KOMPAStekno |
- Inikah Perangkat BlackBerry 10 Versi Murah?
- Di China, HTC One Tampil Beda
- Ponsel Pintar Lebih Sering untuk Bermain
| Inikah Perangkat BlackBerry 10 Versi Murah? Posted: 06 Apr 2013 09:37 AM PDT KOMPAS.com - BlackBerry Z10 sudah beredar selama beberapa waktu dan akan segera disusul oleh BlackBerry Q10 yang mengusung keyboard QWERTY. Namun, kedua perangkat ini masuk kategori high-end yang berarti harganya pun mahal. Untuk memperluas adopsi BlackBerry 10, BlackBerry membutuhkan smartphone yang bisa dijangkau kebanyakan konsumen. Nah, bocoran-bocoran awal perangkat tersebut telah mulai beredar di internet. Seperti dikutip dari Phone Arena, perangkat yang agaknya memiliki kode nama "R10" ini terlihat dilengkapi dengan keyboard fisik. "R10" kemungkinan bakal menduduki posisi entry level pada lini smartphone BlackBerry 10, sama seperti seri Curve pada platform sebelumnya. Harga perangkat ini disinyalir berada pada kisaran 300-400 dollar AS atau sekitar 3 hingga 4 juta rupiah. Belum banyak yang diketahui tentang spesifikasi hardware yang tertanam di dalamnya, kecuali baterai 1800 mAh dan kapasitas memori on-board 8GB yang bisa diekspansi dengan slot micro-SD. Entah "R10" akan diberi nama lain atau tidak. Yang jelas, menurut bocoran roadmap BlackBerry yang juga bocor belakangan ini, BlackBerry memang berencana merilis R10 sekitar akhir tahun 2013 atau awal 2014. Selagi menunggu kedatangan smartphone BlackBerry 10 versi murah ini, perusahaan yang bersangkutan juga akan mengandalkan perangkat-perangkat BlackBerry 7 yang lebih lawas untuk menarget pengguna entry-level di sejumlah negara seperti Indonesia. |
| Posted: 06 Apr 2013 06:32 AM PDT KOMPAS.com - Dari sebuah gambar yang bocor di internet, terungkap ada beberapa perbedaan antara HTC One versi global dengan versi China. Perbedaan ini diyakini dapat membuat konsumen global dari smartphone andalan terbaru HTC ini merasa iri. Perbedaan pertama terletak pada desain casing bagian belakang. Pada HTC One versi global, para pengguna tidak dapat membuka bagian tersebut. Bahkan, menurut iFixit, sebuah situs yang gemar membongkar produk gadget, membuka bagian belakang HTC One sangat sulit untuk dilakukan. Namun, hal tersebut tidak berlaku di HTC One versi China. Dikutip dari Android Authority, Jumat (5/4/2013), membuka casing bagian belakang dari produk yang disebut sebagai 802w ini sangat mudah untuk dilakukan. Setelah casing dibuka, maka akan terlihat lagi perbedaan lainnya di antara kedua versi tersebut. Ternyata, HTC One versi China hadir dengan dukungan dual-SIM, GSM dan WCDMA. Selain itu, terlihat juga sebuah slot untuk kartu microSD yang diperkirakan dapat digunakan untuk menambah kapasitas media penyimpanan dari produk HTC One ini. Sekadar catatan, HTC One versi global hanya mendukung satu kartu SIM dan tidak memiliki slot untuk kartu memori. Nantinya, produk HTC One 802w ini akan dipasarkan oleh salah satu operator terbesar di China, China Unicom. Mengapa ada dua versi? Keputusan HTC untuk menghadirkan dua versi yang berbeda, antara versi global dan China, boleh jadi disebabkan oleh perbedaan kebutuhan pasar global dan China. Sebagian besar konsumen di pasaran China diketahui memang membutuhkan sebuah perangkat ponsel yang mendukung dua buah kartu SIM dan juga slot untuk kartu memori tambahan. Sedangkan model yang lebih premium hanya mampu menarik sebagian kecil peminat di negara tersebut. Untuk belahan negara lainnya, kemungkinan HTC berpikir bahwa kedua fitur tersebut tidaklah terlalu menarik. Versi manakah yang akan lebih laku? Kita tunggu saja. |
| Ponsel Pintar Lebih Sering untuk Bermain Posted: 06 Apr 2013 02:31 AM PDT KOMPAS.com - Pernah melihat orang yang sibuk sendiri dengan smartphone miliknya? Kemungkinan besar orang tersebut sedang melempar-lempar burung di Angry Birds, menghindari halang rintang di Temple Run, atau bermain game lain. Itulah yang diungkapkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan firma analisa aplikasi Flurry, berlaku paling tidak untuk pengguna Android dan iOS di Amerika Serikat yang menjadi subyek penelitiannya. Seperti dikutip dari TechRadar, menurut hasil penelitian ini, setiap hari pengguna smartphone menghabiskan waktu 2 jam 38 menit untuk mengutak-atik perangkatnya. Nah, 32 persen dari waktu tersebut ternyata dihabiskan untuk bermain game. Angka itu adalah yang terbesar di antara pola penggunaan lainnya. "Browsing internet" menempati urutan kedua dengan 20 persen. Bagaimana dengan waktu yang dipakai untuk menjalankan aplikasi produktivitas? Ternyata hanya dua persen dari 2 jam 38 menit itu. Menariknya, Flurry juga menemukan bahwa rata-rata pengguna smartphone dunia menghabiskan 18 persen atau sekitar 30 menit dari waktunya untuk mengakses Facebook. Menurut firma yang bersangkutan, ini karena pengguna sosial banyak berbagi (share) konten yang disukai melalui jejaring sosial itu. Secara keseluruhan, waktu yang dihabiskan pengguna smartphone untuk memakai aplikasi jauh lebih besar dibandingkan browsing, yaitu 80 persen berbanding 20 persen. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment