KOMPASbola

KOMPASbola


Diimbangi Malaga, Dortmund Mengerang

Posted: 03 Apr 2013 10:31 PM PDT

MALAGA, KOMPAS.com - Borussia Dortmund setengah tak percaya dengan hasil imbang tanpa gol dalam laga perempat final pertama Liga Champions di markas Malaga, Rabu atau Kamis (4/4/2013).

Maklum saja, tujuh peluang Die Borussen yang mengarah ke gawang, semuanya digagalkan kiper Los Andalusia, Willy Caballero.

"Seharusnya, aku dapat membantu tim dengan mencetak minimal satu gol. Sayang, aku tak bisa melakukannya. Kami masih puas dengan hasil akhir yang diperoleh dan kami pun masih punya laga kedua (di kandang)," papar Mario Goetze seusai pertandingan.

Bintang Dortmund bernomor 10 itu memang memiliki dua peluang emas dalam setengah jam pertama pertandingan. Namun, semuanya dimentahkan dengan gemilang oleh Willy. Hingga wasit Swedia, Jonas Eriksson, meniupkan peluit panjang, Juara Bundesliga dua musim beruntun itu pun harus rela berbagi angka "kacamata" dengan tuan rumah Malaga.

"Kami tampil bagus dalam laga tandang ini dan mampu menciptakan sejumlah peluang emas. Mario (Goetze) punya 3-4 kesempatan dan biasanya ia mencetak minimal satu gol di antaranya. Seharusnya begitu, namun penting juga gawang kami tak kebobolan," sambung gelandang Dortmund lainnya, Ilkay Guendogan.

Hasil imbang itu juga disikapi dengan lapang dada oleh kiper Roman Weidenfeller yang juga menorehkan tujuh penyelamatan dari 10 peluang yang dimiliki Malaga. Ia pun membukukan clean sheets keempat Die Schwarzgelben di Liga Champions musim ini.

"Bisa saja kami puas dengan hasil 0-0 ini. Target kami adalah mencatatkan clean sheet. Sayang kami tak mencetak gol dalam beberapa peluang kami. Yang pasti, aku pribadi puas (dengan hasil akhirnya). Belum ada yang dipastikan lolos, tetapi kami akan lakukan semuanya di kandang kami sendiri," tandas Weidenfeller.

Laga kedua akan berlangsung di Stadion BVB, Selasa (9/3/2013).

Pepe sudah Prediksi Gol Higuain

Posted: 03 Apr 2013 10:10 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com - Penyerang Real Madrid, Gonzalo Higuain, mencetak gol pamungkas saat timnya membenamkan Galataray 3-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (4/4/2013) dini hari WIB. Ternyata, gol Higuain ini sudah diprediksi sebelumnya oleh rekan seklubnya, Pepe.

Higuain dan Pepe sama-sama duduk di bangku cadangan dalam pertandingan itu. Higuain baru turun gelanggang pada menit ke-65, dengan menggantikan Karim Benzema. Sementara Pepe tampil mensubstitusi Angel Di Maria, empat menit jelang waktu normal usai. 

Bomber Argentina itu pun berhasil membayar kepercayaan Pelatih Jose Mourinho melalui gol yang diciptakannya pada menit ke-73. Tandukan kerasnya dengan memanfaatkan sepakan bebas Xabi Alonso, melesak di kiri atas jala Galatasaray kawalan Fernando Muslera. Gol itu sekaligus menyegel kemenangan Los Blancos 3-0.   

"Ketika kami di bangku cadangan, Pepe memberitahuku bahwa aku akan mencetak gol. Oleh karena itu, aku mendedikasikan gol ini untuknya," tutur Higuain.  

Dengan hasil itu, Los Blancos hanya butuh hasil imbang pada laga kedua untuk memastikan tiket ke empat besar. Sementara peluang Galatasaray melaju ke empat besar sangat sulit. Didier Drogba dan kawan-kawan mesti meraih kemenangan bermargin empat gol. 

"Kami sepenuhnya sadar kesulitan kami saat bermain pada leg kedua di Istanbul dan lawan sangat kuat bermain di sana," tuturnya.

Leg kedua sendiri bakal digelar di Stadion Ali Sami Yen Spor Kompleksi, Selasa (9/4/2013). (UEFA) 

Terima Kasih, Willy!

Posted: 03 Apr 2013 10:04 PM PDT

MALAGA, KOMPAS.com - Hasil tanpa gol dalam perempat final pertama Liga Champions di Stadion La Rosaleda, Rabu atau Kamis (4/4/2013) dini hari WIB, membawa berkah buat satu pemain yang menonjol: Wilfredo "Willy" Caballero.

Tujuh penyelamatan kontan dibukukan kiper Malaga berpaspor Argentina tersebut. Tak pelak Borussia Dortmund pun nyaris frustrasi dengan keperkasaan Willy di bawah mistar Los Andalusia.

"Kami meraih hasil imbang dan harapannya ini bakal menjadi modal untuk pertandingan selanjutnya," tutur Willy yang dilansir UEFA.com seusai pertandingan.

"Aku harus membuat banyak penyelamatan dan beruntung aku bisa melakukannya. Aku berharap penampilanku bisa membantu tim ini lolos ke babak selanjutnya," sebutnya lagi.

Willy pun didaulat sebagai pemain terbaik dalam laga itu. Maklum saja, ia sukses menorehkan clean sheets ketujuh Malaga di Liga Champions musim ini.

Hasil tanpa gol itu juga disikapi dengan positif oleh rekan seklub Willy, Joaquin Sanchez.

"Hasil akhir yang bagus dan pertandingan berlangsung terbuka. Kami mesti bermain baik pada laga kedua untuk memastikan lolos," ujar gelandang berpaspor Spanyol yang pernah berlaga untuk Valencia dan Newcastle United itu.

Meski dibelit masalah finansial, Malaga masih bersemangat tinggi menjadi tim Spanyol kedua setelah Villarreal, yang mampu melangkah ke semifinal dalam debut Liga Champions-nya.

"Pada babak ini, kualitas lawan sangat kuat. Dortmund memainkan bola dengans sempurna dan mereka terbukti hebat. Tetap saja hasil (imbang) itu bagus, jika kami dapat mencetak gol di Dortmund, kami akan mempersulit mereka meraih kemenangan," sambung Joaquin lagi.

"Target kami sebelumnya adalah jangan sampai kebobolan. Lawan memang lebih berpeluang bermain di kandang sendiri (pada pertandingan kedua). Bagi kami, mencetak gol tandang juga sulit. Aku pikir, peluang lolos kami (dengan Dortmund) masih sama pada level ini," timpal gelandang Malaga lainnya, Jeremy Toulalan.

Laga kedua akan berlangsung pada Selasa (9/4/2013) di Stadion BVB alias Signal Iduna Park.

Menarik untuk dicermati kalau Malaga mampu lolos dan menjuarai Liga Champions. Pasalnya, tim asuhan Manuel Pellegrini itu sudah tidak diperbolehkan UEFA tampil di kompetisi Eropa musim depan, akibat krisis keuangan yang mendera klub itu.

Mourinho: Galatasaray Bisa Cetak 5 Gol di Istanbul

Posted: 03 Apr 2013 09:54 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, belum mau menyatakan timnya sudah lolos ke semifinal Liga Champions, meski El Real berhasil menggulung Galatasaray 3-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (4/4/2013) dini hari WIB.

"Jika kami mencetak satu gol (pada leg kedua), mereka bisa mencetak lima gol (dan Galatasaray yang lolos). Saya pernah menyaksikan banyak hal luar biasa dalam sepak bola. Tak ada lagi yang bisa mengejutkan saya," tutur Mourinho.

Kemenangan Si Putih dipersembahkan oleh Cristiano Ronaldo (menit kesembilan), Karim Benzema (29), dan Gonzalo Higuain (73). Dengan hasil itu, Los Blancos hanya butuh hasil imbang pada laga kedua untuk memastikan tiket ke empat besar.

Sementara peluang Galatasaray untuk lolos ke semifinal cukup sulit. Didier Drogba dan kawan-kawan mutlak meraih kemenangan dengan margin empat gol. Leg kedua bakal digelar di Stadion Ali Sami Yen Spor Kompleksi, Selasa (9/4/2013). 

"Sangat sulit untuk bermain di Istanbul. Mereka akan memberikan perlawanan sengit terhadap kami," timpal The Special One.

Terkait kemenangan timnya, Mourinho menilai lini pertahanan timnya tampil lebih baik daripada lini depan.

"Kami sadar lawan adalah tim bagus dan dengan barisan penyerang fantastis. Namun, kami bermain sangat baik dalam bertahan. Menurut saya, lini pertahanan kami lebih baik ketimbang lini serang. Kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak.  Kami membiarkan banyak peluang terbuang sia-sia. Namun pertahanan kami sangat baik," ulas pelatih berusia 51 tahun itu.  (UEFA)

Nihil Gol di La Rosaleda

Posted: 03 Apr 2013 08:48 PM PDT

MALAGA, KOMPAS.com — Laga perempat final pertama Liga Champions di Stadion La Rosaleda, Rabu atau Kamis (4/4/2013), antara Malaga dan Borussia Dortmund berakhir tanpa gol.

Sebelum pertandingan dimulai, Malaga berambisi menyamai catatan Villarreal yang sukses mencapai semifinal Liga Champions pada musim pertama partisipasinya. Namun, pasukan Manuel Pellegrini harus melewati hadangan Dortmund yang berstatus sebagau juara Grup D, kelompok yang juga dihuni Real Madrid, Manchester City, dan Ajax.

Die Borussen mengambil inisiatif serangan pada menit keempat. Namun, Marcel Schmelzer yang lolos di pertahanan Malaga sudah telanjur terjebak offside.

Dua menit kemudian, Dortmund kembali menyengat. Hasil kolaborasi Mario Goetze dengan Marco Reus membuat Goetzinho—sebutan Goetze—berpeluang melesakkan tembakan first time. Namun, bola berhasil diblok kiper Malaga, Willy Caballero.

Tuan rumah langsung terpancing menyerang. Semenit setelah peluang Goetze, Javier Saviola berhasil memotong umpan Ilkay Guendogan. Ia pun menyayat sayap kanan pertahanan Dortmund dan kemudian melepas tembakan. Sayang, bola masih menyamping dari gawang kawalan Roman Weidenfeller.

Pada menit ke-14, umpan sundulan cerdik ala Robert Lewandowski membuat pertahanan Malaga goyah. Bola yang mengarah kepada Goetze langsung disepak dari sudut kotak penalti. Lagi-lagi, Caballero terbang ke sisi kanan mengamankan gawangnya.

Empat menit kemudian, giliran Guendogan menyerbu pertahanan tim kebanggaan Andalusia. Goetze kembali mendapatkan suplai umpan matang. Namun, Caballero kontan berjibaku dan membuat peluang pemain Dortmund bernomor 10 itu mentah.

Dua peluang Goetze sebelum setengah jam sejauh ini digagalkan dengan gemilang oleh Caballero.

Kiper berpaspor Argentina itu sejauh ini memang menjadi sosok sentral Malaga yang telah membukukan enam clean sheets di Liga Champions musim ini.

Pada menit ke-25, Caballero kembali beraksi. Kali ini sepakan keras Reus dari sudut kanan kotak penaltinya yang diblok, dan bola muntah pun mudah saja dikuasainya.

Malaga pun mendapatkan peluang terbaik pada menit ke-29. Berawal dari bola yang dihalau Reus yang jatuh di kaki Isco, Pemain Muda Terbaik Eropa 2012 itu menyodorkan bola kepada Saviola. Untungnya, Weidenfeller membaca bahaya dan mengamankan gawangnya dari ancaman "Si Gigi Kelinci" dari Argentina.

Sembilan menit jelang turun minum, Lewandowski beraksi di sisi kiri kotak penalti Malaga. Striker Polandia itu berhasil melewati hadangan Weligton. Namun, eksekusinya terlalu lemah dan dengan mudah diantisipasi Caballero.

Sampai menit ke-37, Dortmund hanya mendominasi 43 persen pertandingan, tetapi mampu menghasilkan tujuh peluang dengan lima di antaranya mengarah ke gawang lawan.

Sementara itu, Malaga hanya menghasilkan tiga spekulasi dengan dua di antaranya tepat ke sasaran. Barisan belakang Malaga sejauh ini telah membukukan lima penyelamatan, termasuk tiga di antaranya dikontribusi Caballero.

Pada menit ke-38, Isco lolos di pertahanan Dortmund. Setelah mengontrol bola dengan dadanya, lelaki berusia 20 tahun itu melakukan solo run. Di saat terakhir, tembakan Isco berhasil diblok oleh Lukas Piszczek.

Dua menit seusai jeda, Dortmund kembali mengancam. Goetze menampilkan kemampuan terbaiknya dengan melewati hadangan Martin Demichelis. Bola dialirkan kepada Lewandowski dan striker bernomor sembilan itu mengincar tiang jauh gawang Caballero. Gagal. Bola masih tipis menyamping dan Lewandowski pun urung menciptakan gol keenamnya di Liga Champions musim ini.

Pada menit ke-66, Malaga memperoleh peluang, ketika Jeremy Toulalan menguasai bola di luar kotak penalti Dortmund. Gelandang asal Perancis itu pun mencoba berspekulasi dengan tembakan jarak jauh. Namun, Weidenfeller hanya menyaksikan bola yang menjauhi gawangnya.

Sampai menit ke-76, Dortmund terbukti lebih tajam mengancam ketimbang Malaga. Juara Bundesliga 2011-2012 itu membukukan 11 spekulasi, sementara Malaga delapan. Di lain pihak, kiper Malaga, Caballero, telah menorehkan tujuh penyelamatan.

Delapan menit sebelum waktu normal usai, Vitorino Antunes membuang percuma peluang Malaga. Ketimbang melepas umpan tarik, pemain Portugal berusia 26 tahun itu melesatkan bola yang arahnya melambung dari gawang Weidenfeller.

Pada menit ke-84, sodoran bola Lewandowski kepada Julian Schieber menggoyang kotak penalti Malaga. Namun, eksekusi Schieber jauh dari sasaran.

Hingga pertandingan berakhir, kedua tim berbagi angka 0-0.

Dortmund akan berganti menjamu Malaga, Selasa (9/3/2013). Kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk melangkah ke semifinal. Malaga diprediksi akan berusaha keras mencari gol tandang yang sangat memengaruhi peluang lolosnya ke babak empat besar.

Susunan Pemain
Malaga:
13-Wilfredo Caballero; 2-Jesus Gamez, 3-Weligton, 5-Martin Demichelis, 25-Vitorino Antunes; 7-Joaquin Sanchez, 8-Jeremy Toulalan, 10-Julio Baptista (24-Roque Santa Cruz 76), 16-Manuel Iturra, 22-Isco (17-Duda 87); 9-Javier Saviola (27-Javier Portillo 68)
Pelatih: Manuel Pellegrini

Dortmund: 1-Roman Weidenfeller; 4-Neven Subotic, 26-Lukasz Piszczek, 27-Felipe Santana, 29-Marcel Schmelzer; 5-Sebastian Kehl (6-Sven Bender 80), 8-Ilkay Guendogan, 1-Mario Goetze (21-Oliver Kirch 90+2), 11-Marco Reus (23-Julian Schieber 69), 19-Kevin Grosskreutz; 9-Robert Lewandowski
Pelatih: Juergen Klopp

Wasit: Jonas Eriksson (Swedia)

Bungkam Galatasaray, Satu Kaki Madrid di Semifinal

Posted: 03 Apr 2013 08:38 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com — Real Madrid berpeluang besar meraih tiket semifinal Liga Champions setelah El Real berhasil mengalahkan Galatasaray dengan skor 3-0 pada leg pertama perempat final pertama Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (4/4/2013) dini hari WIB. Dengan hasil ini, Los Blancos hanya membutuhkan minimal hasil imbang tanpa gol pada leg kedua tanggal 9 April mendatang. Sementara itu, peluang Gala untuk lolos ke semifinal cukup sulit. Didier Drogba dan kawan-kawan mutlak meraih kemenangan dengan margin empat gol, tanpa kebobolan.  

Sebagai tuan rumah, Madrid langsung mengambil inisiatif serangannya. Sebuah serangan cepat Si Putih nyaris membuahkan hasil. Xabi Alonso dengan jeli melepaskan bola kepada Angel Di Maria yang beroperasi di sayap kanan. Dengan cepat, pemain asal Argentina tersebut melepaskan umpan yang disambut tandukan oleh Benzema. Sayang, tandukan pemain asal Perancis tersebut masih  gagal mengenai sasaran.  

Madrid akhirnya benar-benar mampu unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Cristiano Ronaldo pada menit kesembilan. Gol berawal dari umpan terobosan Mesut Oezil kepada Ronaldo yang berada di antara dua pemain lawan. Begitu menguasai bola, Ronaldo, yang melihat kiper Fernando Muslera maju, langsung mencip bola yang membuat bola bersarang ke pojok kanan atas gawang Gala.

Bomber andalan Gala, Didier Drogba, nyaris mencetak gol balasan saat menguasai bola di depan kotak penalti lawan pada menit ke-12. Namun, pemain yang pernah memperkuat Chelsea tersebut terlalu terburu-buru dalam melepaskan tembakan sehingga bola gagal mengenai target.

Madrid membalasnya lewat sepakan keras yang dilepaskan Oezil dari luar kotak penalti pada menit ke-18. Usaha Oezil belum membuahkan hasil karena Muslera cukup sigap mengamankan bola.

Tak mau kalah, Drogba mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan keras pada menit ke-26. Sial, tembakan pemain Pantai Gading tersebut masih bisa ditepis oleh Diego Lopez.

Tiga menit kemudian, Galatasaray kembali dibungkam setelah Benzema berhasil mencetak gol balasan. Dari sisi kiri pertahanan Gala, Essien melepaskan umpan ke dalam kotak penalti. Bola kemudian jatuh ke kaki Benzema. Tanpa ampun, Benzema yang dibayangi-bayangi dua pemain lawan melepaskan tembakan dan gol.

Meski unggul 2-0, Madrid tak sedikit pun mengendurkan serangannya. Sebuah pergerakan dari Benzema cukup mengancam jika saja lajunya tidak dihentikan Nounkeu pada menit ke-41.

Tiga menit kemudian, giliran Eboue yang mengancam gawang Madrid. Pemain yang pernah memperkuat Arsenal tersebut berhasil menembus ke dalam kotak penalti lawan dan kemudian melepaskan tembakan keras. Apes tembakan kaki kanan yang dilepaskan Eboue masih bisa ditepis Lopez. Itu menjadi peluang terakhir bagi Gala dan skor 2-0 untuk keunggulan Madrid bertahan hingga turun minum.

Pada awal babak kedua, Pelatih Gala, Fatih Terim, mengubah strateginya. Dia memasukkan Gokhan Zan yang berperan sebagai bek tengah, untuk menggantikan Sneijder. Penampilan Sneijder memang tak terlalu menonjol pada babak pertama karena pergerakan gelandang asal Belanda ini selalu mampu diredam oleh Sami Khedira.
 
Strategi ini jelas membuat Gala tampil lebih bertahan. Didier Drogba dan kawan-kawan terlihat mengandalkan serangan balik begitu menguasai bola. Meski begitu, gawang Gala bukan tanpa ancaman. Gawang Gala nyaris kembali kebobolan oleh Ronaldo dan Di Maria jika saja Muslera tidak sigap mengamankan bola.

Pada menit ke-65, Pelatih Madrid, Jose Mourinho, melakukan perubahan di lini depan. Dia memasukkan Higuain untuk menggantikan Benzema.

Higuain pun akhirnya mampu membuat Mourinho tersenyum. Pemain asal Argentina tersebut menyumbangkan gol ketiga bagi Madrid pada menit-73. Higuain berhasil melepaskan tandukan dengan memanfaatkan tendangan bebas Alonso. Tandukan Higuain sangat keras sehingga membuat Muslera kesulitan menjangkaunya. Akhirnya, bola bersarang ke pojok kiri aras gawang Gala.  

Setelah itu, Madrid masih memiliki beberapa peluang emas, tetapi berhasil digagalkan Muslera. Alhasil, Madrid menutup pertandingan dengan skor kemenangan 3-0.

Susunan Pemain
Madrid:
41-Diego Lopez, 4-Raphael Varane, 4, Sergio Ramos, 5-Fabio Coentrao, 15-Michael Essien, 6-Sami Khedira, 10-Mesut Oezil (Modric 80), 14-Xabi Alonso, 22-Angel Di Maria (Pepe 86), 7-Cristiano Ronaldo, 9-Karim Benzema (Gonzalo Higuain 65)
Pelatih: Jose Mourinho

Galatasaray: 25-Fernando Muslera; 13-Nounkeu, 26-Semih Kaya, 27-Emmanuel Eboue, 4-Hamit Altintop (Bulut 78), 8-Selcuk Inan, 10-Felipe Melo, 11-Albert Riera, 14-Wesley Sneijder (Zan 46), 12-Didier Drogba, 17-Burak Yilmaz
Pelatih: Fatih Terim

Wasit: Sven Oddvar Moen (Norwegia)

Malaga dan Dortmund Masih Berbagi "Kacamata"

Posted: 03 Apr 2013 07:39 PM PDT

MALAGA, KOMPAS.com — Malaga dan Borussia Dortmund sementara berbagi skor kacamata pada paruh perdana laga pertama Liga Champions di Stadion La Rosaleda, Rabu atau Kamis (4/4/2013).

Sebelum pertandingan dimulai, Malaga berambisi menyamai catatan Villarreal yang sukses mencapai semifinal Liga Champions pada musim pertama partisipasinya. Namun, pasukan Manuel Pellegrini harus melewati hadangan Dortmund yang berstatus sebagau juara Grup D, kelompok yang juga dihuni Real Madrid, Manchester City, dan Ajax.

Die Borussen mengambil inisiatif serangan pada menit keempat. Namun, Marcel Schmelzer yang lolos di pertahanan Malaga sudah telanjur terjebak offside.

Dua menit kemudian, Dortmund kembali menyengat. Hasil kolaborasi Mario Goetze dengan Marco Reus membuat Goetzinho—sebutan Goetze—berpeluang melesakkan tembakan first time. Namun, bola berhasil diblok kiper Malaga, Willy Caballero.

Tuan rumah langsung terpancing menyerang. Semenit setelah peluang Goetze, Javier Saviola berhasil memotong umpan Ilkay Guendogan. Ia pun menyayat sayap kanan pertahanan Dortmund dan kemudian melepas tembakan. Sayang, bola masih menyamping dari gawang kawalan Roman Weidenfeller.

Pada menit ke-14, umpan sundulan cerdik ala Robert Lewandowski membuat pertahanan Malaga goyah. Bola yang mengarah kepada Goetze langsung disepak dari sudut kotak penalti. Lagi-lagi, Caballero terbang ke sisi kanan mengamankan gawangnya.

Empat menit kemudian, giliran Guendogan menyerbu pertahanan tim kebanggaan Andalusia. Goetze kembali mendapatkan suplai umpan matang. Namun, Caballero kontan berjibaku dan membuat peluang pemain Dortmund bernomor 10 itu mentah.

Dua peluang Goetze sebelum setengah jam sejauh ini digagalkan dengan gemilang oleh Caballero.

Kiper berpaspor Argentina itu sejauh ini memang menjadi sosok sentral Malaga yang telah membukukan enam clean sheets di Liga Champions musim ini.

Pada menit ke-25, Caballero kembali beraksi. Kali ini sepakan keras Reus dari sudut kanan kotak penaltinya yang diblok, dan bola muntah pun mudah saja dikuasainya.

Malaga pun mendapatkan peluang terbaik pada menit ke-29. Berawal dari bola yang dihalau Reus yang jatuh di kaki Isco, Pemain Muda Terbaik Eropa 2012 itu menyodorkan bola kepada Saviola. Untungnya, Weidenfeller membaca bahaya dan mengamankan gawangnya dari ancaman "Si Gigi Kelinci" dari Argentina.

Sembilan menit jelang turun minum, Lewandowski beraksi di sisi kiri kotak penalti Malaga. Striker Polandia itu berhasil melewati hadangan Weligton. Namun, eksekusinya terlalu lemah dan dengan mudah diantisipasi Caballero.

Sampai menit ke-37, Dortmund hanya mendominasi 43 persen pertandingan, tetapi mampu menghasilkan tujuh peluang dengan lima di antaranya mengarah ke gawang lawan.

Sementara itu, Malaga hanya menghasilkan tiga spekulasi dengan dua di antaranya tepat ke sasaran. Barisan belakang Malaga sejauh ini telah membukukan lima penyelamatan, termasuk tiga di antaranya dikontribusi Caballero.

Pada menit ke-38, Isco lolos di pertahanan Dortmund. Setelah mengontrol bola dengan dadanya, lelaki berusia 20 tahun itu melakukan solo run. Di saat terakhir, tembakan Isco berhasil diblok oleh Lukas Piszczek.

Hingga paruh pertama diakhiri wasit Swedia, Jonas Eriksson, kedua tim berbagi angka 0-0.

Susunan Pemain
Malaga:
13-Wilfredo Caballero; 2-Jesus Gamez, 3-Weligton, 5-Martín Demichelis, 25-Vitorino Antunes; 7-Joaquin Sanchez, 8-Jeremy Toulalan, 10-Julio Baptista, 16-Manuel Iturra, 22-Isco; 9-Javier Saviola
Pelatih: Manuel Pellegrini

Dortmund: 1-Roman Weidenfeller; 4-Neven Subotic, 26-Lukasz Piszczek, 27-Felipe Santana, 29-Marcel Schmelzer; 5-Sebastian Kehl, 8-Ilkay Guendogan, 1-Mario Goetze, 11-Marco Reus, 19-Kevin Grosskreutz; 9-Robert Lewandowski
Pelatih: Juergen Klopp

Wasit: Jonas Eriksson (Swedia)

Ronaldo dan Benzema Sementara Benamkan Galatasaray

Posted: 03 Apr 2013 07:32 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com — Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema sukses mencetak gol yang membuat Real Madrid sementara unggul 2-0 atas Galatasaray pada perempat final pertama Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (4/4/2013) dini hari WIB.

Sebagai tuan rumah, Madrid langsung mengambil inisiatif serangannya. Sebuah serangan cepat Si Putih nyaris membuahkan hasil. Xabi Alonso dengan jeli melepaskan bola kepada Angel Di Maria yang beroperasi di sayap kanan. Dengan cepat, pemain asal Argentina tersebut melepaskan umpan yang disambut tandukan oleh Benzema. Sayang, tandukan pemain asal Perancis tersebut masih  gagal mengenai sasaran.  

Madrid akhirnya benar-benar mampu unggul terlebih dulu berkat gol yang diciptakan Cristiano Ronaldo pada menit kesembilan. Gol berawal dari umpan terobosan Mesut Oezil kepada Ronaldo yang berada di antara dua pemain lawan. Begitu menguasai bola, Ronaldo, yang melihat kiper Fernando Muslera maju, langsung mencip bola yang membuat bola bersarang ke pojok kanan atas gawang Gala.

Bomber andalan Gala, Didier Drogba, nyaris mencetak gol balasan saat menguasai bola di depan kotak penalti lawan pada menit ke-12. Namun, pemain yang pernah memperkuat Chelsea tersebut terlalu terburu-buru dalam melepaskan tembakan sehingga bola gagal mengenai target.

Madrid membalasnya lewat sepakan keras yang dilepaskan Oezil dari luar kotak penalti pada menit ke-18. Usaha Oezil belum membuahkan hasil karena Muslera cukup sigap mengamankan bola.

Tak mau kalah, Drogba mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan keras pada menit ke-26. Sial, tembakan pemain Pantai Gading tersebut masih bisa ditepis oleh Diego Lopez.

Tiga menit kemudian, Galatasaray kembali dibungkam setelah Benzema berhasil mencetak gol balasan. Dari sisi kiri pertahanan Gala, Essien melepaskan umpan ke dalam kotak penalti. Bola kemudian jatuh ke kaki Benzema. Tanpa ampun, Benzema yang dibayangi-bayangi dua pemain lawan melepaskan tembakan dan gol.

Meski unggul 2-0, Madrid tak sedikit pun mengendurkan serangannya. Sebuah pergerakan dari Benzema cukup mengancam jika saja lajunya tidak dihentikan


Susunan Pemain
Madrid:
41-Diego Lopez, 4-Raphael Varane, 4, Sergio Ramos, 5-Fabio Coentrao, 15-Michael Essien, 6-Sami Khedira, 10-Mesut Oezil, 14-Xabi Alonso, 22-Angel Di Maria, 7-Cristiano Ronaldo, 9-Karim Benzema
Pelatih: Jose Mourinho

Galatasaray: 25-Fernando Muslera; 13-Nounkeu, 26-Semih Kaya, 27-Emmanuel Eboue, 4-Hamit Altintop, 8-Selcuk Inan, 10-Felipe Melo, 11-Albert Riera, 14-Wesley Sneijder, 12-Didier Drogba, 17-Burak Yilmaz
Pelatih: Fatih Terim

Wasit:
Sven Oddvar Moen (Norwegia)

No comments:

Post a Comment