KOMPAStekno |
- Konsumen AS Tak Sadar Ada BlackBerry 10
- Operator Seluler Tri Ganti Nama
- Mengapa Belum Bisa WiFi di Pesawat Indonesia?
- Bahayanya Main Game Tanpa Antivirus
- Telkomsel Terbesar Ke-6 di Dunia
| Konsumen AS Tak Sadar Ada BlackBerry 10 Posted: 10 Apr 2013 12:04 PM PDT KOMPAS.com — BlackBerry Z10 sudah resmi beredar sejak bulan Maret 2013 yang lalu di Amerika Serikat. Namun, ternyata masih sedikit konsumen di negara tersebut yang mengetahui kalau produk teranyar BlackBerry ini sudah beredar di pasaran. Hal tersebut diketahui dari hasil penelitian lembaga MKM Partners. Dari 1.500 konsumen yang disurvei, sekitar 82,6 persen responden mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa BlackBerry telah merilis sistem operasi beserta platform baru. Adapun 68 persen dari responden ini mengaku tidak tertarik untuk membeli smartphone berbasis BlackBerry 10. "Kami terkejut mengetahui hanya 13 persen (responden) yang mengetahui BlackBerry 10 sudah tersedia di AS. Faktanya survei dilakukan antara tanggal 7 Maret dan 2 April 2013, ketika BlackBerry Z10 sudah diluncurkan oleh operator AT&T (22 Maret 2013), T-Mobile (26 Maret 2013), dan Verizon (28 Maret 2013)," kata Michael Genovese, analis dari MKM Partner, seperti dikutip dari Phone Arena, Rabu (10/4/2013). Sistem operasi mobile buatan Microsoft, Windows Phone 8, mendapatkan hasil yang tidak terlalu berbeda dari BlackBerry 10 dalam survei ini. Dari hasil survei terhadap responden yang sama, ada 61 persen responden yang mengaku tidak mengetahui keberadaan perangkat berbasis Windows Phone 8. Jumlah peminat dari perangkat ini pun tidak terlalu banyak. Sekitar 64 persen responden mengatakan "tidak" untuk perangkat tersebut. |
| Operator Seluler Tri Ganti Nama Posted: 10 Apr 2013 10:20 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - PT. Hutchison CP Telecommunications, perusahaan operator seluler yang beroperasi dibawah merek "3" (Tri), mengumumkan perubahan nama perusahaan menjadi PT. Hutchison 3 Indonesia, Rabu (10/4/2013). "Hutchison 3 Indonesia atau H3I (Tri Indonesia) merupakan nama baru perusahaan kami. Nama baru ini menjadi semangat baru bagi kami, sekaligus mempertegas keberadaan Tri di Indonesia," ujar Manjot Mann, Presiden Direktur Hutchison 3 Indonesia dalam siaran pers yang diterika KompasTekno. Bersamaan dengan ini, Tri berjanji menghadirkan pengalaman berinternet yang berbeda dan lebih baik lagi di Indonesia. Jaringan Tri mendukung teknologi 2G, EDGE dan HSDPA yang membentang di Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Perusahaan mengklaim, sinyal Tri telah menjangkau lebih dari 81% populasi Indonesia, di lebih dari 3.200 kecamatan di 24 propinsi utama di Indonesia. Tri memiliki total pelanggan sebanyak 21 juta pada semester 1 tahun 2012, dengan 65% pelanggan data atau sekitar 13,6 juta pengguna. Pelanggan terbesar Tri, sebanyak 45%, berada di kawasan Jabodetabek. Hutchison 3 Indonesia merupakan anggota dari grup Hutchison Whampoa yang meliputi layanan telekomunikasi bergerak di Indonesia, Vietnam, Sri Lanka, Australia, Austria, Denmark, Hong Kong, Irlandia, Italia, Macau, Swedia dan Inggris. |
| Mengapa Belum Bisa WiFi di Pesawat Indonesia? Posted: 10 Apr 2013 09:22 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com — Telkomsel dan Lion Air memang sudah menandatangani kerja sama untuk menyediakan sistem komunikasi di udara. Namun, kedua pihak belum bisa memastikan kapan akses WiFi bisa diimplementasikan di penerbangan Lion Air. Menurut Direktur Sales Telkomsel Mas'ud Khamid, implementasi jaringan internet di pesawat tidak semudah membangun infrastruktur telekomunikasi di darat dan lautan. Ini karena ia menggunakan transmisi dari satelit, dan harus dipastikan bahwa sinyal tersebut tidak mengganggu komunikasi pilot. "Meski teknologi akses WiFi dalam pesawat sudah ada, implementasinya harus minta izin dari regulator telekomunikasi dan penerbangan," ujar Mas'ud di sela-sela acara Penandatanganan Kerja Sama Komunikasi di Udara antara Telkomsel dan Lion Air di Jakarta, Rabu (10/4/2013). Jika regulator menyetujui akses WiFi di maskapai penerbangan Indonesia, maka Telkomsel mengaku siap untuk memenuhi standar dari International Telecommunication Union (ITU). Pihak Lion Air pun mengaku siap mengimplementasikan teknologi dari Telkomsel, baik di pesawat baru maupun lama. "Yang lama pun akan kita modifikasi supaya bisa pakai teknologi ini," kata Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana. Langkah awal yang akan dilakukan dalam kerja sama komunikasi di udara adalah menjual kartu perdana Telkomsel dalam penerbangan. Penerbangan Lion Air akan jadi saluran distribusi baru bagi Telkomsel, dan diharapkan bisa menambah jumlah pelanggan. Selain di udara, kerja sama antara Telkomsel dan Lion Air juga diimplementasikan di jalur darat. Telkomsel menyediakan solusi bisnis korporasi berupa VPN mobile, Halo Corporate, push mail BlackBerry, Telkomsel Flash, dan paket data. Maskapai penerbangan Lion Air baru saja mencetak sejarah dalam industri penerbangan dunia. Pada Maret 2013, Lion Air memesan 234 pesawat Airbus dari Perancis senilai 24 miliar dollar AS. Ini merupakan pemesanan terbesar sepanjang sejarah Airbus. Menurut rencana, pesawat Airbus itu datang bertahap mulai pertengahan 2014. Lion Air mengklaim menguasai 45 persen pasar penerbangan di Indonesia. Tahun 2012, jumlah penumpangnya mencapai 32 juta orang. Saat ini perusahaan melayani lebih dari 650 penerbangan setiap hari dan 199 rute ke 78 tempat tujuan di Indonesia dan Asia. |
| Bahayanya Main Game Tanpa Antivirus Posted: 10 Apr 2013 08:49 AM PDT KOMPAS.com - Para pemain game online ternyata berpotensi tinggi terpapar ancaman cyber. Hal itu bisa terjadi karena seringkali para gamer online menonaktifkan aplikasi keamanan pada komputernya, membuat sistem komputernya tidak terlindungi sama sekali. Mengapa pemain game online memutuskan untuk mematikan aplikasi keamanan? Jawabannya cukup sederhana. Mereka tidak ingin game yang dimainkan menjadi "berat" atau menyebabkan lagi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh lembaga keamanan Eset terhadap 1.000 pemain game asal Inggris, sekitar 30 persen diantaranya mengakui telah menutup aplikasi keamanan komputernya sebelum mulai bermain. Akhirnya, karena sudah tidak ada lagi pengamanan, separuh dari mereka yang menonaktifkan fitur keamanan terkena infeksi malware dan butuh lebih dari dua hari untuk melakukan perbaikan komputer agar kembali normal. Pertanyaannya, apa saja ancaman terbesar yang sebenarnya dihadapi oleh para gamer online? Menurut Eset dalam keterangan pers yang diterima KompasTekno, Selasa (9/4/2013), ada empat ancaman yang terus mengintai para pemain game online. 1. Phishing: Hati-hati dengan situs-situs game palsu yang menebar ancaman di dunia game online dan beberapa diantaranya menggunakan URL yang sepintas mirip dengan aslinya. Apabila terjebak, bisa saja komputer gamer terinfeksi malware dan kehilangan berbagai data pribadi. 2. Situs jejaring sosial: Banyak akun Facebook palsu yang dibuat untuk kebutuhan melakukan tindak kejahatan. Akun tersebut mengklaim bahwa mereka adalah pengembang game resmi. Sangat dihimbau untuk tidak memberi data pribadi apapun kepada situs seperti ini. 3. Game-game yang mengandung konten malware dan cheating software: Game komputer yang palsu, atau hasil crack potensial menjadi penyebar malware dan menyebar lewat internet. Para gamer dihimbau untuk ekstra hati-hati dengan email attachment dan USB flash drive. 4. Malware: Saat ini malware game online yang paling luas penyebarannya adalah Win32/PSW.OnLineGames sejenis Trojan yang digunakan untuk melakukan aksi serangan phishing, dan targetnya adalah gamer. Malware jenis ini umumnya muncul dengan keylogging dan rootkit yang beraksi mengumpulkan informasi yang terkait dengan online games dan data user. Untuk mencegah hal-hal tersebut terjadi, ESET memberikan beberapa tip sederhana. 1. Gunakan antivirus: Gunakan software antivirus yang memiliki fitur Antispyware dan Firewall, serta selalu update secara real time. 2. Password: Selalu gunakan password yang tidak mudah ditebak dan berbeda untuk masing-masing akun berbeda. 3. Ketik URL game yang ingin dimainkan. Dengan demikian Anda terhindar dari link-link berbahaya yang muncul di search engine karena salah klik. 4. Unduh game dari situs resmi atau beli CD asli agar terjamin kualitasnya. Jangan gunakan game hasil cracked, karena berpotensi mengandung malware. |
| Telkomsel Terbesar Ke-6 di Dunia Posted: 10 Apr 2013 08:08 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com — Telkomsel selama ini dikenal sebagai operator seluler dengan jumlah pelanggan terbanyak ketujuh di dunia karena pencapaian 100 juta pelanggan dalam satu negara per Mei 2011. Mulai kuartal pertama 2013, Telkomsel mengklaim telah naik satu peringkat sehingga kini berada di posisi keenam. "Kami sekarang sudah menjadi operator terbesar keenam di dunia. Ini prestasi yang bagus," kata Direktur Utama Telkomsel Alex J Sinaga di sela-sela acara Penandatanganan Kerjasama Telkomsel dan Lion Air untuk Komunikasi di Udara, Rabu (10/4/2013). Ia mengatakan, jumlah pelanggan Telkomsel saat ini hanya kalah dari dua perusahaan operator seluler asal China, dua perusahaan India, dan satu perusahaan Eropa. "Yang perusahaan Eropa ini punya bisnis di mana-mana," ujar Alex, yang tak menyebut nama perusahaan operator seluler pesaingnya. Hingga akhir 2012, Telkomsel mengklaim memiliki 125 juta pelanggan di Indonesia. Anak usaha Telkom ini memiliki 54.000 BTS, termasuk di antaranya 15.000 BTS berteknologi 3G dan 17 BTS terapung di kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) di seluruh Indonesia. Perusahaan juga memiliki 45 data center telco equipment dan 3 data center IT. Seiring meningkatnya penetrasi pengguna perangkat mobile, Telkomsel menargetkan bisa menambah jumlah pelanggan hingga 10 persen pada akhir 2013. Selain pelanggan manusia, Telkomsel juga sedang gencar menggaet pelanggan di segmen people-to-machine dan machine-to-machine. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment