KOMPAStekno

KOMPAStekno


Berapa "Nilai" Setiap Pelanggan BlackBerry?

Posted: 06 Jul 2013 06:01 AM PDT

KOMPAS.com - Salah satu informasi kurang menggembirakan yang diungkap oleh BlackBerry dalam laporan keuangan minggu lalu adalah jumlah pelanggan yang merosot sebanyak 4 juta menjadi 72 juta pada kuartal pertama 2013.


Nah, "nilai" dari tiap pelanggan tersebut ternyata juga sudah menurun tajam dibandingkan masa-masa kejayaan BlackBerry beberapa tahun lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh analis lembaga riset Asymco Horace Dediu, yang membagi nilai perusahaan BlackBerry (di luar kas bersih) yang sebesar 2,8 miliar dollar AS dengan  jumlah pelanggan keseluruhan.

Dari situ, seperti dilansir oleh BGR, didapatkan nilai 40 dollar AS per pengguna. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2010, di mana tiap pengguna BlackBerry bernilai 866 dollar AS.

Adapun nilai kapitalisasi pasar BlackBerry saat ini mencapai kisaran 5,4 juta dollar AS.

Pengguna BlackBerry secara global mencapai puncaknya pada September 2012, yaitu sebesar 80 juta. Sejak itu hingga sekarang, jumlahnya terus menurun.

Tony Bradley dari Forbes memperkirakan keadaan BlackBery akan terus memburuk berkenaan dengan basis pengguna produsen asal Kanada tersebut.

"Di samping konsumen yang memang sudah 'terkunci' di dalam ekosistem BlackBerry, angka permintaan untuk produk-produknya hanya sedikit," tulis Bradley.

Bagi para konsumen ini, lanjut Bradley, BlackBerry Z10 adalah produk yang akhirnya bisa mendudukkan posisi BlackBerry menjadi setara dengan iPhone dan smartphone premium dari Android dan Windows Phone. "Tapi begitu seluruh konsumen BlackBerry sudah membeli perangkat baru, maka tak ada lagi tempat untuk menjual produk BlackBerry."

Pencurian Kabel Laut bisa Ganggu Internet

Posted: 05 Jul 2013 10:38 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem komunikasi kabel laut (SKKL) merupakan infrastruktur strategis. Sekali kabel itu bermasalah atau putus, akan menggangu jaringan komunikasi, terutama internet.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mencatat, saat ini terdapat 25.000 km kabel laut untuk telekomunikasi di Indonesia. Jumlah ini akan terus bertambah seiring kebutuhan komunikasi data (internet). Namun demikian, sejumlah persoalan acap kali terjadi akhir-akhir ini.

Menurut Gatot, salah satu masalah yang disadari sepenuhnya, adalah SKKL Indonesia sangat tergantung via Singapura. Idealnya, SKKL harus terkoneksi juga via wilayah lain, misalnya via Guam dan Darwin.

Selain itu, sering terjadi pencurian dan pemotongan kabel. Pada 2013, tercatat ada 13 pencurian dan pemotongan kabel dari wilayah Tanjung Priok, Bangka Belitung, hingga Kepulauan Riau.

"Ini belum terhitung di tahun-tahun sebelumnya. Di sejumlah wilayah lain juga pernah, tetapi tidak sesering di wilayah tersebut. Pada umumnya kegiatan kriminalitas mereka terorganisir," jelas Gatot.

Masalah lain, adalah perbaikan kabel laut yang rusak. Nah, perbaikan ini harus menggunakan kapal milik asing karena belum ada kapal domestik yang memiliki kemampuan serupa. Ini belum terhitung dengan kebutuhan teknisi yang bersertifikasi khusus untuk menjamin adanya perbaikan di dasar laut.

"Persoalannya, untuk mengoperaikan kapal berbendera asing secara total dibutuhkan proses perizinan hingga 52 hari dari instansi terkait di Indonesia," tambah Gatot.

Di luar itu, Mabes Polri merekomendasikan agar para penyelenggara telekomunikasi tidak hanya menuntut aparat penegak hukum untuk bertindak, tetapi juga harus melakukan sosialisasi dan edukasi serta program CSR bagi masyarakat sekitarnya.

Banyak kejadian

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, Kementerian Kominfo memetakan beberapa penyelesaian.

Pertama, perlu ada pemetaan secara jelas keberadaan kabel-kabel laut serta mengidentifikasi pemiliknya. Karena faktanya, Kepolisian kadang kesulitan dengan identitas infrastruktur yang ada. Di sisi lain, proses hukum harus tetap berjalan namun dengan keterbatasan informasi dari pihak penyelenggara telekomunikasi.

Kedua, para penyelenggara telekomunikasi dipersilakan meminta izin memakai kapal laut asing untuk perbaikan. Sebab, jika terlalu lama dibiarkan, bisa berdampak pada kualitas layanan telekomunikasi mengingat jalur di sekitar Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka Belitung tersebut sangatlah strategis, di mana backbone serat optik internasional yang dari dan ke Indonesia via Singapura sepenuhnya berada di kawasan tersebut.

Ketiga, semua pihak sepakat untuk menyusun action plan untuk jangka pendek dan panjang.

Keempat, semua pihak sepakat untuk melakukan sosialisasi intensif, terutama harus dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi dan difasilitasi oleh Kementerian Kominfo.

Kelima, semua pihak sepakat untuk mem-blow up setiap permasalahan terutama yang tingkat kriminalisasinya tinggi, karena jika dibiarkan selain melakukan tindakan pembiaran, juga tidak memberikan efek jera.

Keenam, kepolisian berkomitmen memproses setiap kasus yang ditangani sejauh dokumen dan pembuktiannya cukup kuat.

Perlu diketahui, dalam kurun waktu yang terbilang pendek di awal 2013, terjadi 13 kali kejadian putusnya kabel laut di perairan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.

Kejadian yang terakhir pada Juni 2013 dan telah diproses oleh Kepolisian berupa barang bukti: 418 ton kabel baja, 5 unit kapal kayu, 12 unit KBM truck, 1 unit escavator, 4 buah kompresor, 4 buku nota penerimaan, beberapa perangkat selam, 2 unit mesin robin, 8 buah HP, selang 50 meter dan 4 unit gerenda duduk. (Dyah Megasari/Kontan)

Inilah 10 Rock Star Developer Indonesia

Posted: 05 Jul 2013 07:35 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi pembuatan aplikasi Rock Star Dev 2013 telah berakhir pada 3 Juli 2013. Selain menjadi ajang kompetisi bagi pengembang aplikasi profesional, Rock Star Dev 2013 juga mencari pengembang aplikasi pemula berbakat.

Ada 313 peserta yang mengikuti kompetisi, baik individu maupun tim. Panitia menyaring 30 finalis yang terbagi dalam 2 kategori, yakni kategori New Rock Star Developer (pemula) dan Pro Rock Star Developer (profesional).

Para finalis mempresentasikan produknya di hadapan dewan juri yang terdiri dari Firstman Marpaung (Intel Indonesia Corporation), Rahmad Widjaja Sakti (SpeedUp Technology Limited), Jajang Munajat (Telkomsel), dan David Yin (Vserv.mobi).

Juri kemudian memilih 5 pemenang untuk kategori pemula, dan 5 pemenang untuk kategori profesional. Berikut individu maupun tim pengembang aplikasi yang menjadi pemenang:

Kategori New Rock Star Developer
Juara 1: The Adventure of Kle dari Nusantarabeta Studio
Juara 2: Nefron dari Appsynthesis
Juara 3: Shoop! E-commerce Assistant dari Shoop!
Juara 4: Berpetualang di Negeri Hurud dari Gobaksodor Interactive

Kategori Pro Rock Star Developer
Juara 1: Marbel Belajar dan Membaca dari Educa Studio
Juara 2: Fun Point dari Nightscape
Juara 3: Bermain denga Bentuk dan Warna dari Garuda Games
Juara 4: Buku Sekolah Elektronik dari Tata Taufik Nugraha
Juara 5: Budi dan Badu untuk Android dari Satria Lebah

Para pemenang ini masing-masing mendapatkan uang tunai dengan nilai total puluhan juta rupiah, gadget, title & badge.

Mereka juga akan dapat bantuan untuk memajukan bisnis dan promosi aplikasi melalui mitra TeknoJurnal seperti Intel Software, SpeedUp, Telkomsel, VSERV, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, dan lainnya.

No comments:

Post a Comment