KOMPAStekno

KOMPAStekno


Sony Hentikan Produksi PlayStation 2

Posted: 02 Jan 2013 03:09 AM PST

Perusahaan Sony menghentikan produksi jaringan permainan video terlaris terlaris PlayStation 2 atau PS2 di Jepang.

Piranti keras yang pertama kali dijual pada Maret 2000 di Jepang dan sejak saat itu telah terjual lebih dari 150 juta unit.

PS2 sangat dikenal sehingga dalam tiga tahun pertama, jaringan permainan video itu diminati masyarakat sehingga laris terjual melampaui penjualan PlayStation 3.

Penghentian produksi PS2 ini telah memicu isu bahwa Sony tengah menyiapkan sumber daya manufakturnya untuk jaringan permainan video lainnya, yaitu PlayStation 4.

Walaupun Sony mengakhiri produksi PS2 di Jepang, tidak berarti mereka akan menghentikan produksi permainan video untuk PS2.

Luar Jepang

Misalnya, mereka sedang menyiapkan permainan video lain seperti seri Final Fantasy, yang disebut Seekers of Adoulin, yang dijadwalkan akan dirilis pada Maret 2013.

Secara total, sekitar 11.000 video permainan telah diproduksi untuk piranti gadget dalam lebih dari 12 tahun masa pakainya.

Sebuah situs hiburan dan jaringan video permainan, Famitsu, melaporkan bahwa Sony telah menyatakan kepada semua pengecer di Jepang bahwa mereka tidak akan mengirim PS2 untuk dijual di toko-toko.

Sony belum mengatakan apakah mereka juga akan menghentikan produksi untuk wilayah di luar Jepang.

PS2 merupakan jaringan permainan video yang terbaik dan diminati masyarakat. (BBC)

LG Beberkan TV Pintar Google Buatannya

Posted: 02 Jan 2013 02:47 AM PST


KOMPAS.com -
Perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2013 baru akan dimulai beberapa hari lagi, tetapi LG rupanya terlalu antusias dan telah lebih dulu membeberkan informasi soal keberadaan dua model Google TV yang dibuat olehnya.

Dua model Google TV tersebut adalah LG GA7900 dan LG GA6400. Kedua TV ini dirancang untuk menampilkan gambar secara "borderless" atau tidak dibatasi oleh bingkai layar.

GA7900 adalah model high-end yang akan ditawarkan dalam ukuran 47 dan 55 inci, sementara "adiknya", GA6400, akan memiliki pilihan ukuran 42, 47, 50, 55, dan 60 inci.

Dikutip dari AllThingsD, LG mengatakan bahwa dua televisi pintar "Smart Home Screen" ini menyediakan akses mudah ke konten video on-demand seperti HBO Go, YouTube, dan aplikasi-aplikasi lain yang bisa diorganisasikan dalam folder berbeda.

Melalui My Interest Card, pengguna bisa mendapatkan informasi yang disajikan secara real-time seperti cuaca dan berita.

Semua model TV ini datang dengan Magic Remote milik LG yang telah diperbarui. Remote tersebut kini dilengkapi dengan mikrofon terintegrasi sehingga pengguna Goolge TV bisa mencari konten dengan memanfaatkan fitur voice search. Sebagai alternatif, disediakan pula keyboard fisik built-in.

Pengguna Android mendapat bonus tambahan berupa kemampuan untuk memutar video secara langsung dari smartphone atau tablet ke Google TV lewat WiFi. Baik GA7900 maupun GA6400 turut mendukung platform game cloud OnLive.

Televisi pintar Google TV sendiri sebenarnya belum banyak dipakai orang. Tetapi para pabrikan perangkat ini seperti LG, Sony, dan Vizio tetap setia membikin televisi-televisi Google. Sony dan VIzio memproduksi set-top box, sementara LG mengeluarkan produk TV antara lain melalui seri G2 yang dirilis sekitar pertengahan tahun ini.

Adapun harga dan ketersediaan LG GA7900 dan GA6400 belum diketahui. Informasi tersebut kemungkinan akan diumumkan saat konferensi pers LG tanggal 7 Januari nanti. 

750.000 Aplikasi Android Bisa Jalan di MacOS X

Posted: 02 Jan 2013 02:13 AM PST


KOMPAS.com - Awal tahun 2012 lalu, BlueStacks membikin heboh lantaran membuat komputer berbasis Windows mampu menjalankan aplikasi Android lewat App Player ciptaannya.

Kini pengguna komputer Mac OS X sudah bisa menikmati kemampuan serupa karena App Player BlueStacks telah tersedia untuk sistem operasi Apple tersebut dalam versi beta.

Sebanyak 750.000 aplikasi yang tersedia untuk smartphone dan tablet Android pun siap dicoba di komputer desktop atau laptop Mac.

Rahasia App Player BlueStacks terletak pada mekanisme virtualisasi "Layercake" yang memungkinkan aplikasi Android berjalan di platform lain di luar kebiasaan. Cara kerjanya mirip dengan proses virtualisasi lain, seperti misalnya menjalankan Windows dalam Mac OS X memakai software Parallels atau VMWare.

Untuk WIndows 8, App Player BlueStacks sudah tersedia sejak Maret 2012 lalu dan telah terpasang di lebih dari 5 juta komputer.

BGR melaporkan bahwa sejumlah aplikasi Android bisa dijalankan di MacBook Air model 2011 dengan OS X 10.8 Mountain Lion, termasuk game Jetpack Joyride dan Fruit Ninja. Akan tetapi, beberapa judul tak bisa di-install dengan benar karena kekurangan kode, terutama berlaku untuk aplikasi dari Google Play.

Apple Urung Gugat Galaxy S III Mini, Asal...

Posted: 02 Jan 2013 01:43 AM PST

KOMPAS.com — Apple bersedia mencabut gugatan hak paten terhadap ponsel pintar Samsung Galaxy S III Mini. Kerendahan hati Apple ini bukan tanpa syarat. Apple meminta Samsung tidak menjual Galaxy S III Mini di Amerika Serikat.

"Apple akan menarik gugatan Galaxy S III Mini jika Samsung tidak membuat, menggunakan, menawarkan, menjual, atau mengimpor Galaxy S III Mini ke Amerika Serikat," demikian permintaan Apple dalam dokumen gugatan hak paten di Pengadilan Distrik San Jose, California, Jumat (28/12/2012).

Sebelumnya, pada November lalu, Apple menambahkan Galaxy S III sebagai produk Samsung yang dianggap melanggar paten.

Perang paten Apple dengan Samsung masih berlangsung sengit di AS. Pada Agustus lalu, 9 anggota Dewan Juri sidang hak paten Apple dan Samsung di AS menilai Samsung melanggar 6 dari 7 paten Apple, meliputi paten desain dan teknologi software. Dewan Juri juga meminta Samsung membayar denda 1,05 miliar dollar AS (sekitar Rp 9 triliun).

Meski demikian, keputusan juri ini belum "diketuk palu" oleh Hakim Lucy Koh, yang memimpin persidangan.

Apple terus berusaha memblokir permanen perangkat mobile Samsung di AS dan menambah daftar produk yang dianggap melanggar paten.

Samsung jelas tak tinggal diam. Mereka mengajukan banding atas putusan itu. Dalam sebuah pernyataan, Samsung mengatakan keputusan Dewan Juri merupakan kekalahan bagi konsumen di AS. Perusahaan Korea Selatan itu berpendapat, keputusan ini berpotensi mendorong harga produk alat komunikasi pintar di AS menjadi lebih mahal karena variasi produk yang semakin sedikit.

Sementara itu, di Pengadilan Korea Selatan, baik Samsung maupun Apple sama-sama dianggap melanggar paten dan harus membayar denda. Samsung dianggap melanggar sebuah paten dari Apple. Namun, Samsung tidak dianggap melanggar desain iPhone. Dalam kasus yang sama, Apple dianggap melanggar dua paten teknologi nirkabel dari Samsung.

Akibat keputusan itu, Samsung diminta membayar denda 25 juta won, sedangkan Apple dikenakan denda sejumlah 40 juta won.

Tak hanya di AS dan Korea Selatan, perang paten antara Samsung dan Apple juga terjadi di Jerman, Australia, Belanda, dan Inggris.

Google Buang 50 Juta "Tali Terlarang" Sepanjang 2012

Posted: 02 Jan 2013 01:09 AM PST


KOMPAS.com -
Selama tahun 2012 yang baru saja lewat, raksasa internet Google telah membuang puluhan juta tautan internet yang terkait dengan pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ernesto Van der Sar dari TorrentFreak yang menganalisis "laporan transparansi" mingguan Google sepanjang 2012 untuk menemukan berapa jumlah link "pembajak" yang dibuang oleh Google.

Jumlah totalnya ternyata mencapai lebih dar 51 juta tautan. "Hampir semua link website dalam daftar hitam tersebut tak lagi muncul dalam hasil pencarian Googe," tulis Van Der Sar, seperti dikutip oleh PC World.

Seperti halnya situs dan layanan jasa internet lainnya yang berbasis di Amerika Serikat, Google tunduk pada hukum federal di negeri tersebut (Digital Millenium Copyright Act) dan akan menutup akses ke konten ilegal apabila diinstruksikan oleh pemegang  hak cipta.

Van der Sar mengungkapkan bahwa aktivitas pemblokiran oleh Google ini meunjukkan tren terus meningkat sepanjang tahun 2012. Puncaknya terjadi minggu lalu saat Google mendapat 3,5 juta permintaan penutupan link.

Salah Tembak

Kebanyakan permintaan pemblokiran itu dilakukan oleh sistem-sistem otomatis milik para pemegang hak cipta. Sistem tersebut tidak selalu benar dan kadang malah bisa memasukkan situs web yang tidak terlibat aktivitas ilegal dalam daftar hitam.

Bila ini yang terjadi, biasanya kisah selanjutnya bakal melibatkan tuntutan hukum. Contohnya, seperti gugatan yang dilayangkan oleh pemilik jasa online storage Hotfile terhadap Warner Bros. Entertainment

Gara-garanya, Warner, perusahaan yang bergerak di bisnis hiburan itu, membanjiri Hotfile dengan ribuan permintaan pemblokiran atas konten Hotfile yang hak ciptanya tak dimiliki oleh Warner.

Undang-undang Ditigal Millenium Copyright Act memang menyatakan bahwa siapapun yang "salah tembak" dalam urusan blokir-memblokir ini bisa dikenai tuntutan hukum dan permintaan ganti rugi. Dalam kasus Hotfile, Warner berkilah bahwa yang mengajukan permintaan memblokir bukanlah "orang" sungguhan, melainkan sebuah komputer otomatis.

Perusahaan media seperti Warner adalah salah satu pihak yang paling getol mengajukan permintaan blokir atas stus yang diduga melanggar hak cipta.

Sementara, yang paling banyak mengajukan permintaan blokir, berdasarkan analisa Van Der Sar, adalah Recording Industry Association of America yang meminta Google membuang sebanyak 7,8 juta tautan dari hasil pencariannya.

Website yang paling banyak dijadikan sasaran pemblokiran adalah FilesTube, yang "mengumpulkan" 2,2 juta permintaan blokir terkait pelanggaran hak cipta.

"Meskipun angka tersebut terdengar besar, tautan-tautan itu hanya mewakili kurang dari 1 persen jumlah total laman FIlesTube yang diindeks oleh Goolge," lanjut Van Der Sar.

Para pemegang hak cipta bukan satu-satunya yang menekan Google untuk membuang tautan ke situs-situs pelanggar hak cipta. Pemerintah di sejumlah negara pun gencar melakukan hal serupa, misalnya di Amerika Serikat, Jerman, bahkan juga Brazil. Biasanya permintaan blokir yang diajukan pihak pemerintah terkait dengan alasan defamasi, privasi, dan keamanan.

Akan tetapi, disamping memblokir tautan-tautan tertentu, pemerintah sebuah negara juga tertarik mengetahui informasi yang dmiliki Google tentang penggunanya. Trend ini juga menunjukkan kecenderungan meningkat sepanjang 2012. 

No comments:

Post a Comment