KOMPASbola

KOMPASbola


Bayern Jadi Pelajaran untuk Juventus

Posted: 11 Apr 2013 10:15 PM PDT

TURIN, KOMPAS.com - Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, menilai timnya harus belajar dari kegagalan di Liga Champions musim ini setelah disingkirkan Bayern Muenchen di perempat final, Rabu (11/3/2013). Menurut Buffon, meski melaju hingga performa perempat final, Juventus belum menunjukkan permainan terbaik mereka di Liga Champions musim ini.

Juventus tersingkir di babak perempat final oleh Bayern Muenchen. Setelah kalah 0-2 pada leg pertama di Allianz Arena, 2 April 2013, Juventus kalah 0-2 pada leg kedua di Juventus Stadium, Rabu (10/4/2013).

"Kami adalah salah satu dari delapan tim teratas di Eropa, itu adalah fakta, dan kami harus mulai meningkatkan performa lagi," ungkap Buffon.

Buffon juga mengucapkan terima kasih kepada suporter, terutama pada pertandingan leg kedua perempat final.

"Mereka sangat menakjubkan, para suporter memberikan bantuan yang luar biasa," pujinya.

"Tepuk tangan saat pertandingan berakhir itu sangat bagus, kami senang, meskipun kecewa karena tersingkir. Pendukung tahu bahwa kami telah melakukan yang terbaik," tukas Buffon.

Nostalgia Wenger di Negeri Sakura

Posted: 11 Apr 2013 10:11 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Arsenal mengonfirmasi bahwa Jepang akan menjadi tujuan mereka setelah Indonesia dalam rangkaian tur pramusim di Asia pada Juli mendatang.

Di Jepang, Arsenal akan mengikuti turnamen Saitama City Cup. The Gunners dijadwalkan bertanding melawan Nagoya Grampus pada 22 Juli di Saitama Stadium dan Urawa Red Diamonds, 26 Juli.

Pertandingan kontra Nagoya Grampus sendiri merupakan laga spesial bagi pelatih Arsenal, Arsene Wenger. Pasalnya, pelatih berusia 63 tahun itu sempat membesut Grampus pada 1995 sebelum hijrah ke London setahun setelahnya.

"Saya sangat senang bisa kembali ke Jepang di mana saya telah menghabiskan dua tahun yang bahagia sebelum bergabung bersama Arsenal," ujar Wenger seperti dilansir situs resmi.

"Kami tahu Urawa Reds memiliki banyak pendukung di J-League dan dalam Saitama Cup sejumlah klub Eropa juga telah bertanding dengan Urawa Reds dalam beberapa tahun sebelumnya."

"Pertandingan berikutnya di Jepang adalah melawan Nagoya Grampus dan kami yakin akan mendapatkan sambutan hangat dari banyak suporter di Saitama. Kami sangat senang bisa mengunjungi Saitama musim panas ini setelah perjalanan kami ke Nagoya," tukasnya.

Saitama City Cup akan merayakan ulang tahun yang ke-10 pada musim ini. Ajang tersebut sering diikuti oleh beberapa klub elite Eropa, termasuk Manchester United, Barcelona, dan Inter Milan.

Basel Singkirkan Spurs, Benfica Pulangkan Cisse dkk

Posted: 11 Apr 2013 10:03 PM PDT

BASEL, KOMPAS.com — Basel untuk pertama kalinya lolos ke semifinal Liga Europa seusai menang atas Tottenham Hotspur lewat babak adu penalti pada leg kedua perempat final Liga Europa di Stadion St Jakob-Park, Kamis atau Jumat (12/3/2013).

Adu penalti dilakukan karena kedua kubu bermain imbang 2-2 (agregat 4-4) hingga akhir babak tambahan. Dua gol Tottenham diborong Clint Dempsey, sedangkan sepasang gol Basel ditorehkan Mohamed Salah dan Aleksander Dragovi. Sementara babak adu penalti berakhir 4-1.

1-0 Fabian Schar (Basel) - gol - tembakan ke sudut kanan bawah gawang.
1-0 Huddlestone (Tottenham) - gagal - tembakan ke sudut kanan bawah gawang ditepis kiper.
2-0 Streller - gol - tembakan ke sudut kanan atas gawang.
2-1 Sigurdsson - gol - tembakan ke tengah gawang.
3-1 Frei - gol - tembakan ke pojok atas kanan gawang.
3-1 Adebayor - gagal - melambung ke atas mistar.
4-1 Marcelo Diaz - gol - tembakan ke atas kiri gawang.

Pada menit-menit awal pertandingan, Tottenham sebenarnya memulai pertandingan lebih baik. Beberapa kali skuad asuhan Andre Villas-Boas itu berupaya mencari celah untuk menciptakan gol cepat.

Upaya mereka berhasil ketika umpan terobosan Jan Vertonghen kepada Dempsey gagal diantisipasi bek Basel, Dragovic, pada menit ke-25. Dengan tenang, Dempsey pun sukses menaklukkan kiper Basel, Yann Sommer, untuk membuat timnya unggul lebih dulu.

Basel langsung merespons gol tersebut. Hanya butuh empat menit bagi Basel untuk membuat papan skor berubah 1-1 melalui aksi Salah. Menerima umpan Marco Streller, Salah melepaskan tendangan kiri keras yang masuk ke dalam gawang.

Sepanjang paruh pertama, pertandingan masih berjalan dengan tempo cepat. Namun, barisan belakang kedua kubu tampil cukup disiplin sehingga membuat sejumlah serangan tidak menemui sasaran.

Empat menit selepas turun minum, Basel memimpin setelah Dragovic sukses menyarangkan bola ke gawang kiper Tottenham, Brad Friedel. Gol tersebut ditorehkannya dengan memanfaatkan bola muntah hasil tendangan jarak dekat yang diantisipasi Friedel.

Setelah gol itu, tempo pertandingan masih berjalan tinggi. Kedua tim masih saling jual beli serangan ke masing-masing barisan pertahanan lawan. Tottenham pun beberapa kali menciptakan peluang berbahaya di jantung pertahanan Basel lewat aksi Emmanuel Adebayor dan Dempsey.

Gol yang ditunggu-tunggu pendukung tim tamu akhirnya datang tujuh menit sebelum babak kedua usai. Adalah Dempsey yang kembali sukses memaksa Sommer memungut bola dari gawangnya sendiri untuk kali kedua sekaligus menyamakan kedudukan 2-2.

Pada injury time, Tottenham harus bermain dengan 10 pemain setelah Jan Vertonghen mendapat kartu merah karena melanggar Streller. Namun, hal itu tidak dapat dimanfaatkan Basel sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan.

Unggul jumlah pemain, Basel terus menekan tim tamu pada babak tambahan. Setidaknya, ada tiga peluang emas yang diperoleh kubu tuan rumah melalui aksi Mohamed El-Nenny, Marcelo Diaz, dan Alexander Frei. Namun, kesempatan itu gagal dikonversi karena barisan belakang Tottenham tampil cukup disiplin sehingga membuat pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.

Dengan tersingkirnya Tottenham, Inggris hanya menyisakan satu wakilnya di semifinal Liga Europa, yaitu Chelsea, karena Newcastle juga gagal lolos setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Benfica di Stadion St James Park. The Magpies tersingkir dengan agregat 2-4 karena di Estadio da Luz, kandang Benfica, kalah 1-3.

Susunan Pemain:
Basel (4-5-1): 1-Yann Sommer, 3-Joo-ho Park, 4-Philipp Degen, 6-Aleksander Dragovic, 16-Fabian Schar, 8-Serey Geoffroy (21-Marcelo Diaz 58), 14-Valentin Stocker, 20-Fabian Frei, 22-Mohamed Salah, 33-Mohamed El-Nenny (13-Alexander Frei 111), 9-Marco Streller (21-Marcelo Diaz 58) .
Pelatih: Murat Yakin.

Tottenham (4-2-3-1): 24-Brad Friedel, 5-Jan Vertonghen, 16-Kyle Naughton (32-Benoit Assou-Ekotto 78), 20-Michael Dawson, 28-Kyle Walker, 2-Clint Dempsey, 8-Scott Parker (6-Tom Huddlestone 77), 14-Lewis Holtby, 22-Gylfi Sigurdsson, 10-Emmanuel Adebayor, 19-Mousa Dembele (46-Thomas Carroll 59).
Pelatih: Andre Villas-Boas.

Wasit: Olegario Benquerenca (Portugal).

City Tak Dukung Pembatasan Gaji Pemain

Posted: 11 Apr 2013 09:52 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Pemilik-pemilik saham klub Premier League meratifikasi peraturan tata kelola keuangan klub sepak bola pada Kamis (11/4/2013). Dua hal penting dalam peraturan itu adalah pembatasan gaji pemain dan pembatasan jumlah kerugian klub hingga 105 juta poundsterling selama tiga tahun.

Klub yang punya kewajiban membayar gaji sebesar 52 juta poundsterling hanya diizinkan meningkatkan anggaran gaji mereka sebesar empat juta poundsterling per musim selama tiga tahun mendatang, tetapi batasan itu tak mencakup uang ekstra yang didapat dari peningkatan komersial atau pendapatan dari pertandingan (matchday).

Dengan begitu, anggaran gaji maksimal sebuah klub adalah 52 juta poundsterling untuk musim 2013-2014, 56 juta poundsterling pada musim 2014-2015, dan 60 juta poundsterling pada musim 2015-2016. Saat ini, hanya tujuh dari 20 klub Premier League yang anggarannya di bawah batas itu.

Kesepakatan lain yang disepakati adalah keuntungan yang didapat dari penjualan pemain tak akan masuk dalam perhitungan pembatasan gaji pemain.

Melalui pemungutan suara, klub-klub Premier League menyetujui rancangan peraturan itu pada Februari 2013. Saat itu, 13 klub menyatakan setuju, enam menolak, dan satu abstain. Pada voting hari Kamis (11/4/2013), 14 klub mendukung, lima menolak, dan satu abstain. Klub-klub yang menolak adalah Manchester City, Fulham, West Bromwich Albion, Aston Villa, dan Southampton.

"Ada tekanan terhadap klub, yang tak seorang pun dari kami menginginkannya, mengingat semua perubahan yang terjadi di dunia sepak bola. Jadi, bagus melihat bahwa sedikit demi sedikit UEFA, Football League, dan Premier League mengambil satu langkah maju ke arah yang benar," ujar Ketua Federasi Sepak Bola Inggris, David Bernstein.

Lazio Disingkirkan Fenerbache di Olimpico

Posted: 11 Apr 2013 09:09 PM PDT

ROMA, KOMPAS.com — Lazio dan Fenerbahce bermain imbang 1-1 pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions, di Olimpico, Kamis (11/4/2013). Lazio pun tersingkir karena kalah 0-2 pada leg pertama di Sukru Saracoglu Stadium, 4 April 2013.

Lazio unggul lebih dulu melalui Senad Lulic pada menit ke-60. Dengan kepalanya, Lulic mengirim bola kiriman Antonio Candreva masuk gawang Volkan Demirel.

Caner Erkin mengubah angka di papan skor menjadi 1-1 pada menit ke-73. Setelah menahan bola, Webo melepaskan umpan silang yang disambut Erkin dengan tembakan kaki kiri yang gagal dihalau Federico Marchetti.

Bermain di depan pendukung sendiri, Lazio konsisten mengalirkan serangan sejak menit awal. Namun, selain penyelesaian akhir yang kurang terukur, usaha mereka mencetak gol gagal karena performa Demirel.

Pada menit ke-12, misalnya, Hernanes melepaskan tembakan yang dimentahkan Demirel. Libor Kozak berusaha menjangkau bola liar, tetapi Demirel bereaksi cepat menangkap bola.

Lazio juga menciptakan kemelut di kotak penalti Fenerbache pada menit ke-41, yang berujung tembakan dari Ederson dari sudut sempit. Namun, Demirel kembali berhasil menjinakkannya.

Kozak kembali mencoba peruntungannya pada menit ke-59. Namun, lagi-lagi, bola mengarah tepat ke Demirel, yang sigap melakukan antisipasi.

Fenerbahce sendiri tak banyak menciptakan ancaman serius ke gawang tuan rumah. Tembakan Erkin yang membuahkan gol itu bisa dikatakan tembakan akurat mereka pada pertandingan itu.

Selama laga, menurut catatan UEFA, Lazio menciptakan sembilan peluang emas dari 20 percobaan, sementara Fenerbahce melepaskan satu tembakan titis dari lima percobaan.

Lazio (4-3-3):
22-Federico Marchetti; 20-Giuseppe Biava (11-Miroslav Klose 56), 2-Michael Ciani, 27-Lorik Cana, 26-Stefan Radu; 8-Hernanes, 24-Cristian Ledesma, 19-Senad Lulic; 87-Antonio Candreva, 18-Libor Kozak (25-Antonio Rozzi 77), 7-Honorato Campos Ederson (99-Sergio Floccari 73)

Fenerbahce (4-2-3-1): 1-Volkan Demirel; 77-Gokhan Gonul, 6-Joseph Yobo, 2-Egeman Korkmaz, 33-Reto Ziegler ; 14-Raul Meireles, 21-Selcuk Sahin; 11-Dirk Kuyt, 16-Baroni Cristian (48-Salih Ucan 73), 88-Caner Erkin (27-Milos Krasic 87); 99-Pierre Webo (38-Mehmet Topuz 80)

Wasit: Pavel Kralovec

Premier League 2013-2014 Pakai Teknologi Garis Gawang

Posted: 11 Apr 2013 08:46 PM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Pertemuan antara klub-klub Premier League dan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menghasilkan keputusan bahwa teknologi garis gawang (goal line technology/GLT) akan digunakan pada kompetisi domestik 2013-2014, yang akan dimulai pada pertandingan Community Shield pada Agustus 2013. GLT yang akan digunakan adalah Hawk-Eye dari Inggris.

"Premier League sudah lama mendukung penggunaan teknologi garis gawang dan berkali-kali tampaknya penggunaan GLT tak akan terjadi. Namun, setelah FIFA memutuskan mengizinkan penggunaan (GLT), kami berusaha menggunakan (GLT) sesegera mungkin," ujar Ketua Eksekutif FA, Richard Scudamore.

"Pada prinsipnya, ini soal membuat sesuatu menjadi benar. Suporter, pemain, dan manajer menghabiskan energi supaya tim mereka mencetak gol atau mencegah gawang mereka kebobolan, jadi kami sebagai administrator harus melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil itu benar."

"Dari empat perusahaan (penyedia GLT) yang mendapatkan lisensi FIFA, Hawk-Eye unggul karena rekam jejak mereka yang luar biasa di bidang olahraga selama bertahun-tahun," papar Scudamore.

FIFA memutuskan menggunakan teknologi garis gawang pada pekan lalu. FIFA akan memperkenalkan teknologi itu pada Piala Konfederasi 2013 dan Piala Dunia 2014 Brasil. Teknologi yang dipilih adalah GoalControl dari Jerman.

Keputusan FIFA menggunakan teknologi garis gawang setidaknya bermula dari gol gelandang Inggris, Frank Lampard, ke gawang Jerman, yang dianulir wasit, pada Piala Dunia 2010.

Kesan JK Setelah Saksikan Langsung Galatasaray Vs Madrid

Posted: 11 Apr 2013 08:14 PM PDT

AFP PHOTO / JAVIER SORIANO

Reaksi penyerang Galatasaray dari Pantai Gading, Didier Drogba, saat bertanding melawan Real Madrid dalam laga kedua perempat final Liga Champions di Stadion Ali Sami Yen, Istanbul, Selasa (9/4/2013). Galatasaray akhirnya menang 3-2, namun kalah agregat 3-5.

JAKARTA, KOMPAS.com — Di sela-sela kunjungannya di Turki, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyempatkan menonton pertandingan perempat final Liga Champions leg kedua antara Real Madrid dan Galatasaray di Turk Telekom, Istanbul, Turki, Rabu (10/4/2013).

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu menjadi pendukung tuan rumah. JK yang memakai syal dan penutup kepala Galatasaray berbaur dengan sekitar 60.000 pendukung tuan rumah. Udara lima derajat celsius yang menggigit tulang menjadi tak terasa karena nyanyian dan yel-yel sepanjang pertandingan yang digelorakan penonton. Sayang kemenangan Galatasaray 3 - 2 malam itu belum cukup mengantarkan mereka ke babak semifinal karena kalah 0-3 pada leg pertama di Santiago Bernabeu, Madrid, pekan lalu.

"Semangat Galatasaray luar biasa. Meski ketinggalan gol cepat Ronaldo, mereka pantang menyerah hingga akhirnya bisa unggul 3-2," kata JK yang pernah mengurus PSM Makassar selama 10 tahun.

JK mengaku masih mengikuti perkembangan sepak bola internasional meskipun hanya lewat berita. Tayangan-tayangan langsung sudah jarang ditonton JK, kecuali beberapa pertandingan tim nasional. Menurut JK, perilaku fans Galatasaray patut dicontoh.

"Asal dikelola dan dibina dengan baik, sepak bola Indonesia bisa maju seperti Eropa," tambah JK.

Dipaksa Main, Cedera Messi Tak Memburuk

Posted: 11 Apr 2013 08:09 PM PDT

BARCELONA, KOMPAS.com — Barcelona mengonfirmasi cedera otot paha Lionel Messi tidak memburuk meski Messi dimainkan dalam kondisi belum pulih benar dari cedera itu, yaitu pada leg kedua perempat final Liga Champions kontra Paris Saint-Germain (PSG) di Camp Nou, Rabu (10/3/2013).

Barcelona tertinggal lebih dulu akibat gol bomber PSG, Javier Pastore, pada menit ke-50. Pelatih Tito Vilanova pun memutuskan untuk menurunkan Messi untuk menambah daya gedor skuadnya.

Meski dalam masa perawatan cedera, pengaruh Messi dalam lapangan langsung terasa. Ia pun sukses membidani gol yang dicetak Pedro Rodriguez untuk menyamakan kedudukan 1-1 yang bertahan hingga pertandingan berakhir.

"Tes medis telah mengonfirmasi bahwa cedera (Messi) tidak menjadi lebih serius dan sejauh ini belum ada perubahan dari kondisi pemain," demikian pernyataan Barcelona.

"Pemain akan melanjutkan jadwal pemulihannya dan perkembangannya akan menentukan apakah dia akan bermain dalam beberapa pertandingan berikutnya," lanjut pernyataan tersebut.

Messi awalnya mengalami cedera itu pada pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions, di Parc Des Princes, 2 April 2013, yang berakhir 2-2. Cedera membuatnya digantikan Cesc Fabregas pada menit ke-45.

No comments:

Post a Comment