KOMPASbola

KOMPASbola


Tersingkir, Galatasaray Tetap Bangga

Posted: 09 Apr 2013 10:14 PM PDT

ISTANBUL, KOMPAS.com — Penyerang Galatasaray, Johan Elmander, mengaku senang timnya mampu mengalahkan Real Madrid 3-2 pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di Stadion Ali Sami Yen, Istanbul, Selasa (9/3/2013). Menurutnya, meski gagal lolos ke semifinal, pencapaian Galatasaray di Liga Champions musim ini sangat baik.

Galatasaray tersingkir dengan kekalahan agregat 3-5 setelah pada leg pertama takluk 0-3 di Santiago Bernabeu. Pada pertandingan kali ini, tiga gol Galatasaray dicetak Emmanuel Eboue, Wesley Sneijder, dan Didier Drogba, sedangkan sepasang gol Madrid diborong Cristiano Ronaldo.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Madrid menguasai bola sebanyak 45 persen dan menciptakan lima tembakan akurat dari delapan kali peluang. Adapun Galatasaray melepaskan tujuh tembakan ke gawang dari 12 kali spekulasi.

"Sebenarnya, setelah hasil pertandingan pertama, kami tak banyak berharap. Jelas tidak mudah menyingkirkan tim seperti Real Madrid dan bangkit dari ketertinggalan 0-3. Namun, kami telah menunjukkan bahwa kami adalah tim hebat dengan spirit tempur, malam ini," ujar Elmander.

"Kami bangga dengan performa kami di Liga Champions. Kami tersingkir setelah menjalani musim yang baik pada kompetisi ini dengan mencapai perempat final. Sekarang, kami akan berkonsentrasi di liga dan menyelesaikannya dengan memenangi trofi," tukas Elmander.

Mourinho: Galatasaray Bertanding dengan 50.000 Pemain

Posted: 09 Apr 2013 10:10 PM PDT

ISTANBUL, KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya meski kalah 2-3 dari Galatasaray di leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Ali Sami Yen, Selasa (9/3/2013).

Madrid lolos ke semifinal dengan agregat 5-3 karena sebelumnya menang tiga gol tanpa balas di Santiago Bernabeu. Pada laga kali ini, tiga gol Galatasaray dicetak Emmanuel Eboue, Wesley Sneijder, dan Didier Drogba, sedangkan sepasang gol Madrid diberondongkan Cristiano Ronaldo.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Madrid menguasai bola sebanyak 45 persen dan menciptakan lima tembakan akurat dari delapan peluang. Adapun Galatasaray melepaskan tujuh tembakan ke gawang dari 12 kali spekulasi.

"Saya tak punya waktu untuk merasa tegang. (Galatasaray) tidak bermain dengan 11 orang, tetapi mereka bermain dengan 50.000 orang. Dalam pertandingan seperti itu, kami kalah segalanya, tetapi tidak untuk mendapatkan (tempat semifinal)," ujar Mourinho.

"Sekarang kami berada di semifinal, melawan salah satu tim besar lainnya. Kami belum tahu siapa, tetapi mereka pasti tim hebat. Ini akan sulit, tetapi sekarang waktunya kami untuk menikmati diri kami sendiri dan tak perlu merasa gugup atau takut," katanya lagi.

Selain Madrid, satu tempat di babak semifinal lainnya diisi oleh Borussia Dortmund yang sukses menyingkirkan Malaga 3-2 dalam tarung dramatis di Stadion Signal Iduna Park.

Undian semifinal akan digelar pada Jumat (12/4/2013) mendatang di markas UEFA di Nyon, Swiss.

Klopp: Saya Perlu ke Dokter

Posted: 09 Apr 2013 10:04 PM PDT

DORTMUND, KOMPAS.com — Pelatih Borussia Dortmund, Juergen Klopp, larut dalam kegembiraan setelah anak asuhnya memastikan kemenangan dramatis 3-2 atas Malaga dalam laga kedua perempat final Liga Champions di Stadion Signal Iduna Park, Selasa atau Rabu (10/4/2013). Namun, Klopp menyayangkan satu hal.

"Hari ini, saya sudah mengira akan menyaksikan hal ini. Penampilan separuh babak kami adalah yang terburuk di Liga Champions. Kami gugup dan itu tak bagus buat semuanya," tutur Klopp setelah pertandingan.

"Pada babak kedua, kami mencoba tampil lebih baik, tetapi lawan sangat pintar. Dalam dua pertandingan ini, kami layak tampil sebagai pemenang. Saya tak tahu apa yang saya rasakan saat ini. Saya pikir saya perlu menemui dokter," ungkapnya.

Wajar Klopp berkata demikian. Pertandingan itu berjalan bak roller-coaster dan memacu adrenalin bagi puluhan ribu penonton di markas Dortmund.

Malaga unggul lebih dulu melalui kreasi Joaquin Sanchez pada menit ke-25, tetapi Robert Lewandowski menyetarakan skor, lima menit jelang jeda.

Los Andalusia kembali berada di atas angin pada menit ke-82 setelah Eliseu menjebol jala Roman Weidenfeller.

Hebatnya, Marco Reus dan Felipe Santana membalikkan keadaan dengan gol yang dikreasi pada menit ke-90+1 dan 90+3. Dortmund berhak atas tiket semifinal Liga Champions dengan kemenangan 3-2 yang juga menjadi skor agregat.

"Kalau kami bermain dengan gairah seperti malam ini, kami akan kesulitan menghadapi lawan. Kini kami telah berada di semifinal, salah satu malam terbaik sejauh ini," cetus Klopp lagi.

"Saya dan asisten saya saling berbicara satu sama lain, 'siapa yang mengira beberapa tahun lalu kami akan berada di semifinal Liga Champions?'," kata Klopp setengah beretorika.

Siapa lawan Dortmund di babak empat besar akan ditentukan dalam undian di Nyon, Swiss, Jumat (12/4/2013).

Madrid Belajar dari Galatasaray

Posted: 09 Apr 2013 09:43 PM PDT

ISTANBUL, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mengaku senang skuadnya bisa lolos ke semifinal Liga Champions usai menyingkirkan Galatasaray meski kalah 2-3 pada leg kedua babak perempat final di Stadion Ali Sami Yen, Istanbul, Selasa (9/3/2013).

Madrid lolos ke semifinal dengan kemenangan agregat 5-3 setelah sebelumnya menang tiga gol tanpa balas di Stadion Santiago Bernabeu. Pada leg kedua, tiga gol Galatasaray dicetak Emmanuel Eboue, Wesley Sneijder, dan Didier Drogba, sedangkan sepasang gol Madrid diborong Ronaldo.

"Kami senang bisa melaju (ke semifinal) setelah melalui pertandingan yang sulit. Laga itu akan menjadi pelajaran bagi kami pada masa mendatang bahwa dalam sepak bola Anda tidak dapat membuang peluang begitu saja," ujar Ronaldo.

"Lawan membuat (laga) ini menjadi sulit. Tetapi, pada kenyataannya, kami yang mempersulit diri sendiri," tambahnya.

Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Madrid menguasai bola sebanyak 45 persen dan menciptakan lima tembakan akurat dari delapan peluang. Adapun Galatasaray melepaskan tujuh tembakan ke gawang dari 12 percobaan.

"Kami harus pastikan tetap fokus dalam 90 menit penuh. Perasaanku sangat baik karena telah melakukan tugasku. Aku termotivasi karena kehadiran rekan-rekanku. Mari kita lihat siapa yang akan menjadi lawan kami dari hasil undian nanti," kata Ronaldo.

Lawan Madrid akan ditentukan pada Jumat (12/4/2013) saat UEFA menghelat undian di Nyon, Swiss.

Dortmund: Ini seperti Film Hollywood

Posted: 09 Apr 2013 09:26 PM PDT

DORTMUND, KOMPAS.com — Bek Borussia Dortmund, Neven Subotic, tak akan bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah timnya melangkah dengan dramatis ke semifinal Liga Champions, Selasa atau Rabu (10/4/2013) dini hari WIB. Ya, kemenangan 3-2 Dortmund atas Malaga ditentukan dengan dua gol telat pada injury time babak kedua.

Malaga unggul lebih dulu melalui kreasi Joaquin Sanchez pada menit ke-25, tetapi Robert Lewandowski menyetarakan skor, lima menit jelang jeda.

Los Andalusia kembali berada di atas angin pada menit ke-82 setelah Eliseu menjebol jala Roman Weidenfeller.

Ironisnya, Marco Reus dan Felipe Santana membalikkan keadaan dengan gol yang dikreasi pada menit ke-90+1 dan 90+3. Dortmund berhak atas tiket semifinal Liga Champions dengan kemenangan 3-2 yang juga menjadi skor agregat.

"Aku tak memercayainya. Ini momen tergila sepanjang karierku. Pertandingan ini spesial bagi setiap orang, bagi kami, dan para fans," tegas Subotic seusai pertandingan.

"Hingga saat ini, cerita kami seperti film Hollywood. Harapannya, kami akan mengakhirinya dengan cara Hollywood," tegasnya lagi.

Hingga perempat final usai, Dortmund menjadi satu-satunya tim musim ini yang belum terkalahkan di Liga Champions.

Ajang itu menjadi trofi yang paling diincar Die Borussen setelah mahkota Bundesliga yang mereka kuasai dalam dua musim ini sudah dirampas Bayern Muenchen.

Dan, apa yang ditunjukkan Dortmund masih belum memuaskan Direktur Olahraga Die Schwarzgelben, Michael Zorc.

"Malam ini bukan penampilan terbaik kami, taktik yang diterapkan Malaga luar biasa, tetapi dalam dua pertemuan ini, kami pantas lolos," tutur Zorc.

"Sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Kami banyak mendapatkan keberuntungan malam ini. Kami juga membuang banyak peluang, tetapi para pemain terus merasa yakin (lolos ke semifinal)," sambungnya lagi.

Kerja keras Dortmund tergambar dari statistik yang direkam UEFA. Armada Juergen Klopp itu melepas 394 umpan, sementara Malaga hanya 208 kali selama 90 menit plus.

Bahkan, Dortmund membukukan 10 tembakan ke gawang—tiga di antaranya menjadi gol—dan Malaga hanya menorehkan setengahnya.

Itulah alasan mengapa Zorc mengeluarkan pernyataannya.

Dua Gol "Injury Time" Dortmund Hancurkan Impian Malaga

Posted: 09 Apr 2013 09:00 PM PDT

DORTMUND, KOMPAS.com — Dua gol Borussia Dortmund saat injury time babak kedua memusnahkan impian Malaga melangkah ke semifinal Liga Champions. Laga di Stadion Signal Iduna Park, Selasa atau Rabu (10/4/2013) dini hari WIB, berakhir untuk kemenangan tuan rumah Dortmund.

Sebelum laga ini, Dortmund berstatus sebagai satu-satunya perempat finalis Liga Champions yang belum terkalahkan.

Namun, status Die Schwarzgelben itu tak membuat Malaga ngeri. Buktinya, pasukan Manuel Pellegrini langsung merangsek sejak awal pertandingan.

Buktinya, Joaquin Sanchez mampu mendapatkan tembakan bebas di area pertahanan Dortmund setelah dijatuhkan Marco Reus. Namun, tembakan bebas itu tak mengenai sasaran.

Pada menit ke-10, Joaquin lagi-lagi dijatuhkan, kali ini oleh Sven Bender. Wasit Craig Thomson pun mencabut kartu kuning pertama pertandingan itu untuk gelandang Dortmund.

Enam menit kemudian, Dortmund mulai keluar dari tekanan Malaga. Umpan sodoran Mario Goetze menuju ke arah Robert Lewandowski. Striker Polandia itu sempat terpeleset di daerah kotak penalti, tetapi mampu menguasai bola kembali sekaligus mengirimkan sepakan lob. Ironis, bola masih melambung dari gawang Willy Caballero.

Pada menit ke-25, aksi solo-run ciamik Joaquin menyayat pertahanan Dortmund. Setelah melewati hadangan lawan, eks penggawa Valencia dan Newcastle United itu melesakkan bola dengan tembakan kaki kiri. Bola pun mengarah ke pojok kanan bawah gawang yang gagal dijangkau Roman Weidenfeller.

Lima menit jelang turun minum, Dortmund pun mengimpaskan keadaan. Goetze menyodorkan bola kepada Reus yang dengan cerdik melewatkan bola di antara kedua kakinya. Lewandowski yang berada di belakangnya langsung melepaskan bola dan membuat keadaan imbang 1-1.

Tiga menit setelah jeda, Joaquin kembali mendapatkan kesempatan di depan gawang Dortmund. Kali ini bola tandukannya berhasil dimentahkan Weidenfeller dengan menjatuhkan badan ke sebelah kiri.

Setelah itu, Malaga cenderung bermain bertahan. Para pemain Dortmund yang berusaha membongkar pertahanan Los Andalusia nyaris kehilangan akal.

Bahkan, pada menit ke-70, Malaga nyaris mencetak gol kedua. Setelah mendapatkan bola dari Duda, Jeremy Toulalan mencoba berspekulasi dengan tembakan jarak jauh. Bola yang menuju ke gawang Dortmund berhasil ditip keluar oleh Weidenfeller.

Sebelas menit jelang waktu normal usai, Dortmund mendapatkan peluang terbaik untuk unggul. Goetze yang lolos di kotak penalti Malaga melepas tembakan. Namun, Willy tampil luar biasa dengan antisipasi kaki kirinya. Bola pun melenceng keluar di sebelah kiri tiang gawangnya. Dalam pertandingan pertama, kiper Argentina itu terpilih sebagai pemain terbaik dengan tujuh penyelamatannya.

Pada menit ke-82, petaka menghampiri Die Borussen. Bermodalkan sodoran bola Julio Baptista, Eliseu pun melesakkan bola dari jarak dekat yang gagal ditahan Weidenfeller. Malaga pun unggul 2-1.

Keajaiban terjadi dalam dua menit injury time. Dortmund memborong dua gol dan yang pertama dikreasi Reus pada menit ke-90+1 setelah Felipe Santana sukses menekel bola dari penguasaan Jesus Gamez. Bola pun diceploskan dengan mudah oleh eks gelandang Borussia Moenchengladbach itu.

Dua menit kemudian, Reus menembakkan bola ke gawang Malaga dan bola pun muntah. Santana yang berada di dekatnya langsung mencocorkan bola dan membuat keadaan seketika berubah 3-2 untuk Dortmund hingga pertandingan berakhir.

Malaga pun gagal menjejaki prestasi luar biasa Villarreal yang sukses melangkah ke empat besar Liga Champions pada musim debutnya. Villarreal menorehkan prestasi itu pada 2006.

Sementara siapa lawan Dortmund di semifinal akan ditentukan pada undian Liga Champions, Jumat (12/4/2013).

Susunan Pemain
Dortmund (4-2-3-1):
1-Roman Weidenfeller; 4-Neven Subotic, 26-Lukasz Piszczek, 27-Felipe Santana, 29-Marcel Schmelzer; 6-Sven Bender (18-Nuri Sahin 72), 8-Ilkay Guendogan (15-Mats Hummels 86); 10-Mario Goetze, 11-Marco Reus, 16-Jakub Blaszczykowski (23-Julian Schieber 72); 9-Robert Lewandowski
Pelatih: Jurgen Klopp

Malaga (4-4-1-1): 13-Willy Caballero; 2-Jesus Gamez, 5-Martin Demichelis, 21-Sergio Sanchez, 25-Vitorino Antunes; 6-Ignacio Camacho, 7-Joaquin (27-Francisco Portillo 87), 8-Jeremy Toulalan, 17-Duda (18-Eliseu 74); 22-Isco; 10-Julio Baptista (24-Roque Santa Cruz 83)
Pelatih: Manuel Pellegrini

Wasit: Craig Thomson (Skotlandia)

Drama Lima Gol di Istanbul, Madrid ke Semifinal

Posted: 09 Apr 2013 08:47 PM PDT

ISTANBUL, KOMPAS.com — Galatasaray berhasil menang 3-2 atas Real Madrid pada leg kedua babak perempat final Liga Champions di Stadion Ali Sami Yen, Istanbul, Selasa atau Rabu (10/3/2013) dini hari WIB. Meski begitu, hasil tersebut tidak dapat meloloskan skuad The Lions ke semifinal karena Madrid unggul agregat 5-3.

Secara umum, Madrid mendominasi serangan pada babak pertama. Tiga menit setelah wasit Stephane Lannoy memulai laga, Angel Di Maria hampir saja membuka keunggulan Madrid jika bola tendangannya dari luar kotak penalti tidak menyamping tipis di sisi kanan gawang Galatasaray.

Beberapa saat kemudian, publik Istanbul harus terdiam setelah Ronaldo benar-benar membuat kiper Galatasaray, Fernando Muslera, memungut bola dari gawangnya sendiri pada menit ketujuh. Gol tersebut diciptakan Ronaldo setelah mampu memanfaatkan umpan tarik Sami Khedira dari sisi kanan lapangan.

Tertinggal gol cepat, Galatasaray berusaha bangkit karena wajib menang dengan selisih lima gol setelah gol Ronaldo itu tercipta. Meski begitu, sejumlah upaya Didier Drogba kurang dapat dieksekusi secara akurat sehingga mudah dipatahkan barisan pertahanan Madrid.

Peluang terbaik Galatasaray di babak ini diciptakan Sneijder pada menit ke-37. Sayang, usahanya itu belum membuahkan hasil karena bola tendangannya dari luar kotak penalti masih lemah sehingga mudah diamankan kiper Madrid, Diego Lopez.

Selepas turun minum, Madrid hampir menambah keunggulannya kembali lewat aksi Ronaldo pada menit ke-56. Namun, kesempatan emas itu gagal dikonversi gelandang asal Portugal itu menjadi gol kerena tendangannya masih melenceng dari gawang Muslera.

Satu menit kemudian, Galatasaray langsung membalas. Upaya itu pun membuahkan hasil karena Emmanuel Eboue sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Menerima umpan Wesley Sneijder, Eboue melepaskan tendangan kaki kiri keras terarah yang meluncur deras masuk ke pojok kanan gawang Madrid.

Gol itu melecutkan semangat tuan rumah. Hanya dalam dua menit, Galatasaray pun sukses mencetak dua gol untuk mengubah kedudukan menjadi 3-1 lewat kreasi Sneijder pada menit ke-71 dan Drogba satu menit kemudian. Dengan kedudukan itu, tim tuan rumah tinggal membutuhkan dua gol lagi agar bisa lolos ke semifinal.

Sepanjang babak ini giliran Galatasaray mendominasi jalannya laga. Meski begitu, Madrid beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya lewat aksi Ronaldo dan Mesut Ozil. Sementara tim tuan rumah terus berusaha mengejar defisit dua gol dengan melancarkan serangan berbahaya.

Sembilan menit sebelum laga usai, Drogba sempat kembali menceploskan bola ke gawang Madrid. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena hakim garis melihat bomber asal Pantai Gading itu lebih dulu berada di posisi offside.

Pada menit ke-89, Madrid harus bermain dengan 10 pemain karena Arbeloa menerima kartu kuning kedua dari wasit. Meski bermain dengan 10 orang, Madrid masih mampu mencetak gol lewat aksi Ronaldo pada injury time yang membuat skor 3-2 untuk Galatasaray bertahan hingga laga usai.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Madrid menguasai bola sebanyak 44 persen dan menciptakan lima tembakan akurat dari delapan kali spekulasi. Adapun Galatasaray melepaskan tujuh peluang emas dari 12 percobaan.

Susunan Pemain:
Galatasaray (4-3-1-2):
25-Fernando Muslera; 27-Emmanuel Eboue (9-Johan Elmander 80), 5-Gokhan Zan, 26-Semih Kaya, 11-Albert Riera; 4-Hamit Altintop (53-Nordin Amrabat 46), 10-Felipe Melo, 8-Selcuk Inan; 14-Wesley Sneijder; 19-Umut Bulut (55-Sabri Sar?oglu 63), 12-Didier Drogba
Pelatih: Fatih Terim

Madrid (4-2-3-1): 41-Diego Lopez; 15-Michael Essien (17-Alvaro Arbeloa 31), 3-Pepe, 2-Raphael Varane, 5-Fabio Coentrao; 6-Sami Khedira, 19-Luka Modric; 22-Angel di Maria, 10-Mesut Oezil (18-Raul Albiol 81), 7-Cristiano Ronaldo; 20-Gonzalo Higuain (9-Karim Benzema 73).
Pelatih: Jose Mourinho

Wasit: Stephane Lannoy (Perancis)

Benitez: Saya Akan Kembali ke Liverpool

Posted: 09 Apr 2013 07:45 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Manajer sementara Chelsea, Rafael Benitez, menyatakan, ia akan kembali ke Liverpool. Namun, ia belum tahu pasti kapan itu akan terjadi.

Posisi Benitez di Chelsea terus terancam. Bahkan, semakin banyak kabar bahwa ia akan diganti pada akhir musim nanti.

Sementara di Liverpool, Benitez pernah sukses. Melatih The Reds sejak 2004, ia langsung membawa klub itu juara Liga Champions pada musim 2004-05. Karena itu, Liverpool memiliki kenangan indah buatnya dan ia punya hasrat untuk kembali ke klub itu.

"Saya akan kembali (ke Liverpool) dan itu hampir pasti. Apa yang tak saya ketahui adalah kapan. Anakku dan istriku masih tinggal di sana," kata Benitez kepada surat kabar Spanyol, Marca.

"Ide saya adalah melatih tim yang kompetitif. Kenapa tidak di Inggris? Kami akan menanti dan melihat. Segalanya akan bekerja," tambahnya.

Saat di Liverpool, ia membawa Fernando Torres dan Xabi Alonso. Namun, salah satu kritik kepada Benitez ketika di Liverpool adalah cara dia memperlakukan Alonso. Ia bahkan pernah punya hubungan jelek dengan Alonso.

"Di Liverpool, aku harus membuat beberapa keputusan dan (Alonso) bereaksi dengan caranya. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk bersikap. Dia pemain hebat, sangat penting buat tim. Saya tak bisa mengatakan kami memiliki hubungan yang baik atau buruk. Itu hubungan profesional," jelasnya.

Rumor yang berkembang menyebutkan, Chelsea sudah bersepakat dengan Jose Mourinho. Pelatih Real Madrid tersebut akan menangani The Blues pada musim depan selama tiga tahun. Kini muncul rumor baru, Benitez akan gantian menangani Real Madrid jika Mourinho benar-benar pergi.

"Tentu, saya mengetahui tempat itu (Madrid) dengan baik. Saya berada di sana sejak umur 13 tahun, sampai menjadi pemain dan pelatih. Saya fans Madrid. Menyenangkan dihubungkan (dengan Madrid). Namun, ini tak akan menghilangkan konsentrasi saya di Chelsea. Saya memiliki hubungan yang baik dengan (Presiden Madrid) Florentino Perez. Setiap saya berbicara dengannya, ia selalu sopan," tuturnya.

No comments:

Post a Comment