KOMPAStekno |
- Indosat Siap Ajukan Banding atas Vonis IM2
- Keren, Orang Indonesia Bikin "Printer" 3D
- Loloskan Iklan, Google "Sogok" Adblock Plus?
- Bos Nintendo Janji Tidak Pecat Karyawan
- DNS Nawala Tak Cuma Blokir Situs Porno
| Indosat Siap Ajukan Banding atas Vonis IM2 Posted: 08 Jul 2013 06:34 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Indosat akan melakukan perlawanan hukum atas putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, yang memvonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta kepada Mantan Direktur Utama PT Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto, dalam kasus penyalahgunaan jaringan 3G di frekuensi 2.1GHz milik PT Indosat Tbk. "Sementara naik banding," kata President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli, dalam pesan singkat kepada KompasTekno, Senin (8/7/2013). Indosat sedang mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke arbitrase internasional. "Sebenarnya saya pribadi malu harus bawa ke forum tersebut, tapi kalau memang di negara sendiri tidak terproteksi, apa boleh buat. Jadi sedang dipertimbangkan," tutur Alexander. Putusan yang dijatuhi pada Indar ini lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Jakarta yang meminta agar Indar dipenjara selama 10 tahun dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Namun, majelis hakim menilai Indar tidak terbukti memperkaya diri sendiri yang mengakibatkan kerugian negara. Ia tidak dijatuhi hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti. Sebagai gantinya, hakim menghukum PT IM2 untuk membayarkan uang pengganti sebesar Rp 1,358 triliun. "Wajib dibayarkan paling lama satu tahun setelah mendapatkan keputusan hukum tetap," kata Ketua Majelis Hakim Antonius Widjantono. Menurut majelis hakim, Indar terbukti melakukan perbuatan melawan hukum dengan menandatangani perjanjian kerja sama PT Indosat Tbk untuk menggunakan frekuensi 2.1GHz secara bersama-sama. Indar dianggap seolah-olah melakukan kerja sama penggunaan frekuensi untuk akses internet 3G, tetapi ternyata melawan hukum pemakaian frekuensi 2,1GHz milik PT Indosat Tbk. Selain Indar, terdakwa lain dalam kasus ini adalah Kaizad B Heerje (Wakil Direktur Utama PT Indosat Tbk), Johnny Swandy Sjam (Direktur Utama PT Indosat Tbk), dan Harry Sasongko (Direktur Utama PT Indosat Tbk) yang perkaranya disidang terpisah. |
| Keren, Orang Indonesia Bikin "Printer" 3D Posted: 08 Jul 2013 03:16 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com — Berawal dari kegemarannya pada dunia desain grafis, Johanes Djauhari kini merakit mesin pencetak (printer) 3D. Dengan memanfaatkan teknologi open source, printer 3D yang dirakit Johanes dapat mencetak dokumen digital menjadi benda tiga dimensi. Johanes bekerja sebagai desainer produk. Beberapa klien yang hendak membuat produk kadang tak puas jika hanya melihat desain tersebut dalam bentuk dokumen digital. Mereka ingin bentuk fisik meski berukuran kecil. "Nah, dari situlah, kenapa tidak saya buat printer 3D sendiri," katanya saat ditemui KompasTekno di acara Popcon Asia 2013 di Jakarta Convention Center, awal Juli lalu. Johanes juga gemar pada mainan (toys). Banyak rekannya yang mendesain karakter toys dan hendak merealisasikan idenya menjadi bentuk nyata. Beberapa dari mereka memakai jasa Johanes untuk cetak 3D. 3D printing merupakan proses cetak berlapis untuk membentuk benda padat dengan perspektif 3D yang dapat dipegang dan memiliki volume.Materi yang digunakan adalah plastik, bisa jenis acrylonitrile butadiene styrene (ABS) maupun polylactic acid (PLA). "Kalau saya suka pakai PLA. Dia terbuat dari biji jagung dan bisa terurai. Kalau ABS adalah materi yang dipakai mainan lego, yang terbilang lama terurainya," ujar Johanes. Proses pencetakan memang terbilang lama. Butuh waktu dua jam untuk mencetak benda 3D dengan dimensi tinggi 10 cm, panjang 5cm, dan lebar 5 cm. Sebenarnya, proses cetak itu bisa dipercepat. Namun, ada beberapa konsekuensi yang harus diterima, di mana bagian dalam obyek menjadi tidak padat alias kopong. Benda yang dicetak dari printer 3D sejauh ini hanya bisa dihasilkan dalam satu warna. "Jika ingin berwarna, kita harus memberi cat secara manual. Materi plastiknya tidak akan rusak jika kena cat," klaim Johanes. Keseriusan Johanes merakit printer 3D dimulai pada 2011. Ia mendirikan Bikin Bikin 3D Print dan aktif ikut pameran untuk memperkenalkan teknologi ini. Kala itu, desain luar printer buatannya masih berupa kerangka. Setelah melewati beberapa kali pengembangan, kini printer 3D-nya semakin akurat dan didesain menggunakan casing. "Akurasinya sampai 0,2 mm," tutur Johanes.Akurasi itu dibuktikan dengan mencetak replika arca yang penuh detail dan lekukan. Johanes terlebih dahulu memindai seluruh bagian arca asli yang tersimpan di Museum Nasional. Setelah mendapat file pindainya, mulailah Johanes mendesain 3D lalu mencetak dengan printer buatannya sendiri. Memanfaatkan "open source"Dalam mengembangkan printer 3D, Johanes memanfaatkan teknologi open source untuk driver dan software. Ia ikut dalam forum internet yang khusus membahas teknologi printer 3D. "Di forum ini, kita bisa tahu kalau ada algoritma yang lebih baik dan memberi struktur lebih mudah. Bukan cuma soal teknis, dari sana juga kita tahu soal materi yang mudah dicari dan lebih terjangkau," jelasnya. Untuk mendesain bentuk 3D, Johanes menggunakan software Pronter Face dan Repetier. Komputer yang dipakainya terhubung ke motherboard printer melalui kabel USB. Motherboard inilah yang memerintahkan gerakan koordinat X, Y, dan Z, menerjemahkan dokumen digital menjadi obyek nyata 3D. Printer 3D yang dibuat Johanes masuk dalam tahap pengembangan akhir. Ia membuka pre-order dengan harga Rp 10 juta. Setelah masa pre-order berakhir pada September 2013, printer 3D bakal dibanderol Rp 12 juta. |
| Loloskan Iklan, Google "Sogok" Adblock Plus? Posted: 08 Jul 2013 02:46 AM PDT KOMPAS.com - Sebagian besar pengguna peramban (browser) Mozilla Firefox dan Google Chrome dijamin familiar dengan aplikasi add-on/plugin bernama AdBlock Plus. Bagaimana tidak aplikasi ini berguna untuk memblokir iklan yang mengurangi kenyamanan pengguna saat mengunjungi sebuah situs web. Plugin tersebut terlihat menjanjikan, tetapi AdBlock Plus bekerja tidak begitu sempurna. Dalam beberapa kesempatan, ada beberapa iklan yang tetap ditampilkan, meski pengguna sudah melengkapi peramban mereka dengan plugin tersebut. Selidik punya selidik, ternyata masalah ini muncul bukan karena kesalahan sistem. Menurut situs web Jerman Horizont dan diskusi di Hacker News, seperti dikutip dari The Verge, Senin (8/7/2013), Google dan beberapa perusahaan besar lainnya diindikasi membayar pihak Eyeo, perusahaan di balik Adblock Plus, untuk memasukkan mereka ke dalam sebuah "daftar putih". Daftar putih tersebut dinamakan Acceptable Ads. Apabila sebuah nama perusahaan atau situs ada dalam daftar ini, sistem tidak akan memblokir iklan tersebut. Pihak Eyeo sendiri beralasan, daftar putih ini tetap harus ada untuk mendukung iklan-iklan yang tidak mengganggu. Dalam laporannya, Horizont mengungkapkan, masih belum diketahui berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh Google kepada Eyeo. Nama perusahaan yang melakukan tindakan yang sama dengan Google pun masih belum diketahui detil namanya. Dalam halaman FAQ situs AdBlock Plus, Eyeo memang menawarkan sebuah layanan untuk masuk ke daftar putih secara gratis bagi perusahaan kecil dan situs-situs yang belum terlalu ternama. "Layanan whitelisting tidak dikenakan biaya untuk situs web kecil dan blog," tulis pihak Eyeo. Melalui halaman tersebut pula, Eyeo secara terang-terangan mengaku, bisa saja menerima bayaran dari perusahaan besar untuk memasukkan mereka ke daftar putih tersebut. "Mengatur daftar (putih) ini membutuhkan upaya secara signifikan di bagian kami dan pekerjaan ini tidak bisa diambil langsung oleh para sukarelawan. Oleh karena itu, kami telah dibayar oleh perusahaan besar yang melayani iklan tidak membosankan," papar Eyeo. |
| Bos Nintendo Janji Tidak Pecat Karyawan Posted: 08 Jul 2013 02:00 AM PDT KOMPAS.com - Demi melakukan penghematan, banyak perusahaan besar yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan puluhan hingga ribuan karyawannya. Namun, karyawan perusahaan gaming asal Jepang, Nintendo, tampaknya bisa tidur dengan nyenyak. Pasalnya, President Global Nintendo Satoru Iwata mengklaim bahwa perusahaan tidak akan pernah memecat karyawannya hanya demi efisiensi biaya. Dalam rapat pemegang saham, seperti dikutip dari Joystiq, Senin (8/7/2013), Iwata mengungkapkan bahwa perusahaannya tidak perlu memberhentikan karyawan untuk keluar dari masalah keuangan. "Memang benar bahwa bisnis kami sedang pasang surut setiap beberapa tahun, dan tentu saja, situasi yang ideal bagi kami adalah untuk membuat keuntungan bahkan pada periode rendah sekalipun, mengembalikan keuntungan ini kepada investor, dan mempertahankan harga saham tinggi," kata Iwata. Menurut Iwata, apabila perusahaan memiliki rencana untuk memecat karyawan, maka moral dari karyawannya akan terus menurun. Tentu, hal ini tidak diinginkan di perusahaan manapun juga. "Jika kami mengurangi jumlah tenaga kerja untuk hasil keuangan jangka pendek yang lebih baik, moral karyawan akan menurun, dan saya kurang yakin karyawan yang takut dipecat akan mampu mengembangkan judul software yang dapat dikagumi orang-orang di seluruh dunia," ujar Iwata. "Karyawan membuat kontribusi berharga di bidangnya masing-masing, jadi saya raya memecat karyawan tidak akan meningkatkan bisnis Nintendo dalam jangka panjang," kata Iwata. Lebih lanjut, Iwata menjelaskan bahwa buruknya hasil keuangan Nintendo sebagian besar disebabkan oleh nilai tukar global yang berubah secara drastis. Nintendo pun akan mencari cara lain untuk kembali bersaing di dunia game, salah satunya adalah melalui memotong biaya yang tidak perlu dan meningkatkan efisiensi bisnis. |
| DNS Nawala Tak Cuma Blokir Situs Porno Posted: 08 Jul 2013 01:03 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasana Nawala Nusantara selaku pengelola layanan domain name server (DNS) Nawala, selama ini aktif memblokir situs web yang mengandung konten negatif. Selain pornografi, Nawala juga memblokir situs web penipuan dan perjudian online. Hingga 4 Juli 2013, Nawala telah memblokir 3,585 situs penipuan dan 7.540 situs perjudian. Jika ditotal, keduanya mencapai 11.125. Deputi Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Yayayasan Nawala Nusantara, Irwin Day, mengatakan, pihaknya akan terus aktif mencari situs web dengan konten negatif. Ia mengajak masyarakat menggunakan DNS Nawala: 180.131.144.144 dan 180.131.145.145. Nawala mendefinisikan perjudian online sebagai "Kegiatan yang mengandung unsur pertaruhan yang melibatkan pemain/petaruh dan penyelenggara dalam beberapa macam bentuk permainan dan/atau undian dan/atau hasil pertandingan olah raga, tanpa harus bertatap muka, yang dilakukan melalui situs internet." Larangan perjudian dan penipuan online tercantum dalam UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Larangan perjudian online ada di Pasal 27 Ayat 2, sementara larangan penipuan online di Pasal 28 Ayat 2. Penipuan online "Untuk situs penipuan online, pelakunya sampai kirim SMS kepada calon korban dan mengatasnamakan dirinya dari sebuah perusahaan besar yang menyelenggarakan undian. Hal semacam ini jelas meresahkan masyarakat," ujar Irwin kepada KompasTekno. Ia melanjutkan, pelaku penipuan sebelumnya telah menyiapkan nama dan tampilan situs web yang mirip dengan situs web perusahaan terkait. Akan tetapi, situs penipuan ini sebenarnya dapat diketahui dari beberapa tanda. Biasanya situs penipuan menggunakan hosting yang tidak berbayar, tidak menyertakan alamat jelas perusahaan, dan situsnya penuh dengan testimoni kepuasan pelanggan. Selain itu, kebanyakan situs penipuan hanya mencantumkan nomor telepon seluler, mereka tidak punya nomor telepon fixed line. Jika situs tersebut berbentuk toko online yang menjual produk, biasanya harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga pasar. Irwin berpendapat, ada beberapa faktor pendorong maraknya penipuan online. Pertama, bebasnya penggunaan domain dot com (.com) yang tak memerlukan ketentuan administratif dan harganya pun relatif murah. Kedua, aplikasi e-commerce tersedia secara gratis serta mudah diimplementasikan. Irwin mengatakan, selama ini ada beberapa pihak yang aktif memonitor dan mendata situs penipuan. Masyarakat dapat melihatnya di; polisionline.com, batamwatch.com, datapenipu.com, penipuan.info, dan lainnya. Pemerintah dan operator telekomunikasi sendiri, dinilai Irwin kurang pro aktif dalam mencari dan menindak situs yang mengandung konten negatif. "Pemerintah kurang tegas untuk menindak situs judi, operator seluler juga kurang aktif menapis situs perjudian dan penipuan. Mereka kurang sigap, hanya menunggu laporan masyarakat," tegas Irwin. Selain penipuan dan perjudian online, Nawala juga telah memblokir situs pornografi (647.622 situs), phising (1.146 situs), proxy (2.065 situs), malware (31 situs), dan SARA (19 situs). Sejauh ini, Nawala telah bekerjasama dengan Telkom Indonesia, Telkom International (Telin), BlackBerry, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dan perusahaan penyelenggara jasa internet yang bergabung di APJII. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment