KOMPAStekno

KOMPAStekno


Smartphone "Nyandu" seperti Kokain?

Posted: 06 May 2013 11:35 AM PDT



KOMPAS.com
— Efek kecanduan yang ditimbulkan smartphone dinilai "sama dengan kokain atau narkoba jenis lainnya" oleh psikoterapis Steve Pope dari Inggris.

Pope sedang menangani John Benson, seorang pasien dengan kecanduan smartphone tingkat parah yang sudah kehilangan pekerjaan dan kekasihnya gara-gara perangkat pintar itu.

Benson, pria asal Blackpool, Inggris, mengaku tak sadar bahwa smartphone tengah "menghancurkan" hidupnya.

"Saya awalnya merasa biasa saja," ujar Benson dalam wawancara dengan BBC Radio 5, seperti dikutip oleh VR-Zone. "Saya membeli sebuah smartphone lalu bermain game dengannya. Saya juga bisa mengunduh aplikasi dan musik, lalu mendengarnya di mana saja. Saya kira itu tidak membuat kecanduan."

Benson semakin sering menghabiskan waktu dengan smartphone miliknya. Dia mengunduh ribuan aplikasi dan musik. Kadang beberapa aplikasi diunduh sekaligus karena tak sabar menunggu proses hingga selesai.

Kemudian masalah Benson bertambah gawat. Dia mulai berhenti makan, tak mandi dan bercukur, dan banyak berdiam di rumah. Saking sibuknya dengan smartphone, rumah Benson sempat mau dibobol maling, tetapi dia memilih untuk tak acuh.

Selama tiga setengah tahun memiliki smartphone, Benson menghabiskan uang 10.000 poundsterling atau sekitar Rp 151 juta untuk membeli aplikasi dan lain sebagainya.

Sadar akan efek adiktif smartphone, Benson sempat mencoba mengenyahkan perangkat elektronik itu dengan menghancurkannya.

Namun, upaya tersebut diakui tidak berhasil karena dia kemudian malah membeli smartphone baru. Alasannya, Benson merasa lebih baik dengan smartphone di tangan.  Menurut dia, tangannya bakal berkeringat kalau tidak menggenggam ponsel pintar.

Pope, sang psikoterapis yang menangani Benson, menyebut smartphone sebagai "silent killer" karena bisa sangat adiktif di tangan orang-orang yang condong mengalami kecanduan, terlebih lagi karena perangkat ini dijual bebas di pasaran.

Fenomena kecanduan smartphone, lanjut Pope, lebih banyak ditemukan di kalangan remaja dan anak-anak. Meski kasusnya sedikit berbeda, beberapa lalu seorang balita asal Inggris juga pernah dilaporkan mengalami kecanduan iPad.

Inilah Hasil Jepretan Android dari Luar Angkasa

Posted: 06 May 2013 09:00 AM PDT

KOMPAS.com - PhoneSat, satelit ruang angkasa yang ditenagai oleh ponsel, milik NASA telah menyelesaikan tugasnya. PhoneSat tersebut telah kembali ke bumi pada 27 April 2013 yang lalu.

Salah satu tugas yang diemban oleh ketiga PhoneSat tersebut adalah untuk melihat apakah smartphone kelas konsumer dapat digunakan sebagai pengendali satelit.

Selain untuk menguji kemungkinan tersebut, pihak NASA juga menggunakan ponsel yang ada di satelit tersebut untuk mengambil gambar bumi dari luar angkasa.

Dikutip dari PhoneArena, Senin (6/5/2013), total terdapat tiga unit smartphone Android yang dipersenjatai oleh NASA dalam satelit tersebut. Tiga perangkat tersebut masing-masing dinamakan Alexander, Graham, dan Bell.

Tiga ponsel yang ikut menjelajah angkasa tersebut  terdiri dari dua unit HTC Nexus One dan satu unit Samsung Nexus S.

Ketiga smartphone tersebut masing-masing bertugas mengambil potongan kecil gambar beberapa wilayah bumi. Kemudian, hasilnya yang berjumlah ratusan dikirim ke stasiun-stasiun yang menyebar di seluruh bumi.

NASA sendiri dikatakan bekerjasama dengan operator radio amatir untuk mengumpulkan dan menyatukan potongan-potongan kecil gambar tersebut sehingga bisa menjadi satu kesatuan utuh.

Potongan-potongan gambar tersebut dikirim dengan kecepatan yang sangat lambat, yaitu 1.200bps sehingga wajar apabila beberapa foto terlihat pecah.

Satelit PhoneSat milik NASA ini diluncurkan ke luar angkasa pada April 2013 yang lalu. Pada saat itu, satelit tersebut diterbangkan dari Wallops Island, Virginia, Amerika Serikat. Total, PhoneSat ini menghabiskan waktu selama 2 minggu di luar bumi.

Dalam proyek PhoneSat ini, NASA ingin membuat sebuah satelit ruang angkasa yang memiliki harga yang tidak terlalu mahal. Dengan harga yang tidak terlalu tinggi ini, diharapkan perusahaan komersil dan pihak akademik dapat membuat satelitnya sendiri.

Berikut beberapa hasil foto karya tiga ponsel Android tersebut:

nasa1-main2 bell2 graham2 bell1

25 Aplikasi Berbayar Terlaris di iPhone

Posted: 06 May 2013 07:46 AM PDT

KOMPAS.com - Apple bisa disebut sebagai perusahaan teknologi yang sukses yang membentuk ekosistem aplikasi mobile. Dalam waktu dekat, jumlah unduhan di toko aplikasi Apple App Store akan mencapai 50 miliar unduhan.

Toko aplikasi App Store berdiri sejak 2008, dan telah menampung beragam aplikasi dan game yang bisa diunduh secara gratis, maupun berbayar.

Apple mengelompokkan daftar aplikasi berbayar yang paling banyak diunduh sampai April 2013. Meskipun berbayar, antusias pengguna iPhone untuk membeli game dan aplikasi cukup besar. Dan ternyata, game menjadi konten yang paling banyak diunduh di App Store.

Angry Birds berhasil menjadi game berbayar terlaris sepanjang masa, diikuti oleh Fruit Ninja dan Doodle Jump. Sementara WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan berbayar terlaris di iPhone.

Berikut daftar 25 aplikasi dan game berbayar terlaris di App Store, seperti dikutip dari Business Insider:

1. Angry Birds (Rp 9,500)
2. Fruit Ninja (Rp 9.500)
3. Doodle Jump (Rp 9.500)
4. Cut the Rope (Rp 9.500)
5. Angry Birds Seasons (Rp 9.500)
6. WhatsApp (Rp 9.500)
7. Camera+ (Rp 9.500)
8. Words with Friends (Rp 29.000)
9. Tiny Wings (Rp 9.500)
10. Angry Birds Space (Rp 9.500)
11. Pocket God (Rp 9.500)
12. Plants vs Zombies (Rp 9.500)
13. The Game of Life (Rp 9.500)
14. Moron Test (Rp 9.500)
15. Where's My Water? (Rp 9.500)
16. Draw Something (Rp 29.000)
17. Monopoly (Rp 9.500)
18. Angry Birds Star Wars (Rp 9.500)
19. MotionX GPS Drive (Rp 9.500)
20. Skee Ball (Rp 9.500)
21. Scrabble (Rp 9.500)
22. Uno (Rp 49.000)
23. Minecraft (69.000)
24. Color Splash (Rp 9.500)
25. The Sims 3 (Rp 9.500)

Ayo Dukung Indonesia di Kompetisi Luar Angkasa

Posted: 06 May 2013 06:45 AM PDT

KOMPAS.com - Tahun ini NASA kembali menggelar kompetisi pengembangan aplikasi bertema luar angkasa International Space Apps Challenge.

Dari 21 aplikasi yang berhasil dibuat pada masa kompetisi tingkat Indonesia 20-21 April lalu, dua di antaranya terpilih mewakili Indonesia di tingkat nasional, yaitu Open TEC dan SpaceTrek.

Open TEC adalah aplikasi pendeteksi gempa yang bisa menunjukkan lokasi potensi gempa dengan menganalisis Total Electron Content (TEC) di lapisan atmosfir bagian atas.

Aplikasi yang terpilih sebagai pemenang pertama ini terinspirasi oleh Profesor Kosuke Heki dari Jepang yang menemukan cara memprediksi gempa lewat analisa TEC.

Duduk di peringkat kedua, SpaceTrek adalah aplikasi mobile yang memberikan notifikasi pada penggunanya apabila sebuah peristiwa antariksa akan terjadi di wilayah sekitar.

Dua aplikasi tersebut kini sedang bersaing melawan para pemenang dari negara-negara lain mengumpulkan voting sebanyak-banyaknya dari audiens global di situs spaceappschallenge.org. Mekanisme voting dijalankan melalui Twitter

Tertarik memberi dukungan? Laman OpenTEC yang berisikan video deskripsi aplikasi tersebut serta opsi untuk memberi suara bisa dtemukan di tautan ini. Adapun laman SpaceTrek bisa ditemukan di sini.

Nantinya, dari tanggal 13-17 Mei, dari ke-20 aplikasi teratas (lima dari masing-masing kategori) akan dipilih pemenang utama dari tiap kategori.

Pemenang akhir akan diumumkan tanggal 22 Mei mendatang di situs spaceappschallenge.org dan blog open.NASA.

Kompetisi International Space Apps Challenge diselenggarakan untuk kedua kalinya di Indonesia tahun ini. Total terdapat 125 peserta yang mendaftar untuk mengikuti penjurian tingkat nasional yang diadakan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Siapa Raja Smartphone di AS, Apple atau Samsung?

Posted: 06 May 2013 06:20 AM PDT

KOMPAS.com - Samsung boleh menjadi produsen ponsel pintar terbesar di dunia. Namun di Amerika Serikat, yang dipandang sebagai pasar penting dalam industri teknologi, ponsel Samsung seri Galaxy belum bisa menyalip Apple iPhone.

Ada 136,7 juta orang di AS yang menggunakan ponsel pintar selama periode tiga bulanan yang berakhir pada Maret 2013. Nah, 39 persen dari jumlah tersebut adalah pengguna ponsel Apple iPhone, menurut survei terbaru lembaga riset ComScore, seperti dikutip dari AllThingsD.

Pangsa pasar iPhone di AS terus mengalami pertumbuhan. Pada kuartal sebelumnya, atau kuartal empat 2012, Apple meraih 36,3 persen pangsa pasar ponsel pintar di AS.

Produsen ponsel pintar terbesar di AS Q1 2013 - Sumber ComScore

Sementara Samsung, saat ini menguasai 21,7 persen pasar ponsel pintar atau menempati posisi kedua produsen ponsel terbesar di AS. Jumlah itu hanya naik sedikit dari 21 persen pada kuartal empat 2012.

Produsen ponsel lain belum menunjukan taringnya di pasar AS. ComScore mencatat, pangsa pasar HTC, Motorola, dan LG tidak lebih dari 10 persen pada kuartal pertama 2013. Ketiganya mengalami penurunan dari kuartal ke kuartal.

ComScore juga merilis data tentang sistem operasi mobile yang berkuasa di AS. Android masih menguasai pasar AS dengan raihan 53,4 persen, meskipun angka ini turun dari 52 persen pada kuartal empat 2012.

Sistem operasi mobile terbesar di AS Q1 2013 - Sumber ComScore

BlackBerry berada di peringkat ketiga, namun harus rela mengalami penurunan menjadi 5,2 pesen dari 6,4 persen. Sementara pangsa pasar sistem operasi Windows Phone besutan Microsoft mengalami kenaikan menjadi 3 persen dari 2,9 persen. 

No comments:

Post a Comment