KOMPAStekno |
- Port USB 3 Bakal Makin Cepat
- Tablet Windows Diretas, Microsoft Malah Puji Hacker
- XL Developer Network, Rumah untuk Gamedev Lokal
- Ingin Potong Pulsa, XL Rayu Apple dan Google
- Akhirnya, Sony Luncurkan Xperia Quad Core Pertama
| Posted: 08 Jan 2013 12:43 PM PST
"USB 3.0 Promoter Group yang menentukan spesifikasi USB 3.0 sedang melakukan revisi yang akan meningkatkan kecepatannya menjadi 10 gigabit per detik," ujar presiden dan COO USB Implementers Forum (USB-IF) Jeff Ravencraft, seperti dikutip dari The Register. Kecepatan transfer yang berlipat dua itu bukan satu-satunya peningkatan yang bakal diterapkan pada USB 3.0. "Poin utama lainnya adalah bahwa kami meningkatkan kemampuan encoding data sehingga kemampuan transfer data bisa menjadi lebih efisien. Ini akan meningkatkan kecepatan, efisiensi I/O power pun menjadi lebih tinggi," lanjut Ravencraft. Ketua USB 3.0 Promoter Group Brad Saunders menambahkan bahwa peningkatan kecepatan USB 3.0 dilakukan dengan melipatduakan clockrate, di samping meningkakan efisiensi transfer data. "Bandwidth dua kali lebih tinggi itu perkiraan minimal." Encoding data model baru yang akan diterapkan pada interface USB 3.0 ini kompatibel dengan semua jenis data, termasuk audio dan video. Akan tetapi, untuk bisa menikmati kecepatan teoritis yang lebih tinggi tersebut, nantinya juga akan diperlukan kabel model baru. "Soalnya, kabel-kabel lama itu tak bisa mendukung standar kecepatan baru," jelas Saunders, sambil meyakinkan bahwa port USB baru ini mempertahankan kompatibilitas dengan port USB versi sebelumnya. Soal namanya, belum jelas standar USB 3.0 baru tersebut akan dipanggil apa. Dulu, ketika pertama kali diperkenalkan tahun 1996, port universal ini disebut sebagai "USB" saja. Lalu, bulan April tahun 2000, USB 2.0 menambahkan embel-embel di depan sehingga menjadi "Hi-Speed USB". Lalu ada USB 3.0, yang dinamai "SuperSpeed USB". "Kami akan mengembangkan brand-nya beriringan dengan update spesifikasi," ujar Saunders. |
| Tablet Windows Diretas, Microsoft Malah Puji Hacker Posted: 08 Jan 2013 10:13 AM PST KOMPAS.com - Sistem operasi Windows RT yang digunakan di tablet Surface telah berhasil di-jailbreak sehingga memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi desktop ARM tidak resmi (unsigned). Ini terungkap dari sebuah laporan yang muncul pada Minggu (6/1/2013). Biarpun bersifat meretas, setelah menyelidiki metode akal-akalan ini, Microsoft mengeluarkan penryataan bahwa tindakan tersebut ternyata tidak menimbulkan bahaya ataupun celah keamanan yang perlu ditangani. "Skenario (jailbreak) itu tidak mengancam keamanan pengguna Windows RT. Cara seperti yang dijelaskan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh para pengguna biasa karena memerlukan langkah-langkah rumit. Satus-satunya cara memasang aplikasi pun hanya melalui Windows Store di mana terdapat mekanisme-mekanisme pengamanan," tulis Microsoft dalam pernyataannya, seperti dikutip dari The Next Web. Di akhir pernyataan, Microsoft menyanjun yang bertanggung jawab. "Kami memuji kecerdikan orang-orang yang menemukan metode ini dan upaya yang mereka lakukan untuk mendokumentasikannya. Kami tidak menjamin bahwa cara seperti ini akan bisa digunakan di masa depan." Pujian tersebut ditujukan bagi clrokr, hacker yang mengembangkan metode untuk menjalankan aplikasi desktop di sistem operasi Microsoft berbasi ARM itu. clrokr menanggapi pujian itu lewat akun Twitternya seraya mengatakan bahwa reaksi Microsoft "sangat berkelas". Tentu, ada alasan tersendiri mengapa Microsoft tak perlu menanggapi hal ini dengan gegap gempita. Parameter yang perlu diubah untuk menerapkan metode jailbreak tersebut tak bisa diubah secara permanen, melainkan harus diatur dari dalam memori sistem saat OS sedang berjalan sehingga sama sekali tidak praktis. Walaupun begitu, di luar keterbatasannya, tetap saja metode hacking ini membuka kemungkinan untuk memakai berbagai aplikasi desktop berbasis ARM di Windows RT dan tablet Surface. Saat ini mungkin hanya pengguna dengan pengetahuan teknis tinggi saja yang bisa menerapkan. Akan tetapi nanti, dengan asumsi Microsoft tidak mengeluarkan patch untuk menambal celah tersebut, banyak orang bisa melakukannya dengan mudah apabila ada software yang mampu melakukan langkah-langkah itu secara otomatis. |
| XL Developer Network, Rumah untuk Gamedev Lokal Posted: 08 Jan 2013 09:36 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler XL Axiata membuka program XL Developer Network yang bertujuan mengajak pengembang aplikasi untuk membuat game berbasis web, Selasa (8/1/2013), yang bisa dimainkan dari ponsel maupun perangkat mobile lainnya. Vice President Digital Services Technology, Content & News Business XL Axiata, Joedi Wisoeda, mengatakan, ini merupakan langkah XL untuk merangkul dan membentuk ekosistem pengembang aplikasi di Indonesia. Nantinya, game yang dibuat pengembang akan dimasukkan dalam situs web game sosial KotaGames.com yang menargetkan pasar Asia Tenggara dan India. "Ponsel dasar dan pengguna yang menggunakan jaringan internet GPRS pun bisa memainkannya," kata Joedi. KotaGames.com sendiri dibuat oleh perusahaan TheMobileGamer (TMG) asal Singapura. CEO TMG Alvin Yap mengatakan, saat ini KotaGames.com digunakan oleh 2 juta pemain. "1,2 juta di antaranya adalah pelanggan XL," ucap Alvin. Antara TMG dan XL Axiata sudah menjalin kerjasama sejak 2012. Alvin berharap, adanya XL Developer Network ini dapat meningkatkan jumlah pengguna KotaGames.com menjadi 20 juta pengguna dalam waktu satu atau dua tahun ke depan. XL Axiata telah menyiapkan Rp 200 juta untuk mempromosikan KotaGames.com dan game-game yang ada di dalamnya. Selain itu, XL juga akan menggelar pelatihan pembuatan aplikasi di kota besar seperti Jakarta, Depok, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Modal yang tak sedikit Pembuat game yang memasukkan game-nya di KotaGames.com bisa menghasilkan keuntungan finansial dengan metode pembelian dalam aplikasi (in-app purchase). Namun, pengembang juga membutuhkan modal yang tak sedikit. Karena game ini berbasis web, maka dibutuhkan server serta dana untuk perawatan rutinnya. Jika game mereka banyak dimainkan, mau tak mau server harus di-upgrade agar dapat menampung kapasitas trafik. Sistem bagi hasil antara pengembang dengan TMG pun beragam, mulai dari 50% - 50%, 60% - 40% hingga 70% - 30%, tergantung perjanjian kontrak kerjasama yang disepakati. TMG pun mempersilakan pengembang yang ingin menaruh server di data center milik TMG. Tentu saja, ada hitung-hitungan bisnis lagi dalam komposisi bagi hasil. Game yang ada di KotaGames dibuat oleh perusahaan yang masih merintis (startup) maupun perusahaan besar yang sudah mapan. Alvin mengatakan, game terlaris di KotaGames.com saat ini adalah Monster Fantasia yang dibuat pengembang Nijibox asal Jepang. Dalam XL Developer Network, pengembang juga diajak mengikuti kompetisi untuk pengembang profesional dan umum. Tersedia hadiah tablet Samsung Galaxy Note II dan Galaxy Tab 7.0, juga ponsel pintar Nokia Lumia 800 dan Lumia 900. |
| Ingin Potong Pulsa, XL Rayu Apple dan Google Posted: 08 Jan 2013 08:13 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com - Operator seluler XL Axiata sedang merayu Google dan Apple untuk menerapkan metode potong pulsa di Indonesia dalam pembelian aplikasi di perangkat berbasis Android dan iOS. Vice President Digital Services Technology, Content & News Business XL Axiata, Joedi Wisoeda, mengatakan, sudah mengajukan permohonan itu kepada pihak Google dan Apple. "Kita sudah kirim permohonan, mungkin mereka sedang mempertimbangkan," kata Joedi di sela peluncuran program XL Developer Network di Jakarta, Selasa (8/1/2013). Metode ini diklaim tidak mengurangi komposisi bagi hasil antara pengembang aplikasi dengan Google atau Apple. "Pengembang tetap mendapatkan haknya secara penuh," jelas Joedi. Dengan cara ini, XL ingin mempermudah pembelian aplikasi berbayar di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store, bagi pengguna yang enggan atau tidak memiliki kartu kredit. Ini juga merupakan cara untuk meningkatkan rata-rata pendapat per pengguna (average revenue per user/ARPU) di XL. Dengan metode ini, pihak Google dan Apple harus menyiapkan sistem tersendiri untuk pembelian aplikasi dengan cara potong pulsa. Karena, Apple dan Google telah lama menerapkan metode pembayaran dengan kartu kredit untuk pembelian aplikasi. Bahkan, Apple menyediakan kupon iTunes Gift Card untuk pembelian konten digital di toko aplikasi iTunes. Joedi mengatakan, XL telah menyediakan metode potong pulsa untuk pembelian aplikasi di Nokia Store, BlackBerry App World, dan baru ini telah meluncurkan lagi untuk Windows Phone Marketplace. |
| Akhirnya, Sony Luncurkan Xperia Quad Core Pertama Posted: 08 Jan 2013 07:16 AM PST
Dikutip dari The Verge, dua perangkat ini adalah smartphone Android dengan layar lebar, sesuai dengan tren yang berkembang di kalangan produsen perangkat Android. Xperia Z memiliki bentang layar 5 inci dengan resolusi Full-HD (1920x1080). Perangkat yang sebelumnya dikenal dengan kode nama "Yuga" ini memiliki tubuh berbentuk kotak yang dilapis kaca sehingga tampak indah, mirip produk smartphone dari Apple. Tak hanya itu, ponsel high-end berbobot 140 gram yang tebalnya hanya 7,9mm ini juga memiliki kemampuan tahan air dan debu dengan sertifikasi IP55 dan IP57. Artinya, ia sanggup "menyelam" di air dengan kedalaman 1 meter hingga 30 menit. Selagi basah, pengguna tetap bisa menggunakan smartphone ini berkat dukungan Wet Finger Tracking Technology dari Sony. Jeroan di dalamnya pun tak kalah meyakinkan. Xperia Z adalah smartphone dengan prosesor quad-core (Qualcomm Snapdragon S4 Pro 1,5 GHz) dipadu RAM sebesar 2 GB, dukungan 4G/ LTE, memori internal 16 GB yang bisa diekspansi dengan micro-SD card hingga 32 GB, dan unit kamera 13 megapixel. Untuk sistem operasi, smartphone ini datang dengan Android versi 4.1 yang dibubuhi user interface buatan Sony sendiri dengan tampilan launcher, home screen, dan phone lock screen yang dimodifikasi. Sistem operas tersebut, menurut Sony, bisa di-upgrade menjadi Android 4.2 begitu sudah dirilis nanti. Xperia Z rencananya akan tersedia dalam tiga warna, yaitu hitam, putih, dan ungu. Selain Xperia Z yang merupakan seri produk flagship tandingan Galaxy S III dari Samsung dan iPhone 5 dari Apple, Sony juga mengumumkan Xperia ZL yang sebelumnya dikenal dengan kode nama "Odin". Kedua ponsel ini ibarat pinang dibelah dua dengan spesifikasi hardware yang sama dan penampilan yang mirip. Bedanya, bagian belakang Xperia ZL tidak dilapis kaca melainkan terbuat dari bahan plastik yang agak cembung. Smartphone ini pun tidak memiliki kemampuan tahan air seperti "kakaknya", Xperia Z. Kapasitas baterainya juga disebutkan lebih kecil. Masih belum ada informasi mengenai harga dan ketersediaan dua perangkat andalan dari Sony ini. Namun, pihak Sony mengatakan bakal menggelar "peluncuran secara global" pada kuartal pertama. Baca juga: |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

No comments:
Post a Comment