KOMPAStekno

KOMPAStekno


Misteri Iklan Motorola Moto X Terkuak

Posted: 04 Jul 2013 03:13 AM PDT

KOMPAS.com - Misteri dari kalimat "ponsel pintar Android pertama yang bisa didesain sendiri oleh Anda" pada iklan Motorola Moto X akhirnya terpecahkan.

Dalam sebuah wawancara dengan situs berita ABC News, seorang sumber mengungkapkan, nantinya konsumen akan diberikan kebebasan dalam memilih berbagai warna casing dan bisa mengukir (engrave) bagian belakang casing dengan tulisan yang diinginkan.

Nantinya, melalui sebuah situs web (mungkin Google Play Store), konsumen bisa memilih berbagai macam warna dari sebuah palet. Satu warna bisa digunakan sebagai dasar dari casing bagian belakang dan warna lain bisa mempercantik bagian trim.

Konsumen juga diizinkan untuk memesan casing yang sudah diukir dengan sebuah nama atau pesan di bagian casing belakang. Konsep engrave ini sendiri sudah dijalankan oleh Apple untuk beberapa produknya.

Selain itu, konsumen juga bisa mengunggah foto melalui situs web untuk digunakan sebagai wallpaper dari ponsel Moto X yang dipesan. Artinya, pada saat pengiriman produk, konsumen akan langsung menemukan foto yang diunggahnya sebagai wallpaper default.

Spesifikasi dari perangkat ini masih belum diketahui, tetapi berdasarkan beberapa laporan, Moto X akan ada di level menengah.

Informasi mengenai diizinkannya konsumen untuk kostumisasi Moto X untuk dibeberkan untuk pertama kalinya melalui sebuah iklan. Dalam iklan tersebut, Motorola banyak memberikan petunjuk, smartphone baru ini bisa didesain sendiri.

Banyak Produk Ilegal, Impor Ponsel akan Diperketat

Posted: 04 Jul 2013 02:24 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Penggunaan perangkat telepon selular (ponsel) yang melonjak turut mendorong pertumbuhan impor produk tersebut ke dalam negeri. Di sisi lain, impor produk ilegal di pasar gelap makin memprihatinkan dan berpotensi merugikan pendapatan negara dari setoran pajak.

Atas dasar itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bakal memperketat impor produk telekomunikasi lewat revisi aturan sertifikasi perangkat telekomunikasi. Koreksi beleid tersebut juga untuk mendukung pemberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 82/ 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Selular, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

Gatot S. Dewabroto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo mengatakan, pengetatan impor peralatan telekomunikasi itu dilakukan lewat revisi Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No 29/ 2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi.

Kaji ulang aturan tersebut untuk menjamin keamanan pengguna, sekaligus menekan peredaran ponsel ilegal di Tanah Air. Dalam aturan baru, impor produk ponsel harus melewati proses sertifikasi yang ketat.

Dalam aturan lama, perseorangan masih diperbolehkan melakukan impor produk telekomunikasi. Tapi, dalam aturan baru nanti, hanya perusahaan importir dan vendor atau perusahaan perangkat telekomunikasi yang bisa melakukan impor.

"Untuk pribadi atau perorangan sudah tidak bisa lagi," tandas Gatot, akhir pekan lalu.

Poin penting lainnya adalah ketentuan mobile equipment identity (IMEI) atau nomor unik di setiap ponsel. Setiap ponsel seharusnya hanya memiliki satu IMEI. Tapi nyatanya, lanjut Gatot, hanya di Indonesia saja IMEI bisa digandakan dengan bebas. Sehingga, satu IMEI bisa untuk ribuan produk.

Hal senada diutarakan Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Sigit Puspito Wigati. Menurutnya, di luar negeri, nomor IMEI hanya dipakai untuk satu perangkat ponsel. "Hanya di Indonesia, satu nomor IMEI bisa digunakan mencapai 10.000 perangkat ponsel," ungkapnya.

?Ketua Umum Asosiasi Pedagang dan Importir Telepon Genggam (Aspiteg), Ali Cendrawan, mendukung langkah pemerintah memperketat sertifikasi impor ponsel. "Kebijakan pengetatan satu IMEI untuk satu perangkat ponsel bisa mencegah duplikasi yang menguntungkan pihak tertentu," ujarnya.

Ali juga menilai, larangan orang pribadi mengimpor produk telekomunikasi cukup baik untuk mendukung penertiban perdagangan ponsel di dalam negeri. "Ini bagus agar tidak mengacaukan perdagangan ponsel seperti sekarang," jelasnya. Namun, Aspiteg mengingatkan Kemkominfo untuk melibatkan pihak terkait dalam merumuskan aturan baru itu. (Arif Wicaksono/Kontan)

Terungkap, Proyek Antarmuka Ponsel Buatan Intel

Posted: 04 Jul 2013 02:23 AM PDT

KOMPAS.com - Intel akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan proyek sistem operasi mobile Tizen. Saat ini, perusahaan raksasa semikonduktor tersebut diam-diam sedang mengembangkan sebuah tampilan antarmuka (UI) yang memiliki nama kode "Obsidian".

Adalah situs teknologi Ars Technica yang pertama kali berhasil mendapatkan informasi tersebut dari orang dalam Intel. Situs ini mendapatkan beberapa bocoran screenshot dan juga video terkait proyek Obsidian ini.

Dari gambar screenshot yang didapatkan, terlihat bahwa UI Obsidian memiliki icon-icon berbentuk kotak yang diletakkan berdekatan satu dengan yang lainnya. Desain yang satu ini dikatakan lebih mirip dengan desain flat milik Windows Phone dan Android, daripada desain skeuomorphism milik iOS.

Di bagian bawah layar, terdapat tiga buah tombol, yaitu telepon, pesan, dan orang (kemungkinan melambangkan contact). Menurut sang sumber, nantinya tiga tombol tersebut tidak akan hadir sebagai tombol fisik, melainkan sebagai soft button.

UI ini tampil cukup unik pada saat memberikan notifikasi. Ia akan memutar icon hingga 45 derajat atau membentuk "diamond", ditambah notifikasi berwarna merah di bagian bawah.

Belum diketahui kapan Intel akan memperkenalkan secara resmi proyek Obsidian ini. Namun, diketahui bahwa UI ini nantinya akan berjalan di sistem operasi Tizen 2.0. Ada kemungkinan juga, Obisidan hadir di Android.

Tizen merupakan sistem operasi mobile hasil inisiasi dari tiga perusahaan besar, yaitu Linux Foundation, Samsung, dan Intel.

Hingga saat ini, belum ada satupun perangkat berbasis Tizen yang dilepas ke pasaran oleh ketiganya. Samsung telah berencana untuk melepas sebuah perangkat Tizen di tahun 2013 ini, khususnya untuk pasaran Asia.

Adapun Intel sudah "menyumbangkan" prosesornya, Intel Atom, ke beberapa ponsel Android. Namun, hingga saat ini, masih belum membeberkan kapan prosesor mereka menjadi dapur pacu produk berbasis Tizen.

Canon EOS 70D, Kamera "Impian" Videografer

Posted: 04 Jul 2013 01:46 AM PDT

KOMPAS.com - Canon telah resmi mengumumkan kehadiran kamera DSLR EOS 70D. Penerus kamera DSLR EOS 60D ini mengusung sejumlah peningkatan yang dititikberatkan pada kemampuan video.

Selain layar putar 3 inci dengan kapabilitas touchscreen, kamera ini dibekali sensor fokus baru tipe "Dual Pixel CMOS AF" yang diklaim oleh Canon mampu melakukan autofokus dalam mode live-view 5x lebih cepat dibanding teknologi terdahulu.

Sensor tersebut juga memberi EOS 70D kemampuan melakukan continuous autofocus ketika merekam video (movie servo AF) dengan cepat dan mulus, seperti ditunjukkan dalam video demonstrasi di bawah. Pergantian fokus dilakukan dengan menyentuh area berbeda pada LCD.

EOS 70D juga membawa berbagai fitur baru yang ditujukan untuk aplikasi fotografi, termasuk sensor baru dengan resolusi 20,2 megapixel dan tingkat sensitivitas ISO 100-12800, burst rate 7 FPS, prosesor gambar DIGIC 5+, hingga WiFi built-in. Kamera ini pun bisa dikendalikan lewat perangkat mobile, seperti smartphone atau tablet.

Canon juga memperbaru sistem AF phase detect pada EOS 70D yang kini mengusung sensor dengan 19 titik-fokus (semuanya dari jenis cross type) seperti pada EOS 7D. Sistem ini memungkinkan titik AF dipilih satu per satu, dalam sebuah grup kecil, atau secara otomatis. Adapun jendela bidik EOS 70D memiliki magnifikasi 0,95x dan cakupan 98 persen dari bidang gambar.

Kamera ini rencananya akan mulai masuk ke pasaran pada bulan September mendatang. Harganya dipatok di angka 1.199 dollar AS atau sekitar Rp 12 juta untuk versi body only, 1.349 dollar AS atau sekitar Rp 13,5 juta untuk kit dengan lensa EF-S 18-55 f/3.5-5.6 IS STM, dan 1.549 dollar AS atau sekitar Rp 15,5 juta untuk kit dengan lensa EF-S 18-135 f/3.5-5.6 IS STM.

LG Optimus G Pro Dibanderol Rp 7 Juta

Posted: 04 Jul 2013 12:50 AM PDT

KOMPAS.com — Pasaran smartphone dengan layar "jumbo" di Indonesia akan diramaikan oleh LG Optimus G Pro. Smartphone dengan layar ekstra lega berukuran 5,5 inci ini bakal segera memasuki pasaran Indonesia pada 6 Juli mendatang.

Harganya dipatok pada angka Rp 7 juta atau relatif lebih murah dibandingkan produk-produk kelas premium lain dari kompetitor LG yang rata-rata dibanderol pada kisaran Rp 7,5 juta.

"LG Optimus G Pro menetapkan patokan baru bagi kategori smartphone dengan layar lebih dari 5 inci. Kehadirannya menyasar keinginan konsumen yang tak tertarik memiliki sebuah smartphone dan tablet secara terpisah," ujar Presiden Direktur PT LG Electronics Indonesia Kim Weon Dae dalam keterangan pers yang diterima Kompas Tekno.

Di balik layar lebar dengan resolusi full-HD (1920x1080) itu, Optimus G Pro ditenagai prosesor quad-core Qualcomm Snapdragon 600 berkecepatan 1,7 GHz, dipadu RAM sebesar 2GB, dan baterai 3.140 mAh.

Media penyimpanan internal yang disediakan berkapasitas 16GB dengan opsi ekspansi menggunakan micro-SD hingga 64GB.

Fitur lain mencakup kamera utama 13 megapixel, kamera depan 2 megapixel, konektivitas Bluetooth dan NFC, dan sistem operasi Android 4.1.2 Jelly Bean. LG Optimus G Pro tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih.

No comments:

Post a Comment