KOMPAStekno |
- Akhirnya, BBM 7 Bisa Dipakai di OS 5
- Robot Mabuk, Cikal Bakal Maskot Android
- Pengaruh Augmented Reality dalam Bisnis Global
- Casing Lumia Berikutnya "Bukan Plastik"
- Polaroid Perkenalkan Tablet Android untuk Si Kecil
| Akhirnya, BBM 7 Bisa Dipakai di OS 5 Posted: 04 Jan 2013 11:27 AM PST KOMPAS.com - Research In Motion (RIM) akhirnya membuka akses aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger 7 (BBM 7) untuk pengguna BlackBerry yang masih menggunakan sistem operasi BBOS 4.5 dan BBOS 5, Jumat (4/1/2012). BBM 7 ini bisa diunduh dari toko aplikasi online BlackBerry App World. Sebelumnya, BBM 7 hanya bisa dinikmati oleh pengguna BlackBerry yang menjalankan BBOS 6 dan 7 saja. BBM 7 kini tak hanya bisa digunakan untuk berkirim teks, audio, video, dan foto saja. Ia mengalami perubahan besar karena dilengkapi fitur BBM Voice, yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan telepon ke sesama pengguna BBM 7 melalui jaringan Wi-Fi. Dengan fitur BBM Voice di BBM7, pengguna bahkan bisa melakukan panggilan telepon keluar negeri. Namun, BBM Voice tak bisa tersambung jika menggunakan koneksi internet 3G, ia harus menggunakan Wi-Fi. Fitur baru lainnya yang turut disematkan pada BBM 7 termasuk 16 emoticon jenis baru, sinkronisasi profil BBM lewat BlackBerry ID, serta notifikasi update dari dalam aplikasi. Pada 30 Januari 2013, RIM akan merilis sistem operasi BlackBerry 10. Tak lama setelah itu, perangkat BlackBerry 10 akan beredar di pasaran, dengan model tombol keypad fisik format QWERTY dan layar sentuh penuh. |
| Robot Mabuk, Cikal Bakal Maskot Android Posted: 04 Jan 2013 08:28 AM PST KOMPAS.com - Maskot robot hijau untuk Android saat ini bisa disebut sebagai salah satu ikon paling dikenal dalam jagat teknologi. Pada mulanya, seorang karyawan Google yang bekerja sebagai pemrogram perangkat lunak pernah mendesain maskot Android seperti robot yang sedang mabuk. Karyawan itu bernama Dan Morrill yang khusus berhubungan dengan pengembang aplikasi. Morrill mempublikasi beberapa gambar di jejaring sosial Google+ miliknya, Kamis (3/1/2013). Ia berbagi cerita tentang desain maskot Android buatannya yang ditampilkan dalam rapat internal Google. Sekitar tahun 2007, ketika Android belum diperkenalkan secara resmi, Morrill dan tim diharuskan memberi presentasi di internal Google, tentang Application Programming Interface (API) Android yang akan dirilis untuk pengembang aplikasi. Karena Morrill dan kawan-kawan terlalu sibuk menyusun kode bahasa pemrograman, mereka tak sempat mendesain logo untuk Android. Tim Android ingin segera merampungkan API. Dengan terburu-buru, Morril mendesain maskot Android yang nampak seperti robot mabuk. Matanya dibuat melingkar-lingkar dengan ekspresi yang tak karuan. Ia mengakui dirinya amatir soal desain grafis. Namun, ia tetap memasukkan gambar robot mabuk itu dalam materi presentasi. API dan Android disambut hangat oleh internal Google, tapi tidak dengan maskot robot mabuk, Maskot itu kemudian dijuluki Dandroids, tentu saja itu hanya candaan yang mungkin terinspirasi dari nama Dan Morrill. Beberapa waktu kemudian, Morrill lanjut berkisah, seseorang bernama Irina Blok mempresentasikan karyanya yang berjudul "bugdroid." Blok mendesain robot hijau yang lucu, tapi gagah, yang kemudian jadi maskot resmi Android. "Ini lucu. Sangat terlihat bagaimana kerja seorang profesional desain grafis memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan seorang amatir?" kata Morrill. Sistem operasi mobile Android pertama kali diciptakan oleh perusahaan Android Inc, yang berkantor di Palo Alto, California. Mereka membangun Android dengan inti program (kernel) Linux. Perusahaan raksasa internet Google kemudian membeli seluruh saham Android Inc pada Agustus 2005. Para pendiri Android pun akhirnya bekerja untuk Google, seperti Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Google mulai serius mengembangkan Android untuk masuk ke pasar perangkat mobile global dengan merilis Android versi 1.1 pada Maret 2009. Android bebas diadopsi oleh para produsen perangkat mobile. Bahkan, kini ia diadopsi oleh perangkat kamera dan televisi. Google pun merilis kode sumber (source code) Android untuk pengembang aplikasi dan menyediakan toko aplikasi online Google Play Store (dahulu bernama Android Market). Dua bulan kemudian, Google merilis Android versi 1.5 dengan kode nama Cupcake. Dari sinilah dimulai penamaan kode Android berdasarkan nama kue dan sesuai urutan abjad (yang dimulai dari C: Cupcake). Berikut versi dan kode nama Android dari masa ke masa: - Android versi 1.1 |
| Pengaruh Augmented Reality dalam Bisnis Global Posted: 04 Jan 2013 07:44 AM PST Penulis: Krisni Lee* Perkembangan teknologi di dunia terjadi sangat pesat, tiga tahun yang lalu jika kita tidak mengenal apa itu augmented reality teknologi mungkin masih bisa dimaklumi. Akan tetapi pada saat ini, Augmented Reality is the next big thing, it is our Future. Teknologi ini menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk diimplementasikan dalam industri bisnis. Teknologi Augmented Reality menjadi pilihan jitu bagi pelaku bisnis terutama brand besar untuk menarik perhatian masyarakat luas. Menyajikan sebuah program menarik dengan memberikan pengalaman yang sexy dan sophisticated bagi masyarakat telah menjadi salah satu marketing tool yang dilakukan. Bisa dibayangkan hanya dengan menghadapkan smartphones ke sebuah area yang telah di-track, Anda bisa mendapatkan informasi secara atraktif atau bahkan bisa bermain game yang lucu dan menarik, tidak hanya itu, hasil permainan Anda bisa di-share ke Social Media. Penggabungan dunia virtual dan dunia reality telah semakin menyatu. "Augmented Reality gives a fantastic experience. Brought your fantasy into life, it is enhancing your life" – Krisni Lee Peralihan metode advertising konvensional ke advertising berbasis teknologi telah mulai dilakukan, perusahaan mulai menilik sesuatu yang canggih dan lebih interaktif untuk mempromosikan produk mereka. Memberikan sebuah experience langsung ke konsumen menjadi perhatian sebuah perusahaan. Seperti yang dilakukan oleh Sony Walkman Indonesia, pada waktu meluncurkan Walkman seri terbaru W-series pada bulan September 2012 Sony ingin melakukan sesuatu yang berbeda untuk mengkomunikasi keunggulan produk ini. Di tengah kompetisi pasar yang didominasi oleh iPod di segmen audio portable, Sony Walkman hadir dengan keunggulan mengunduh musik dengan cara yang lebih cepat dan mudah. Musik yang merupakan bahasa universal yang fun dan menyenangkan, Sony Walkman ingin target market mereka yaitu para kaum muda untuk berinteraksi dan ber-experience bersama menikmati musik dan tarian. Dengan menggunakan teknologi augmented reality, audience bisa nge-shuffling bersama dengan virtual dancer, dari anak-anak sampai dewasa bisa menikmati musik dan menari secara bersamaan. Persepsi Augmented Reality pada umumnya merupakan sebuah teknologi yang simpel bagi sebagian masyarakat di mana dengan menggunakan smartphones yang dihadapkan pada sesuatu atau sebuah area, kemudian akan terlihat sebuah informasi di layar. Pada kenyataannya tidak hanya seperti itu, augmented reality terdapat sebuah ilustrasi, imajinasi, animasi dan semuanya ditambahkan dalah realitas kita. Teknologi augmented reality akan terus bergerak maju dan berkembang seiring dengan permintaan customer yang tinggi, karena dipercaya sebagai integrated tool yang dapat menunjang kesuksesan sebuah brand activation yang pada akhirnya akan memberikan berpengaruh positif terhadap Brand itu sendiri. Tidak hanya sebagai advertising, Augmented reality merupakan sebuah amazing tool dalam menyajikan informasi. Betapa menyenangkan jika saat kita duduk di sebuah coffee shop dan menggunakan kacamata augmented reality, akan terlihat di samping Anda sebuah karakter animasi lucu di mana dia bisa menjelaskan menjelaskan menu-menu yang dijual dan membantu Anda berinteraksi dengan pembeli secara atraktif. Yah, itulah masa depan! The Future is Coming! Augmented reality akan menjadi sebuah kebiasaan penting dalam keseharian kita, informasi yang dibutuhkan akan hadir dengan cara yang fantastis. *Penulis: Krisni Lee, adalah Project Director AR&Co |
| Casing Lumia Berikutnya "Bukan Plastik" Posted: 04 Jan 2013 07:09 AM PST KOMPAS.com - Belum genap empat bulan sejak pertama kali diperkenalkan, Lumia 920 akan segera berganti wajah. Nokia dikabarkan sudah menyiapkan smartphone penerus Lumia 920 untuk dirilis tahun 2013 ini. Seperti diwartakan TheVerge, penerus Lumia 920 yang diberi nama kode Catwalk ini akan menggunakan bahan casing "bukan plastik", aluminium. Berbeda dengan seri-seri Lumia terdahulu yang menggunakan bahan polikarbonat. Meski menggunakan bahan aluminium, Catwalk disebut akan lebih ringan dan tipis ketimbang Lumia 920. Spesifikasi hardware dari Catwalk akan sama persis dengan Lumia 920, hanya akan berbeda bahan casing-nya. Sebuah sumber yang "akrab" dengan rencana Nokia ini menyebutkan, Lumia "aluminium" ini akan menjadi ponsel pembuka beberapa ponsel WP8 Nokia yang akan diluncurkan tahun 2013 ini. Namun, balutan bahan aluminium kemungkinan hanya akan terdapat di satu model Nokia Lumia "Catwalk" saja. Jadi tidak semua Lumia model 2013 akan menggunakan bahan "bukan plastik" ini. Jika rumor ini benar, Nokia sepertinya ingin bersaing dengan iPhone 5 yang menggunakan bahan aluminium di badan ponselnya. Selain itu, langkah ini dilakukan Nokia untuk menjawab keluhan pengguna bahwa Lumia 920 terlalu berat dan tebal. Belum ada informasi detail soal Lumia Catwalk ini, termasuk namanya, apakah Lumia 930 atau Lumia 990. |
| Polaroid Perkenalkan Tablet Android untuk Si Kecil Posted: 04 Jan 2013 06:35 AM PST KOMPAS.com – Polaroid, perusahaan yang selama ini terkenal dengan produk kamera digital, telah mengenalkan perangkat tablet Android baru dengan ukuran layar 7 inci. Uniknya, tablet ini bukan didesain untuk orang dewasa, melainkan untuk anak-anak. Produk tablet yang dinamakan PTAB750 ini hadir dengan berbagai aplikasi khusus untuk anak, seperti Kids Cam, Music Studio, dan Draw yang ditujukkan untuk mengambil gambar, membuat musik, dan menggambar. Dikutip dari Phone Arena, Jumat (4/1/2013), perangkat ini juga dapat digunakan oleh anak untuk menikmati video streaming. Bedanya dengan perangkat tablet yang sudah ada, konten dari video streaming sudah diatur aman untuk konsumsi anak-anak. Si anak pun tidak akan bisa secara sembarangan mengunduh aplikasi. Melalui fitur Free Play, anak hanya mampu menemukan aplikasi yang diperuntukkan khusus untuk mereka. Tidak dari segi aplikasi saja, Polaroid menghadirkan desain tablet khusus untuk anak. Di bagian tepi tablet ini sudah diberikan lapisan khusus yang mampu melindungi perangkat ini saat terbentur atau terjatuh. Perangkat tablet Polaroid ini memiliki layar 7 inci dengan resolusi WVGA. Di bagian dalamnya, Polaroid melengkapi produk ini dengan prosesor 1GHz, RAM 512MB, media penyimpanan internal berkapasitas 8GB, slot kartu microSD, kamera 2 megapiksel, Android 4.0, dan baterai 3.500mAh. Tablet Polaroid ini dijual dengan harga yang relative terjangkau yaitu 149,99 dolar AS atau sekitar Rp1,4 juta. Saat ini, tablet ini sudah dapat dipesan melalui situs resmi Polaroid. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment