KOMPAStekno

KOMPAStekno


Ponsel Android Vertu Adopsi Komponen Supercar Ferrari

Posted: 04 Aug 2013 07:32 AM PDT

KOMPAS.com - Vertu, produsen ponsel mewah asal Inggris, meluncurkan produk terbaru yang dinamakan Vertu Ti Ferrari Limited Edition, Jumat (2/8/2013). Produk baru ini memiliki desain yang diadaptasi dari mobil tercepat Ferrari saat ini, F12berlinetta.

Produk-produk buatan Vertu biasanya dibalut dengan lapisan emas murni. Namun, produk Vertu Ti Ferrari edisi terbatas ini tampil sedikit berbeda. Sebagian besar dari tubuhnya dibungkus dengan material yang sama dengan beberapa bagian mobil Ferrari.

Sebagai contoh, ponsel ini dibalut dengan bahan kulit yang sama dengan bagian kabin mobil Ferrari. Bagian speaker telinga (Vertu menyebutnya sebagai Pillow) dan tombol di bagian bawah layar menggunakan bahan karbon ala Ferrari, Alutex.

Sementara itu, bagian metal dari perangkat tersebut, seperti dikutip dari siaran pers resmi yang KompasTekno terima, Sabtu (3/8/2013), dilindungi bahan Diamond Like Coating (DLC), material yang digunakan untuk melindungi komponen mesin di mobil F12berlinetta.

Ponsel ini juga dilengkapi dengan aplikasi Ferrari, yang dibuat unik untuk Vertu. Aplikasi ini menghadirkan berbagai berita terkait dengan dunia Ferrari.

Vertu tidak menyebutkan spesifikasi hardware apa saja yang melengkapi ponsel tersebut. Tampaknya, ia menggunakan spesifikasi yang sama dengan produk Android pertama Vertu, yaitu Constellation Ti. Sistem operasinya yang digunakan pun tampaknya adalah Android.

Sayangnya, Vertu tidak memberitahukan harga dari Ti Ferrari Limited Edition ini. Produk yang tersedia di pasaran sangat terbatas, yaitu hanya 2013 unit saja.

Jelly Bean Akhirnya Dominasi Android

Posted: 03 Aug 2013 10:40 PM PDT

KOMPAS.com — Android 4.1 dan 4.2, yang termasuk dalam kode nama Jelly Bean, terus menegaskan diri sebagai versi Android yang paling dominan digunakan. Hal ini dibuktikan melalui statistik pemakai Android yang diperbarui Google pada 1 Agustus 2013 di situs resmi pengembang aplikasi Android.

Jelly Bean kini mendominasi pangsa pasar Android dengan 40,5 persen. Rinciannya, Android 4.1 masih digunakan paling banyak dengan 34 persen dan Android 4.2 mendapat porsi jauh lebih sedikit dengan 6,5 persen.

Nilai tersebut, seperti dikutip dari BGR, Minggu (4/8/2013), melambangkan peningkatan sebesar 34 persen dibandingkan bulan sebelumnya, di mana Android Jelly Bean mendapatkan pangsa pasar sebesar 37,9 persen.

Pangsa pasar Android versi 2.3 Gingerbread mulai menunjukkan tren penurunan. Apabila pada Juni 2013 terdapat 34,1 persen kini Android yang berjalan dengan Gingerbread mendapatkan pangsa pasar sebesar 33,1 persen.

Posisi ketiga ditempati oleh Android versi 4.0 Ice Cream Sandwich, yang menurun jadi 22,5 persen.

Angka-angka tersebut dilacak Google dari kunjungan pengguna Android ke toko aplikasi online Google Play Store.

Google tampak melambat dalam merilis versi terbaru dari sistem operasi mobile-nya. Dalam satu tahun belakangan ini saja, perusahaan raksasa internet ini baru merilis satu versi Android Jelly Bean.

Android versi pendahulunya biasanya dirilis hanya berselang beberapa kemudian.

Google diharapkan merilis Android versi terbaru, 5.0 Key Lime Pie, pada tahun 2014 mendatang.

Samsung Garap Prosesor 8 Core "Sungguhan"?

Posted: 03 Aug 2013 09:22 PM PDT

KOMPAS.com — Menyusul MediaTek yang baru saja mengumumkan prosesor dengan 8 inti alias octa-core, Samsung dikabarkan bakal meluncurkan produk serupa.

Seperti dikutip dari Phone Arena, produsen gadget asal Korea ini memang sudah memiliki prosesor Exynos 5 Octa. Namun, prosesor tersebut menggunakan konfigurasi big.LITTLE dari ARM yang terdiri dari dua set inti prosesor (4+4). Tiap-tiapnya memuat 4 inti berkinerja tinggi dan 4 inti berkinerja rendah dan tak bisa berjalan secara bersamaan.

Empat inti berkinerja rendah dalam Exynos 5 Octa akan aktif ketika ponsel berada dalam kondisi idle atau tidak memerlukan tenaga komputasi besar. Tugas pemrosesan akan diambil alih oleh empat inti berkinerja tinggi ketika ponsel mendapat beban tugas berat, misalnya ketika menjalankan game.

Sebaliknya, pada produk prosesor 8 inti milik Mediatek, ke-8 inti prosesor bisa berjalan dalam waktu yang sama sehingga mampu meningkatkan kinerja multi-tasking perangkat yang bersangkutan.

Awal bulan lalu, sempat dikabarkan bahwa prosesor 8 inti dari Mediatek ini mampu mencapai nilai 30.000 dalam benchmark AnTuTu.

Apabila benar sedang dikembangkan, maka boleh jadi prosesor 8 inti "sejati" dari Samsung ini bakalan dipakai di flagship smartphone berikutnya, sebut saja Galaxy S5. Namun, apakah tenaga yang dihasilkan prosesor berinti banyak itu benar-benar diperlukan oleh ponsel masa kini?

No comments:

Post a Comment