KOMPASbola

KOMPASbola


Mourinho Kecam Howard Webb

Posted: 30 Apr 2013 09:48 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku kecewa dengan wasit Howard Webb saat memimpin pertandingan antara skuadnya dengan Borussia Dortmund pada leg kedua semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Selasa (30/4/2013). Ia menilai, seharusnya bek Dortmund, Mats Hummels, diberi kartu merah pada laga tersebut.

"Saya sangat sedih dan kecewa dengan salah satu wasit favorit saya, Howard Webb. Mats Hummels seharusnya mendapat kartu merah. Dia melihat (pelanggaran) itu," ujar Mourinho seperti dilansir BBC.

Pernyataan Mourinho itu mengacu pada insiden ketika Gonzalo Higuain dijatuhkan oleh Hummels di kotak penalti Dortmund pada menit ke-13. Namun, Webb tidak memberi Madrid hadiah penalti karena melihat hal tersebut bukan sebagai pelanggaran.

"Pada saat itu, dia (Webb) bukan seorang wasit, tetapi dia adalah seorang manusia. Dia berpikir, 'Jika saya memberikan kartu merah kepada Mats Hummels, maka dia tidak akan bermain di final.'," sesal Mourinho.

Pada pertandingan yang berakhir 2-0 itu Madrid itu, sepasang gol Los Galacticos dicetak Karim Benzema pada menit ke-83 dan Sergio Ramos (88). Madrid gagal melaju ke final karena kalah agregat 3-4 setelah takluk 1-4 pada leg pertama di Signal Iduna Park, kandang Dortmund.

"Saya tidak melupakan pertadingan pertama. Kami bermain sangat buruk (waktu itu) dan kami telah dihukum karena hasil dari leg pertama tersebut," tukasnya.

Mou: Bertahan di Madrid? Mungkin Tidak!

Posted: 30 Apr 2013 09:46 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sedikit demi sedikit mulai membuka karier kepelatihannya di masa depan. Dari pernyataannya, Mourinho kemungkinan besar akan pergi dari Madrid.

Dalam sebuah wawancara seusai laga leg kedua antara Madrid melawan Dortmund, Mourinho buka suara mengenai masa depannya. "Bertahan di Madrid musim depan? Mungkin tidak. Saya ingin berada di tempat yang orang-orangnya mencintai saya," singkat Mourinho.

"Saya belum membuat keputusan karena masih memiliki kontrak dan saya menghormati klub dan sang presiden (Florentino Perez). Pada akhir musim, saya ingin berbicara degan presiden dan berbicara mengenai masa depan,"  ucapnya.

Pada pertandingan tersebut, Madrid mampu menang 2-0 atas Dortmund melalui gol Karim Benzema pada menit ke-83 dan Sergio Ramos pada menit ke-88. Namun, Madrid tetap gagal melaju karena kalah agregat 3-4 dari Die Borussen.

Rumor yang merebak di media-media Spanyol dan Inggris, Mourinho akan kembali melatih Chelsea pada musim depan. Namun, kedua klub dan Mourinho belum memberikan pengumuman resmi mengenai hal tersebut.

"Saya tahu dicintai di Inggris. Saya disukai beberapa klub, terutama satu klub. Saya disayangi fans dan media-media (Inggris) memperlakukan saya dengan adil,"  katanya.

Hummels: Dortmund Nyaris Terlena

Posted: 30 Apr 2013 09:37 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com - Bek andalan Borussia Dortmund, Mats Hummels, mengaku hampir terlena akibat gol telat Real Madrid. Namun, pada akhirnya, Hummels bersyukur Die Borussen memastikan tiket final Liga Champions di Stadion Wembley, 25 Mei 2013.

Dortmund mampu bertahan dengan baik hampir sepanjang pertandingan. Akan tetapi, pada menit ke-83, pertahanan Dortmund bobol oleh aksi Karim Benzema. Lima menit berselang, giliran Sergio Ramos yang mengeksploitasi pertahanan Dortmund melalui gol kedua.

Beruntung, hanya dua gol telat yang mampu dihasilkan pasukan Jose Mourinho. Alhasil, Dortmund tetap melaju ke final dengan keunggulan agregat 4-3 atas Los Merengues.

"Pertandingan berubah saat Madrid mencetak gol telat. Kami tahu di belakang mereka ada dukungan penuh fans saat terciptanya gol," jelas Hummels usai laga.

"Tetapi, lolos ke final merupakan mimpi kami. Ini tak bisa dipercaya. Kami tak sabar pergi ke Wembley," ujar bek lulusan akademi Bayern Muenchen itu.

Mourinho: Dua Gol Madrid Terlambat

Posted: 30 Apr 2013 09:27 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku menyesal skuadnya gagal lolos ke final Liga Champions setelah hanya mampu menang 2-0 atas Borussia Dortmund pada leg kedua semifinal di Santiago Bernabeu, Selasa (30/4/2013). Madrid minimal harus menang 3-0 untuk ke final, tapi sayangnya mencetak gol di menit-menit akhir sehingga tak punya kesempatan menambahnya.

Sepasang gol Madrid pada babak itu dicetak Karim Benzema pada menit ke-83 dan Sergio Ramos (88). Madrid gagal melaju ke final karena kalah agregat 3-4 setelah takluk 1-4 pada leg pertama di Signal Iduna Park, kandang Dortmund.

"Para pemain kami telah memberikan segalanya. Jika kami bisa mencetak gol lebih awal, kami akan mempunyai kesempatan untuk lolos," ujar Mourinho seperti dilansir UEFA.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Madrid menguasai bola sebanyak 59 persen dan melepaskan 10 peluang emas dari 21 usaha. Sementara Dortmund melepaskan empat tembakan akurat dari tujuh percobaan.

"Bernabeu sangat luar biasa, dan para suporter tetap memberi dukungan hingga akhir pertandingan. Tapi, kami dapat membuat harapan mereka menjadi kenyataan," kata Mourinho.

Ramos: Di Dortmund, Seharusnya Seperti Ini

Posted: 30 Apr 2013 09:05 PM PDT

AFP PHOTO / JAVIER SORIANO

Ekspresi bek Real Madrid, Sergio Ramos, saat mencetak gol kedua klubnya ke gawang Borussia Dortmund pada semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu, Madrid, Selasa atau Rabu (1/5/2013). Madrid menang 2-0, namun tetap gagal lolos ke final karena kalah agregat 3-4 dari Dortmund.

MADRID, KOMPAS.com — Bek Real Madrid, Sergio Ramos, merasa klubnya tersingkir dengan cara terhormat dari Borussia Dortmund di semifinal Liga Champions. Ramos memuji semangat juang yang ditunjukkan rekan-rekannya sepanjang pertandingan.

Madrid mampu menang 2-0 pada leg kedua melawan Dortmund di Santiago Bernabeu, Madrid, Selasa atau Rabu (1/5/2013). Gol-gol bagi Madrid dihasilkan Karim Benzema dan Sergio Ramos, masing-masing pada menit ke-83 dan ke-88.

"Kadang Anda kalah, itulah sepak bola. Di Dortmund, kami seharusnya bermain seperti yang kami lakukan malam ini. Kami mengerti perasaan fans. Ini adalah rasa malu yang begitu dekat, tetapi kegagalan banyak kesempatan pada babak pertama harus dibayar mahal," ungkap Ramos seusai pertandingan.

"Kami sudah memberikan segalanya di sini," pungkasnya.

Dortmund Cuma "Kasih" 2 Gol, Madrid Tumbang

Posted: 30 Apr 2013 08:41 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com — Kemenangan Real Madrid atas Borussia Dortmund dengan skor 2-0 di leg kedua semifinal Liga Champions yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Madrid, Selasa atau Rabu (1/5/2013) WIB, menjadi sia-sia. Madrid tetap tersingkir karena kalah agregat 3-4 dari Dortmund.

Ini menjadi kegagalan yang ketiga secara beruntun bagi Madrid di babak semifinal Liga Champions. Sebelumnya, Madrid disingkirkan Barcelona pada 2010-2011 dan Bayern Muenchen setahun berselang di babak yang sama. Impian meraih gelar Liga Champions kesepuluh harus dikubur dalam-dalam.

Butuh kemenangan minimal 3-0 untuk membalas kekalahan telak 1-4 di kandang lawan, Madrid pun memainkan Luka Modric untuk menemani Xabi Alonso di lini tengah menggantikan tempat Sami Khedira yang disimpan di bangku cadangan. Modric memiliki kemampuan menyerang lebih baik ketimbang Khedira.

Sementara itu, Dortmund tetap memainkan skuad terbaik. Striker Robert Lewandowski menjadi tumpuan mencetak gol, yang dibantu trio Jakub Blaszczykowski, Mario Goetze, dan Marco Reus.

Butuh gol cepat demi menciutkan semangat Dortmund, Madrid pun nyaris membuka keunggulan pada menit ke-4. Sayangnya, meski tinggal berhadapan dengan Roman Weidenfeller, sepakan Gonzalo Higuain masih mengenai kaki sang kiper.

Serangan frontal Madrid kembali menemui jalan buntu. Pada menit ke-14, tembakan voli Cristiano Ronaldo mampu diselamatkan Weidenfeller yang terlihat tampil penuh percaya diri.

Semenit kemudian, serangan Madrid kembali membuat jantung seisi publik Santiago Bernabeu berdetak kencang. Mesut Oezil mendapatkan peluang emas satu lawan satu dengan Weidenfeller. Akan tetapi, tendangan pemain asal Jerman itu malah menyamping meski tak ada tekanan dari bek Dortmund.

Setelah itu, sisa setengah jam babak pertama, laga berlangsung sedikit monoton. Madrid gagal menembus barisan pertahanan rapat Die Borussen, sedangkan serangan balik Dortmund sering tanpa tujuan jelas. Babak pertama berakhir imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, tekanan Madrid semakin mengendur. Bahkan, lima menit setelah jeda, Dortmund memiliki kesempatan terbaik membobol gawang tuan rumah. Umpan terobosan Ilkay Guendogan mengarah tepat ke Robert Lewandowski yang langsung melepaskan tendangan keras dari jarak dekat. Namun, bola masih membentur mistar gawang Diego Lopez.

Pelatih Jose Mourinho mencoba tampil lebih menyerang. Pada menit ke-56, Fabio Coentrao dan Gonzalo Higuain ditarik keluar untuk digantikan Kaka dan Karim Benzema.

Kendati demikian, justru Dortmund yang kembali mengancam. Umpan silang Marco Reus menemukan Guendogan yang sendirian di depan gawang Madrid. Hanya, aksi luar biasa Lopez yang bisa menggagalkan sepakan jarak dekat Guendogan.

Madrid akhirnya bangkit pada menit ke-83. Kerja sama apik Kaka dengan Oezil yang kemudian mengirimkan umpan silang disambut Benzema dengan tendangan keras yang akhirnya membobol gawang Dortmund.

Mendapat angin segar, Ronaldo dkk langsung kembali menggempur pertahanan Dortmund demi mencari gol kedua. Akhirnya, pada menit ke-88, Madrid mendapat gol kedua. Benzema yang bebas di sisi kiri gawang Dortmund memberikan umpan matang kepada Ramos. Tembakan kaki kiri Ramos menghunjam deras jala Dortmund. Skor kini 2-0. Namun, Dortmund tetap unggul agregat 4-3.

Butuh satu gol demi lolos. Madrid terus-menerus memberikan gempuran sampai akhir laga. Namun, skor tetap bertahan 2-0. Meski menang, Madrid tetap gagal lolos. Dortmund pun menjadi klub pertama musim ini yang memastikan tiket ke final Liga Champions yang berlangsung di Stadion Wembley, 25 Mei 2013.

Susunan pemain
Madrid:
41-Diego Lopez; 15-Michael Essien, 4-Sergio Ramos, 2-Raphael Varane, 5-Fabio Coentrao (8-Kaka 56); 14-Xabi Alonso (6-Sami Khedira 67), 19-Luka Modric; 22-Angel di Maria, 10-Mesut Oezil, 7-Cristiano Ronaldo; 20-Gonzalo Higuain (9-Karim Benzema 56)
Pelatih: Jose Mourinho

Dortmund: 1-Roman Weidenfeller; 26-Lukasz Piszczek, 4-Neven Subotic, 15-Mats Hummels, 29-Marcel Schmelzer; 6-Sven Bender, 8-Ilkay Guendogan; 16-Jakub Blaszczykowski (27-Felipe Santana 90+1), 10-Mario Goetze (19-Kevin Grosskreutz 14), 11-Marco Reus; 9-Robert Lewandowski (5-Sebastian Kehl 87)
Pelatih: Juergen Klopp

Wasit: Howard Webb (Inggris)

Usai Hajar Newcastle, Liverpool Tatap Everton

Posted: 30 Apr 2013 08:38 PM PDT

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Gelandang Liverpool, Lucas Leiva, berharap agar klubnya bisa meraih poin penuh dalam tiga partai sisa Premier League agar dapat mengamankan posisi enam besar. Ia menilai, tugas pertama Liverpool untuk mewujudkan hal itu adalah menundukkan rival sekotanya, Everton, Minggu (5/5/2013).

Liverpool masih berada di peringkat ketujuh dengan poin 54, tertinggal lima angka dari Everton di posisi enam dengan poin 59. Leiva berharap rekan-rekannya bisa meraih tiga angka agar selisih poin tersebut dapat dipangkas.

"Kami masih mempunyai kesempatan untuk menyingkirkan Everton (di peringkat keenam) dan itulah target kami. Kami tahu kami harus memenangkan laga itu jika ingin finis di peringkat yang lebih baik daripada saat ini," ujar Leiva.

"Derbi Merseyside selalu menjadi laga spesial untuk dimainkan. Atmosfer di Anfield pasti luar biasa dan itu adalah contoh pertandingan yang akan Anda inginkan. Kami akan menjalani derbi itu dengan kepercayaan diri yang besar," tambahnya.

Leiva mengakui, Liverpool memang mengalami masa-masa sulit pada musim ini. Namun, menurutnya, The Reds harus tetap berusaha tampil maksimal dan tetap fokus untuk meraih kemenangan seperti ketika mengalahkan Newcastle 6-0 pekan lalu.

"Kemenangan atas Newcastle United telah menunjukkan karakter dari setiap pemain. Kami menjalani pertandingan itu dengan cara yang tepat dan bermain dengan kepercayaan diri dan intensitas yang tinggi," kata Leiva.

"Tapi, meskipun kami menang 6-0, masih ada beberapa area yang harus terus kami kembangkan. Kami harus tetap bekerja keras dan percaya (bisa meraih kemenangan di tiga laga sisa)," tukasnya.

Luiz Calon Kapten Chelsea Musim Depan

Posted: 30 Apr 2013 08:19 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, dikabarkan tengah menyiapkan bek David Luiz sebagai kapten baru The Blues menggantikan John Terry. Salah satu alasannya karena Luiz dinilai memiliki masa depan cerah bersama Chelsea pada beberapa musim ke depan.

Seperti dilansir Daily Mail, Abramovich saat ini sudah turun tangan untuk membangun klubnya agar bisa meraih kesuksesan musim depan. Luiz menjadi pilihan karena pemain berusia 26 tahun itu dinilai Abramovich memiliki kualitas sebagai pemimpin di lapangan.

Nasib Terry juga hingga saat ini belum jelas karena sudah jarang dimainkan oleh pelatih Rafael Benitez di lini pertahanan The Blues. Sementara itu, calon kapten lainnya, Frank Lampard, dikabarkan bakal hengkang dari Stamford Bridge musim depan karena hingga kini belum memperpanjang kontraknya.

Semenjak bergabung ke Chelsea dari Benfica pada 2011, Luiz memang terus menampilkan performa yang meningkat. Teranyar, ia mencetak satu gol menentukan kemenangan Chelsea 2-1 atas Basel pada leg pertama semifinal Liga Europa di St Jakob Park, Kamis (25/4/2013).

Dua musim bersama Chelsea, Luiz sukses mengemas enam gol dari total 58 penampilan di semua kompetisi. Adapun untuk karier internasionalnya, ia telah melakoni 20 pertandingan bersama skuad Selecao.

No comments:

Post a Comment