KOMPAStekno

KOMPAStekno


Galaxy S4 Dibongkar, Profit Samsung Terungkap

Posted: 10 May 2013 10:10 AM PDT

KOMPAS.com — Untuk bersaing di pasaran smartphone global, Samsung membanderol produk smartphone Android terbarunya, Galaxy S4, dengan harga yang cukup premium. Perangkat Galaxy S4 dengan media penyimpanan internal berkapasitas 16GB dijual seharga Rp 7.499.000 di Indonesia.

Dengan harga setinggi itu, sebenarnya berapakah ongkos produksi yang diperlukan untuk membuat sebuah Samsung Galaxy S4? Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh lembaga analis pasar IHS iSuppli. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, IHS iSuppli membongkar gadget tersebut untuk mencari tahu berapa biaya pembuatannya.

Setelah usai membongkar komponen per komponen Samsung Galaxy S4 versi 32GB, IHS iSuppli berkesimpulan bahwa biaya produksi smartphone tersebut berkisar 237 dollar AS atau sekitar Rp 2,3 juta per unitnya.

Ini berarti Samsung mengambil margin kotor sebesar 402 dollar AS (sekitar Rp 3,9 juta) atau sekitar 62 persen, dengan asumsi harga Galaxy S4 32GB di AS, yaitu 639 dollar AS.

Dikutip dari AllThingsD, Jumat (10/5/2013), kebanyakan produsen bergantung terhadap perusahaan lain untuk mendapatkan komponen perangkat smartphone. Namun, Samsung dikenal mampu untuk memproduksi sendiri komponen smartphone.

Nah, dengan kelebihan itulah, Samsung akhirnya memutuskan untuk mengisi semua komponen kunci di Galaxy S4 dengan komponen buatan mereka sendiri. Keuntungan memakai komponen sendiri tentu saja akan membuat ongkos produksi Galaxy S4 lebih murah, yang berarti margin penjualannya semakin tinggi.

"Kekuatan Samsung adalah kemampuan untuk membuat komponen sendiri. Mereka terus menambah daftar komponen yang bisa mereka suplai ke diri mereka sendiri," kata analis IHS, Vincent Leung.

Salah satu komponen yang tidak diproduksi sendiri adalah prosesor Galaxy S4 untuk pasaran Amerika Serikat. Untuk pasaran negara tersebut, Samsung mempersenjatai Galaxy S4 dengan prosesor buatan Qualcomm. Menurut IHS iSuppli, harga dari prosesor ini adalah sekitar 20 dollar AS.

Adapun untuk versi global, termasuk Indonesia, Samsung menggunakan prosesor buatan sendiri, yaitu Exynos 5 Octo. Dikatakan, Samsung membutuhkan biaya sebesar 28 dollar untuk memproduksinya.

Salah satu komponen dengan harga yang cukup mahal adalah bagian layar. Samsung membutuhkan biaya sebesar 75 dollar untuk memproduksi bagian ini. Bagian layar tersebut sudah termasuk dengan kaca super-kuat Gorilla Glass yang dibuat oleh perusahaan Corning.

Samsung juga memproduksi sendiri bagian media penyimpanannya. IHS memperkirakan dibutuhkan biaya sebesar 28 dollar AS untuk sebuah komponen satu ini dengan kapasitas sebesar 16GB.

Terdapat juga beberapa komponen yang tidak disuplai oleh Samsung sendiri, seperti chip Bluetooth dan WiFi yang diproduksi oleh Broadcom, chip manajemen daya oleh Maxim, dan chip nirkabel oleh Triquint Semiconductor.

YouTube Luncurkan Saluran Berbayar

Posted: 10 May 2013 09:08 AM PDT

KOMPAS.com - Situs web berbagi video YouTube meluncurkan saluran berbayar, Kamis (9/5/2013). Hingga kini ada 53 perusahaan pencipta konten yang sudah bergabung ke saluran berbayar YouTube antara lain Sesame Street, UFC, National Geographic Kids.

Saluran berbayar ini telah lama menjadi rencana YouTube, mereka ingin jadi pemain utama dalam konten video di internet. YouTube juga akan menampilkan konten dari saluran televisi tradisional, dan tidak menutup kemungkinan menayangkan film layar lebar.

Analis media dari lembaga riset BTIG, Richard Greenfield mengatakan, apa yang dilakukan YouTube sekarang ini pada akhirnya bisa mengancam operator televisi berbasis satelit dan kabel.

"Saya pikir semua orang yang menciptakan program video harus khawatir dengan pertumbuhan saluran konten baru," kata Greenfield seperti dikutip dari Reuters.

Hal senada diungkapkan mantan Chairman Fox News Corp Network Group, Tony Vinciquera. "Saya merasa seolah-olah sejarah akan terulang," ujarnya.

Ia berkisah, di awal tahun 1980-an, operator TV kabel memberi subsidi kepada pencipta konten dalam hal promosi video ke konsumen. Hal ini dilakukan agar jumlah pelanggan bisa meningkat. Dan hari ini, menurut Vinciquera, YouTube juga memberi subsidi promosi konten untuk saluran berbayar.

Di saluran berbayar ini, pemilik konten dipersilakan menetapkan biaya berlangganan yang akan jadi sumber pendapatan terbesar. Ada pencipta konten yang memasang harga 0,99 dollar AS per bulan. Sementara saluran komedi The Laugh Factory, memasang harga 2,99 dollar AS untuk video stand-up comedy.

Selain dari biaya berlangganan, pencipta konten juga bisa meraup keuntungan dari iklan digital.

Layanan YouTube terus mengalami pertumbuhan jumlah pengguna. Pada Maret 2013, Google menyatakan bahwa YouTube memiliki lebih dari 1 miliar pengguna unik per bulan.

Asha 501 Bakal Bunuh Ponsel "Low-end" di Indonesia?

Posted: 10 May 2013 08:35 AM PDT

NEW DELHI, KOMPAS.com – Nokia Asha 501 yang baru diperkenalkan Kamis (9/5/2013) kemarin di New Delhi, India, baru akan dipasarkan Juni bulan depan di India. Kehadirannya di Indonesia diperkirakan tidak akan lama setelah India.

Akankah Nokia Asha 501 menjadi "pembunuh" bagi ponsel low-end yang mengusung platform Android yang diproduksi sejumlah produsen ponsel dunia?

Pertanyaan ini menjadi penting untuk dijawab karena sebagaimana terungkap dalam wawancara dengan Kompas.com, CEO Nokia Stephen Elop usai acara perkenalan produk bertajuk Time to Shift Gears itu mengatakan, Asha 501 sebagai "inovasi hebat", ponsel dengan desain menawan, dan dengan harga yang murah (low price).

"Inovasi hebat", "desain menawan", dan "harga murah" menjadi kata kunci bisnis ponsel yang siap memasuki 90 negara termasuk Indonesia bekerjasama dengan lebih 60 operator selular ini.

Harga yang dipatok di bawah 100 dollar AS atau sekitar Rp 970.000 akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang karena tingkat ekonominya, sulit beralih ke smartphone Lumia yang mengusung mesin Windows Phone 8 dengan kisaran harga Rp 7 juta itu.

Mengapa menjadi daya tarik? Sebab dengan Nokia Asha 501 ini, pengguna bisa merasakan sensasi sebuah smartphone yang full touch secreen. Apalagi dengan teknologi "Swipe" dan "Fastlane" yang juga menjadi andalan ponsel ini, pengguna bisa memanfaatkan seluruh permukaan mungil 3 inci dengan optimal. "Fastlane" memungkinkan pengguna bergerak ke layar utama setelah melihat catatan apa saja aplikasi yang telah dipakai atau yang sedang digunakan.

Stephen Elop saat wawancara dengan Kompas.com menyangkal kalau Asha 501 sebagai "flagship" di kelas Asha yang seluruhnya terdapat 15 varian ini. Namun demikian, produk baru ini diakuinya sangat berbeda jauh dengan varian Asha yang ada. "Ini karena Asha 501 mengusung operating system 'New Asha Platform', mesin baru yang merupakan evolusi dari S40 yang digunakan Asha generasi sebelumnya," katanya.

Dengan hadirnya Asha 501 di Tanah Air, besar kemungkinan ponsel besutan Finlandia ini akan langsung berhadap-hadapan dengan ponsel low-end Android dari berbagai produsen seperti ponsel Cina, Korea Selatan dan Taiwan. Di saat kisaran harga yang sama sekitar Rp 1 juta, konsumen dihadapkan pada dua pilihan; memilih ponsel low-end Android atau ponsel low-end Nokia Asha 501 namun dengan "rasa" dan tampilan smartphone.

Stephen Elop tidak mengungkapkan rahasia binisnya dengan meluncurkan ponsel low-end Asha 501 dengan rasa smartphone itu, apakah dimaksudkan untuk menghantam pasar low-end global yang masih besar ceruknya, atau memang ingin mengembalikan kejayaan Nokia sebagai pemain global di pasar ponsel low-end sebagaimana prestasi sebelumnya.

Akan tetapi, kehadiran Elop di India dan menjadi pembicara utama sekaligus host acara tersebut menunjukkan, Elop tidak ragu menerjuni bisnis ponsel low-end setelah sukses 15 varian Asha sebelumnya yang terjual 20 juta ponsel secara global. Pasalnya, publik telanjur merepresentasikan Elop sebagai jawara smartphone Nokia Lumia yang mengusung sistem operasi Windows Phone itu. Ketika Elop hadir dan menunjukkan kepada dunia bahwa ia juga serius dengan ponsel low-end, maka Nokia Asha 501 adalah jawabannya.

Di Indonesia, kemungkinan besar Asha 501 akan menggandeng operator Telkomsel saat ponsel ini merapat di Tanah Air. Asha 501 dengan Nokia Xpress Browser-nya, memungkinkan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen Indonesia yang gandrung kecepatan dalam pencarian, sebagaimana diungkapkan Alistair Johnston, chief marketing officer Telkomsel. "Kami telah menjalin kesepatan dengan Nokia untuk mendukung Asha 501 yang kaya dengan aplikasi yang benar-benar sangat relevan dengan konsumen Indonesia," katanya.

Aplikasi Android Bisa "Mencium" Toilet Kotor

Posted: 10 May 2013 07:19 AM PDT

KOMPAS.com - Bagi mereka yang sedang terburu-buru, mencari toilet bersih di Singapura semakin dimudahkan berkat sebuah aplikasi baru untuk ponsel dan perangkat tablet. Aplikasi Android ini juga memungkinkan penggunanya memberikan komentar terkait kebaikan dan keburukannya

Aplikasi ini diprakarsai oleh asosiasi Kamar Kecil Singapura (RAS) dengan program LOO Connect yang dipampang di situs mereka (toilet.org.sg). Program ini memudahkan masyarakat untuk menandai dan mengomentari fasilitas publik yang ada dan menilai lewat memberikan tiga, empat atau lima bintang.

Melalui aplikasi baru yang dapat digunakan dalam ponsel pintar serta perangkat tablet Android tersebut, kelompok nirlaba itu mengatakan aplikasi itu "memanfaatkan tren 'social crowd' dan teknologi untuk menandai toilet yang bersih dan mendorong perilaku bertanggung jawab secara sosial".

"Aplikasi mobile ini juga memfasilitasi pengumpulan informasi oleh sukarelawan RAS selama audit tertutup terhadap sejumlah toilet di bawah Program 'Happy Toliet'," demikian tertulis dalam pernyataan mereka, seperti dikutip dari Antara.

Aplikasi serupa untuk perangkat operasi iOS siap diluncurkan pada Juli, demikian tertulis di pernyataan tersebut.

Hasil survei yang dilakukan RAS pada tahun lalu menunjukkan toilet-toilet terkotor di Singapura cenderung berada di kafe-kafe, pasar, terminal bis, pusat jajanan dan makanan serta stasiun bawah tanah. Sementara untuk yang terbersih biasanya berada di kantor-kantor pemerintahan, rumah sakit dan rumah makan.

Desain yang buruk dan buruknya upaya menjaga kebersihan juga dicatat dalam survei tersebut sebagai penyebab utama joroknya toilet. Akan tetapi disebutkan juga alasan lain yaitu banyaknya pelanggaran -sebesar 79 persen-- yang diidentifikasi sebagai "pengguna yang tidak bertanggung jawab".

Aplikasi LOO Connect dapat diunduh secara gratis di Google Play Store atau dari tautan ini.

Layar iPhone 5S Sudah Mau Diproduksi

Posted: 10 May 2013 06:39 AM PDT

KOMPAS.com - Apple dikabarkan sudah meminta para supplier-nya untuk mulai memproduksi komponen iPhone generasi selanjutnya. Salah satu supplier yang sudah menyatakan kesiapannya untuk memenuhi permintaan Apple tersebut adalah Sharp.

Menurut laporan sebuah media Jepang, Nikkan, yang dikutip dari situs Cnet, Rabu (8/5/2013), Sharp akan mulai memproduksi layar iPhone generasi baru ini Juni 2013.

"Sharp akan memulai produksi massal dari panel layar liquid crystal model baru untuk smartphone yang sedang direncanakan oleh Apple," kata Sharp.

Dikatakan juga, nantinya panel layar untuk iPhone ini akan diproduksi di pabrik Sharp yang terletak di Kameyama, Prefektur Mie, Jepang.

Selama ini, pabrik tersebut tidak pernah dioperasikan secara penuh. Namun, karena besarnya permintaan oleh Apple, dikabarkan pabrik itu akan bekerja dalam mode "kapasitas penuh" (full capacity).

Selain Sharp, kabarnya perusahaan LG Display dan Japan Display sudah siap untuk memproduksi panel layar untuk Apple. Sekadar informasi, LG Display, Japan Display, dan Sharp selama ini diketahui sebagai produsen layar iPhone 5.

Menurut laporan dari situs 9to5mac, kabarnya iPhone 5S akan hadir dengan desain yang tidak jauh berbeda dari iPhone 5. Spesifikasi dari perangkat ini pun tidak akan diubah terlalu banyak. Meskipun begitu, kabarnya iPhone 5S akan hadir dengan kamera yang telah diperbarui.

Kabar lainnya, iPhone 5S akan hadir dalam casing warna warni, mirip dengan iPod Touch generasi terbaru.

No comments:

Post a Comment