KOMPAStekno |
- "Pre-Order" Galaxy S4 Ludes
- Hati-hati dengan "Cartridge" Printer Murah
- "Matinya PC" Tampak di Dunia "E-Commerce"
- HP Indonesia Untung Besar dari Printer Tinta
- Sesama iPad, Si Mini Jauh Lebih Laris
| Posted: 02 May 2013 11:35 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum resmi meluncurkan Galaxy S4 pada Kamis (2/5/2013), Samsung sebenarnya sudah membuka pemesanan (pre-order) perangkat tersebut. Bagaimanakah dengan reaksi konsumen di Indonesia terhadap masa penjualan perdana Galaxy S4 ini? Menurut Febri Rusli, Product Marketing Manager Samsung Indonesia, konsumen di Indonesia sangat tertarik dengan perangkat tersebut. Hal tersebut terlihat dari cepat ludesnya Galaxy S4 selama masa pre-order ini. "Kami melepas 5.000 unit Galaxy S4 pada masa pre-order ini. Produk tersebut sudah habis terjual dalam minggu pertama sejak pre-order dibuka," ujar Febri dalam acara peluncuran Galaxy S4 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (2/5/2013). Dalam penjualan perdana, Samsung menggandeng 4 operator ternama di Indonesia yaitu Axis, Indosat, Telkomsel, dan XL. Rata-rata tiap operator tersebut memiliki promosinya masing-masing. XL, contohnya, memberikan diskon hingga Rp 1,5 juta sehingga harga yang dibanderol oleh XL adalah Rp 6 juta. Resminya, Samsung membanderol perangkat tersebut dengan harga Rp 7,5 juta. Samsung Indonesia sendiri akan melakukan penjualan perdana Galaxy S4 mulai 4 Mei 2013 mendatang di Grand Indonesia Shopping Mall, Jakarta. Samsung Galaxy S4 sendiri hadir dengan spesifikasi yang tinggi. Perangkat ini dipersenjatai prosesor Exynos 5 8 core (octa-core) dengan kecepatan 1.6GHz, RAM 2GB, layar 5 inci dengan resolusi 1920 x 1080 piksel, kamera belakang 13 megapiksel, kamera depan 2 megapiksel, dan baterai 2,600 mAh. Galaxy S4 akan diluncurkan dengan tiga pilihan kapasitas penyimpanan: 16, 32, dan 64GB. Tidak puas? Samsung telah menyiapkan sebuah slot microSD yang dapat diisi hingga 64GB. Dari segi sistem operasi, perangkat ini hadir dengan Android versi 4.2.2 Jelly Bean. |
| Hati-hati dengan "Cartridge" Printer Murah Posted: 02 May 2013 10:16 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen printer Hewlett-Packard (HP) sedang melakukan edukasi pasar untuk menggunakan tinta dan cartridge original, di tengah maraknya peredaran tinta dan cartridge palsu di Indonesia. Market Development Manager Inkjet HP Indonesia, Dewi Pusporini mengatakan, memakai cartridge original bisa membuat printer lebih awet dan memberi nilai ekonomis. "Jika ada tinta atau cartridge yang dijual jauh dari harga pasar, ada baiknya hati-hati karena bisa jadi itu palsu," katanya dalam acara Media Workshop HP Printer Deskjet di Jakarta, Kamis (2/5/2013). Dijelaskan oleh Dewi, bahwa penggunaan produk cartridge bajakan bisa membuat rusak printer dan menggugurkan garansi. Ia memberi petunjuk cara mengetahui keaslian cartridge dari HP. Di setiap kemasan cartridge pasti ada stiker hologram QR code. Nah, pelanggan bisa memindai hologram itu dengan aplikasi pemindai QR code. Dari sana pelanggan akan dibawa ke situs resmi HP dan akan mendapat keterangan soal keaslian produk tersebut. "Kalau produknya tidak asli, berarti tidak usah dibeli karena si penjual berusaha membodohi pembeli," tegasnya. HP telah membentuk tim anti pemalsuan produk cartridge dan tinta. Beberapa waktu lalu, pihaknya berkoordinasi dengan aparat berwenang dan berhasil menggerebek sindikat penjualan cartridge palsu di Batam. Sejauh ini, lanjut Dewi, produk cartridge palsu paling banyak beredar di Thailand Perusahaan asal Amerika Serikat ini secara tegas memerangi produsen yang memalsukan tinta, menggunakan logo HP, dan memanipulasi kemasan agar produk nampak asli. HP tidak mempermasalahkan pihak ketiga yang secara resmi menjual tinta hasil kreasi sendiri atau produk cartridge compatible di bawah merek dagang sendiri. |
| "Matinya PC" Tampak di Dunia "E-Commerce" Posted: 02 May 2013 09:37 AM PDT
KOMPAS.com — Pada pekan pertama Februari, The Economic Times melaporkan bahwa bisnis belanja online di Asia Pasifik telah mencatat pertumbuhan lebih dari 30 persen. Sebagian besar dipicu oleh negara-negara berkembang, seperti Indonesia, China, dan India, yang sedang mengalami pertumbuhan pesat dalam bisnis belanja online. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh eMarketer, pasar e-commerce Indonesia tergolong kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Pada 2011, misalnya, hanya 6 persen dari populasi online yang berbelanja online. Meski demikian, survei terbaru yang dilakukan perusahaan riset dan analis IDC, yang bertajuk "eCommerce di Indonesia" menemukan bahwa belanja online di Indonesia akan tumbuh 10 kali lipat pada 2015, dipicu oleh meningkatnya pendapatan, pertumbuhan pengguna online, dan tumbuhnya populasi kelas menengah yang melakukan transaksi online. IDC menyimpulkan bahwa pertumbuhan kelas menengah lebih lanjut akan memicu dan menguatkan pertumbuhan pengguna tablet di Indonesia, selain juga memperkirakan bahwa hingga akhir 2012 total 1,3 juta tablet terjual di Indonesia. Jumlah ini diperkirakan akan mencapai 2 juta pada akhir 2013. Gejala era pasca-PC IDC juga menambahkan bahwa seiring penggunaan tablet yang makin banyak, penggunaan laptop dan desktop untuk aktivitas hiburan seperti bermain game, berselancar di internet, dan berbelanja online akan berkurang. Perkiraan ini sesuai dengan riset Visa, perusahaan layanan keuangan multinasional dari Amerika, yang menemukan bahwa pebelanja online, umumnya di Asia, menggunakan tablet untuk berbelanja online. Menurut riset Visa, 4 dari 10 pengguna tablet dan smartphone menggunakan gadget mereka untuk berbelanja online. Berdasarkan laporan Ecommerce Quarterly pada kuartal ketiga 2012, penyedia solusi e-commerce, Monetate, menemukan bahwa secara global pertumbuhan transaksi lewat tablet telah melampaui jumlah transaksi online yang dilakukan melalui desktop. iPad memimpin peralihan ini. Berdasarkan survei terhadap 100 merek, Monetate menemukan perbedaan nyata dalam transaksi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengguna laptop dan desktop yang mengunjungi toko online menurun dari 92,33 persen menjadi 81,61 persen. Sementara pengunjung toko online yang menggunakan tablet melonjak tajam. Hingga September tahun lalu, pengunjung toko online melalui tablet mencapai 8,37 persen, dibandingkan dengan 3,16 persen pada 2011. Sementara itu, kunjungan lewat smartphone naik dari 4,51 persen pada 2011 menjadi 10,03 persen pada 2012. iPad merupakan gadget yang paling banyak digunakan saat melakukan aktivitas online sebanyak 88,94 persen, diikuti oleh tablet Android sekitar 6,34 persen dan Kindle 4,71 persen. Untuk smartphone, kunjungan terbanyak dilakukan pemilik iPhone sebanyak 60,85 persen diikuti pengguna Android sebanyak 37,59 persen. Berdasarkan survei Index E-Commerce terbaru yang dilakukan Rakuten, terungkap bahwa pengguna yang berbelanja online dengan perangkat mobile telah meningkat sekitar 14,3 persen pada 2013, dengan pengguna smartphone sekitar 10 persen, diikuti tablet sekitar 4,3 persen. Sebagai contoh, Ruby Samah, guru di sekolah internasional di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, menggunakan tablet Android-nya untuk melakukan aktivitas online sehari-hari. Ia mengakui bahwa situs belanja online memudahkannya berbelanja barang kebutuhan, termasuk gadget, aksesori untuk istri, dan suku cadang mobil Avanza-nya. * Tentang Penulis: Ryota Inaba, Presiden Direktur dan CEO Rakuten Indonesia |
| HP Indonesia Untung Besar dari Printer Tinta Posted: 02 May 2013 08:24 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Perangkat pencetak kertas (printer) seri Deskjet memberi kontribusi pendapatan terbesar untuk divisi printer Hewlett-Packard (HP) di Indonesia. Kontribusi printer tinta ini mencapai 75 persen pada kuartal pertama 2013. Market Development Manager Inkjet & Web Solutions Printing & Personal System Group HP Indonesia, Ellya mengatakan, hal ini dipicu banyaknya printer seri Deskjet yang ditawarkan HP. Printer seri Deskjet memiliki rentang harga dari Rp 399.000 sampai Rp 1.599.000. "Kita mengisi semua segmen pasar, mulai dari low-end, medium, sampai high-end," kata Ellya di Jakarta, Kamis (2/4/2013). Sayangnya, Ellya enggan menyebut angka pasti pendapatan divisi printer HP di Indonesia. Dari sisi pengguna, pelanggan printer HP yang terbanyak berasal dari Small Office dan Home Office (SOHO), Usaha Kecil Menengah (UKM), dan pengguna rumah tangga. Saat ini, lanjut Ellya, ada kecenderungan pasar mulai beralih dari printer fungsi tunggal menuju printer multi fungsi yang mencakup fungsi pindai (scan) dan penggandaan dokumen (photo copy). Perusahaan asal Amerika Serikat ini berusaha menjaga loyalitas pelanggan dengan menyediakan cartridge berharga murah dan memberi nilai ekonomis untuk urusan cetak-mencetak. Beberapa seri printer telah didukung dengan cartridge yang bisa mencetak hingga 1.500 lembar kertas. "Ini kita lakukan sejak 2010 untuk menjaga konsumen agar tetap loyal. Kita menurunkan harga tinta dan cartridge tapi bisa cetak banyak. Mereka bisa dapat cartridge original dengan harga terjangkau," ujar Ellya. Setelah printer seri Deskjet, 25 persen kontribusi divisi printer HP disumbang oleh printer laser seri OfficeJet yang mengincar segmen korporasi. Rentang harga seri Office Jet antara Rp 1 juta sampai Rp 8 juta. |
| Sesama iPad, Si Mini Jauh Lebih Laris Posted: 02 May 2013 07:51 AM PDT KOMPAS.com - Beberapa bulan sejak kemunculannya pada Oktober tahun lalu, popularitas iPad Mini (7,9 inci) disebut sudah mengalahkan "kakaknya", iPad dengan layar 9,7 inci. Hal tersebut diutarakan sumber yang dikutip Digitimes. Menurut sang sumber, dari 19,5 juta unit iPad yang dikirimkan pada kuartal pertama 2013, sebanyak 12,5 juta di antaranya atau sekitar 64 persen diperkirakan datang dari iPad Mini. Angka sebenarnya hanya diketahui oleh Apple yang tidak merinci berapa tepatnya angka pengiriman iPad dan iPad Mini. Namun, informasi dari DigiTimes ini sesuai dengan estimasi lembaga riset NPD DisplaySearch pada Desember tahun lalu. Ketika itu, DisplaySearch memperkirakan Apple bakal mengkapalkan 12 juta unit iPad Mini pada kuartal pertama 2012. iPad Mini sendiri sebenarnya memiliki spesifikasi teknis yang lebih rendah dibanding iPad "konvensional". Tablet ini pun tidak dilengkapi Retina Display yang sangat tajam, seperti pada iPad 4. Toh, semua itu disebut tak menghalagi popularitas iPad Mini. Konsumen disebut tertarik pada bentuknya yang kecil dan ringan sehingga mudah dibawa-bawa. Bersama produk-produk lain seperti Google Nexus 7 dan Samsung Galaxy Tab, iPad Mini menandai pergeseran tren pasar tablet menuju produk tablet murah dengan ukuran layar 7-8 inci. Kabarnya pula, Apple sedang menyiapkan dua iPad Mini versi baru yang akan dirilis sekitar kuartal ketiga tahun ini. Satu versi akan dilengkapi layar Retina Display sementara yang lainnya mengusung harga murah untuk bersaing dengan Nexus 7 dan Kindle FIre HD dari Amazon. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment