KOMPAStekno |
- Menebak Tampang dan Warna iPhone Murah
- Google Glass Bisa Merusak Mata
- Yuk, Belajar Fotografi di Internet
- Google Gunakan Kata 'Palestina'
- Kapok Internet Ngadat, Smartfren Sewa Kabel Indosat
| Menebak Tampang dan Warna iPhone Murah Posted: 05 May 2013 09:54 AM PDT KOMPAS.com - Rumor seputar iPhone versi murah, baik itu spesifikasi yang mungkin digunakan, kapan produk tersebut beredar, dan harga yang akan dibanderol Apple, banyak beredar belakangan ini. Namun, bentuk dari produk tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Belum lama ini blog Tactus mengedarkan sebuah gambar yang diduga sebagai bagian belakang dari cangkang milik iPhone murah. Sempat pula beredar gosip, iPhone versi murah akan tersedia dalam berbagai macam warna, termasuk hitam, putih, merah, biru, dan kuning. Penggunaan banyak warna ini sudah pernah diaplikasikan Apple pada produk iPod touch generasi terbaru. Berdasarkan dua informasi tersebut, beberapa situs mencoba memperkirakan akan seperti apa bentuk dari iPhone murah tersebut nantinya. Situs 9to5mac, bersenjatakan software rendering Ferry Passchier, mengombinasikan casing plastik yang pernah muncul di Tactus dan berbagai warna. Hasil dari rendering software tersebut pun tampak luar biasa. Walaupun terdiri dari bahan plastik, perangkat ini tampak terlihat mewah. Situs iCulture pun melakukan hal yang sama dengan 9to5mac. Masih berdasarkan dua informasi yang banyak beredar, mereka juga melakukan perkiraan casing produk iPhone murah. Hasilnya pun ternyata tidak jauh berbeda dari buatan 9to5mac. Berikut gambar-gambar dugaan iPhone versi murah buatan kedua situs tersebut. |
| Google Glass Bisa Merusak Mata Posted: 05 May 2013 08:41 AM PDT KOMPAS.com - Label "jauhkan dari jangkauan anak-anak" yang biasa ditemukan di bungkus obat agaknya bisa ditempelkan juga di Google Glass. Pasalnya, seperti dikutip dari Geek.com, awal bulan ini Google mengeluarkan peringatan yang isinya memberi tahu bahwa "kacamata pintar" besutannya itu berpotensi merusak pengelihatan anak-anak. "Jangan biarkan anak di bawah usia 13 tahun mengenakan Google Glass karena bisa merusak mata yang masih berkembang," tulis Goolge dalam daftar Frequently Asked Questions untuk Google Glass. Google juga menghimbau mereka yang matanya pernah dioperasi Lasik agar jangan coba-coba memakai perangkat ini sebelum konsultasi dengan dokter. Orang-orang yang tidak termasuk dalam dua golongan di atas dikatakan masih bisa mengalami pusing-pusing atau kelelahan mata jika menggunakan Google Glass terlalu lama. Google Glass sendiri adalah gadget serupa smartphone yang berbentuk kacamata. Sebagai ganti display touchscreen, disediakan layar kecil yang diletakkan tepat di depan mata kanan pengguna. Kacamata pintar tersebut saat ini belum tersedia untuk umum. Google baru membagi-bagikan Glass pada sejumlah pengembang software yang memesan dengan harga 1.500 dollar AS. Google Glass masih terus dikembangkan berdasarkan masukan dari para pemakai pertamanya untuk memperbaiki berbagai masalah. Mudah-mudahan, termasuk soal merusak mata ini. |
| Yuk, Belajar Fotografi di Internet Posted: 05 May 2013 07:47 AM PDT KOMPAS.com - Malu bertanya sesat di jalan. Peribahasa lama tersebut sudah diajarkan sejak bangku sekolah dasar, namun pada kenyataannya masih ada orang yang malu-malu untuk bertanya. Nah, jika Anda malu bertanya mengenai fotografi, ada solusinya dari Sony. Untuk membekali para pengguna kameranya, Sony membuat sebuah microsite yang dinamakan Sony Alpha Portal. Sony menyediakan tutorial dalam bentuk video dan foto agar para "murid" dapat menerima materi dengan baik. Adapun materi fotografi yang diajarkan cukup lengkap, mulai dari pengetahuan fundamental fotografi seperti mengenal segitiga eksposur, teori komposisi, mengenal diafragma, dan Depth Of Field (DoF) hingga pengetahuan mengenai White Balance. Di laman ini Anda juga akan menemukan beberapa tips yang akan sangat membantu Anda untuk memotret seperti tips memotret dengan White Balance yang tepat, tips bagaimana cara memilih lensa untuk kebutuhan Anda memotret, dan tersedia menu Alpha Advantages yang menjelaskan kecanggihan teknologi DSLR dari Sony Alpha. Penasaran bagaimana rasanya belajar fotografi sendiri secara virtual? Klik tautan berikut ini untuk Anda belajar. (www.YangCanggih.com) |
| Google Gunakan Kata 'Palestina' Posted: 05 May 2013 06:39 AM PDT Raksasa internet Google mengubah judul halaman edisi Palestina mereka dari "Wilayah Palestina" menjadi "Palestina." Perubahan yang dilakukan pada 1 Mei itu berarti google.ps kini menampilkan kata "Palestina" dalam bahasa Arab dan Inggris di bawah logo Google. Dalam pernyataan kepada BBC hari Jumat (03/05), juru bicara Google Nathan Tyler mengatakan, "Kami mengubah nama 'Wilayah Palestina' menjadi 'Palestina' di semua produk kami. Kami telah berkonsultasi dengan sejumlah sumber dan pihak yang berwenang ketika menamai sebuah negara. "Dalam kasus ini kami mengikuti langkah PBB, ISO (International Organisation for Standardisation) dan organisasi-organisasi internasional lainnya." Otoritas Palestina menyambut baik keputusan Google. "Ini adalah langkah ke arah yang benar," kata Dr Sabri Saidam, penasihat Presiden Palestina Mahmoud Abbas kepada BBC. Kontroversial Menggunakan kata Palestina adalah sesuatu yang kontroversial bagi sebagian pihak. Kebijakan Israel menyatakan belum ada kesepakatan mengenai definisi negara Palestina atau batas-batas wilayahnya. Israel menilai semua penggunaan formal atas kata Palestina melangkahi hasil pembicaraan damai yang belum usai. Bahkan dalam terminologi Israel, Tepi Barat disebut sebagai Judea dan Samaria. Pada bulan November silam, PBB memberikan Palestina status "negara pemantau nonanggota." Keputusan Majelis Umum PBB itu mendapat tentangan keras dari Israel dan Amerika Serikat. |
| Kapok Internet Ngadat, Smartfren Sewa Kabel Indosat Posted: 05 May 2013 05:11 AM PDT Sales promotion girl berpose dengan maskot sebuah produk provider telepon selular di pameran Mega Bazaar Computer yang diselenggarakan bersamaan dengan Focus Expo 2013 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3/2013). Mega bazaar tahun ini didominasi produk gadget seperti tablet dan smartphone. Sedangkan Focus didominasi produk kamera digital. Pameran akan berlangsung hingga 10 Maret. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES KOMPAS.com - PT Smartfren Telecom Tbk memutuskan untuk menyewa kabel serat optik (fiber optic) bawah laut dari PT Indosat Tbk selama setahun. Langkah ini demi mengantisipasi peristiwa terburuk, seperti terputusnya kabel serat optik yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Seperti diberitakan, pada 15 Maret 2013, sistem kabel bawah laut yang digunakan Smartfren terputus di antara pulau Bangka dan Batam, karena terkena jangkar kapal. Smartfren tentu tak ingin kejadian itu terulang dan menyebabkan pelanggannya tak bisa mengakses layanan data. Selain kabel bawah laut, dua kabel serat optik Smartfren di jalur darat pun terputus akibat longsor. "Lalu, kami menyewa kabel bawah laut Indosat dan ini akan kami teruskan selama setahun. Dananya berasal dari kas internal, berupa belanja operasional," kata Deputy CEO Commercial Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, Kamis (2/5/2013). Dengan tambahan kabel serat optik sewaan, Smartfren punya empat jalur jaringan. Smartfren memiliki kabel fiber optic bawah laut untuk sambungan utama internasional melalui Singapura. Sambungan ini menggunakan jalur Jakarta-Bangka-Batam-Singapura. Infrastruktur tersebut disewa dari Moratel. Selain itu, Smartfren memiliki dua jalur cadangan darat melalui jalur trans Sumatera, satu lewat jalur barat dan satu lagi melalui jalur timur. "Kami memilih menyewa jalur laut karena lebih aman. Sedangkan jalur darat berpotensi terkena proyek penggalian atau longsor sedikit saja bisa putus," kata Djoko. Meski tergolong mahal dan menambah beban belanja operasional, FREN tetap menyewa fiber optic demi mengerek pertumbuhan bisnis layanan data. Untuk menyewa jalur kabel fiber optic Indosat, Smartfren setidaknya mengalokasikan dana Rp 2 miliar per bulan. "Saya tidak tahu persis berapa peningkatan belanja operasional. Nanti bisa dilihat di laporan keuangan kuartal dua. Sebab, penyewaan ini masuk pada bulan April," kata Djoko. Smartfren tengah berupaya menambah kapasitas di jalur darat dari 5 gigabita menjadi 10 gigabita-15 gigabita. Adapun kapasitas di jalur laut bisa mencapai 25 gigabita. Pengelola Smartfren yakin bisa menambah 5 juta pelanggan baru di tahun ini. Hingga akhir 2012, total pelanggan Smartfren mencapai 11 juta. Smartfren menargetkan jumlah pelanggan data bisa menyentuh 8 juta atau setara 50% dari total pelanggan tahun ini. Di tahun lalu, pelanggan data Smartfren sebanyak 3 juta hingga 4 juta atau setara 27% total pelanggan. (Merlinda Riska/KONTAN) |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment