KOMPAStekno |
- iPhone Murah Dibanderol 1,5 Juta?
- Polaroid Rilis Kamera Android Bisa Lepas-Tukar Lensa
- Tablet Juga Bakal Pakai Layar Tekuk
- Indonesia Tumbuh Cepat di LinkedIn
- Startup Travel Diundang Unjuk Gigi
| iPhone Murah Dibanderol 1,5 Juta? Posted: 10 Jan 2013 12:25 PM PST EverythingApplePro Dari kiri ke kanan: iPhone 5, iPhone 4s, iPhone 4, iPhone 3Gs, iPhone 3G, iPhone generasi pertama
Menurut sumber yang dikutip dalam laporan Bloomberg, Apple memang berencana membuat versi iPhone yang berukuran lebih kecil dan dihargai lebih murah untuk merengkuh pasar di negara berkembang. Sumber yang bersangkutan juga menyebut bahwa iPhone murah ini akan memasuki pasar pada akhir 2013. iPhone versi murah disinyalir bisa membantu Apple dalam bersaing dengan produsen gadget mobile lainnya seperti Samsung yang mengandalkan sistem operasi Android bikinan Google. Hingga kuartal ketiga 2012 lalu, sistem operasi open-source ini memang menguasai pangsa pasar yang jauh lebih besar dibandingkan Apple, yaitu 75 persen berbanding 15 persen, menurut data dari IDC. Informasi lain menyebutkan bahwa iPhone versi murah sudah dipertimbangkan dengan serius sejak Februari 2011, atau dengan kata lain rencananya telah ada ketika Apple masih dipimpin mendiang Steve Jobs. iPhone versi murah tersebut kabarnya akan dibangun menggunakan komponen-komponen yang sudah ada saat ini, tapi dimensi fisiknya akan lebih kecil dibanding iPhone 5. Sempat pula beredar kabar bahwa iPhone low-end ini akan datang dalam casing warna warni, seperti iPhone 5S. |
| Polaroid Rilis Kamera Android Bisa Lepas-Tukar Lensa Posted: 10 Jan 2013 10:41 AM PST Las Vegas, KOMPAS.com - Ajang pameran elektronik Consumer Electronic Show (CES) 2013 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, dimanfaatkan oleh produsen film legendaris Polaroid untuk merilis kamera terbarunya Polaroid iM1836. Sepanjang sejarah Polaroid 75 tahun, mungkin inilah inovasi Polaroid yang dianggap merupakan upaya pendekatan Polaroid untuk bersaing di era social media. Satu hal yang membuat kamera ini dikerubuti pengunjung CES 2013 adalah karena berbasis Android, dan hal lain yang membuat kamera ini unggul dibanding kompetitor adalah basis Mirrorless interchangeable-lens camera (MILC) yang memiliki kemampuan lepas tukar lensa kamera (interchangeable-lens). Bentuknya mirip dengan Nikon J1, kamera mirrorless keluaran Nikon. "Melewati sejarah 75 tahun lalu, Polaroid telah diidentikkan dengan inovasi, kreativitas, dan mudah digunakan. Kami meneruskan tradisi membanggakan di CES tahun ini dengan meluncurkan iM1836," kata Scott W Hardy, Presiden dan CEO Polaroid, seperti dilaporkan wartawan Kompas Amir Sodikin dari Las Vegas, AS. Polaroid iM1836 dengan resolusi 18 megapixel memang dirancang sebagai smartcamera atau kamera pintar yang akan berlaga dengan kompetitor lain sesama Android seperti produk sejenis keluaran Nikon dan Samsung. Polaroid sebenarnya sudah lebih awal merancang kamera berbasis Android. Tahun lalu di ajang CES 2012, Polaroid juga sudah mengeluarkan kamera android berbasis Android namun tak sempat merebut perhatian publik. Produk keluaran Sakar Internasional (pabrikan pemegang lisensi Polaroid) menggunakan Android 4.1 Jelly Bean dan dengan optical zoom 10-20mm. Kemampuan lepas-tukar lensa dimungkinkan dengan menggunakan semua jenis lensa Micro Four Thirds. Tentu saja, menurut Polaroid, untuk bisa terhubung dengan lensa lain harus menggunakan adapter yang sesuai. Belum dipastikan apakah adaptor untuk lensa Micro Four Thirds produksi perusahaan lain sudah tersedia. Jika mengacu pada standard definisi Micro Four Thirds, maka produk ini bisa menggunakan lensa Micro Four Thirds keluaran Panasonic dan Olympus melalui sebuah adapter. "Polaroid iM1836 ini merupakan kamera Android pertama di dunia yang dilengkapi kemampuan bisa lepas-tukar lensa, yang biasanya kemampuan seperti ini dulu hanya dimiliki oleh DSLR," begitu rilis dari Polaroid. Kamera ini juga dilengkapi dengan fitur pengambilan video high-definition (HD) 1080p. Untuk transfer foto, disediakan koneksi jenis Wi-Fi dan juga Bluetooth. Sebagai kamera Android, maka sudah tentu memiliki akses langsung ke internet melalui Wi-Fi dan dengan akses internet tersebut semuanya bisa dilakukan kamera ini, seperti berbagi foto dan video di berbagai situs jejaring sosial, mengolah foto sederhana dengan berbagai aplikasi Android, dan juga transfer atau backup foto ke smartphone atau ke media penyimpanan "cloud" yang banyak ditawarkan gratis di berbagai situs web. Dibanding Galaxy Camera keluaran Galaxy Camera Samsung (4,8 inch), maka ukuran layar touch-screen dari kamera Polaroid ini lebih kecil yaitu 3,5 inci. Ukuran layar iM1836 ini sama dengan juga Nikon Coolpix S800 yaitu 3,5 inci. Hanya saja, produk Polaroid ini tidak memiliki koneksi seluler seperti Galaxy Camera. Hingga kini, kamera ini belum tersedia di pasaran namun harga kamera dipatok 399 dollar AS. Bandingkan dengan Galaxy Camera (21x optical lens zoom, 23-483mm) yang dibandrol sekitar 550 dollar AS dan Nikon Coolpix S800 (10x optical lens zoom, 25-250mm) dipatok 300 dollar AS. |
| Tablet Juga Bakal Pakai Layar Tekuk Posted: 10 Jan 2013 09:48 AM PST KOMPAS.com - Tidak hanya ponsel yang akan hadir dengan layar lentur alias fleksibel. Perangkat tablet pun akan menggunakan layar fleksibel ini di masa yang akan datang. Para peneliti gabungan dari tiga lembaga, yaitu Intel, Plastic Logic, dan Queens University, sedang mengembangkan tablet dengan layar seperti itu, wujudnya tipis layaknya kertas dan dapat ditekuk. Prototipenya pun sudah hadir di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2013 yang sedang berlangsung di Las Vegas hingga 11 Januari 2013 mendatang. Prototipe perangkat layar fleksibel ini disebut sebagai PaperTab. Perangkat ini memiliki layar berukuran 10,7 inci dan dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i5 berbasiskan arsitektur Sandy Bridge. Layar yang ada di PaperTab ini baru hadir dalam versi hitam-putih. Namun, menurut Roel Vertegaal, Professor Interaksi Manusia-Komputer di Queen University, mengatakan layar berwarna sedang saat ini sedang dikembangkan. Dikutip dari Computer World, Kamis (10/1/2013), jika layar ini ditekuk, pengguna dapat membalikkan sebuah halaman. Selain itu, tablet ini juga dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, satu perangkat PaperTab dapat menampilkan inbox sebuah email, dan email baru bisa dikerjakan di perangkat tablet PaperTab lainnya dengan cara mendekatkan kedua perangkat ini. Sayangnya, tablet dengan layar fleksibel belum bisa hadir dalam waktu dekat ini. Menurut Vertegaal, kemungkinan perangkat ini secara komersil baru akan tersedia paling lambat pada 2018 mendatang. Penjelasan lebih lanjut mengenai PaperTab bisa dilihat di video di bawah ini. |
| Indonesia Tumbuh Cepat di LinkedIn Posted: 10 Jan 2013 09:10 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com - Jejaring sosial profesional LinkedIn baru saja mengumumkan telah memiliki 200 juta pengguna di seluruh dunia, Rabu (9/1/2013). Indonesia, masuk dalam daftar negara dengan pertumbuhan pengguna tercepat. Hal ini diungkapkan LinkedIn dalam sebuah publikasi di blog resmi. Sayangnya, perusahaan asal Mountain View, California, itu tak menyebut berapa jumlah pengguna LinkedIn di Indonesia saat ini. Yang jelas, Indonesia berada di peringkat ketiga dalam daftar negara dengan pertumbuhan tercepat. Posisi satu dan duanya ditempati oleh Turki dan Kolombia. Sedangkan dalam layanan di perangkat mobile, pertumbuhan pengguna LinkedIn terjadi di China, Brazil, Portugal, India, dan Italia. Besar kemungkinan, pertumbuhan pengguna LinkedIn di tanah air terjadi setelah jejaring sosial itu menyediakan layanan dalam bahasa Indonesia pada Desember 2011. Pada Februari 2012 lalu, LinkedIn sempat mengumumkan bahwa penggunanya di Indonesia telah mencapai 1 juta. "Mencapai 1 juta anggota dalam dua bulan setelah peluncuran situs berbahasa Indonesia adalah prestasi yang penting yang menunjukkan bahwa profesional di Indonesia tertarik untuk membangun citra profesional secara online di LinkedIn," kata Clifford Rosenberg, Managing Director LinkedIn Australia, Selandia Baru dan Asia Tenggara. Di Indonesia, masih menurut data Februari 2012, ada tiga industri profesional dengan pertumbuhan tercepat, yaitu minyak dan energi, telekomunikasi, dan teknologi informasi & jasa. Pengguna terbanyak per Januari 2013 Hingga Januari 2013, pengguna LinkedIn terbanyak berada di Amerika Serikat sebesar 74 juta penggua. India menempati posisi kedua dengan 18 juta pengguna. Brazil dan Inggris berada di peringkat ketiga, di mana keduanya sama-sama memiliki 11 juta pengguna LinkedIn. Posisi keempat ditempati oleh Kanda dengan 7 juta pengguna. Industri profesional terbesar di jaringan LinkedIn adalah teknologi dan layanan teknologi sebesar 4 juta, jasa finansial sebesar 2,03 juta, perguruan tinggi 1,95 juta, perangkat lunak komputer 1,65 juta, dan telekomunikasi 1,59 juta. LinkedIn didirikan oleh Reid Hoffman pada Desember 2012 dan diluncurkan pada 5 Mei 2003. Hoffman pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), namun sekarang menjabat sebagai Chairman di LinkedIn. Kantor pusatnya berbasis di Mountain View, California, AS. Selain Hoffman, LinkedIn juga turut dibangun oleh mantan karyawan PayPal dan Socialnet.com, seperti Allen Blue, Eric Ly, Jean-Luc Vaillant, Lee Hower, Konstantin Guericke, Stephen Beitzel, David Eves, Ian McNish, Yan Pujante, dan Chris Saccheri. Sekarang, LinkedIn dipimpin oleh Jeff Weiner sebagai CEO, yang sebelumnya adalah eksekutif di perusahaan internet Yahoo!. |
| Startup Travel Diundang Unjuk Gigi Posted: 10 Jan 2013 08:54 AM PST
WIT Indonesia akan digelar pada 27 Maret 2013 di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta. Terbuka tempat untuk 5 startup untuk mengisi sesi 5 menit live pitch. Dalam keterangan tertulisnya, pihak WIT Indonesia menyebutkan startup yang berminat harus berusia nol sampai dua tahun. "Kami mencari ide terobosan baru dan wirausahawan yang cerdas serta terampil di dunia travel digital," sebut Yeoh Siew Hoon, editor dan pendiri Web In Travel. Selain kesempatan tampil, para startup akan mendapatkan masukan langsung dari para mentor. Para mentor juga akan terlibat dalam seleksi calon startup. Ada lima mentor yang akan terlibat: Fritz Demopoulos, CEO, Queen's Road Capital; Kei Shibata, CEO, Venture Republic Japan; Morris Sim, CEO, Circos Brand Karma; dan Brett Henry, Vice President Commercial and Marketing, Abacus International. Informasi lebih lanjut mengenai cara mengajukan diri bisa dilihat di keterangan resmi WIT Indonesia di tautan ini. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment