KOMPAStekno

KOMPAStekno


"BlackBerry Sedang Maraton Bukan Sprint"

Posted: 30 Jun 2013 06:33 AM PDT

KOMPAS.com - Harapan bahwa BlackBerry 10 akan mengubah peruntungan pembuatnya di bisnis mobile seakan kandas setelah angka-angka dalam laporan keuangan kuartal pertama BlackBerry meleset jauh dari perkiraan.

Harga saham perusahaan asal Kanada ini pun dilaporkan terjun bebas dan kehilangan lebih dari seperempat nilainya atau 27,8 persen di posisi harga 10,46 dollar AS pada penutupan perdagangan di bursa Nasdaq, Jumat (28/6/2013) minggu lalu. Nilai tersebut sama dengan posisi harga saham BlackBerry pada November 2012, sebelum peluncuran BlackBerry 10 di awal 2013.

Dalam laporan yang dirilis pada hari itu,  angka pengkapalan produk BlackBerry tercatat sebesar 6,8 juta unit, turun dari 7,8 juta unit pada kuartal pertama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, hanya 2,7 juta merupakan perangkat BlackBerry 10.

BlackBerry tidak menjelaskan berapa persisnya jumlah perangkat BlackBerry 10 yang benar-benar terjual setelah didistribusikan ke toko-toko ritel dan rekanan operator seluler.

Perusahaan asal Kanada ini juga mencatat penurunan jumlah pelanggan BlackBerry sebanyak empat juta dan kerugian 13 sen per lembar saham. Padahal, analis sebelumnya memperkirakan profit sebesar 8 sen per lembar saham.

Besarnya kerugian bersih dilaporkan mencapai 84 juta dollar AS, turun dari 518 juta dollar AS setahun yang lalu.

Masih butuh waktu

CEO BlackBerry Thorsten Heins mengatakan bahwa perusahaannya masih membutuhkan waktu beberapa kuartal lagi untuk mengubah peruntungan, serta menekankan bahwa BlackBerry akan tetap menjalankan langkah-langkah sepert yang sudah direncanakan.

"Kami tak diam saja sambil bersedih hati atau hancur lebur," ujar Heins dalam interview dengan Reuters, seusai rilis laporan keuangan BlackBerry. "Dalam pandangan saya, berdasarkan portfolio dan apa yang kami hasilkan, sebenarnya ini adalah kuartal yang bagus."

Laporan yang bersangkutan memang memuat sejumlah catatan positif, termasuk peningkatan posisi kas perusahaan menjadi 3,1 miliar dollar AS per 1 Juni 2013, naik 200 juta dollar AS dari kuartal terakhir pada tahun fiskal yang lalu. Perusahaan ini tak punya utang.

"Kami baru lima bulan menjalani transformasi platform menjadi sesuatu yang akan mendorong penjualan smartphone di masa depan," ujar Heins, seperti dikutip oleh AllThingsD. "Kami tak hanya membuat produk, namun juga menjalankan layanan jaringan data global. Dan kami tak berencana menjalankan perusahaan hanya dengan strategi jangka pendek."

"Bukan sprint, tapi maraton"

Pandangan analis cenderung berbeda dari pembelaan yang diucapkan Heins. "Kuartal ini menunjukkan bahwa BlackBerry 10 tak bisa berbuat banyak dalam menarik pengguna, baik dari kalangan konsumen maupun perusahaan," ujar analis Bernstein Pierre Ferragu.

Di sisi lain para pesaing BlackBerry terus tumbuh dan menguat. Apple, misalnya, mencatat kenaikan shipment iPhone sebesar 2,3 juta menjadi 37,4 juta unit pada kuartal bulan Maret.

BlackBerry memperkirakan kerugian akan terus berlanjut untuk kuartal berikutnya yang akan berlangsung hingga September mendatang.

"BlackBerry 10 adalah peningkatan besar, tapi itu tidak cukup dan sudah terlambat," ujar analis Moor Insights & Strategy Patrick Moorhead yang dikutip oleh ABC News.

BlackBerry Z10 yang merupakan perangkat BlackBerry pertama baru memasuki pasaran Amerika Serikat yang penting bagi perusahaan itu pada akhir Maret. Sementara BlackBerry Q10 datang saat kuartal pertama telah berakhir.

Heins mengatakan perusahaannya bakal merilis sejumlah produk dan layanan baru untuk BlackBerry 10. BlackBerry juga telah mulai merilis BlackBerry Q5 -perangkat BlackBerry 10 versi murah- di sejumlah pasar. Dia meminta para analis bersabar dan mengerti bahwa perjuangan BlackBerry bukanlah lari cepat atau sprint, melainkan sebuah "maraton".

Aplikasi Android Juara Djarum Black Apps Competition 2013

Posted: 30 Jun 2013 03:29 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Djarum Black Apps Competition 2013 telah mengumumkan 4 ide aplikasi pemenang pilihan dewan juri dan 1 pemenang favorit berdasarkan voting di situs web www.blackxperience.com. Pengumuman pemenang dilakukan pada acara Awarding Night di Cilandak Town Square, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Empat pemenang utama kompetisi ini adalah Sandy Colondam dengan aplikasi Bloodmob, Yonas Rahendanu dengan aplikasi EMBA, Apris Sugianto Sudrajat dengan aplikasi Kuda Lumping, dan Maximillian Audrey dengan aplikasi Tutwuri.

Adapun pemenang favorit tahun ini adalah Ias Ari Mahaputra Naibaho dengan aplikasi Silat Academy.

Sandy Marly Colondam merupakan lulusan dari Bina Nusantara University. Ia menang berkat ide aplikasi Bloodmob, sebuah jejaring sosial berbasis golongan darah. Aplikasi tersebut akan membantu dan mempermudah pengguna yang sedang mencari donor darah dan orang-orang yang membutuhkan darah.

Salah satu kelebihan dari aplikasi ini adalah kemampuan Location Based Service. Pengguna dimudahkan dalam melakukan pencarian golongan darah sesuai dengan lokasi pengguna.

"Hadirnya Bloodmob dapat membantu pasien kekurangan darah untuk lebih mudah mencari potensial donor dalam waktu singkat," ujar Sandy, yang kini berumur 27 tahun.

Ide aplikasi EMBA dikembangkan oleh Yonas Rahendanu, seorang lulusan Akademi Teknik Mesin Industri Surakarta. Ini aplikasi sederhana yang memberi kesempatan kepada pengguna untuk mempersiapkan diri ketika berada dalam keadaan darurat. Pengguna dapat mengirim pesan darurat otomatis dan lokasi terakhir melalui SMS, e-mail, Facebook, dan Twitter kepada orang yang sudah diatur sebelumnya.

Pemenang lainnya, Apris Sugianto Sudrajat, memberikan ide aplikasi yang dinamakan Kuda Lumping. Ini merupakan game yang mengharuskan pemain menangkap hantu-hantu dan menggaetnya masuk ke dalam kuda lumping. Game ini diharapkan bisa menjadi sosialisasi budaya Indonesia di dunia internasional.

Pemenang berikutnya adalah Audrey Maximillian Herli dengan ide aplikasi Tutwuri. Melalui aplikasi ini, Herli ingin membantu penggunanya mencari beasiswa pendidikan. Aplikasi ini dibekali database tentang beasiswa, profil pengguna, fitur sosial, dan logika untuk menyamakan profil dengan info beasiswa yang tersedia.

Empat pemenang utama pada kompetisi ini masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai Rp 25 juta. Ide dari 4 pemenang utama telah direalisasikan menjadi aplikasi Android dan bisa diunduh melalui Google Play Store.

Pemenang favorit di ajang Djarum Black Apps Competition 2013 adalah Silat Academy. Aplikasi yang mendapatkan sekitar 2.300 suara ini, berhak atas hadiah uang tunai Rp 10 juta.

Silat Academy adalah game kasual sederhana yang mengharuskan pemain untuk berhitung dengan cara mengumpulkan angka-angka yang jatuh dari langit guna mencapai angka yang diminta oleh sang guru.

Rugi Miliaran Rupiah karena Serangan Siber

Posted: 29 Jun 2013 09:19 PM PDT

KOMPAS.com — Serangan siber bisa berdampak fatal bagi finansial perusahaan. Berdasarkan survei Global Corporate IT Security Risks 2013 yang dilakukan oleh Kaspersky Lab bekerja sama dengan B2B International, serangan siber pada perusahaan besar bisa menyebabkan kerugian hingga lebih dari Rp 6,4 miliar.

Dari pengolahan hasil survei, terlihat bahwa kerugian terbesar ditimbulkan oleh insiden serangan itu sendiri, hilangnya peluang dan laba, serta pembayaran kepada spesialis remediasi pihak ketiga. Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk semua masalah itu bisa mencapai Rp 5,6 miliar.

Biaya "respons" untuk merekrut atau melatif staf, serta meng-update hardware, software, dan infrastruktur lain bisa mencapai sekitar Rp 823 juta.

Namun, jumlah kerugian yang ditimbulkan berbeda-beda bergantung dari lokasi perusahaan yang mengalami serangan.

Sebagai contoh, kerugian terbesar diasosiasikan dengan insiden yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Amerika Utara, dengan rata-rata kerugian mencapai Rp 8,1 miliar. Insiden di Amerika Selatan menimbulkan kerugian sekitar Rp 8 miliar, sementara di Eropa Barat angkanya, meskipun lebih rendah tetapi tetap signifikan bagi perusahaan, mencapai sekitar Rp 6,2 miliar.   

Kerugian yang ditimbulkan oleh serangan siber terhadap perusahaan skala kecil dan menengah (UKM) relatif lebih rendah dibanding kerugian yang diderita perusahaan besar. Namun, mengingat kecilnya skala UKM, angka kerugian tetap menjadi masalah besar. Kerugian yang ditimbulkan oleh insiden terkait keamanan IT pada UKM rata-rata mencapai sekitar Rp 496 juta.

Survei Global Corporate IT Security Risks 2013 sendiri dilakukan terhadap berbagai perusahaan di seluruh dunia. Negara-negara yang menjadi sampel penelitian antara lain Rusia, Jerman, Inggris, Kanada, Meksiko, Brasil, Amerika Serikat, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, India, China, Jepang, Australia, dan lain-lain.

Demi mendapatkan hasil yang paling akurat, B2B hanya memasukkan insiden serangan yang terjadi dalam 12 bulan terakhir; penilaian dilakukan berdasarkan informasi mengenai kerugian yang timbul sebagai akibat langsung dari insiden terkait keamanan.

No comments:

Post a Comment