KOMPASbola

KOMPASbola


Sepuluh Tahun di Chelsea, Abramovich Masih Haus Gelar

Posted: 01 Jul 2013 11:14 AM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Tahun 2013 menandai genap satu dekade miliarder Roman Abramovich menjadi pemilik Chelsea. Menurut direktur klub The Blues, Bruce Buck, setelah memenangkan Liga Europa musim lalu, Abramovich akan tetap haus gelar, apalagi Chelsea musim depan akan kembali dinakhodai Jose Mourinho.

"Apakah Abramovich akan bosan setelah memenangkan semua trofi? Saya rasa tidak. Apakah Jose Mourinho bisa membawa lebih banyak kesuksesan? Menurut saya, ya," kata Buck.

Pada tahun pertamanya mengambil alih Chelsea, pemilik perusahaan investasi Millhouse LLC ini mengucurkan dana sebesar 150 juta poundsterling untuk pembelian pemain.

Kedatangan Abramovich pun terjadi di saat yang tepat. Sebab, saat itu, Chelsea sedang berada dalam kondisi kesulitan keuangan. Hal ini diakui oleh Buck. Ia memuji semangat Abramovich dan menyebut pria berusia 46 itu mampu melihat potensi yang dimiliki Chelsea.

"Sepuluh tahun lalu hanya sedikit yang bisa menduga bahwa Abramovich bisa mengubah Chelsea dari klub papan tengah yang nyaris bangkrut menjadi salah satu tim terkuat. Memang proses itu harus dilalui dengan pergantian pemain nyaris sebanyak trofi yang kami dapat, tetapi hasil yang kami capai sudah membuktikan segalanya," kata Buck.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Ron Gourlay menilai bahwa peraturan finansial menuntut Chelsea memfokuskan lebih banyak ke perkembangan akademi pemain. Namun, seperti Buck, ia tak lantas mementahkan kontribusi Abramovich.

"Investasi Abramovich dalam pembelian pemain berjasa menciptakan tim yang dikagumi. Tetapi, kami harus tetap memproduksi pemain sendiri unntuk mempertahankan Chelsea sebagai salah satu klub elite. Akademi sepak bola klub akan membantu memenuhi syarat Financial Fair Play," katanya.

Tevez Bisa Persembahkan "Scudetto" dan Liga Champions

Posted: 01 Jul 2013 10:32 AM PDT

AFP

Penyerang Manchester City, Carlos Tevez (kanan), bicara dengan manajer Roberto Mancini, setelah disubstitusi James Milner, pada menit ke-73 pertandingan perempat final Piala FA melawan Barnesley, di Etihad, Sabtu (9/3/2013).
TURIN, KOMPAS.com — Mantan pelatih Manchester City, Roberto Mancini, yakin Carlos Tevez bisa mempersembahkan scudetto dan membawa Juventus lebih bersaing di Liga Champions pada musim ini.

Tevez yang sudah empat tahun membela City memutuskan untuk bergabung dengan Bianconeri dengan nilai transfer 12 juta euro. Tevez pun mendapatkan penghormatan karena ia mengenakan seragam bernomor punggung 10, milik sang legenda hidup Si Nyonya Besar, Alessandro Del Piero.

"Carlos adalah salah satu pemain bertalenta di dunia. Dia baru saja mendapatkan seragam bernomor punggung 10, yang sebelumnya dikenakan oleh Del Piero. Alex akan selalu diingat sebagai legenda Juventus, tetapi Carlos juga akan menjadi pengganti yang layak. Dia adalah orang yang tepat mengenakan nomor sepuluh di punggungnya," ujar Mancini.

"Kini Conte (pelatih) bukan hanya meraih scudetto tiga kali berturut-turut, melainkan juga siap bersaing di Liga Champions," sambungnya.

Mancini pun berharap pemain-pemain bintang bisa berkarier di Serie-A pada masa yang akan datang.

"Dalam beberapa tahun, beberapa pemain besar pergi dari negara kami. Kedatangan Tevez juga memberikan sinyal penting untuk sepak bola Italia. Saya berharap beberapa tahun mendatang, ada beberapa pemain top yang mengikutinya. Namun, saya pikir, kami harus bersabar sebelum liga kembali sekompetitif dulu," papar Mancini. (GL)

Buffon Bisa Bermain hingga Usia 40

Posted: 01 Jul 2013 10:29 AM PDT

TURIN, KOMPAS.com — Agen kiper Juventus Gianluigi Buffon (35), Silvano Martina, memuji penampilan sang klien di turnamen Piala Konfederasi. Menurut Martina, Buffon masih bisa tampil baik hingga memasuki usia ke-40. Hal ini diungkapkan Silvano kepada Radio Sportiva.

"Gigi (panggilan akrab Buffon) bisa bermain tanpa masalah hingga ia berusia 40. Ia bisa tampil di Piala Dunia 2018. Ia adalah juara dan masih menjadi kiper terbaik," kata Silvano.

Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Konfederasi, Buffon tampil gemilang dengan menghentikan dua tendangan penalti Uruguay. Namun, sebelumnya, pada babak semifinal, kiper Juventus ini gagal menahan laju Spanyol. Meski demikian, Silvano membela Buffon dengan mengatakan bahwa Italia tak beruntung saat melawan Spanyol.

"Tendangan pemain Spanyol tak bisa dihentikan. Lagi pula, Anda tak bisa menilai kiper hanya dari pertandingan adu penalti," ujarnya.

Ia pun memungkas perkataannya dengan menyebut bahwa turnamen seperti Piala Konfederasi merupakan persiapan yang baik untuk Italia menghadapi Piala Dunia tahun depan.

"Sepak bola Italia sudah kembali ke level tertinggi dan menjadi salah satu dari lima negara terbaik dunia," tukasnya.

Goetze Siap Jadi "False 9"

Posted: 01 Jul 2013 09:53 AM PDT

MUENCHEN, KOMPAS.com — Mario Goetze mengaku yakin dirinya membuat keputusan tepat meninggalkan Borussia Dortmund untuk bergabung dengan Bayern Muenchen pada bursa transfer pada musim panas ini. Dia pun siap jika harus diplot sebagai "false 9" oleh pelatih Josep Guardiola.

Bayern secara resmi mengumumkan transfer Goetze pada akhir April lalu. Ketertarikan Die Rotten terhadap Goetze tidak terlepas dari kontribusi penting pemain berusia 20 tahun tersebut membawa Dortmund meraih Bundesliga musim 2010-11 dan 2011-12 DFB-Pokal musim 2011-12.

"Aku sangat tertarik dengan tantangan baru ini. Aku yakin, aku mengambil langkah selanjutnya dalam karierku," ujar Goetze di situs resmi Bayern.

Goetze juga mengaku sangat antusias bisa dilatih oleh Josep Guardiola. "Pep adalah pelatih hebat. Dia adalah pelatih yang santai dan memperlakukan pemain dengan cara yang ramah. Namun, aku fokus terhadap pemulihanku karena aku ingin kembali berlatih," tutur Goetze.

Spekulasi yang berkembang, Guardiola akan menempatkan Goetze sebagai "false 9", layaknya Lionel Messi di Barcelona. "Aku pernah bermain sebagai 'false 9' bersama tim nasional Jerman dan aku sering melakukannya dalam karierku. Itu bisa dibayangkan," tuturnya. (BYRN)

Ada Rooney, Arsenal Bisa Juara

Posted: 01 Jul 2013 09:27 AM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Gelandang Arsenal, Jack Wilshere, berharap timnya bisa memboyong Wayne Rooney dari Manchester United pada bursa transfer musim panas ini. Ia yakin Rooney bisa membawa Meriam London meraih gelar juara.

"Jika terjadi, itu luar biasa. Dia adalah tipe pemain yang bisa memberikan Anda trofi dan hanya melihat namanya di tim bisa membuat lawan ketakutan," ujar Wilshere kepada ESPN.

Rooney sebetulnya masih terikat kontrak dua tahun lagi. Namun, pemain berkebangsaan Inggris ini meminta agar dirinya dijual.

Salah satu alasan utama Rooney hengkang adalah ia ingin kembali ke posisinya sebagai striker. Seperti yang diketahui, posisi Rooney tersebut direbut oleh Robin van Persie pada musim lalu.  

Selain Rooney, The Gunners juga tertarik mendatangkan bomber Real Madrid, Gonzalo Higuain. Wilshere mendukung rencana tersebut.

Menurutnya, Arsenal memang perlu permain-pemain berkualitas untuk mendongkrak prestasi tim. Terakhir kali Arsenal meraih gelar adalah Piala FA 2005.

"Kami butuh skuad yang lebih dalam seperti Manchester United dan Manchester City. Tidak mungkin United juara Premier League dengan hanya mengandalkan 18 pemain. Bukan rahasia lagi kami butuh sebuah trofi. Berapa lama kita tidak meraihnya, tujuh atau delapan tahun?" tutur Wilshere. (ESPN)

Ancelotti Tak Bisa Disetir

Posted: 01 Jul 2013 09:01 AM PDT

MADRID, KOMPAS.com — Mantan Direktur Real Madrid, Arrigo Sacchi, mengaku yakin Carlo Ancelotti bukanlah pelatih yang mudah diatur oleh penguasa Los Blancos.

"Suatu waktu, sebelum pertandingan di Liga Champions, Silvio Berlusconi (Presiden AC Milan) mengatakan bahwa Filippo Inzaghi harus bermain dari awal. Ancelotti kemudian menjawab, 'Kami berharap presiden klub memilih dengan tepat dan kita menang'," ungkap Sacchi kepada Marca.

"Esok hari, ia tidak memainkan Inzaghi dan mereka menang. Ia mendengarkan semua orang. Namun, ia tidak lemah terhadap tekanan," sambungnya.

Sacchi juga berharap Ancelotti bisa membawa Madrid untuk kembali bermain aktraktif. "Aku mengingatkannya bahwa menang saja tidak cukup di Spanyol. Carlo adalah pelatih bagus, cerdas mengetahui sepak bola, dan mengerti Real adalah klub terkenal di dunia. Sebuah kehormatan dan kebanggaan baginya," tutur Sacchi.

"Dia adalah pemenang. Namun, tim ini tidak boleh hanya meraih hasil. Mereka harus bermain dengan baik juga. Saat Florentino Perez menanyakan soal dia, saya mengatakan kepada dia untuk tak usah berpikir dua kali memboyong Carlo," lanjutnya. (MRC)

Santos Mundur jika Harga Robinho Tak Realistis

Posted: 01 Jul 2013 08:59 AM PDT

AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE

Penyerang AC Milan dari Brasil, Robinho (kanan), merayakan gol dengan rekan seklubnya asal Italia, Stephan El Shaarawy, setelah mencetak gol ke gawang Pescara dalam laga Serie-A di Stadion San Siro, Minggu (16/12/2012).
KOMPAS.com — Santos menegaskan bahwa mereka sulit mendapatkan Robinho jika AC Milan mematok harga yang terlalu tinggi. Pasalnya, klub Brasil tersebut hanya akan mendatangkan mantan striker Real Madrid itu bila Rossoneri kembali ke "harga penawaran yang wajar".

Santos memang sejak lama sangat tertarik membawa Robinho kembali ke bekas klubnya tersebut. Keinginan itu kian kuat setelah mereka mencapai kesepakatan menjual striker andalannya, Neymar, ke Barcelona dengan harga 48,6 juta poundsterling.

Meskipun memiliki dana yang besar dari hasil penjualan tersebut, Santos tak mau royal. Menurut mereka, harga yang diminta Milan terlalu tinggi untuk Robinho, selain klub pun tak senang dengan permintaan gaji sang pemain.

Dilaporkan, Milan mematok harga 8,6 juta poundsterling untuk Robinho, yang kini berusia 29 tahun, dan kontraknya di San Siro masih tersisa satu tahun. Karenanya, sulit bagi Santos untuk melanjutkan proses negosiasi jika Rossoneri bertahan dengan harga tersebut.

"Untuk saat ini, ada jarak yang penting untuk menyelesaikan negosiasi," ujar Presiden Santos, Luis Alvaro de Oliveira, kepada Globo Esporte, seperti dikutip dari Sky Sports, Senin (1/7/2013).

"Milan meminta terlalu banyak dan pemain juga minta gaji yang tampaknya tak tepat bagi kami. Kami tak mau bodoh. Kami bisa berbicara hanya jika Milan kembali ke harga realistis."

Del Bosque: Spanyol Tak Bisa Selalu Menang

Posted: 01 Jul 2013 08:37 AM PDT

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com — Pelatih Spanyol, Vicente del Bosque, menyatakan, timnya bukanlah tim yang tak terkalahkan. Pernyataan Del Bosque tersebut terkait kekalahan La Furia Roja 0-3 dari Brasil di final Piala Konfederasi 2013 di Stadion Maracana, Minggu (30/6/2013).

"Kami bukannya tak terkalahkan dan pertandingan (melawan Brasil) buktinya. Saya mengucapkan selamat kepada Brasil karena mereka lebih baik daripada kami," ujar Del Bosque kepada L'Equipe.

"Kami kebobolan pada momen krusial, yakni pada awal dan akhir babak pertama serta awal babak kedua. Kami harus mengakui bahwa Brasil tampil sangat baik. Kami tahu betapa sulitnya menang. Anda tidak bisa selalu menang dari waktu ke waktu. Jadi, kekalahan juga penting," sambungnya.

Mengacu hasil ini, Del Bosque menilai Brasil memiliki kesempatan besar untuk menjuarai Piala Dunia 2014.

"Brasil tidak diragukan lagi salah satu tim favorit karena mereka tuan rumah dan mereka juga tim yang sangat bagus," ulas Bosque.

Kemenangan tim Samba dipersembahkan oleh dua gol yang torehkan Fred dan satu gol lainnya diciptakan Neymar. Kemenangan ini memastikan Brasil mempertahankan gelar Piala Konfederasi untuk ketiga kali berturut-turut. Sebelumnya, Brasil menjuarai turnamen ini pada tahun 2006 dan 2009.

Sementara bagi Spanyol, hasil ini cukup menyakitkan. Ini adalah kekalahan pertama terburuk tim Matador pada pertandingan kompetitif sejak 1985. Kekalahan 0-3 sebelumnya pernah dialami Spanyol ketika ditekuk Wales pada Pra Piala Dunia 1986 di Wrexham, 30 April 1985. (LE)

No comments:

Post a Comment