di Las Vegas, dari 8 sampai 11 Januari mendatang. Dengan dilapisi dengan layar Gorilla Glass, layar smartphone dijamin dapat tahan terhadap benturan/gesekan dan antipecah. Pengguna teknologi ini juga tak perlu lagi melapisi layar dengan lapisan antigores. Corning menjamin produk terbaru ini jauh lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya. Berkat teknologi yang Corning sebut sebagai "Native Damage Resistance", produk ini mampu menahan goresan 50 persen lebih kuat. Selain itu, Corning mengklaim teknologi tersebut dapat membuat goresan yang terjadi di layar, 40 persen lebih sedikit akan terlihat oleh mata telanjang. Hingga bulan November lalu, Corning mengklaim telah berhasil menjual produk Gorilla Glass sebanyak 1 miliar unit. Produk ini sudah mempersenjatai lebih dari 975 perangkat, termasuk smartphone, tablet, notebook, dan TV. Lantas, pada ajang CES 2013 mendatang, apakah sudah ada produk yang hadir dengan Gorilla Glass 3? "Anda akan melihat pengumuman produk baru (dengan Gorilla Glass 3) beberapa bulan setelah CES," kata David Velasques, Gorilla Glass Director of Marketing and Commercial Operations, seperti dikutip dari CNET, Sabtu (5/1/2013). "Belum ada produk baru yang menggunakan Gorilla Glass pada ajang CES, tetapi produk Corning ini sedang diuji coba dengan pelanggan kami (para vendor), sebelum akhirnya dipesan," ungkap Velasques. |
| Big Jambox, Speaker Bluetooth Bersuara "Besar" Posted: 05 Jan 2013 04:38 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com - Jawbone telah dianggap sebagai salah satu perusahaan pembuat speaker dengan koneksi Bluetooth terbaik sejak 2006 silam. Mereka kini memiliki produk unggulan dari keluarga Jambox, salah satunya adalah Big Jambox. Mengusung nama "Big," speaker Jawbone yang akan diulas KompasTekno kali ini tidak hanya memiliki ukuran besar dan bobot yang lumayan berat saja. Ia juga memiliki kualitas "Big" dalam urusan suara dan daya tahan baterai. Jawbone Big Jambox, demikian nama resmi speaker Bluetooth tersebut. Desainnya yang elegan tak hanya enak dipandang sebagai speaker yang melengkapi koleksi produk elektronik di kamar. Anda akan dibuat percaya diri saat membawanya dalam piknik di taman atau tempat rekreasi. Desain Seperti batu bata. Itulah kesan pertama saat KompasTekno menggenggam Big Jambox. Bobotnya pun kurang lebih sama seperti sepotong batu bata, yakni 1,23kg dengan dimensi 256mm x 80mm x 93mm. Ia kurang cocok untuk dibawa sehari-hari dalam tas ransel. Setelah dipandangi lebih teliti, speaker Bluetooth ini memiliki desain yang unik. Tubuhnya diselimuti oleh materi logam dengan motif bolong-bolong sebagai lubang udara keluarnya suara. Ia tersedia dalam pilihan warna abu-abu, merah, dan putih. Setiap warna memiliki motif bulat yang berbeda. Selain logam, ada pula materi karet di bagian bawah, samping kanan-kiri, dan tombol-tombol kontrol di bagian atas. Tombol itu berfungsi untuk mengontrol volume, previous atau next, play/pause, dan tombol Jawbone berbentuk bulat. Tombol bulat ini membantu Anda mengakses berbagai fitur cerdas. Tekan sekali untuk mengetahui daya hidup baterai. Suara perempuan akan menginformasikan status baterai penuh, setengah penuh, atau kritis. Tekan dua kali untuk melakukan panggilan telepon terakhir di ponsel pintar Anda. Jika Anda sedang menghubungkan ponsel dengan Big Jambox, lalu tiba-tiba ada panggilan telepon masuk, suara musik akan berhenti seketika dan muncul suara perempuan yang memberi tahu nomor telepon yang menghubungi Anda. Panggilan itu bisa diterima dengan menekan sekali tombol bulat di speaker. Di sisi samping kanan tersedia port pengisi daya baterai, MicroUSB, dan jack audio 3,5mm. Di sana juga tersedia tombol power dan tombol untuk pairing Bluetooth. Dalam paket pembelian, tersedia kabel jack audio 3,5mm, MicroUSB, dan alat pengisi daya baterai.
Jika Anda telah menyiapkan iPod Touch, ponsel pintar, tablet, atau perangkat komputer apapun yang memiliki fitur Bluetooth, kini saatnya untuk menghubungkan perangkat tersebut dengan speaker Big Jambox. Sebagai langkah awal menghubungkan perangkat mobile Anda dengan Big Jambox, terlebih dahulu harus menahan tombol pairing Bluetooth selama kurang lebih 3 detik sampai lampu indikator merah dan biru berkelap-kelip. Kemudian speaker itu akan berkata, "Big Jambox is in pairing mode, waiting for your device to connect." Ini menandakan Big Jambox sedang memindai jaringan bluetooth di sekitarnya. Aktifkan Bluetooth pada perangkat Anda dan masuklah ke menu Bluetooth. Pilihlah jaringan bernama Big Jambox by Jawbone dan saatnya menikmati dentuman suara Big Jambox. Jika perangkat Anda sudah pernah terhubung dengan Big Jambox, maka di kemudian hari Anda tak perlu lagi melakukan ritual di atas. Speaker akan mendeteksi jaringan Bluetooth perangkat Anda secara otomatis, selagi Bluetooth itu menyala dan berada dalam jangkauan.
KompasTekno melakukan uji coba kualitas suara dengan memutar beragam lagu, beragam aliran. Dari rock dengan unsur treble dan vokal yang amat jelas hingga elektronik dan R&B dengan unsur bass yang kuat. Dari The Beatles yang klasik hingga Coldplay dengan bahana nan megah. Wow! Unsur vokal dan string pada Big Jambox terasa renyah. Detail-detail suara dikeluarkan secara akurat. Unsur bass ketika memutar lagu-lagu RnB terdengar "nendang" dan kuat. Bass terendahnya pun terdengar stabil, meski tak sampai membuat jantung berdebar. Namun, ketika volume diposisikan hingga level tertinggi, unsur bass yang berat agak terdistorsi. Untuk sebuah speaker portabel dengan koneksi Bluetooth, Big Jambox patut menjadi pilihan. Dengan catatan, Anda harus menggunakannya di dalam ruangan dengan jumlah orang yang tidak terlalu banyak. Jangan berharap unsur bass dan detail suara lain bisa terdengar jelas jika Big Jambox dimainkan di luar ruangan karena suaranya akan kalah dengan atmosfer. Dari pengamatan KompasTekno, Big Jambox memberi kualitas suara terbaik dalam jangkauan 4 hingga 8 kaki, baik itu dari sudut depan, belakang, kanan dan kiri. Sedangkan jangkauan Bluetooth-nya tidak lebih dari 15 meter. Jika lebih dari itu, suara yang dihasilkan akan putus-putus. Jawbone mengklaim Big Jambox bisa bertahan hingga 15 jam. Dari pengalaman KompasTekno memakainya selama beberapa pekan, Big Jambox bahkan bisa bertahan hingga 3 hari untuk penggunaan perhari selama 5 sampai 6 jam. Kesimpulan Ukurannya terbilang besar dan berat untuk dibawa sehari-hari di dalam tas ransel, sehingga besar kemungkinan ia membuat Anda repot. Big Jambox lebih cocok untuk ditinggalkan di kamar atau dibawa berlibur. Secara keseluruhan, Big Jambox adalah produk yang mengesankan dari sisi desain dan kualitas. Suara mantap dan daya tahan baterai panjang. Namun bagi sebagian orang, harga sekitar Rp 3,5 juta terlalu mahal untuk sebuah speaker portabel dengan koneksi Bluetooth. Namun, bagi mereka yang memiliki uang lebih, mungkin tak merasa keberatan untuk membeli Big Jambox setelah merasakan dan mengetahui keunggulannya. Karena, produk ini patut menduduki peringkat pertama dalam daftar speaker portabel impian. |
| Layar iPhone Berikutnya Lebih Sensitif dan Tipis Posted: 05 Jan 2013 02:35 AM PST KOMPAS.com — Apple sedang mengincar teknologi layar alternatif yang akan digunakan untuk ponsel pintar iPhone berikutnya. Teknologi itu bernama Touch on Display yang dikembangkan oleh Chimei Innolux Corporation asal Taiwan. Menurut laporan The China Times, Kamis (3/1/2012), Apple sedang mengevaluasi layar tersebut. Chimei Innolux sendiri tercatat sebagai salah satu pemasok komponen layar LCD Apple pada 2012. Saat ini, iPhone menggunakan teknologi bernama in-cell touch. Nah, teknologi ini kabarnya segera diganti dengan Touch on Display, yang diklaim memiliki sensitivitas sentuhan yang lebih baik, tetapi didesain sangat tipis. Hal ini memungkinkan desain ponsel jadi lebih tipis. Apple menaruh investasi besar untuk urusan layar. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini mengembangkan teknologi Retina Display mulai dari iPhone 4 yang berukuran 3,5 inci. Retina Display meningkatkan kerapatan pixel pada layar sehingga warna yang dihasilkan lebih tajam. Layar menjadi komponen yang paling mahal di iPhone. Lembaga riset iSuppli IHS pada September 2012 lalu memperkirakan, Apple harus mengeluarkan 44 dollar AS untuk teknologi layar sentuh di iPhone. Jumlah itu jauh di atas harga komponen antena nirkabel, NAND flash memory, dan prosesor seri A. Teknologi Retina Display kini diadopsi untuk iPad generasi ketiga dan juga digunakan pada komputer jinjing MacBook Pro. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment