KOMPAStekno |
- Berapa Tarif "Ngobrol" dengan Mark Zuckerberg?
- Samsung Luncurkan Galaxy S II Plus
- 2012, Startup Digital Indonesia Turun Drastis
- Jadi Menpora, "Roy Suryo" Masuk Trending Topics Twitter
- Urbanesia Pakai Layanan "Cloud Server" Infinys
| Berapa Tarif "Ngobrol" dengan Mark Zuckerberg? Posted: 11 Jan 2013 11:23 AM PST KOMPAS.com — Ingin mengirim pesan Facebook ke Mark Zuckerberg? Bayarlah 100 dollar AS atau sekitar Rp 960.000, maka pesan Anda tak akan "terbuang" di folder "Other" akun pendiri situs jejaring sosial itu. Hal tersebut ditemukan oleh Mashable, yang mencoba mengirim pesan ke Zuckerberg, Kamis (10/1/2013) kemarin. Biaya itu dilaporkan hanya akan muncul jika pengguna Facebook yang bersangkutan tak terdaftar sebagai salah satu teman Zuckerberg yang berjumlah sekitar 16 juta orang. Biaya yang dikenakan Facebook itu mirip dengan konsep "pay-to-message" seharga 1 dollar AS yang telah coba diterapkan selama beberapa bulan. Facebook menyatakan bakal menerapkan harga dalam jumlah berbeda. Agaknya hal tersebut mulai menjadi kenyataan. Pay-to-message kali pertama diumumkan Facebook pada Desember 2012 lalu sebagai "eksperimen". Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan ke pengguna lain meskipun tidak memiliki hubungan pertemanan dengan orang yang bersangkutan. Pada bulan yang sama, sejumlah pengguna melaporkan bahwa Facebook menarik bayaran 100 dollar AS untuk menggunakan jasa message. Kini sudah jelas bahwa biaya itu dikenakan untuk pengguna yang berminat mengirim pesan ke pendiri Facebook. Folder "Other" sendiri adalah tempat untuk pesan-pesan yang tidak bersifat penting (urgent). Folder ini memicu kontroversi karena banyak pengguna tidak menyadari keberadaannya dan sering kali menyembunyikan pesan yang sebenarnya penting. Apa alasan Facebook menerapkan biaya tinggi untuk mengirim pesan ke Zuckerberg itu? Seorang juru bicara menjelaskan bahwa situs jejaring sosial tersebut sedang "menguji level harga ekstrem untuk menyaring spam". |
| Samsung Luncurkan Galaxy S II Plus Posted: 11 Jan 2013 09:22 AM PST KOMPAS.com - Seperti belum ingin menghentikan kesuksesan Galaxy S II, Samsung meluncurkan Galaxy S II Plus. Ponsel ini mengalami pembaruan dari sisi spesifikasi hardware dan software dibandingkan Galaxy S II. Galaxy S II Plus memiliki layar 4,3 inci WVGA jenis SuperAMOLED Plus. Ia diperkuat dengan prosesor dual-core 1,2GHz, RAM 1GB, dan memori internal 8GB. Semua itu berjalan dengan sistem operasi Android 4.1 (Jelly Bean). Kamera belakangnya bersensor 8MP yang dilengkapi dengan lampu kilat LED, sedangkan kamera depan 2MP. Software kamera ini telah diperbarui agar bisa menangkap gambar lebih cepat. Samsung memperkaya fitur Galaxy S II Plus dengan fitur-fitur yang ada di Galaxy S III, seperti fitur perintah suara S-Voice, Voice Unlock, Direct Call yang memungkinkan pengguna secara otomatis menelepon ketika ponsel ditempatkan di telinga. Ada pula fitur Pop-up Play yang membuat video terus dimainkan di atas tampilan menu utama. Jadi, pengguna bisa menonton video sembari berselancar internet atau kegiatan lainnya. Fitur-fitur di atas tak dimiliki oleh Galaxy S II. Namun, Galaxy S II Plus tetaplah hanya penyegaran dari produk lawas. Samsung memberi produk pilihan di antara ponsel Galaxy S III Mini yang berukuran 4 inci dan Galaxy S III berukuran 4,8 inci. Melalui Galaxy S II Plus, perusahaan Korea Selatan ini seakan ingin meneruskan sukses Galaxy S II yang berhasil terjual sebanyak 28 juta unit pada Juni 2012. |
| 2012, Startup Digital Indonesia Turun Drastis Posted: 11 Jan 2013 07:56 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan rintisan (startup) berbasis digital mengalami pertumbuhan pesat pada 2011, di mana kala itu ada sekitar 800 startup yang lahir. Tahun 2012 lalu, kelahiran startup digital menurun drastis, hanya ada 350 startup yang berhasil didata oleh komunitas StartupLokal. Para pelaku bisnis digital makin menyadari bahwa membangun startup tidaklah mudah. Menurut salah seorang inisiator komunitas StartupLokal, Natali Ardianto, kebanyakan pemain startup yang memiliki latar belakang teknis terlalu fokus memikirkan fitur di situs web atau produk mereka. "Startup online adalah bisnis, perusahaan. Mindset mereka harusnya bukan memikirkan fitur website-nya, namun harus memikirkan bagaimana melakukan marketing dan menjual produk mereka," kata Natali kepada KompasTekno, Jumat (11/1/2013). Natali mendata keberadaan startup jenis daily deals yang menawarkan diskon atau kupon kepada pengunjung situs web dalam waktu singkat. Dari 44 startup daily deals yang lahir dalam kuran waktu 6 bulan, kini yang eksis hanya tersisa 12. Sekarang, pemain dominan daily deals hanya ada 4. Ada tiga industri yang sangat tumbuh pada tahun 2012 lalu, yaitu game untuk perangkat mobile, jual beli online (e-commerce) dan travel. Industri digital Indonesia didominasi oleh startup yang membuat game untuk perangkat mobile. Namun, yang kuat pertumbuhannya adalah startup e-commerce. Direktur Jakarta Founder Institute Andy Zain, berpendapat, menurunnya jumlah startup di Indonesia bukan disebabkan oleh iklim investasi yang buruk. Semuanya kembali pada si pelaku bisnis, mereka harus membuat strategi pemasaran agar produknya bisa dikenal. Dan yang tak kalah penting, adalah insting membaca pasar. "Indonesia punya potensi besar di segmen low-end, kenapa tidak main di segmen itu," kata Andy beberapa waktu lalu. Pemodal ventura dan pemodal perorangan terus berdatangan ke Indonesia. Namun masalahnya, menurut Natali, startup yang "investable" di Indonesia jumlahnya sedikit. Hal ini membuat pemodal lokal malah memberi investasi ke startup asing yang target penetrasinya adalah Indonesia. Pemodal bukan hanya mencari ide cemerlang, mereka mencari ide yang sudah terlaksana dan menjadi produk. Tahun 2013 ini, perusahaan-perusahaan besar asing dari Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat, akan makin gencar melakukan kerjasama dengan perusahaan Indonesia untuk membangun bisnis di sini. |
| Jadi Menpora, "Roy Suryo" Masuk Trending Topics Twitter Posted: 11 Jan 2013 06:55 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo, akhirnya resmi diumumkan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (11/1/2012). Pengangkatan Roy Suryo sebagai Menpora ini langsung "disambut" warga Twitter dengan berbagai komentar. Ada beraneka ragam tanggapan dari para pengguna Twitter di Indonesia. Berikut beberapa di antaranya: @JJRizal: pak RM Roy Suryo memang cocok sbg Menpora = Menteri Pewarnetan dan Oprek Rakitan @ibnux: Roy suryo diharapkan meneruskan kerjaan AM. Yaktu korupsi wisma atlet lainnya @bellamy: Gue sekarang tau kenapa Roy Suryo jadi Menpora. Karena rasio kumis di kabinet harus sama. @Liputan9: Menpora Baru Roy Suryo Mulai Dalami Persoalan Persepakbolaan Indonesia Dengan Bermain PES 2013 @nenoharyani: syarat menpora selain punya kumis, ngurusin foto n video artis plus rebutan kursi d pesawat. @rajasa Look a the bright side, at least roy suryo sekarang keluar dari dunia IT dan ga bisa gerecokin kita lagi.." Komentar-komentar yang muncul memang kebanyakan mempertanyakan kemampuan Roy Suryo sebagai orang yang paling tanggung jawab terhadap kemajuan olahraga Indonesia. Berdasarkan penelusuran KompasTekno pada 14.45 WIB, kicauan-kicauan yang mengomentari Menpora baru tersebut membuat "Roy Suryo" menjadi trending topic keempat teratas di Twitter. Trending topic ini tercipta berkat kicauan-kicauan pengguna Twitter Indonesia yang mengomentari atau melakukan re-tweet berita dari situs-situs berita online yang memberitakan aksi tersebut. |
| Urbanesia Pakai Layanan "Cloud Server" Infinys Posted: 11 Jan 2013 06:26 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com — Situs web direktori gaya hidup perkotaan Urbanesia.com memakai solusi layanan server komputasi awan (cloud) dari Infinys System Indonesia sebagai langkah mengoptimalkan sumber daya teknologi informasi. Dengan menggunakan solusi cloud server yang disediakan Infinys, tim Urbanesia.com bisa lebih fokus dalam pengembangan produk untuk rencana monetization pada tahun 2013. Demikian dikatakan Batista Harahap, Chief Innovation Officer Urbanesia. Urbanesia meluncurkan layanan situs web versi 2 pada 2012, yang memberi pengalaman baru kepada pengguna dalam menulis ulasan, mengunggah foto, dan melakukan aktivitas sosial lainnya. Ini merupakan langkah awal bagi Urbanesia untuk berkembang dari situs direktori menjadi recommendation engine setelah mengumumkan aliansi strategis bersama Kompas.com. Dukungan Infinys kepada Urbanesia bukanlah tanpa alasan. Pihak Infinys menyatakan, mereka menaruh perhatian lebih terhadap perusahaan digital yang masih merintis (startup) seperti Urbanesia. General Manager Infinys System Dondy Bappedyanto berpendapat, startup dengan basis teknologi punya masa depan cerah. Hal ini karena teknologi digital dan internet semakin luas diterima masyarakat. "Perhatian khusus ke startup berbasis teknologi merupakan strategi jangka panjang Infinys, yang tidak hanya mengejar market, tetapi juga melakukan investasi di market tersebut," ujar Dondy dalam siaran pers yang diterima KompasTekno, Kamis (10/1/2013). Solusi yang ditawarkan Infinys kepada pelanggan, termasuk startup teknologi, adalah cloud server berbasis Linux, yaitu CloudOPEN, dengan pilihan berbagai macam distro seperti CentOS, Ubuntu, RedHat, dan Debian. Selain itu, ada pula layanan CloudWIN yang berbasis Windows. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment