KOMPAStekno |
- Beli Power Bank Kok Dapat "Bonus" Pasir?
- Flickr Korut Bobol, Foto Kim Jong Un "Dibedah" Hacker
- Layar Android Jadi Ladang Iklan Facebook Home
- 50 Juta Pengguna Android Pakai Instagram
- Mengapa Facebook Tak Bikin Ponsel Sendiri?
| Beli Power Bank Kok Dapat "Bonus" Pasir? Posted: 05 Apr 2013 10:31 AM PDT KOMPAS.com — Niat hati membeli baterai portabel atau populer disebut "power bank" berkapasitas besar, apa daya malah segepok pasir yang didapat. Itulah yang dialami seorang pengguna mobile gadget asal Taiwan. Mungkin lantaran sering bepergian dan tak selalu berada dekat colokan listrik, pria ini dikabarkan membeli sebuah power bank berkapasitas "24.000 mAh" buatan sebuah perusahaan asal Shenzhen, China. Sekilas terlihat tak ada yang salah dengan power bank berwarna putih tersebut. Terdapat sebuah tombol daya berikut lampu-lampu indikator dan port USB. Yang mencurigakan adalah keterangan kapasitas yang terdengar terlalu luar biasa. Benar saja, setelah dibuka, ternyata di bagian dalam power bank ini ditemukan dua kantong plastik berisi pasir, yang kemungkinan sengaja ditempatkan di sana oleh siapa pun yang membuatnya untuk memberi sensasi "berat" yang meyakinkan. Power bank tersebut masih bisa digunakan untuk mengisi baterai gadget karena memang menyediakan sebuah power-cell tua yang berdebu. Kapasitas aslinya tidak diketahui, tapi kemungkinan besar tak mencapai klaim 24.000 mAh yang tertulis pada stiker di bagian bawahnya. |
| Flickr Korut Bobol, Foto Kim Jong Un "Dibedah" Hacker Posted: 05 Apr 2013 09:35 AM PDT KOMPAS.com — Tak lama setelah mengumumkan dimulainya "Operasi Pembebasan Korea", kelompok hacker Anonymous segera melancarkan serangkaian serangan cyber terhadap sejumlah properti digital milik pemerintah Korea Utara. Seperti dilaporkan oleh Gizmodo, korbannya kali ini adalah akun Twitter yang dijalankan Uriminzokkiri, badan propaganda digital pemerintah negara yang bersangkutan. Kamis (4/4/2013) kemarin, akun Twitter Uriminzokkiri tiba-tiba berhenti menyiarkan tweet berbau propaganda, diganti pesan-pesan seperti "Hacked" dan "Tango Down" yang mengumumkan berhasilnya serangan Anonymous. Biasanya, akun Flickr Uriminzokkiri yang dibuka sejak 2010 dan memiliki 16.000 follower ini dipakai untuk menulis sanjungan-sanjungan terhadap negara komunis Korea Utara dan para pemimpinnya. Akun Flickr Uriminzokkiri juga mengalami serangan serupa, kalau bukan lebih parah karena Anonymous mengejek Korea Utara dengan cara mengunggah foto Kim Jong Un—pemimpin besar negara tersebut—yang diimbuhi manipulasi digital berupa moncong babi. Saat ini timeline akun Twitter Uriminzokkiri masih bisa dilihat, beda halnya dengan Flickr yang telah ditutup dan hanya menampilkan pesan berbunyi "pengguna ini tak aktif lagi di Flickr."
Dalam melancarkan serangannya, Anonymous mengaku dibantu oleh "tim darat" yang beroperasi langsung di dalam Korea Utara. "Kami punya sejumlah orang yang menyambungkan koneksi internet ke Korea Utara menggunakan repeater WiFI jarak jauh yang bekerja dengan frekuensi khusus," tulis grup hacker itu dalam sebuah pernyataan. "Kami juga bisa mengakses jalur telepon darat yang terhubung ke Kwangmyong (jaringan intranet Korea Utara) lewat koneksi dial-up. Bagian terakhirnya adalah menghubungkan jaringan internet dunia dengan internet Korea Utara, yang, seperti bisa dilihat, berhasil dilakukan." Anonymous melancarkan serangan setelah tuntutannya agar Kim Jong Un mundur tidak ditanggapi oleh pihak Korea Utara. Sekitar dua hari sebelum serangan atas akun Flickr dan Twitter Korut, grup hacker ini membobol situs Uriminzokkiri.com dan mencuri 15.000 password penggunanya. |
| Layar Android Jadi Ladang Iklan Facebook Home Posted: 05 Apr 2013 09:21 AM PDT KOMPAS.com - Pada saat peluncurannya tanggal 12 April mendatang, tidak akan terlihat iklan pada Facebook Home. Tapi keberadaan Home sebagai platform potensial untuk iklan tidak akan disia-siakan oleh Mark Zuckerberg, Pendiri Facebook ini menjawab singkat, "ya", ketika ditanya apakah akan memuat iklan pada Facebook Home, dalam sesi tanya jawab peluncuran Facebook Home, Kamis (4/4/2013) waktu timur Amerika Serikat. "Saat ini memang belum ada iklan, tapi saya yakin suatu saat nanti pasti akan ada," lanjut Zuckerberg mengenai strategi monetisasi Facebook Home, seperti dikutip oleh The Verge. Iklan-iklan tersebut bisa ditampilkan di tampilan Cover Feed Facebook Home yang mengganti home screen dan lock screen perangkat Android pengguna. Cover Feed menyajikan update real-time dari akun pengguna dalam bentuk gambar/ foto yang memenuhi layar disertai teks singkat mengenai deskripsi feed yang bersangkutan. Sepintas terdengar tak berbeda dengan yang dilakukan Facebook melalui aplikasi khusus. Tetapi terdapat satu perbedaan penting, iklan yang ditampilkan di Facebook Home (melalui Cover Feed) akan langsung menyambut pengguna begitu melirik home screen atau lock screen. Lalu, apakah layar home/lock screen tepat dijadikan tempat iklan? Zuckerberg memberi perbandingan, rata-rata pengguna mengunjungi Facebook 12 kali dalam satu hari, tetapi layar lock screen bisa dipandangi 100 kali dalam periode waktu yang sama. |
| 50 Juta Pengguna Android Pakai Instagram Posted: 05 Apr 2013 08:21 AM PDT KOMPAS.com - Instagram adalah aplikasi photo sharing populer yang berawal dari platform iPhone. Setelah 17 bulan beredar di perangkat besutan Apple tersebut dan mengumpulkan sekitar 30 juta pengguna, Instagram melebarkan sayap ke platform Android. Itu terjadi genap setahun silam, pada 3 April 2012 atau hanya beberapa hari sebelum Instagram diakuisisi oleh Facebook dengan nilai 1 miliar dollar AS. Kini, pihak Instagram mengumumkan telah berhasil mengumpulkan 50 juta pengguna aktif dari platform Android. Jumlah tersebut mewakili setengah dari pengguna Instagram secara keseluruhan, yang pada Februari lalu diumumkan telah mencapai angka 100 juta. Melihat dari jumlah unduhan Instagram di Play Store yang mencapai kisaran 50-100 juta, klaim itu mungkin memang benar adanya. "Kami bekerja keras untuk menciptakan aplikasi yang gesit dan mudah digunakan. Komitmen kami adalah memberikan Anda pengalaman Instagram terbaik," tulis Philip McAllister dari tim Android Instagram dalam sebuah posting blog. McAllister tak lupa mengucapkan terima kasih pada seluruh pengguna Instagram di Android. Berkat platform itu, Instagram berhasil menjadi salah satu pemain terbesar di ranah social media bersama pemiliknya, Facebook. |
| Mengapa Facebook Tak Bikin Ponsel Sendiri? Posted: 05 Apr 2013 07:44 AM PDT KOMPAS.com - Sempat dikabarkan bakal merilis ponsel atau bahkan sistem operasi buatan sendiri, Facebook akhirnya lebih memilih mengembangkan aplikasi yang terintegrasi erat dengan Android. Seperti diungkapkan oleh pendiri Facebook Mark Zuckerberg dalam acara peluncuran Facebook Home hari Kamis (4/4/2013) waktu timur Amerika Serikat, pihaknya memiliki pertimbangan strategis di balik keputusan tersebut. "Kami ingin membawa konten Facebook ke dekat Anda sambil tetap memungkinkan Anda memakai semua aplikasi yang Anda butuhkan kapanpun Anda mau… Kami ingin menyebarkan ini ke sebanyak mungkin pengguna," ujar Zuckerberg di atas panggung, seperti dikutip dari Engadget. Membuat sistem operasi sendiri dinilai tidak akan membantu mewujudkan tujuan ini, begitu pula dengan "ponsel Facebook" yang hanya akan menjangkau pengguna dalam jumlah terbatas. Bahkan smartphone terbaik sekalipun, menurut Zuckerberg, paling-paling hanya mampu terjual 10-20 juta unit. Sementara, "Komunitas kami terdiri dari satu miliar lebih pengguna, jadi kami mengharapkan lebih banyak. Tak sekadar ponsel, tapi sebuah ekosistem," lanjutnya lagi. Maka jadilah Facebook Home. Aplikasi launcher tool ini mengeintegrasikan diri dengan sistem operasi Android serta mengganti layar Home Screen dan Lock Screen di perangkat tempatnya terpasang. Soal ini pun ada alasannya. "Rata-rata pengguna mengunjungi Facebook 12 Kali sehari, dan layar lock screen dipandangi sebanyak 100 kali setiap harinya," ujar Zuck. Di layar home dan lockscreen tersebut, Facebook Home menyajikan update dari situs jejaring sosial itu secara real time dan sepanjang waktu. Pengguna pun tetap bisa menjalankan aplikasi-aplikasi lain seperti biasa. Dengan aplikasi launcher yang menyediakan "rumah baru" bagi para pengguna Android ini, tiap smartphone bisa berubah menjadi "ponsel Facebook". |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment