KOMPAStekno |
- Bocorkan Rahasia, 3 Eksekutif HTC Ditangkap
- Facebook Ingin Bikin "Trending Topic"
- BlackBerry Disarankan Jadi "Anak Bawang" Saja
- Acer Rilis Liquid S2, Android Gahar Perekam Video 4K
- Bonus Bos Lenovo Dihibahkan ke 10.000 Karyawan
| Bocorkan Rahasia, 3 Eksekutif HTC Ditangkap Posted: 02 Sep 2013 05:59 AM PDT KOMPAS.com - Tiga eksekutif HTC yang selama ini bekerja untuk urusan desain produk, ditangkap karena dicurigai membocorkan rahasia dagang. HTC mulai melaporkan kasus ini pada Agustus 2013. Seorang jaksa dari Taipei, Taiwan, mengonfirmasi bahwa tiga eksekutif itu ditangkap pada Jumat (30/8/2013). Mereka adalah wakil presiden desain produk Thomas Chien, direktur penelitian dan pengembangan Wu Chien-Hung, dan manajer senior urusan desain dan inovasi Justin Huang. Media setempat melaporkan, teknologi yang dicuri merupakan desain tampilan antarmuka Sense 6.0 untuk ponsel pintar Android. Teknologi itu dibocorkan kepada sebuah perusahaan pembuat ponsel baru yang berbasis di China. Menurut juru bicara kantor kejaksaan setempat, Mou Hsin Huang, saat ini Chien dan Chien-Hung masih berada di tahanan. Sementara Huang telah dibebaskan dengan jaminan. Para eksekutif juga dituduh membuat biaya komisi palsu sebesar 10 miliar dollar Taiwan atau sekitar 334.200 dollar AS. Pihak HTC enggan mengomentari masalah ini. HTC meyakinkan, penyelidikan tidak akan berdampak pada operasional perusahaan. Para eksekutif yang ditangkap juga tidak segera mengeluarkan komentar resmi. HTC belakangan ini terus diterpa masalah internal dan harus menerima kenyataan bahwa pangsa pasarnya telah menurun dalam industri ponsel pintar global. Tidak sedikit pula eksekutif yang memilih hengkang dari perusahaan tersebut. |
| Facebook Ingin Bikin "Trending Topic" Posted: 02 Sep 2013 05:13 AM PDT KOMPAS.com — Facebook tampak belajar banyak dari Twitter untuk memperkaya layanan jejaring sosialnya. Setelah dua bulan meluncurkan tanda pagar (tagar) untuk menandai suatu topik yang sedang dibicarakan, kini Facebook berencana menyematkan fitur semacam trending topic. Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu mulai menguji fitur "Trending" dalam halaman News Feed di situs web. Ini merupakan penanda tentang topik yang sedang ramai dibicarakan oleh pengguna Facebook secara real-time di suatu kota atau negara. Seorang juru bicara Facebook mengonfirmasi rencana tersebut. "Kami sedang menjalankan tes kecil pada News Feed. Sekarang ini hanya tersedia untuk sebagian kecil pengguna di Amerika Serikat dan masih dalam tahap awal pengembangan," kata juru bicara kepada The Wall Street Journal. Di sini, algoritma Facebook akan melakukan pengelompokan terhadap topik yang sama. Misalnya, ada yang membicarakan topik dengan #MLK dan Martin Luther, maka algoritma Facebook akan mengelompokan di bawah topik "Martin Luther King, Jr". Twitter sudah lama memakai tagar dan menyediakan fitur trending topics untuk memudahkan pengguna melacak pembicaraan. Bagi Facebook, fitur tagar dan trending bisa menjadi potensi bisnis iklan tersendiri. |
| BlackBerry Disarankan Jadi "Anak Bawang" Saja Posted: 02 Sep 2013 03:08 AM PDT BlackBerry KOMPAS.com - Di tengah kesulitan yang melanda, BlackBerry harus membuat perubahan agar bisa "selamat". Salah satu opsinya, menurut direktur BlackBerry Bert Nordberg, adalah dengan mengubah peran menjadi "anak bawang" alias pemain kecil di industri mobile. "Saya pikir BlackBerry bisa survive dengan berubah menjadi pemain kecil saja… Dalam sejarahnya, BlackBerry selalu punya ambisi besar, tapi raksasa-raksasa seperti Apple, Google, dan Samsung sulit disaingi," ujar Nordberg, seperti dikutip dari The Wall Street Journal. Untuk mencapai hal itu, dia menambahkan bahwa BlackBerry harus "melangsingkan" diri agar bisa fokus pada hal-hal yang menjadi kekuatan utamanya seperti bidang korporat dan keamanan data. Itu berarti perusahaan asal Kanada ini harus menjual sejumlah komponen bisnis yang tidak berhubungan dengan strategi bisnis yang bersangkutan. "BlackBerry punya aset unik yang membedakannya dari pemain lain. Perusahaan ini kuat di segmen enterprise, aman, dan keyboard fisiknya digemari pengguna di seluruh dunia," lanjut Nordberg. BlackBerry pernah menjadi perusahaan besar yang mempelopori smartphone di kalangan profesional dan konsumen. Tapi pangsa pengguna dan nilai kapitalisasi pasar produsen ini makin merosot selama beberapa tahun belakangan. Platform baru yang menjadi andalan barunya pun ternyata loyo dan kurang diminati. Nordberg tidak menjelaskan komponen bisnis apa persisnya yang bisa "dipangkas" untuk menyelamatkan BlackBerry, tapi pernyataannya seakan memberi sinyalemen bahwa perusahaan itu sudah siap melempar handuk dalam kompetisi melawan Android dan iOS. Nordberg sendiri baru ditunjuk sebagai direktur pada Februari lalu. Dia juga menjabat sebagai salah satu anggota komite khusus yang ditugasi mencari alternatif strategi agar BlackBerry bisa terus eksis di industri mobile. Bagaimana dengan opsi beralih menggunakan platform lain? Nordberg yang pernah menjabat sebagai CEO Sony Ericsson menampik kemungkinan tersebut. "Dulu, ketika saya masih menjadi CEO Sony Ericsson, menaruh nasib pada Android adalah keputusan yang mudah," ujar Nordberg. "Dengan BlackBerry, semuanya menjadi lebih sulit karena framework keamanannya terbangun dalam software mobile. Tak bisa diubah ke sistem operasi lain begitu saja." Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: |
| Acer Rilis Liquid S2, Android Gahar Perekam Video 4K Posted: 02 Sep 2013 02:34 AM PDT KOMPAS.com - Pameran perangkat elektronik IFA baru akan dibuka pada 4 September 2013 mendatang. Namun, sudah ada beberapa vendor yang memperkenalkan perangkat barunya, beberapa hari sebelum tanggal tersebut tiba. Salah satunya adalah Acer. Perusahaan asal Taiwan ini baru saja memperkenalkan produk phablet keduanya, Liquid S2. Perangkat ini akan menjadi salah satu perangkat pertama di dunia yang dipersenjatai dengan kemampuan merekam video dengan kualitas 4K. Perangkat lain yang dikabarkan akan dilengkapi kemampuan tersebut adalah Samsung Galaxy Note III, yang kemungkinan besar diperkenalkan pada ajang IFA 2013. Berbeda dari kebiasaan selama ini, Acer akan mempersenjatai produk tersebut dengan spesifikasi hardware yang cukup tinggi. Kali ini, seperti dikutip dari Pocket-Lint, Senin (2/9/2013), mereka memilih untuk menggunakan prosesor paling high-end milik Qualcomm, Snapdragon 800 berkecepatan 2,2 GHz. Biasanya, Acer memilih untuk menggunakan prosesor dengan harga terjangkau buatan Mediatek untuk melengkapi produk-produknya. Pemilihan prosesor tersebut boleh jadi disebabkan karena Acer ingin mengaplikasikan fitur perekaman video 4K di Liquid S2 ini. Sekadar informasi, Snapdragon 800 memang dilengkapi dengan kemampuan perekaman video berkualitas 4K. Produk ini nantinya akan hadir dengan layar IPS berukuran 6 inci yang mampu mendukung resolusi layar 1.920 x 1.080 piksel. Dari sisi kamera, ia akan menggunakan kamera dengan sensor gambar sebesar 13 megapiksel di bagian belakangnya. Di bagian depan, Acer Liquid S2 akan dilengkapi kamera 2 megapiksel. Sementara itu, spesifikasi hardware lain yang akan diusungnya adalah RAM 2 GB, memori internal 16 GB, koneksi jaringan 4G, baterai 3,300 mAh, dan akan berjalan di sistem operasi Android 4.2.2 Jelly Bean. Acer mengungkapkan, produk ini akan mulai tersedia pada akhir Oktober 2013 mendatang. Harga dari produk ini belum diketahui. |
| Bonus Bos Lenovo Dihibahkan ke 10.000 Karyawan Posted: 02 Sep 2013 02:19 AM PDT Dokumentasi World Economic Forum CEO Lenovo, Yang Yuanqing KOMPAS.com — CEO Lenovo, Yang Yuanqing, baru mendapatkan bonus yang cukup besar atas prestasinya membawa perusahaan tersebut ke laporan keuangan yang sangat positif di kuartal kedua tahun fiskal 2013. Namun, daripada menikmatinya sendiri, ia memilih untuk membagikan bonusnya tersebut kepada para karyawannya. Sebanyak 10.000 karyawan Lenovo di 20 negara akan mendapat insentif dari bonus pribadi Yangqing. Total uang yang dikeluarkan, seperti dikutip dari Engadget, Senin (2/9/2013), adalah 3,25 juta dollar AS (sekitar Rp 37 miliar). Gaji dari Yuanqing sendiri diprediksi menyentuh angka 14,6 juta dollar AS per tahunnya. Jika dirata-rata, setiap pekerja akan menerima bonus sekitar 325 dollar AS atau sekitar Rp 3,5 juta. Nilai tersebut memang terlihat tidak terlalu besar. Namun, jumlah bonus itu lebih tinggi ketimbang upah minimum Provinsi Shenzen, tempat produk-produk Lenovo dirakit, yang hanya 253 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 2,4 juta. Lenovo, perusahaan yang memproduksi komputer pribadi dan perangkat mobile, mencatat rekor laba yang sangat besar pada tahun 2012 lalu. Perusahaan asal China ini mendapatkan pendapatan sebesar 34 miliar dollar AS, dengan keuntungan tertinggi sepanjang masa yang mencapai angka 653 juta dollar AS. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment