KOMPASbola

KOMPASbola


10 Sisi Lain Fergie yang Jarang Diketahui

Posted: 08 May 2013 10:32 PM PDT

MANCHESTER, KOMPAS.com - Banyak kisah soal Sir Alex Ferguson, karena prestasinya menukangi Manchester United sejak 1986 memang luar biasa. Namun, tak banyak yang mengerti beberapa sisi lain dari manajer asal Skotlandia yang mundur pada akhir musim nanti itu.

Berikut ada 10 sisi lain dari Fergie - begitu dia sering disapa - yang jarang diketahui banyak orang.

1. Jadi Pelayan Toko
Sebelum bekerja di sebagai manajer sepak bola, ternyata Ferguson pernah menjadi pelayan toko di Clyde. Kemudian, dia mencoba membuka pub di Glasgow, Sotlandia.

2. Tidur dengan "JFK"
Ferguson sangat tertarik pada kisah seputar kematian Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy (JFK). Relasinya, Gordon Brown yang juga politisi Partai Buruh di Inggris, memberinya beberapa CD seputar pembunuhan terhadap JFK. "Gordon bahkan mengirimi saya 35 CD," katanya kepada sebuah stasiun radio Manchester, Key 103, pada 2007. Ia sangat tertarik terhadap kisah JFK. Ia bahkan menyimpan laporan otopsi JFK di kamar tidurnya. Dia juga memiliki salinan Warren Reprot yang ditandatangani mantan Presiden AS, Gerald Ford.

3. Memberi Tumpangan kepada Kenny Dalglish
Ketika masih bemain untuk Glasgow Rangers, Ferguson punya perhatian kepada pemain muda yang ingin bergabung dengan klubnya. Ia tak lain Kenny Dalglish dan rekan lainnya. Ferguson dengan baik sering memberi tumpangan kepada Dalglish. "Fergie sering memberi tumpangan kepada kami untuk ke kota. Mobilnya sangat besar," kata Dalglish. Namun, Dalglish akhirnya batal bergabung dengan Rangers dan pilih bermain untuk lawan bebuyutan Rangers, yakni Glasgow Celtic pada 1968.

4. Sarankan Tukang Pijat untuk Perdana Menteri
Pernah menyuruh wartawan dan politisi Alasrtair Campbell untuk mengirim seorang tukang pijat kepaa Tony Blair, mantan perdana menteri Inggris. Ferguson memang dikenal mendukung Partai Buruh yang membawa Blair menjadi perdana menteri. Menurut Ferguson, tukang pijat itu penting untuk menjaga tim kampanye Blair tetap fit karena harus melakukan perjalanan jauh dan aktivitas padat.

5. Bukan Manajer Terlama
Ferguson bukan manajer terlama menangani satu klub. Saat pensiun sebagai manajer Manchester United, dia baru menangani klub itu selama 26,5 tahun. Manajer terlama yang melatih satu klub adalah Guy Rox yang menangani Auxerre selama 44 tahun. Dia mengundurkan diri pada 2005. Dia juga bukan orang Skotlandia yang terlama melatih satu klub. Rekor itu dipegang Willie Maley yang melatih Celtic selama 43 tahun dari 1897 sampai 1940.

6. Suka Melompat di Dermaga
Ferguson sering melompat di dermaga (terjun ke air). Dia tumbuh di daerah miskin di Glasgow di mana tak banyak yang bisa dilakukan selain bermain sepak bola, berkelahi, dan melompat di dermaga atau sering disebut dykes. "Lompatan paling berbahaya dinamai the king, the queen, the suicide, the diamond, dan the spiky. Kami pergi daeri daerah-daerah berbda di Govan untuk saling menantang melompat. Sebab, itu sangat berbahaya. Tapi, Anda melakukannya saat masih kanak-kanak karena tak memiliki rasa takut," kenang Ferguson.

7. Fergie Time
Julukan ini muncul dari suporter yang menyebutkan bahwa timnya Ferguson sering mendapat kelebihan waktu dari tambahan waktu yang seharusnya, ketika timnya sedang tertinggal. Sebagai misal, saat MU tertinggal dan tambahan waktu adalah 3 menit. Seharusnya, pertandingan selesai pada menit ke-93. Namun, wasit bisa menambah lagi. Yang terkenal adalah saat MU menang 2-1 atas Bayern Muenchen di final Liga Champions 1999. Saat itu, MU mendapat tambahan eaktu 76 detik dari yang seharusnya. Untuk menganalisis tuduhan itu, tahun lalu BBC membuat analisis beberapa tambahan waktu untuk MU.

8. Alex atau Alec?
Nama resmi manajer MU ini adalah Sir Alexander Chapman Ferguson. Sebab itu, namanya sering disingkat Alx Ferguson. Ternyata, banyak orang di sepak bola suka menulis Alec Ferguson, karena dengan latar belakang Skotlandia, namanya memang dibaca dengan cara itu (alec). teman sekolah Ferguson, Willie Miller, sering memanggilnya dengan nama Alec. Mantan pelatih timnas Skotlandia, Craig Brown, juga menyebutnya Alec. Ferguson sendiri tak mempersoalkannya. Ahli onomastik, Carole Hough, juga mengatakan, baik sebutan Alec maupun Alex sama-sama populer di Skotlandia dan Inggris. Cuma, Alec lebih familier di daerah utara.

9. Pembuat Istilah
Gaya dan bicara Ferguson sering memunculkan istilah baru. Kemarahannya kepada pemain memunculkan istrilah "hairdyer" (pengering) rambut. Jika kecewa kepada pemainnya, Ferguson tak segan-segan marah dan mengeluarkan kata-kata kasar sambil mulut tepat di kepala pemain, seperti pengering rambut yang mengembus kepala sang pemain. "Ketakutan mendapatkan pengering rambut menjadi alasan kenapa kami semua bermain bagus. Dia seorang manajer yang selalu menginginkan kami bermain bagus," demikian kesaksian David Beckham. Dia juga memunculkan istilah "squeky bum time". Makna leteralnya waktu yang sangat mepet. Ini pernyataan Ferguson untuk menggambarkan tensi dan persaingan ketat MU dan Arsenal tahun 2003 pada saat-saat terakhir kompetisi untuk menentukan siapa yang juara. Frase itu pun kemudian dimasukkan ke dalam kamus Collins English pada 2005.

10. Rumah Pasar Malam
Keluarga Ferguson tinggal di mansion mewah di daerah Wimslow, Chesire. Rumah itu sering disebut Fairfield. Sebutan itu diberikan karena ayahnya dulu bekerja di galangan kapal perusahaan pembuatan kapal, Fairlfield. Untuk mengenang sang ayah yang ia cintai, ia menyebut rumahnya dengan nama Fairfield.

Benitez: Chelsea Terlalu Terbuka

Posted: 08 May 2013 09:32 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Chelsea, Rafael Benitez, menilai timya terlalu membiarkan Tottenham Hotspur berkembang saat kedua tim tampil dalam lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Rabu atau Kamis (9/5/2013) dini hari WIB.

Karena itu, The Blues, yang sebelumnya mampu unggul 2-1 pada babak pertama berkat gol yang diciptakan Oscar (10) dan Ramires (39), akhirnya dipaksa bermain imbang 2-2. Dua gol Tottenham masing-masing dicetak Emmanuel Adebayor dan Gylfi Sigurdsson.

"Kami memiliki dua keuntugan dan kami seharusnya bisa membunuh pertandingan. Kami tidak melakukannya dan kemudian kami membiarkan mereka menguasai bola. Tottenham juga tampil menekan. Kami seharusnya mengontrol permainan lebih baik pada babak kedua," sesal Benitez.

"Gol kedua mereka berbau offside, tetapi kami masih bertahan dengan lebih baik. Kami terlalu bermain terbuka dan mereka menekan dan menyerang. Kami juga bermasalah dengan penyelesaian akhir," sambungnya.

Hasil ini membuat perebutan tiket Liga Champions semakin panas. Chelsea yang berada di peringkat ketiga hanya unggul dua angka dari Arsenal di posisi empat yang mengoleksi 67 poin. Sementara Spurs membuntuti kedua klub tersebut, berada di peringkat kelima dengan merangkum 66 poin.

"Kami akan berusaha meraih kemenangan dan jelas kami ingin finis di peringkat ketiga atau keempat. Kami harus meraih satu kemenangan lagi," tutur pelatih asal Spanyol tersebut. (BBC)

Madrid Bungkam 9 Pemain Malaga 6-2

Posted: 08 May 2013 09:28 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com — Sempat mendapat perlawanan ketat, akhirnya Real Madrid mampu membungkam perlawanan Malaga yang terpaksa bermain dengan sembilan orang pada lanjutan Liga BBVA di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu atau Kamis (9/5/2013) dini hari WIB. Cristiano Ronaldo dkk dengan mudah mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 6-2.

Enam dari total delapan gol pada laga tersebut tercipta pada 45 menit babak pertama. Malaga harus bermain sembilan orang setelah Sergio Sanchez mendapat kartu merah pada menit ke-21 dan Martin Demichelis juga terkena kartu merah pada menit ke-73.

Berkat raihan ini, Madrid berada di peringkat dua klasemen sementara Liga BBVA dengan poin 80, tertinggal delapan angka dari Barcelona di puncak. Sementara Barca sendiri baru akan menjalani laga melawan Atletico Madrid pada Minggu (12/5/2013).

Pertandingan antara kedua kubu berlangsung dengan tempo cepat sejak menit-menit awal. Madrid tampil menggebrak lebih dulu dan berhasil mencuri gol cepat saat laga baru berjalan tiga menit melalui kreasi Raul Albiol.

Meski begitu, Malaga sebenarnya bukan tanpa serangan. Pada menit ke-15, Roque Santa Cruz sukses membuat kedudukan imbang 1-1 setelah mampu memaksimalkan umpan Diego Lugano untuk menaklukkan kiper Madrid, Diego Lopez.

Petaka bagi Malaga datang saat laga memasuki menit ke-21. Bek Sergio Sanchez melakukan pelanggaran di kotak terlarang dan kemudian harus keluar lapangan karena diganjar kartu merah oleh wasit. Namun, Madrid gagal memanfaatkan hal itu karena penalti Cristiano Ronaldo berhasil diblok kiper Malaga, Wilfredo Caballero.

Lima menit berselang, Madrid kembali mendapatkan kesempatan emas setelah Madrid dihadiahi tendangan bebas dari dalam kotak penalti setelah bek Malaga dianggap wasit melakukan back pass kepada Caballero. Kali ini, Ronaldo tunai membayar kegagalannya setelah mampu mengeksekusi tendangan bebas itu untuk membuat Madrid kembali unggul 2-1.

Ingin berusaha menyamakan kedudukan, barisan pertahanan Malaga kurang konsentrasi. Mereka kembali kebobolan pada menit ke-33 setelah Mesut Oezil sukses memperbesar keunggulan tuan rumah 3-1 melalui serangan balik cepat yang dimotori oleh Luca Modric.

Upaya tim tamu untuk kembali mencetak gol akhirnya membuahkan hasil setelah Vitorino Antunes mampu memangkas skor tiga menit berselang. Gol tersebut dicetak Antunes usai memaksimalkan umpan matang Francisco Portillo.

Bermain dengan 10 pemain membuat Malaga harus bekerja keras mengamankan gawangnya dari gempuran Madrid yang tidak menurunkan intensitas serangan. Alhasil, pada injury time babak pertama, giliran Karim Benzema yang mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Madrid unggul 4-2.

Selepas turun minum, Madrid masih menguasai tempo permainan. Pelatih Jose Mourinho pun menurunkan Angel Di Maria dan Gonzalo Higuain untuk menambah daya gedor skuadnya. Sementara Malaga lebih banyak bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik sepanjang babak kedua.

Terus menekan, Madrid akhirnya mampu menambah pundi-pundi golnya melalui kreasi Modric pada menit ke-63.

Perjuangan Malaga untuk menahan gawangnya agar tak kemasukan lagi semakin berat setelah Martin Demichelis terkena kartu merah pada menit ke-73. Meski berusaha bertahan, Malaga akhirnya kebobolan lagi oleh aksi Di Maria pada injury time. Madrid pun menang 6-2.

Susunan Pemain:
Madrid:
25-Diego Lopez, 2-Raphael Varane, 5-Fabio Coentrao (33-Fabinho 76), 18-Raul Albiol, 27-Nacho, 7-Cristiano Ronaldo, 10-Mesut Oezil, 14-Xabi Alonso, 15-Michael Essien, 19-Luka Modric (22-Angel Di Maria 65), 9-Karim Benzema (20-Gonzalo Higuain 68).
Pelatih: Jose Mourinho.

Malaga: 13-Wilfredo Caballero (1-Carlos Kameni 42), 4-Diego Lugano, 5-Martín Demichelis, 21-Sergio Sánchez, 25-Vitorino Antunes, 6-Ignacio Camacho, 10-Julio Baptista (16-Manuel Iturra 27), 18-Eliseu, 19-Francisco Portillo, 22-Isco, 24-Roque Santa Cruz.
Pelatih: Manuel Pellegrini.

Wasit: Jesus Gil.

Juve Bawa Pulang 3 Poin dari Bergamo

Posted: 08 May 2013 09:03 PM PDT

BERGAMO, KOMPAS.com — Juventus berhasil mengalahkan Atalanta dengan skor 1-0 dalam lanjutan Serie-A di Stadio Atleti Azzurri d'Italia, Rabu atau Kamis (9/5/2013) dini hari WIB. Kemenangan ini makin memantapkan Juve yang sebelumnya sudah memastikan sebagai juara Serie-A 2012-13. Mereka kini mengantongi nilai 86.

Saat laga berusia 18 menit, Juve berhasil mencetak gol berkat aksi Alessandro Matri. Andrea Pirlo yang berhasil melawati dua pemain lawan berhasil memberikan bola kepada Matri. Tanpa ampun, Matri melepaskan tembakan keras yang gagal diantisipasi kiper Andrea Consigli.

Atalanta nyaris membalas lewat aksi Carmona pada menit ke-32. Carmona berhasil melewati dua pemain lawan sebelum melepaskan tembakan. Sayang, bola hasil tembakannya masih gagal mengenai sasaran.

Atalanta kembali memiliki peluang emas tujuh menit kemudian. Sebuah tendangan voli dari Denis nyaris membahayakan gawang Juve andai tidak membentur mistar. Meski begitu, Juve mampu menjaga keunggulannya hingga turun minum.

Selepas jeda, Juve mengambil inisiatif serangan. Kerja sama antara Isla dan Matri mengancam pertahanan tim tuan rumah. Apes, bola hasil tembakan Matri masih melebar.  

Pelatih Juve, Antonio Conte, melakukan perubahan dengan memainkan Nicolas Anelka, Arturo Vidal, dan Federico. Perubahan tersebut membuat Juve semakin menggigit. Sayangnya, Si Nyonya Besar gagal menambah gol hingga laga usai dan harus puas dengan kemenangan 1-0.

Susunan Pemain
Atalanta: 47-Andrea Consigli; 2-Guglielmo Stendardo, 5-Lionel Scaloni, 13-Michele Canini; 17-Carlos Carmona (Moralez 68), 21-Luca Cigarini, 77-Cristian Raimondi (Luigi Giorgi 7), 83- Cristiano Del Grosso, 88-Davide Biondini; 10-Giacomo Bonaventura, 19-Germán Denis
Pelatih: Stefano Colantuono

Juventus: 30-Marco Storari; 3-Giorgio Chiellini, 4-Martín Cáceres, 39-Luca Marrone; 11-Paolo De Ceglie (Federico 76), 20-Simone Padoin (Arturo Vidal 69), 21-Andrea Pirlo, 24-Emanuele Giaccherini, 33-Mauricio Isla; 27-Fabio Quagliarella (Nicolas Anelka 68), 32-Alessandro Matri
Pelatih: Antonio Conte

Gascoigne: Bukan Ferguson yang Menyesal, melainkan Saya

Posted: 08 May 2013 08:54 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Pada 1988, manajer Manchester United, Alex Ferguson, ingin merekrut Paul Gascoigne dari Newcastle United. Namun, Gascoigne memilih pindah ke Tottenham Hotspur.

"Ia (Ferguson) selalu mengatakan salah satu penyesalan terbesarnya adalah tidak merekrut saya. Namun, saya menilai sebaliknya, yaitu saya tak memilih bergabung dengannya," ujar Gascoigne.

"Saya telah melihat sejumlah dokumenter mengenai apa yang telah ia raih dan apa yang telah ia capai. Ketika saya bermain, hanya sedikit manajer yang saya inginkan menjadi bagian tim saya dan ia jelas adalah salah satunya, setelah melihat seperti apa dirinya di masa setelahnya."

"Saya tahu, saya akan memiliki trofi jauh lebih banyak di lemari saya jika saya bergabung dengannya."

"Itu adalah kesempatan besar yang terbuang. Jelas, saya bekerja dengan manajer besar, yaitu Terry Venables, jangan salah paham, tetapi ketika saya mendapatkan peluang untuk bergabung dengan mereka, saya hanya berpikir soal para pemain di usia saya dan apa yang telah para pemain itu raih."

"Ini bukan hanya saat bermain, tetapi juga di luar lapangan. Ia (Ferguson) tak hanya bekerja dengan mereka yang ada di klub, tetapi juga bekerja dengan mereka ketika mereka tak di klub itu."

"Pria ini (Ferguson) sangat luar biasa. Sangat menyedihkan dan saya meneteskan air mata ketika saya mendengar (Ferguson memutuskan pensiun akhir musim ini). Ia adalah salah satu orang yang Anda inginkan meraih segalanya dan ia telah melakukan itu."

"Sangat menyedihkan karena kita tak akan melihatnya di pinggir lapangan atau di kursi tim," tuturnya.

Keputusan Ferguson soal dirinya akan pensiun akhir musim ini diumumkan di situs MU pada Rabu (8/5/2013). Setelah akhir musim ini, Ferguson akan menjadi direktur dan duta MU.

Hajar Inter 3-1, Lazio Tembus Zona Liga Europa

Posted: 08 May 2013 08:48 PM PDT

MILAN, KOMPAS.com — Lazio berhasil menghajar Inter Milan 3-1 di Stadion Giuseppe Meazza pada lanjutan Liga Serie-A, Rabu atau Kamis (9/5/2013) dini hari WIB. Kemenangan ini pun membawa Lazio sementara berada di zona Liga Europa.

Lazio kini mengumpulkan nilai 58, sama dengan nilai AS Roma. Namun, lazio unggul head to head sehingga pantas menduduki posisi yang semula ditempati Roma, yakni urutan ke-5. Ini urutan terakhir zona Liga Europa.

Sementara bagi Inter, kekalahan tersebut membuat peluang mereka untuk ke Liga Europa semakin kecil. Dengan sisa dua pertandingan, poin maksimal Inter hanya 58. Jika Lazio atau Roma sekali lagi menang, Inter dipastikan tak tampil di kompetisi antarklub Eropa pada musim depan.

Tampil di kandang sendiri, Inter malah sempat dipaksa tertinggal lebih dulu. Kiper Samir Handanovic melakukan gol bunuh diri saat berusaha menghalau bola silang pemain Lazio.

Inter mencoba bangkit, tetapi justru nyaris kebobolan lagi saat Antonio Candreva lolos dari kawalan. Beruntung, bola tendangan Candreva masih meleset.

Menjelang akhir babak pertama, Inter mencoba terus menekan. Usaha mereka menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-33 berkat aksi Ricardo Alvarez. Semenit kemudian, Inter berpeluang menambah gol lewat Esteban Cambiasso, tetapi penyelesaiannya masih kurang sempurna.

Setelah itu, Cambiasso kembali mendapat peluang setelah menerima umpan silang Fredy Guarin. Namun, bola tendangannya masih bisa diblok bek Lazio. Bola mengarah kepada Ricardo Alvarez dan tinggal menceploskan ke gawang, tetapi bola tendangannya malah melambung.

Sempat mendapat peluang lagi lewat aksi Guarin pada injury time babak pertama, Inter kembali gagal memanfaatkan. Tak lama, Andrea Ranocchia malah melakukan pelanggaran kepada Sergio Floccari di kotak terlarang. Inter pun mendapat hukuman tendangan penalti. Hernanes yang menjadi algojo dengan mudah membobol gawang Handanovic dan membawa timnya unggul 2-1 sampai babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Inter mencoba terus menekan. Beberapa kali serangan mereka sempat merepotkan pertahanan Lazio, tetapi Cambiasso dkk masih gagal memanfaatkan beberapa peluang.

Pada menit ke-58, misalnya, Guarin mendapat peluang emas. Mendapat bola liar setelah kemelut di gawang Lazio, dia gagal memasukkan bola ke gawang meski ruangnya cukup lebar.

Pada menit 70, Inter berpeluang menyamakan kedudukan setelah mendapat hadiah tendangan penalti. Namun, Ricardo Alvarez yang menjadi algojo gagal memanfaatkannya. Ia terpeleset saat mau menendang dan bola tendangannya melambung di atas mistar.

Pada menit ke-76, Inter malah kebobolan lagi. Pemain pengganti, Ogenyi Onazi, melakukan tendangan jarak jauh yang membuat bola mengarah ke pojok kiri atas gawang Inter dan gagal dijangkau Handanovic.

Ini menjadi gol terakhir pada pertandingan tersebut dan memastikan kemenangan lazio 3-1.

Susunan Pemain
Inter:
1-Samir Handanovic, 23-Andrea Ranocchia (28-Simone Pasa 53), 31-Alvaro Pereira, 40-Juan, 42-Jonathan (24-Marco Benassi 31), 10-Mateo Kovacic, 17-Zdravko Kuzmanovic (61-Luca Garritano 80), 19-Esteban Cambiasso, 11-Ricardo Alvarez, 14-Fredy Guarin, 18-Tommaso Rocchi

Lazio: 22-Federico Marchetti, 3-Andre Dias (2-Michael Ciani 45), 26-Stefan Radu, 27-Lorik Cana, 29-Abdoulay Konko, 8-Hernanes, 19-Senad Lulic, 24-Cristian Ledesma (23-Ogenyi Onazi 60), 87-Antonio Candreva, 11-Miroslav Klose, 99-Sergio Floccari (15-Alvaro González 59)

Chelsea Ditahan Spurs, Tiket Champions Pun Memanas

Posted: 08 May 2013 08:41 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Sempat unggul, Chelsea dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Tottenham Hotspur pada lanjutan Premier League di Stamfrod Bridge, Rabu atau Kamis (9/5/2013) dini hari WIB. Hasil ini membuat perebutan tiket Liga Champions semakin panas.

Chelsea, yang berada di peringkat ketiga mengantongi nilai 69, hanya unggul dua poin dari Arsenal di posisi keempat. Sementara Spurs membuntuti kedua klub tersebut di peringkat kelima dengan merangkum 66 poin. Dengan dua laga tersisa, kemungkinan pergeseran posisi dari ketiga tim ini masih terbuka.

Chelsea tampil menekan semenjak awal laga. Hasilnya, The Blues hanya butuh 11 menit untuk membobol gawang Spurs. Gol diciptakan Oscar setelah pemain asal Brasil tersebut menanduk bola, memanfaatkan umpan kepala Garry Cahill dari sepak pojok yang dilepaskan Juan Mata.

Si Biru semakin percaya diri. Juan Mata nyaris menggandakan keunggulan timnya saat berhasil melepaskan tembakan dari umpan yang dilepaskan Cesar Azpilicueta. Sayang, sepakan pemain asal Spanyol tersebut masih gagal mengarahkan bola ke sasaran pada menit ke-17.

Berselang tiga menit kemudian, giliran Eden Hazard yang melepaskan ancaman ke gawang Spurs. Namun, tembakan Hazard masih membentur badan Michael Dawson.  

Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan tuan rumah sayangnya tidak diimbangi dengan kualitas pertahanan. Hal itu terlihat saat Spurs berhasil mencetak gol balasan melalui aksi Emmanuel Adebayor pada menit ke-26.

Dari tengah lapangan, Adebayor tanpa tekanan berarti dari pemain Chelsea berhasil menggiring bola hingga ke dekat kotak penalti tuan rumah. Pemain Togo itu sangat cerdik ketika melihat kiper Petr Cech terlalu maju meninggalkan sarangnya. Dia melepaskan tembakan yang membuat bola mengarah ke pojok kiri atas gawang Chelsea. Cech hanya terpaku melihat bola bersarang di gawangnya.

Gol tersebut tak memukul mental Chelsea. Mereka tetap konsisten menggempur pertahanan musuh. Setelah melewatkan beberapa peluang, London Biru akhirnya kembali unggul berkat gol yang diciptakan Ramires pada menit ke-39.

Gol berawal dari umpan yang dilepaskan Fernando Torres ke dalam kotak penalti Spurs. Ramires tanpa mengontrol bola langsung melepaskan tembakan dengan kaki kanannya. Lloris kesulitan menghalau bola yang  bergulir kencang ke sisi kanan gawangnya. Berkat gol Ramires ini, Chelsea mampu unggul 2-1 atas Tottenham sampai jeda.

Chelsea masih dominan menguasai permainan pada babak kedua. Hazard bahkan memiliki peluang emas saat berhasil menembus kotak penalti lawan pada menit ke-57. Namun, Hazard terlalu terburu-buru melepaskan tembakan sehingga bola gagal mengenai sasaran.

Empat menit berselang, Mata dengan aksi individunya berhasil menembus jantung pertahanan lawan. Dia kemudian memberikan bola kepada Ramires yang berdiri bebas. Namun, peluang emas tersebut akhirnya terbuang karena Ramires terjatuh sebelum mampu menguasai bola.

Pelatih Spurs, Andre Villas-Boas, melakukan perubahan untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan. Pelatih asal Portugal tersebut menurunkan Gylfi Sigurdsson dan Clint Dempsey pada pertengahan babak kedua.

Perubahan yang dilakukan AVB benar-benar membawa hasil. Sigurdsson menjadi pahlawan bagi Spurs setelah berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-80. Di dalam kotak penalti lawan, Adebayor dengan tumitnya berhasil memberikan bola kepada Sigurdsson. Begitu menguasai bola, pemain asal Islandia itu langsung melepaskan tembakan mendatar yang membuat bola bersarang ke pojok kanan bawah gawang Chelsea. Gol itu membuat Chelsea harus bermain imbang 2-2 sampai laga usai. 

Susunan Pemain
Chelsea:
1- Petr Cech; 28- Azpilicueta, 2- Branislav Ivanovic, 24- Garry Cahill, 3- Ashley Cole; 7- Ramires, 4- David Luiz; 11- Oscar (Yossi Benayoun 84), 10- Juan Mata, 17- Eden Hazard (Victor Moses 73); 9- Fernando Torres.
Pelatih: Rafael Benitez

Tottenham Hotspur: 25- Hugo Lloris; 28- Kyle Walker, 20- Michael Dawson, 5- Jan Vertonghen, 32- Benoit Assou-Ekotto; 6- Tom Huddlestone, 8- Scott Parker, 23- Lewsi Holtby (Dempsey 70); 7- Aaron Lennon (Gylfi Sigurdsson 62), 10- Emmanuel Adebayor, 11- Gareth Bale.
Pelatih: Andre Villas-Boas

Conte: Ini Bukan Akhir Era Barcelona

Posted: 08 May 2013 07:44 PM PDT

AFP

Pelatih Juventus, Antonio Conte (kanan), berbicara kepada suporter Juventus, sebelum pertandingan Serie-A antara Juventus dan Atalanta, di Stadion Atleti Azzurri dItalia, Bergamo, Rabu (8/5/2013). Pertandingan itu sempat ditunda selama sepuluh menit karena sebuah insiden yang melibatkan suporter kedua kubu.

TURIN, KOMPAS.com — Barcelona tersingkir sebelum final di Copa del Rey dan Liga Champions 2012-2013. Sejumlah kalangan pun menilai masa kejayaan Barcelona sudah habis.

"Barcelona? Anda harus mengatakan bahwa mereka telah menjuarai Liga BBVA (belum secara matematis) dan mereka mencapai semifinal Liga Champions," ujar Conte.

"Mengatakan bahwa mereka ada di akhir sebuah era adalah penilaian yang berlebihan. Tetapi, benar, mereka bergantung kepada Lionel Messi akhir-akhir ini," tambahnya.

Di Copa del Rey, Barcelona disingkirkan Real Madrid pada babak semifinal dengan agregat 2-4 (1-1, 1-3). Sementara di Liga Champions Barcelona juga tersingkir di babak semifinal, oleh Bayern Muenchen, dengan agregat 0-7 (0-4, 0-3).

Namun, di ajang Liga BBVA, setelah mengarungi 34 pertandingan, Barcelona menguasai klasemen dengan nilai 88, atau unggul 11 angka dari pesaing terdekat, Madrid. Dengan begitu, Barcelona akan menjadi juara jika Madrid gagal memenangi satu saja dari empat laga terakhir mereka.

No comments:

Post a Comment