KOMPAStekno |
- BlackBerry Dukung Kompetisi Seribu Siswa
- Prosesor Haswell Bakal Dahsyat untuk Game?
- Orang Indonesia Gemar "Berbagi" Belanja Online
- Ambiglow, Efek Visual untuk Layar 3D
- Menjajal Nokia Lumia 520 di Jakarta
| BlackBerry Dukung Kompetisi Seribu Siswa Posted: 04 May 2013 09:18 AM PDT (Dok. BlackBerry Indonesia) Tim Pemenang STEM Innovation Camp 2013 berfoto bersama Maspiyono Handoyo, Managing Director BlackBerry Indonesia, Kamis (2/5/2013) di Binus International School, Serpong. KOMPAS.com - BlackBerry menyatakan dukungannya pada program Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) Innovation Camp. Sebuah program yang digelar Junior Achievement Young Enterprise (JA-YE) Indonesia. Sebanyak 1.000 siswa dari 14 negara akan berkompetisi dalam ajang ini. Didukung mentor dari BlackBerry, para siswa akan mencari solusi dari berbagai tantangan bisnis terkait STEM. Program ini diharapkan bisa mendorong siswa (usia 15-18 tahun) untuk nantinya berkarir dengan orientasi pada STEM. "Kami bangga dengan program ini karena akan mengilhami generasi muda di masa depan untuk menggunakan inovasi, teknologi komputasi mobile, dan keterampilan bisnis untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata,"" kata Maspiyono Handoyo, Managing Director BlackBerry Indonesia. Selain mengasah keterampilan bisnis, para siswa yang mengikuti STEM Innovation Camp akan didorong mengadopsi pola pikir kewirausahaan. "BlackBerry dibangun dengan inovasi dan kami sangat mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, rekayasa mesin, teknologi, dan pendidikan matematika," kata Renata Rusiniak, Manager Citizenship BlackBerry. Tim pemenang dari Indonesia akan diikutkan ke level global dalam pertandingan final yang digelar online melawan tim dari negara lain pada 13 Juni 2013. Di Indonesia, STEM Innovation Camp diadakan di Binus International School Serpong. |
| Prosesor Haswell Bakal Dahsyat untuk Game? Posted: 04 May 2013 07:34 AM PDT
Sebagaimana dikutip dari PCWorld, raksasa chip ini minggu lalu memperkenalkan pemroses grafis (GPU) bernama "Iris" yang terintegrasi di dalam kemasan Haswell. Iris diklaim Intel mampu memberikan kinerja olah grafis 3D dua kali lebih tinggi dibanding GPU pada chip terdahulu (Ivy Bridge). Performa GPU Iris di dalam Intel Haswell bahkan disebut bisa menyamai GPU GeForce GT 650M dari Nvidia yang digunakan sebagai kartu grafis discrete pada sejumlah model notebook, termasuk Apple MacBook Pro with Retina Display. Artinya, apabla klaim Intel benar, maka PC dengan prosesor Haswell seharusnya bisa dipakai untuk bermain game dengan relatif mulus tanpa memerlukan kartu grafis tambahan. Konsumsi daya pun bisa ditekan, sementara Haswell dijanjikan memiliki power consumption lebih rendah dari pendahulunya. Melengkapi kinerja tinggi dan konsumsi daya rendah dari Iris, Intel juga membekali pengolah grafis itu dengan dukungan API terkini termasuk Direct X 11.1, OpenCL 1.2, dan OpenGL 4.0. Lalu ada pula kemampuan streaming video 4K (3840x2160) ke tiga layar sekaligus. Akan tetapi, agaknya tak semua pengguna bisa menikmati kemampuan Iris karena GPU built-in ini disebut hanya akan tersedia untuk notebook (bukan Ultrabook) dan PC desktop all-in-one. Iris sendiri terbagi ke dalam dua brand: Iris 5100 dan Iris Pro. Bedanya antar lain penyertaan dedicated RAM sebesar 128 MB pada Iris Pro. |
| Orang Indonesia Gemar "Berbagi" Belanja Online Posted: 04 May 2013 07:08 AM PDT KOMPAS.com - Dalam sebuah survei Index E-Commerce yang dilakukan Rakuten, Indonesia mendominasi dalam hal perilaku belanja online yang memanfaatkan rekomendasi di jejaring sosial. Survei global yang dilakukan Rakuten itu menyebutkan, pengguna e-commerce di Indonesia mencapai 78 persen yang melakukan rekomendasi produk lewat media dan jejaring sosial. Angka itu merupakan persentase tertinggi dalam survei. Bandingkan dengan Malaysia (67%), Thailand (65%) ataupun Amerika Serikat (39%). Rata-rata nilai belanja per orang untuk 2012 -- dari seluruh negara yang disurvei -- mencapai Rp 7 juta-an (Rp 7.032.000). Namun ada jurang yang cukup besar antar negara. Contohnya, Inggris disebutkan memiliki rata-rata belanja online hampir Rp 16,5 juta (Rp 16.490.000), sedangkan Indonesia hanya Rp 2,3 juta (Rp 2.318.000). Ryota Inaba, Presiden Direktur dan CEO Rakuten Belanja Online, mengatakan bahwa ada pertumbuhan hingga 2,5 kali lipat untuk belanja melalui jejaring sosial. Inaba pun menyitir hasil penelitian lembaga riset Gartner mengenai tren yang dilabel "belanja sosial" ini. "Sekitar 50% informasi tentang konsumen baru akan didapat berdasarkan identitas dari jejaring sosial, misalnya 'login melalui Facebook' pada akhir 2015," ujarnya. Menurutnya, Rakuten pun berusaha agar konsumen bisa lebih mudah dalam berbagi konten rekomendasi produk melalui berbagai media sosial yang ada. Data lain yang terungkap dalam survei itu, sebanyak 14 persen konsumen di Indonesia melakukan kegiatan belanja online melalui smartphone, tablet dan perangkat mobile lain. Namun, ada sekitar 28 persen konsumen e-commerce Indonesia yang masih bertahan untuk berbelanja secara konvensional alias pergi ke toko. Bandingkan angka itu dengan Inggris (12%), Amerika Serikat (10%) dan Spanyol (9%) yang peminat belanja online -- di kalangan pengguna e-commerce-- makin menipis. Tapi, lihat juga Austria (46%) dan Jerman (46%) yang ternyata masih bertahan dengan tradisi belanja konvensional. Inaba mengatakan apapun cara konsumen berbelanja, hal terpenting adalah pengalaman berbelanja itu harus menyenangkan. Jika dikaitkan dengan belanja online, Inaba menasehati agar toko online tak semata-mata memikirkan salah satu cara saja konsumen akan berkunjung. "Bukan masanya lagi memiliki website yang hanya memajang dagangan Anda, namun harus memastikan bahwa mereka menawarkan semua informasi yang dibutuhkan oleh pebelanja: melalui website atau penawaran lewat mobile," tuturnya. |
| Ambiglow, Efek Visual untuk Layar 3D Posted: 04 May 2013 05:06 AM PDT KOMPAS.com - Philips telah menghadirkan monitor 3D terbarunya di Indonesia. Satu hal yang menarik adalah teknologi yang disebut Ambiglow. Lewat Ambiglow, monitor Gioco 278G4DHSD ini akan memancarkan cahaya di bagian belakang monitor sesuai dengan gambar di layar. Akibatnya, muncul efek berpendar yang sesuai dengan adegan di layar. Jika menggunakan monitor ini untuk memutar film 3D atau bermain game 3D di ruangan gelap / temaram, Philips menyarankan mengaktifkan fitur Smart Bias. Fitur ini akan memberikan cahaya lembut putih statis 6500K dari bagian belakang monitor. "Philips 278G4DHSD yang merupakan seri pertama philips yang menggunakan teknologi Ambiglow sangat cocok bagi para gamers dan penikmat film 3D di Indonesia yang sangat dinamis dan petualang," kata Aji Bagjaraya, Marketing Manager MMD -- pemegang lisensi untuk monitor LCD Philips -- untuk Indonesia. Seri Gioco dengan Ambiglow dan 3D ukuran layar 27" (278G4DHSD) sudah tersedia di Indonesia. Selanjutnya, Aji menjanjikan seri ini akan hadir dengan pilihan layar 23" dan versi non-3D.
AOC juga telah memperkenalkan layar monitor barunya untuk pasar Indonesia. Monitor itu berasal dari seri 62V, yang menggunakan teknologi LED. Perangkat yang hadir dengan seri E2262W dan E2462VWH ini mengunggulkan bentuknya yang ramping, dengan ketebalan 1,3 cm. Rampingnya bentuk layar dibarengi dengan desain dudukan bentuk L dan gaya minimalis yang menyembunyikan semua tombol fungsi di bawah bezel. Dengan port I/O di bagian dasar dudukan, kabel bisa tampak lebih rapih. AOC 62V Series LED Monitor tersedia dalam dua pilihan ukuran layar: 21.5'' dan 23.6''. Monitor Layar Sentuh ViewSonic Masih soal monitor, ViewSonic telah memperkenalkan layar monitor dengan kemampuan layar sentuh dari seri TD220. Perangkat ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pengguna Windows 8 akan monitor dengan kemampuan layar sentuh. Teknologi sentuh yang digunakan pada perangkat ini memungkinkan sentuhan dengan jari maupun stylus. Termasuk, sentuhan dengan jari yang terbungkus sarung tangan. Perangkat dengan resolusi 1920 x 1080 HD ini dijanjikan mampu menyediakan fungsi sentuh dengan dihubungkan melalui interface USB ke sistem berbasis Windows 8. Selain untuk kebutuhan rumahan, ViewSonic menyarankan perangkat ini untuk kebutuhan di tempat umum. Untuk itu, layar ini dilengkapi anti gores dengan ketebalan 8H. |
| Menjajal Nokia Lumia 520 di Jakarta Posted: 04 May 2013 04:09 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Nokia resmi meluncurkan smartphone berbasis Windows Phone 8 dengan harga terjangkau, Lumia 520, di Indonesia, Jumat (3/5/2013). Perangkat yang satu ini dibanderol dengan harga Rp 1.975.000 di Indonesia. Sebelum benar-benar hadir di pasar, KompasTekno telah diberi kesempatan terlebih dahulu menjajal perangkat berbasis Windows Phone 8 ini. Nokia menggunakan casing berbahan plastik untuk seri Lumia 520 ini. Walaupun begitu, perangkat ini terasa kokoh pada saat dipegang. Apabila dibandingkan dengan Lumia 920, Nokia Lumia 520 hadir dengan ukuran yang jauh lebih mini. Sang kakak tertua hadir dengan layar berukuran 4,5 inci dengan resolusi 768 x 1280 piksel. Ukurannya pun cukup besar, yaitu 130.3 x 70,8 x 10,7 mm dengan bobot 185 gram. Perangkat seri yang satu ini sebenarnya kurang nyaman untuk digenggam oleh satu tangan. Lumia 520 hadir dengan layar yang sedikit lebih kecil, yaitu 4 inci. Diperkecilnya layar tersebut membuat resolusi yang didukungnya pun berkurang menjadi 800 x 480 piksel. Penggunaan layar sebesar itu pun berpengaruh terhadap dimensinya, 119,9 x 64 x 9,9 mm dengan bobot 124 gram. Ukuran dan bobot semacam ini terasa sangat nyaman di genggaman tangan orang dewasa.
Layar yang digunakan oleh Nokia di perangkat Lumia 520 berjenis IPS LCD. Sayangnya, layar jenis ini tidak mampu menghadirkan tingkat kecerahan yang baik. Gambar juga tidak terlihat terlalu tajam di layar tersebut. Dengan layarnya yang tidak terlalu besar, maka keyboard virtual yang mampu ditampilkan pun tidak bisa terlalu besar. Meski begitu, keyboard tersebut masih cukup nyaman untuk digunakan. Dari segi spesifikasi, perangkat ini dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon MSM8227 dual-core berkecepatan 1GHz yang dikombinasikan dengan RAM 512MB. Spesifikasi tersebut memang tidak terlalu tinggi, jika dibandingkan dengan smartphone yang diluncurkan belakangan ini. Namun, spesifikasi tersebut sudah dianggap cukup untuk menjalankan kegiatan sehari-hari, seperti browsing dan memainkan game-game yang tidak terlalu berat. Tidak ada masalah sama sekali pada saat KompasTekno mencoba perangkat ini untuk memainkan game Angry Birds. Tidak terlihat adanya lag. Kegiatan navigasi dalam sistem operasi Windows Phone 8 pun terasa mulus, tanpa adanya lag. Nokia Lumia 520 dilengkapi dengan kamera 5 megapiksel yang mampu merekam video 720p. Hasil jepretan kamera perangkat ini sebenarnya terlihat tidak terlalu tajam. Warna dari beberapa foto pun terlihat cenderung pucat. Media penyimpanan smartphone ini hanya tersedia dalam kapasitas 8GB saja. Namun, konsumen dapat menambah kapasitas tersebut dengan menggunakan kartu microSD hingga 64GB. Secara garis besar, Lumia 520 cocok bagi para pengguna awal smartphone (first time user) yang baru beralih dari feature phone dan kaum muda. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment