KOMPASbola |
- Ronaldo Senang Galatasaray Main Menyerang
- Naas di Markas Fulham, Posisi QPR Kian Kritis
- Valdez Bikin Maling Terbirit-birit
- Wenger Bisiki PSG Tips Kalahkan Barca
- Fokus Kompany Ada di Musim Depan
- PSG: Barcelona Lebih Hebat ketimbang Timnas Spanyol
- "Juventus Pantas Ditakuti"
- Madrid Belum Tentu Atasi Galatasaray
| Ronaldo Senang Galatasaray Main Menyerang Posted: 01 Apr 2013 10:16 PM PDT MADRID, KOMPAS.com - Bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, menantikan pertandingan melawan Galatasaray pada babak perempat final Liga Champions. Ronaldo beranggapan, permainan Los Blancos akan lebih baik jika berhadapan dengan tim bergaya main menyerang seperti Galatasaray. Kedua klub akan memulai perempat final di kandang Madrid terlebih dahulu, Rabu (3/4/2013). Pemain asal Portugal itu yakin, laga di Stadion Santiago Bernabeu itu akan menyenangkan penonton, karena permainan terbuka yang akan ditampilkan oleh kedua tim. "Pertandingan melawan Galatasaray akan terbuka lebar dan sangat seimbang. Kami harus bermain dengan baik, seperti yang kami lakukan di kandang pada ajang Liga Champions," jelas Ronaldo. "Kami tahu, Galatasaray memiliki skuad yang bagus dan banyak pemain bertipe penyerang. Itu bagus, karena peluang kami memenangi pertandingan makin besar saat mereka bermain satu lawan satu dengan kami," lanjutnya. |
| Naas di Markas Fulham, Posisi QPR Kian Kritis Posted: 01 Apr 2013 09:15 PM PDT LONDON, KOMPAS.com - Queens Park Rangers harus mengakui keunggulan tuan rumah Fulham dalam lanjutan Premier League di Stadion Craven Cottage, Senin atau Selasa (2/4/2013) dini hari WIB. Dua dari tiga gol Fulham diborong Dimitar Berbatov, sementara QPR menuai dua golnya melalui Adel Taarabt dan Loic Remy Lima menit pertama setelah wasit Lee Probert meniupkan peluit kick-off, kedua tim langsung menyerang. Alhasil, dua offside pun dihasilkan, masing-masing untuk gelandang Fulham Damien Duff dan striker QPR Bobby Zamora. Publik Craven Cottage bersorak pada menit kedelapan, setelah Berbatov menuai gol pembuka Fulham, melalui titik putih. Penalti berawal dari pelanggaran Christoper Samba terhadap gelandang Fulham, Ashkan Dejagah. Berbatov pun sukses mengelabui Julio Cesar dan menjadikan suntingan itu sebagai gol ke-12-nya di Premier League musim ini. The R's kian terpuruk pada menit ke-22 saat Berbatov kembali membobol jala Cesar. Dari sebuah sepak pojok, striker berpaspor Bulgaria itu berhasil melesakkan bola ke gawang QPR dan membuat Fulham unggul dua gol sebelum setengah jam. Empat menit sebelum turun minum, QPR kian terbenam menyusul gol bunuh diri Clint Hill. Tiga gol tanpa balas untuk Fulham. Beberapa saat jelang jeda, QPR sanggup menipiskan ketertinggalan, setelah sodoran Bobby Zamora mampu dimaksimalkan Taarabt dengan sepakan kaki kanan dari luar kotak penalti The Cottagers. Bola pun melesak di pojok kiri bawah gawang kawalan Mark Schwarzer. Skor 3-1 untuk Fulham bertahan hingga babak pertama usai. Tiga menit memasuki paruh kedua, QPR mendapatkan peluang emas memperkecil kekalahan, setelah Giorgos Karagounis melanggar Taarabt di kotak terlarang. Namun, penalti yang dieksekusi Remy terlalu mudah dibaca Schwarzer dan kiper Australia itu pun menepis bola yang mengarah ke sebelah kanan bawah jalanya. Namun, Remy membayar lunas kesalahannya pada menit ke-51. Umpan terobosan Stephane M'Bia dimanfaatkan eks striker Olympique Marseille itu dengan tembakan keras ke tengah atas gawang Schwarzer. Bola sempat membentur mistar, namun melesak ke dalam garis gawang. QPR pun kini tertinggal 2-3. Dalam rentang seperempat jam terakhir, QPR makin menggencarkan serangan ke daerah pertahanan Fulham. Beberapa peluang sempat diperoleh Zamora dan Remy, namun eksekusinya masih belum menemui sasaran. Pada menit ke-79, Fulham harus bermain dengan 10 orang setelah Steve Sidwell dihadiahi kartu merah langsung oleh Probert, akibat melakukan pelanggaran kasar terhadap Armand Traore. Empat menit sebelum waktu normal pungkas, Jermain Jenas sempat membahayakan gawang Fulham. Namun, tembakan eks gelandang Newcastle itu tak menghasilkan apa-apa karena masih menyamping di sebelah kanan gawang Schwarzer. Hingga lima menit injury time, QPR gagal menyamakan kedudukan. Fulham pun sukses memenangi pertandingan dengan skor 3-2. Dengan hasil itu, The Cottagers yang baru bermain 30 laga tetap berada pada posisi ke-10, namun dengan suntingan 39 poin armada Martin Jol makin dekat dengan Swansea City. Kedua tim itu kini hanya dibedakan satu angka. Sementara QPR juga masih berkutat pada posisi ke-19. The Hoops hanya mampu mengais 23 angka dalam 31 pertandingan. QPR hanya unggul selisih gol dengan Reading yang berstatus sebagai juru kunci klasemen sementara. Dengan laga tersisa tujuh pertandingan, QPR minimal harus merebut delapan poin lagi, itu pun dengan catatan Aston Villa dan Wigan Athletic tak berhasil meraih satu pun poin. Susunan Pemain QPR: 33-Julio Cesar; 3-Armand Traore (12-Jamie Mackie 84), 5-Christopher Samba, 6-Clint Hill (15-Nedum Onuoha 45), 19-Jose Bosingwa; 10-Adel Taarabt (23-David Hoilett 75), 16-Jermaine Jenas, 18-Loic Remy, 29-Andros Townsend, 40-Stephane M'Bia; 25-Bobby Zamora Wasit: Lee Probert |
| Valdez Bikin Maling Terbirit-birit Posted: 01 Apr 2013 07:25 PM PDT VALENCIA, KOMPAS.com — Kejadian menegangkan ternyata menimpa striker Valencia, Nelson Haedo Valdez, Sabtu (30/3/2013) dini hari waktu Spanyol. Pemain asal Paraguay itu dikabarkan Football Espana memergoki kawanan pencuri di rumahnya. Cerita bermula ketika Valdez sedang tidur. Pada pukul 05.00 pagi waktu setempat, Valdez mendengar suara gaduh dari luar kamarnya. Setelah dilongok, Valdez kaget bukan kepalang. Ternyata gerombolan "tamu tak diundang" menyatroni rumahnya. Dengan gagah berani, mantan penyerang Borussia Dortmund itu mengusir maling-maling itu hingga lari terbirit-birit. Bahkan, Valdez dilaporkan sempat melemparkan batu ke arah mereka. Sayangnya, tak satu pun dari kawanan pencuri yang tertangkap. Kabarnya, sejumlah barang milik Valdez raib setelah insiden tersebut. |
| Wenger Bisiki PSG Tips Kalahkan Barca Posted: 01 Apr 2013 07:21 PM PDT PARIS, KOMPAS.com — Manajer Arsenal, Arsene Wenger, memberikan masukan kepada Paris Saint-Germain (PSG) yang akan menghadapi Barcelona pada babak perempat final pertama Liga Champions, Selasa (2/4/2013). Menurut The Professor (julukan Wenger), PSG berpeluang untuk mengalahkan Lionel Messi dan kawan-kawan. Wenger berani berucap demikian setelah melihat performa yang ditunjukkan Barcelona sepanjang musim ini. Di kompetisi Liga Champions, klub asal Catalan itu sudah takluk dua kali masing-masing dari Celtic FC dan AC Milan. "Jika Celtic dan Milan bisa menang melawan Barcelona, maka segala sesuatu mungkin bagi klub seperti Paris Saint-Germain. Barcelona bukan klub yang tak terkalahkan," tulis Wenger dalam sebuah kolom untuk Eurosport, Senin (1/4/2013). "Jelas Barca memiliki kualitas teknis terbaik. Tetapi, mereka juga kehilangan sesuatu sepanjang musim ini. Mereka sekarang rentan di belakang dan saya tahu PSG memiliki potensi serangan yang cukup untuk mengeksploitasi kelemahan itu," lanjutnya. Wenger juga memberikan masukan kepada pasukan Carlo Ancelotti untuk mewaspadai sepak terjang Messi. Tak bisa dipungkiri, Messi ibarat sosok monster haus gol bagi lini belakang lawan. "Mereka harus mencegah Messi sesering mungkin karena pemain asal Argentina itu terlibat dalam 60-70 persen gol Barcelona," ucap Wenger. |
| Fokus Kompany Ada di Musim Depan Posted: 01 Apr 2013 07:16 PM PDT MANCHESTER, KOMPAS.com — Kapten Manchester City, Vincent Kompany, sudah mengalihkan fokusnya untuk musim depan, meski Premier League kali ini masih menyisakan delapan pertandingan. Kompany dan rekan-rekannya berharap memungkasi musim ini pada posisi tinggi sebagai modal untuk berlari pada kompetisi berikutnya. Hingga pekan ke-30, The Citizens masih berada pada posisi kedua dan tertinggal 15 angka dari Manchester United yang telah menyunting 77 poin. "Kalau masih ada yang masih bisa diharapkan, di mana pun posisi akhir kami berada, itu adalah modal kami menghadapi musim depan," tutur Kompany kepada Manchester Evening News, Senin (1/4/2013). The Citizens akan berhadapan dengan Chelsea di laga semifinal FA yang bakal berlangsung dalam 12 hari ke depan. Kompany pun berharap timnya bisa mengakhiri dengan suntingan trofi itu lagi. "Aku selalu mengingat ketika kami mengakhiri musim dengan memenangi Piala FA (2011). Poin akhir kami sama dengan Chelsea, yang mana itu memberikan suntikan moral. Kami pun mengamankan posisi di Liga Champions sekaligus trofi Piala FA," ungkap pemain Belgia itu. "Musim setelahnya, kami memenangi trofi liga. Hasil akhir musim berpengaruh besar terhadap penampilan pada awal musim berikutnya," ulas Kompany. Bek berusia 26 tahun itu sempat absen dua bulan akibat cedera betis, yang didapatnya saat berlaga melawan Stoke City di ajang Piala FA, Januari lalu. Cedera itu pula yang menghantuinya selama 12 bulan ini. Kompany pun menyadari, menyetarakan defisit 15 poin dari MU dalam delapan pertandingan terakhir akan sangat sulit. Ia pun setengah menyesali cedera yang akhirnya membuatnya absen dalam sejumlah pertandingan krusial City. "Tak tega melihatnya. Aku lebih gelisah saat tak bermain daripada sebaliknya," lanjut Kompany. "Selalu menjadi hal yang penting saat tanggung jawab itu dibebankan terhadap sebuah tim. Setiap pemain bisa melakukan sesuatu. Meski Anda tak bermain, secara keseluruhan itu tetap mengecewakan," pungkasnya. |
| PSG: Barcelona Lebih Hebat ketimbang Timnas Spanyol Posted: 01 Apr 2013 06:53 PM PDT PARIS, KOMPAS.com — Kapten Paris Saint-Germain (PSG), Christophe Jallet, memuji kualitas Barcelona, lawan yang bakal dihadapi PSG pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Selasa (2/4/2013). Bagi pemain yang biasa beroperasi sebagai bek kanan ini, Blaugrana memiliki skuad yang nyaris sama seperti dengan tim nasional Spanyol. Tak hanya itu, Jallet menambahkan, Barcelona bahkan lebih hebat ketimbang La Furia Roja. "Barcelona seperti timnas Spanyol, tetapi lebih bagus lagi," tutur Jallet dilansir Football Espana. Jallet memiliki kiat-kiat khusus bagi timnya jika ingin menang melawan Barcelona. Memanfaatkan peluang sekecil mungkin jadi tugas yang bakal dilakukan Zlatan Ibrahimovic dan kawan-kawan di kandang sendiri. "Barcelona takkan membiarkan lawan menguasai bola. Kami tahu apa yang harus kami lakukan. Mereka akan menguasai bola. Namun jika bisa memanfaatkan setiap peluang, kami bisa menang," tuntasnya. |
| Posted: 01 Apr 2013 06:51 PM PDT MUENCHEN, KOMPAS.com — Gelandang Juventus, Arturo Vidal, memberikan ancaman terhadap Bayern Muenchen jelang pertemuan kedua klub pada perempat final pertama Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Selasa (2/4/2013). Pemain asal Cile itu menganggap Juventus memiliki kekuatan yang pantas untuk ditakuti lawan-lawannya. Kepercayaan diri tinggi itu muncul setelah I Bianconeri sukses mengandaskan juara bertahan Liga Champions, Chelsea, dalam fase penyisihan grup. "Setelah menang melawan Chelsea, kami mulai menyadari potensi diri sendiri. Kami menunjukkan diri sebagai klub yang pantas ditakuti," tegas Vidal dilansir Sky Sport Italia, Senin (1/4/2013). "Aku senang melihat tim ini berada di perempat final. Kami memiliki rasa lapar untuk memenangi kompetisi. Aku pikir pertandingan itu dapat dianggap sebagai laga final. Ini adalah pertandingan dua klub yang sangat baik," sambungnya. Berbagai pendapat yang menyebut Barcelona dan Real Madrid sebagai klub terbaik dunia pun dimentahkan mantan pilar Bayer Leverkusen itu. "Menurut pendapatku, kami adalah dua klub terbaik di dunia," tegas Vidal. |
| Madrid Belum Tentu Atasi Galatasaray Posted: 01 Apr 2013 06:47 PM PDT AFP PHOTO / PEDRO ARMESTRE Kiper Real Zaragoza, Roberto Jimenez (kedua dari kiri), melompat menjangkau bola dalam laga Liga BBVA melawan Real Madrid di Stadion La Romareda, Zaragoza, Sabtu (30/3/2013). Pertandingan itu berakhir 1-1.MADRID, KOMPAS.com — Bek sayap legendaris Real Madrid, Roberto Carlos, menyatakan, mantan klubnya saat ini lebih baik dari yang dulu diperkuatnya. Namun, ia tak mau serta-merta mengunggulkan El Real. "Real Madrid selalu dipenuhi pemain-pemain bagus, tetapi aku rasa tim saat ini lebih kuat ketimbang saat aku masih bermain di sana," tutur Carlos yang dilansir sportyou.es, Senin (1/4/2013). Pria berusia 39 tahun itu telah turun gelanggang dalam lebih dari 300 partai Los Blancos. Carlos pun memiliki harapan besar Madrid memenangi Liga Champions musim ini. "Mereka kompak dan lebih terorganisasi," nilainya. Carlos pernah bermain di Turki bersama Fenerbahce dan memprediksi Madrid adalah tim favorit untuk memenangi laga perempat final Liga Champions melawan Galatasaray. Namun, Carlos tak mau gegabah begitu saja mengesampingkan raksasa Istanbul itu. "Bicara taktik, kedalaman skuad plus kualitasnya, Madrid selangkah di depan (Galatasaray). Partai kedua mungkin akan lebih susah (bagi Madrid) karena atmosfer stadion (Ali Sami Yen) sangat impresif. Galatasaray dapat menghabisi peluang Real Madrid di Istanbul," ulas Carlos. Kedua tim akan bertanding di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (3/4/2013), dan laga kedua akan dilangsungkan di Turki pada 9 April nanti. |
| You are subscribed to email updates from KOMPASbola To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment