KOMPAStekno |
- BlackBerry Gelar Acara Misterius di Malaysia
- Terungkap, Kapasitas Baterai iPhone 5S dan 5C
- Samsung Beri Petunjuk Kehadiran BBM di Android
- Inovasi Intel, Baju Pintar sampai Baterai Anggur
- Sehebat Apa Sensor Sidik Jari iPhone 5S?
| BlackBerry Gelar Acara Misterius di Malaysia Posted: 13 Sep 2013 02:09 AM PDT KOMPAS.com — BlackBerry mengadakan sebuah acara misterius pada Rabu (18/9/2013) mendatang di Malaysia. Acara ini disebut misterius karena masih belum diketahui produk atau layanan apa yang akan mereka umumkan pada tanggal tersebut. Undangan tersebut, seperti dikutip dari Crackberry, Jumat (13/9/2013), dikirimkan oleh BlackBerry Malaysia ke para komunitas BlackBerry dan juga media. Acaranya sendiri akan dimulai pada pukul 03.00 sore di Kuala Lumpur. Dalam undangan tersebut, BlackBerry menuliskan, "Untuk mencari tahu bagaimana setiap percakapan membuat Anda terasa di tempat tersebut...". Produk apa yang akan diumumkan oleh BlackBerry pada tanggal tersebut? Sudah banyak yang memberikan spekulasinya terkait acara itu. Ada yang menduga, BlackBerry akan merilis produk BlackBerry Z30, ponsel high-end berbasis BlackBerry 10.Sementara itu, ada juga yang memprediksi bahwa BlackBerry akan merilis BlackBerry Messenger (BBM) cross-platform atau BBM untuk iOS dan Android di acara itu. Selain Malaysia, BlackBerry juga dikabarkan akan mengadakan acara serupa di Perancis dan India. Belum ada kabar, apakah BlackBerry akan mengadakan acara yang sama di Indonesia. BlackBerry sendiri sudah beberapa kali mengubah tanggal peluncuran aplikasi yang sudah sangat ditunggu-tunggu ini. Berita terakhir menyebutkan, aplikasi tersebut akan dirilis pada 19 September 2013, satu hari sesudah hari misterius tersebut. Ada kemungkinan, BlackBerry memajukan waktu rilis. Kemungkinan terakhir, BlackBerry merilis ponsel berbasis OS 7 terbaru, BlackBerry 9270. Perangkat tersebut memang belum dirilis di Malaysia. |
| Terungkap, Kapasitas Baterai iPhone 5S dan 5C Posted: 13 Sep 2013 01:23 AM PDT KOMPAS.com - Informasi kapasitas baterai iPhone 5S dan iPhone 5C sempat menjadi misteri. Namun, berkat sebuah dokumen, informasi tersebut akhirnya diketahui juga. Pada saat peluncuran iPhone 5S dan 5C pada Rabu (11/9/2013) di Apple Campus, Cupertino, AS, Apple memang tidak mengumumkan kapasitas baterai dari kedua ponsel baru itu. Apple hanya mengungkapkan, kapasitasnya lebih besar dari generasi sebelumnya. Penasaran dengan kapasitas baterai sesungguhanya, situs teknologi AnandTech akhirnya memeriksa dokumen iPhone 5S dan iPhone C yang didaftarkan ke lembaga komunikasi pemerintah AS. Dalam dokumen tersebut, seperti dikutip dari Pocket-Lint, Jumat (13/9/2013), terungkap spesifikasi baterai, yaitu iPhone 5S dengan kapasitas 5.96 Whr, iPhone 5C dengan 5.73 Whr, dan iPhone 5 dengan 5.45 Whr. Untuk ukuran baterai, iPhone 5S memiliki kapasitas 1.570 mAh, iPhone 5C sedikit lebih kecil dengan 1.507 mAH, dan iPhone 5 dengan 1.440 mAh. Terlihat bahwa iPhone 5S memang memiliki kapasitas baterai terbesar. iPhone 5S memiliki kapasitas baterai 10 persen lebih besar dan iPhone 5C memiliki keunggulan sebesar 5 persen dari iPhone 5. Dengan kapasitas yang sedikit berbeda iPhone 5S dan iPhone 5C memiliki daya tahan yang tidak jauh berbeda. Menurut Apple, baterai di kedua perangkat ini mampu mengakomodir panggilan suara selam 10 jam di jaringan 3G, 250 jam waktu standby, 8 jam browsing di jaringan 3G, 10 jam browsing di jaringan LTE atau WiFi, 10 jam menonton video, dan 40 jam mendengarkan musik. Untuk perbandingan, iPhone 5 mampu mengakomodir panggilan suara selama 8 jam di jaringan 3G, 225 jam waktu standby, 8 jam browsing di jaringan LTE, 10 jam browsing menggunakan WiFi, 10 jam menonton video, dan 40 jam mendengarkan musik. Baca berita-berita lain seputar topik ini di: |
| Samsung Beri Petunjuk Kehadiran BBM di Android Posted: 13 Sep 2013 12:48 AM PDT KOMPAS.com — Aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android tampaknya akan segera dirilis. Hal tersebut terlihat dari semakin gencarnya vendor ponsel dalam mengiklankan aplikasi tersebut. Melalui akun Twitter resmi Samsung Afrika Selatan, Samsung menggelitik rasa ingin tahu para follower-nya terkait BBM untuk Android melalui sebuah pertanyaan singkat. "PING! RT dan beritahu kami siapa yang bakal dihubungi untuk pertama kalinya melalui BBM dari ponsel pintar Samsung Galaxy Anda?" kicau Samsung, seperti dikutip dari Ubergizmo, Jumat (13/9/2013). Dalam kicauan tersebut, Samsung pun membagikan sebuah gambar iklan bertemakan BBM untuk Android. Dalam gambar tersebut, tertulis, "BBM segera hadir di ponsel pintar Galaxy!"Tidak berhenti sampai di situ, Samsung Afrika Selatan mengganti latar akun Twitter mereka dengan sebuah gambar yang bertuliskan, "Anda akan menyebarkan pesan ini: BBM segera hadir!" CEO BlackBerry Thorsten Heins menjanjikan bahwa aplikasi mandiri BBM untuk Android dan iPhone akan rilis pada musim panas waktu Amerika Serikat dan Kanada. Namun, ia tak mengungkap tanggal pasti peluncuran aplikasi BBM di Android dan iPhone. Kedatangan BBM di dua platform kompetitornya itu diprediksi makin dekat. Hal ini terlebih lagi setelah BlackBerry membuat buku panduan memakai aplikasi BBM di Android dan iPhone. Awal Agustus lalu, perusahaan mempersilakan orang-orang terpilih untuk menjajal aplikasi BBM di Android dan iPhone. |
| Inovasi Intel, Baju Pintar sampai Baterai Anggur Posted: 12 Sep 2013 11:46 PM PDT SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Teknologi macam apa yang dibutuhkan manusia di masa depan? Jawaban itu masih didefinisikan oleh para pelaku industri teknologi. Namun, perusahaan semikonduktor Intel ingin membuat teknologi jadi lebih personal, lebih aman, dan lebih menyenangkan. Dalam acara Intel Developer Forum (IDF) 2013 di San Francisco, AS, Kamis (12/9/2013), seperti dilaporkan wartawan KompasTekno Aditya Panji, Intel coba memamerkan beberapa teknologi masa depannya. Yang menarik adalah pakaian pintar, yang termasuk dalam kategori perangkat pintar yang dipakai di tubuh manusia (wearable device). Genevieve Bell, Director of Interaction and Experience Research di Intel Labs, mendemonstrasikan pakaian pintar berupa jaket untuk pesepeda yang dibuat oleh Berlin Fraunhofer Institute for Reliability and Microintegration. Jaket tersebut dibekali dengan papan sirkuit yang diselimuti oleh kain. Di punggung jaket terdapat lampu LED berbentuk bulat-bulat kecil, yang dapat berkedip warna merah ketika pesepeda melakukan pengereman. Baterai anggur Intel sedang mencari alternatif lain dari baterai untuk menopang daya hidup sebuah perangkat. Perangkat yang ada di dunia ini, kata Bell, membutuhkan konsumsi daya rendah, bahkan lebih rendah dari yang ada saat ini. "Konsumsi daya rendah sangat penting bagi masa depan perangkat yang dapat dipakai di tubuh manusia. Yang tak kalah penting adalah sensor untuk mendeteksi gerakan di sekitar ruangan," ujar Bell. Intel coba menjawab tantangan itu dengan eksperimen baterai yang terbuat dari gelas dan minuman anggur. Dalam demonstrasinya, Bell telah menyiapkan gelas bening yang telah dipasangkan sepasang elektroda. Begitu anggur dituang ke gelas, ia dapat menyalakan perangkat komputer sederhana yang dilengkapi jaringan prosesor, akselerometer, dan mendukung jaringan nirkabel."Visi global ini memerlukan interaksi antara teknologi yang memungkinkan segalanya dan apa yang diinginkan individu," kata Bell. Perusahaan asal Santa Clara, California, AS, itu membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang hendak bermitra untuk berinovasi. |
| Sehebat Apa Sensor Sidik Jari iPhone 5S? Posted: 12 Sep 2013 11:00 PM PDT Hardware pemindai sidik jari di balik tombol "home" baru iPhone 5S KOMPAS.com — Fitur "slide to unlock", PIN, password, hingga online payment, semua hal yang berkaitan dengan manajemen keamanan di perangkat mobile bisa diubah dengan adanya sensor sidik jari. Itulah salah satu fitur terbaru yang dibenamkan Apple pada produk ponsel termutakhirnya, iPhone 5S. Sebagaimana dikutip dari Read Write Web, sensor bernama "Touch ID" ini berpotensi menyelesaikan dua masalah dalam sekali tepuk, yaitu kebutuhan pengguna mengunci perangkatnya dan kerepotan dalam membuka kunci itu, misalnya memasukkan kode PIN tiap kali melakukan unlock. Touch ID diintegrasikan pada tombol "Home" di bagian muka iPhone 5S. Sidik jari di lapisan kulit sub-epidermal pengguna dipindai menggunakan sensor 500 ppi yang tebalnya hanya 170 mikron. Hasil scanning (pemindaian) beresolusi tinggi itu kemudian dipakai sebagai acuan software dalam mengidentifikasi karakter-karakter spesifik dalam sidik jari. Contoh pola sidik jari yang dikenali Touch ID Tombol Home merangkap Touch ID itu dikelilingi oleh cincin logam yang mendeteksi apabila pengguna sudah menyentuhkan jari untuk dipindai. Jadi, sensor sidik jari hanya akan aktif ketika pengguna hendak memakainya saja sehingga menghemat daya. Apple melapisi tombol yang bersangkutan dengan kristal safir, yang tak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi sekaligus sebagai lensa untuk sensor di baliknya. Keamanan dan privasi Touch ID agaknya dirancang agar memudahkan dalam mengakses fitur keamanan di iPhone. Jari pengguna bisa dipindai hanya dengan menekan tombol "Home" dari arah mana pun. Mekanisme pemindaian ini tak perlu dipelajari secara spesifik serta mampu menyimpan pindaian sidik jari beberapa orang sekaligus. Jadi, orang lain yang diizinkan pun bisa membuka kunci iPhone, misalnya sesama anggota keluarga. Akurasi sensor akan semakin meningkat dengan semakin seringnya pemindaian sidik jari dilakukan sehingga memperkecil kemungkinan gagal saat pemindaian. Kalaupun itu terjadi, iPhone 5S masih bisa diakses dengan password atau PIN. Akan tetapi, Touch ID memerlukan jari tangan yang bersih dan kering untuk bisa berfungsi dengan baik. iPhone 5S akan meminta password apabila perangkat tersebut di-restart atau dibiarkan dalam kondisi terkunci selama lebih dari 48 jam. Konon hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah hacker mengulur-ulur waktu ketika berusaha melewati pemindai sidik jari. Password juga digunakan sebagai backup untuk berjaga-jaga. Disebutkan pula bahwa pemindaisidik jari iPhone bisa mendeteksi tanda-tanda kehidupan untuk memeriksa apakah jari yang digunakan benar merupakan jari sungguhan yang masih tersambung ke tangan atau tidak. Soal privasi, Apple telah menjelaskan bahwa hasil pindaian sidik jari disimpan di prosesor A7 iPhone 5S dalam bentuk "data yang terenkripsi". Di sini, data tersebut dikunci dan tidak bisa diakses oleh software lain. Data sidik jari juga tidak diunggah ke server Apple ataupun iCloud. Data sidik jari pengguna dienkripsi dan dikunci dalam prosesor Apple A7 Ada pula kekhawatiran bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) bisa menyadap data sidik jari pengguna dari Apple. Kalau klaim Apple tentang penyimpanan lokal data sidik jari itu benar adanya, ketakutan tersebut mungkin kurang beralasan, walaupun tetap mungkin terjadi. Akan tetapi, jikapun benar NSA atau penjahat cyber bisa dan akan menyadap sidik jari pengguna, bukankah itu berarti data sensitif lain yang lebih rawan bisa diperoleh dengan sama mudahnya? Misalnya saja, data kartu kredit, PIN, data lokasi GPS, dan informasi lain-lain yang digunakan dalam transaksi online sehingga seharusnya menjadi kekhawatiran yang lebih besar dibanding data sidik jari. Apabila pengguna masih merasa kurang nyaman dengan kunci sidik jari, fitur ini bisa dimatikan sepenuhnya. Pemanfaatan dalam e-commerce Ketika pengguna ingin melakukan hal-hal seperti membeli aplikasi di App Store, barulah data sidik jari dikonversikan oleh iPhone 5S menjadi digital signature untuk memberikan otorisasi. Tak perlu lagi menghapal nomor identifikasi atau kata kunci lalu susah payah mengetiknya. Ini membuka kemungkinan baru di bidang e-commerce. Selain mempermudah transaksi karena lebih praktis, boleh jadi layanan dan toko-toko aplikasi lain juga akan tertarik mengembangkan dukungan fitur pemindaian sidik jari apabila hal tersebut ternyata populer di App Store, iTunes, dan iBooks. Business Insider melansir bahwa tujuan sebenarnya dari Apple menerapkan Touch ID bukanlah untuk mengatasi masalah keamanan di ponsel, melainkan di akun online yang digunakan untuk berbelanja. E-commerce di mobile selama ini kurang dipercaya konsumen, apalagi kalau ponsel yang bersangkutan juga berfungsi sebagai dompet atau kartu kredit digital. Bagaimana kalau sampai dicuri lalu dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab? Touch ID adalah solusi untuk persoalan di atas. Kepraktisan yang diusungnya sekaligus menghilangkan masalah lain, yaitu kerepotan konsumen memasukkan kode PIN atau password berkali-kali setiap akan bertransaksi. Apple disebut kehilangan banyak uang karena konsumen sering lupa dengan password App Store mereka. Tertutup untuk pihak ketiga Wakil presiden senior pemasaran global Apple Phil Schiller mengungkapkan bahwa teknologi pemindai sidik jari iPhone tertutup untuk pihak ketiga, paling tidak untuk saat ini. Di satu sisi, kebijakan tersebut membatasi kesempatan pemanfaatan Touch ID untuk pengembang aplikasi di luar Apple. Namun, di sisi lain, penutupan akses aplikasi lain memperkecil kemungkinan data sidik jari di dalam ponsel dicuri oleh program jahat. Boleh jadi, pembatasan tersebut memang mutlak diterapkan untuk menjaga kemanan data sidik jari. Masih terlalu awal untuk menyimpulkan apabila Touch ID benar-benar aman dan tidak bisa diretas atau dikibuli. Sudah pasti banyak yang akan mencoba untuk menjebol sistem keamanan baru Apple ini. Taruhannya adalah reputasi dan bisnis e-commerce Apple. iPhone 5S sendiri bukanlah smartphone pertama yang menanamkan fitur pemindai sidik jari. Sebutan tersebut selayaknya dialamatkan pada Motorola Atrix yang muncul pada 2011. Kunci sidik jari konon memang sesuai dengan visi almarhum pendiri Apple. "Keharusan menyapukan jari dan memasukkan kode PIN adalah hal yang dibenci Steve Jobs karena mengganggu kenyamanan pakai," ujar Sebastien Taveau, Chief Technology Officer Validity Sensors. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment