KOMPAStekno |
- Mencari "The Next Steve Jobs"
- KelirTV Sediakan Solusi "Live Streaming" Murah
- Sony Siapkan Android Cyber-shot dan Walkman
- 4 Tipe Utama Pemain Game
- Bukan Ponsel yang Akan Diluncurkan Facebook?
| Posted: 02 Apr 2013 10:01 AM PDT KOMPAS.com - Tak ada satu orang pun yang mampu menggantikan Steve Jobs. Tetapi, ada banyak orang kreatif, berbakat, dan visioner di sekitar kita yang mampu berinovasi dan "bikin kacau" industri teknologi seperti Steve Jobs. Demikian menurut Nolan Bushnell dalam bukunya yang berjudul Finding the Next Steve Jobs—How to Find, Hire, Keep and Nurture Creative Talent. Rupanya, Bushnell sangat terkesan dengan sosok Jobs, yang tak lain adalah mantan anak buahnya. Nolan Bushnell adalah salah seorang legenda di Silicon Valley. Dia mendirikan perusahaan game video Atari pada tahun 1972. Hal ini membuatnya dijuluki sebagai Bapak Industri Video Game. Selain itu, pria kelahiran 5 Februari 1943 ini pun dikenal sebagai serial entrepreneur. Bushnell kuliah di jurusan Teknik Elektro di University of Utah dan lulus pada tahun 1968. Sejak muda, Bushnell hobi bermain game. Dia bercita-cita untuk membuat video game yang bisa dimainkan oleh siapa saja. Akhirnya, pada tahun 1972, dia dan temannya, Ted Dabney, mendirikan Atari. Pada masa jayanya, Atari pernah merilis beberapa game populer. Salah satunya, Pong. Pada tahun 1976 Warner Communication (sekarang bernama Time Warner) membeli Atari. Dua tahun kemudian, pada 1978, Bushnell dipaksa keluar dari perusahaan yang dia dirikan itu. Selain Atari, Bushnell mendirikan sekitar 20 perusahaan lagi. Yang terbaru adalah UWink, sebuah perusahaan digital entertainment yang dia dirikan pada tahun 1999. Bushnell berkenalan dengan Steve Jobs beberapa tahun sebelum Apple lahir. Baik Jobs maupun Steve Wozniak, yang juga pendiri Apple, pernah bekerja untuk Bushnell di Atari. Dalam buku biografi Steve Jobs karangan Walter Isaacson, Jobs menceritakan pengalamannya bekerja di Atari. Di mata Jobs, Bushnell adalah sosok visioner yang karismatik. Jobs masuk dalam daftar 50 karyawan pertama Atari. Pekerjaan pertamanya di sana adalah sebagai teknisi dengan bayaran 5 dollar AS per jam. Jobs membantu Bushnell mengembangkan beberapa game Atari. Salah satunya, Star Trek. Bagi banyak karyawan Atari kala itu, sosok Jobs menjengkelkan dan "antik". Tetapi anehnya, Bushnell merasa cocok bekerja dengan Jobs. Ketika bekerja di Atari, setiap bulan sekali—biasanya pada hari Sabtu atau Minggu—Jobs datang berkunjung ke rumah Bushnell. Saat itulah, mereka banyak berbincang tentang berbagai hal. Ketika Atari masih berjaya, Bushnell menolak tawaran Jobs dan Wozniak untuk memiliki sepertiga saham Apple, perusahaan yang akan didirikan oleh kedua anak buahnya itu. Kesalahan itu tampaknya menjadi penyesalan Bushnell hingga kini. Karena itulah, dalam bukunya yang terbit pada akhir Maret lalu, Bushnell mengajarkan para pemimpin tentang bagaimana cara menemukan, merekrut, dan menjaga orang-orang kreatif di perusahaannya. Bushnell memaparkan tips nyeleneh untuk mencari karyawan yang berpotensi untuk menjadi "the next Steve Jobs". Dia menganjurkan pemimpin perusahaan untuk mencari beberapa karyawan yang menjengkelkan. Ketika wawancara, pemimpin perlu menanyakan daftar buku yang dibaca si calon karyawan, memberinya pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab, dan mengecek kepribadiannya lewat kicauan-kicauannya di Twitter. Ketika sudah menemukan orang yang kreatif, tidak berarti perusahaan dapat mempertahankan orang itu. Untuk menjaga mereka, pemimpin perlu memberikan kesempatan kepada mereka, dan membiarkan mereka belajar dari kesalahannya. "Dorong mereka untuk membuat keputusan yang sulit, biarkan mereka berlibur, dan beristirahat cukup," tulis Bushnell di bukunya. Dunia bisnis berkembang dengan cepat, dan setiap hari perusahaan menghadapi banyak masalah dan tantangan. Cara terbaik untuk beradaptasi dan menghadapi tantangan itu adalah dengan menjaga para karyawan yang punya pemikiran ke depan, yang berani tampil beda, dan memiliki ide-ide kreatif. Perusahaan yang memiliki karyawan-karyawan dengan kriteria seperti itu pasti mampu bertahan atau bahkan berkembang di tengah krisis, sementara perusahaan-perusahaan lainnya jatuh. Dalam sebuah wawancara di Allthingsd.com, Bushnell mengatakan, "Saya percaya ada banyak Steve Jobs di sekitar kita." Ada banyak orang yang tak kalah kreatif dari Jobs. Dia mencontohkan orang-orang di Google yang saat ini tengah mengerjakan hal-hal yang hebat, seperti Google Glass dan Google Car. Bushnell menambahkan pentingnya bagi setiap perusahaan untuk memiliki skunkworks—istilah untuk sekelompok orang yang mengerjakan proyek-proyek masa depan yang unik, kreatif, dan rahasia. |
| KelirTV Sediakan Solusi "Live Streaming" Murah Posted: 02 Apr 2013 09:36 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Kata siapa menggelar video live streaming itu sulit dan makan biaya besar? Ada sebuah perusahaan rintisan (startup) digital yang memberi solusinya. Mereka menyediakan sarana agar siapa saja dapat menampilkan video secara langsung di internet dengan mudah dan harga yang kompetitif. Startup itu bernama KelirTV, yang didirikan oleh Teguh Ardiansyah dan Muhammad Rofiq sejak September 2012. Mereka baru saja mendapat investasi dari pemodal ventura Ideosource. Pemodal ini juga membimbing KelirTV dalam menjalankan bisnis agar mampu menghasilkan keuntungan dari layanannya. Dalam menjalankan bisnisnya, KelirTV menyediakan solusi mulai dari infrastruktur, jaringan internet, web hosting, hardware sampai software untuk live streaming. Bagi pelanggan yang ingin menggelar live streaming secara rutin dalam sebulan atau setahun, KelirTV juga menyediakan solusi sesuai kebutuhan dan kapasitas. "Sebetulnya live streaming itu tak perlu susah. Ada solusinya dan murah. Mulai dari biaya rendah sampai biaya tinggi. Kita terlalu terpaku bahwa live streaming itu mahal, karena selama ini pasarnya dikuasai pemain asing," ujar Teguh kepada KompasTekno beberapa waktu lalu. Jika pelanggan sudah memiliki kamera dan perangkat komputer, KelirTV tinggal menyediakan jaringan internet, software, dan web hosting. "Mereka cukup bayar peralatan yang mereka gunakan saja," tegas Teguh. Ia memastikan, live streaming dari KelirTV mampu menampilkan video yang kompatibel dengan perangkat apapun, mulai dari komputer pribadi, ponsel pintar, sampai tablet. Kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi Perusahaan dengan nama resmi PT Kelir Warna Baru ini sudah bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi Indosat. Mereka juga sedang dalam pembicaraan dengan salah satu perusahaan besar yang menyediakan jasa internet, untuk lebih memuluskan koneksi internet bagi pelanggan. Sejak berdiri, KelirTV sudah melayani live streaming beberapa perusahaan, termasuk acara kopi darat Kompasianival 2012. Teguh dan Rofiq berharap startup-nya ini bisa melayani acara besar dan internasional, seperti konser musik dari musisi ternama. Monetize platform Sebagai startup baru, KelirTV masih dalam proses merancang model bisnis agar mereka dapat menggaet pelanggan dan menghasilkan untung. Bukan sekadar menyediakan layanan video streaming, KelirTV juga mulai memikirkan cara agar pelanggannya dapat menghasilkan uang dari konten video yang dimiliki. Ya, mereka menyiapkan monetize platform. "Kalau pemilik konten sudah kerjasama dengan ad network, mereka bisa langsung pakai network-nya untuk bikin iklan di konten tanpa perlu investasi software dan hardware," jelas Teguh. Langkah ini diklaim akan saling menguntungkan antara pelanggan dan KelirTV. Untuk terus tumbuh dan berkembang, KelirTV akan dibimbing oleh Ideosource. Startup yang berkantor di Gedung Citywalk Sudirman, Jakarta ini, akan diberi arahan untuk menemukan model bisnis yang tepat, serta menyempurnakan teknologi sampai ke tahap pemasaran. |
| Sony Siapkan Android Cyber-shot dan Walkman Posted: 02 Apr 2013 08:58 AM PDT KOMPAS.com - Sony tidak berpuas diri dengan produk ponsel pintar Android andalannya, Xperia Z dan Xperia ZL. Perusahaan Jepang ini dikabarkan bakal merilis ponsel pintar Xperia yang mengadopsi teknologi kamera Cyber-shot dan teknologi pemutar musik digital Walkman. Kabar ini datang dari situs web teknologi PhoneArena, Jumat (29/3/2013). Mereka mengabarkan, bahwa Sony akan membuat ponsel Xperia Cyber-shot berukuran 5 inci dengan spesifikasi tinggi. Kamera ponsel ini akan memiliki ukuran sensor yang hampir menyerupai sensor kamera Nokia PureView 808, dengan optik Carl Zeiss. Namun, penambahan ukuran sensor itu tidak akan mempengaruhi estetika desain dari ponsel Xperia. Selain itu, Sony pun menyiapkan ponsel Xperia Walkman yang juga berukuran 5 inci. Ia akan dibekali chip yang mendukung fitur dan teknologi pemutar musik Walkman. Sony memang sedang gencar dalam bisnis ponsel pintar, seperti hanya Samsung dan HTC, mengingat tren teknologi sedang bergeser ke arah mobile. Melalui unit bisnis Sony Mobile Communications, perusahaan akan menjaring semua segmen pasar. Sony masih akan mengeluarkan ponsel Android dengan harga relatif terjangkau untuk menjangkau segmen pasar menengah ke bawah di negara berkembang, termasuk Indonesia. |
| Posted: 02 Apr 2013 08:26 AM PDT Penulis: Eko Nugroho* KOMPAS.com - Adalah sulit untuk menciptakan sebuah game yang akan disukai oleh semua orang, tetapi pada diri tiap orang akan selalu ada minimal satu game yang mereka sukai. Lalu apa yang harus menjadi fokus utama dalam proses mendesain sebuah game agar kemudian game yang kita hasilkan bisa diterima dan disukai? Anda, kita, sang pemain adalah elemen terpenting dari sebuah game dan yang harus menjadi fokus utama setiap game designer. Inti dari proses game design adalah menemukan komposisi tantangan yang tepat agar setiap pemain bisa mengekpresikan (kreativitas) dirinya ketika berusaha menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut. Ketika sebuah game mampu memberi tantangan yang sesuai bagi target pemainnya maka sebuah game pasti akan mudah diterima dan disukai oleh target pemain tersebut. Mengenali karakter target pemain menjadi hal yang pertama harus kita lakukan dalam sebuah proses game design. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Professor Richard Bartle setiap pemain bisa dikelompokkan ke dalam 4 tipe karakter berikut:
Dengan kata lain seorang game designer harus selalu mengasah kemampuan empatinya. Ketika sebuah game didesain secara tepat sesuai dengan karakter dari target pemainnya maka game tersebut bisa dipastikan akan bisa dinikmati dan disukai. Ketika kita telah mampu mengenali karakter dari target pemain kita, hal tersebut tidak merubah fakta bahwa sulit untuk menciptakan sebuah game yang akan disukai oleh semua semua orang. Oleh karena itu sepertinya akan lebih mudah dan lebih menyenangkan jika kita berusaha menciptakan sebanyak mungkin game, sehingga setiap orang kemudian bisa lebih mudah menemukan game yang mereka sukai. Jika kita bisa konsisten melakukannya bersama-sama, satu hari nanti bukanlah hal yang tidak mungkin Indonesia menjadi pusat industri game dunia. *Eko Nugroho adalah Game designer/Co-Founder Kummara. Kolom Gamify akan membahas persoalan game design dan hal-hal terkait gamification. Pertanyaan dan diskusi mengenai game design bisa dilakukan melalui akun @enugroho. |
| Bukan Ponsel yang Akan Diluncurkan Facebook? Posted: 02 Apr 2013 07:58 AM PDT KOMPAS.com — Facebook akan menggelar sebuah acara misterius pada 4 April 2013 mendatang. Belum jelas produk apakah yang akan diperkenalkan pada acara tersebut. Santer tersiar, Facebook akan meluncurkan ponsel Facebook berbasis Android yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Dua hari jelang acara tersebut, situs Android Police, menyebutkan, produk utama yang akan diperkenalkan Facebook adalah aplikasi launcher, bukanlah ponsel Facebook. Situs pencinta Android ini pun mengaku telah mencoba aplikasi tersebut. Aplikasi yang kemungkinan akan mengusung nama Facebook Home hanyalah sebuah tambahan dari aplikasi Facebook yang akan diintegrasikan dengan launcher Android milik para vendor. Facebook Home pertama kali akan berjalan di ponsel buatan HTC. Facebook Home akan berjalan di atas interface HTC Sense 4.5 dan berbasiskan Android 4.1.2 Kemungkinan, Facebook Home bisa berjalan di interface Android lain, seperti TouchWiz milik Samsung. Bahkan, ada indikasi yang menyebutkan Facebook Home akan tersedia secara bebas di Google Play Store. Dikatakan pula, Facebook Home tidak akan mengubah inti sistem operasi Android sama sekali. Aplikasi ini hanya menyediakan tampilan baru untuk sistem operasi Android. Sayangnya, Android Police tidak berhasil masuk lebih dalam ke sistem ini. Untuk login ke dalam sistem saat ini, diperlukan akun dan password milik karyawan Facebook. Dengan kata lain, detail dari software ini secara keseluruhan baru akan diketahui pada saat peluncurannya nanti. Satu hal yang harus diingat, ini baru sekadar rumor belaka hingga peluncurannya nanti. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment