KOMPASbola

KOMPASbola


Di Canio Besut Sunderland

Posted: 31 Mar 2013 10:31 PM PDT

SUNDERLAND, KOMPAS.com - Sunderland mendapatkan manajer anyar. The Black Cats menunjuk Paolo Di Canio sebagai suksesor Martin O'Neill pada Minggu (31/3/2013).

"Manajer berusia 44 tahun itu menyepakati kontrak berdurasi dua setengah tahun di Wearside dan akan mengambil alih tim mulai besok (Senin)," jelas pernyataan Sunderland.

Chairman Ellias Short gembira dengan keberhasilan Sunderland mendapatkan Di Canio. "Paolo sangat menyukai tantangan yang ada di depannya. Dia bersemangat, penggerak, dan penuh rasa antusias."

"Fokus utama untuk semua orang adalah tujuh pertandingan berikutnya akan untuk memastikan kami mendapatkan poin yang cukup untuk bertahan di kompetisi tertinggi. Saya berpikir bahwa kemungkinan sangat meningkat dengan Paolo bergabung dengan kami," tandas Short.

"Fans kami telah menunjukkan kesabaran yang luar biasa dan memahami musim ini. Mereka terus mendukung tim dalam jumlah besar, baik kandang dan tandang. Itu adalah sesuatu yang terus menginspirasi kami semua dalam upaya untuk memberikan mereka kesuksesan yang layak. Itu tetap tujuan utama kami," tutup Short.

Adu Mental di Pekan Ke-13 Liga KG

Posted: 31 Mar 2013 10:19 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Bertanding menghadapi lawan yang berat dalam cuaca panas terik menjadi situasi pelik yang memengaruhi mental pemain. Kondisi mental itu dialami dua tim yang bertemu pada pekan ke-13 Liga Kompas Gramedia (KG) U-14, yakni SSB ASIOP Apacinti dan SSB Villa 2000, Minggu (31/3/2013), di Stadion Ciracas, Jakarta Timur. Pertarungan dua tim bernama besar itu berakhir dengan kemenangan ASIOP, 1-0.

Tim ASIOP dan Villa 2000, yang biasanya tampil dengan organisasi permainan yang rapi ketika melawan tim lain, kemarin justru tidak bermain seperti biasa. Kedua tim memang saling menekan, tetapi sulit sekali menciptakan peluang gol.

Pemain ASIOP dan Villa 2000 terlihat ragu-ragu saat menguasai bola. Mereka bingung apakah akan menggiring bola sendiri atau mengumpan kepada temannya. Akibatnya, pemain kedua tim kerap salah dalam mengumpan. Pergerakan bola pun kurang dinamis. Satu-satunya gol dicetak melalui tendangan jarak dekat oleh pemain ASIOP, Fadhil Muslimin, pada menit ke-40.

Pelatih ASIOP Apacinti Ansori menuturkan, dalam pertandingan di antara dua tim kuat, faktor mental yang bicara. "Dalam setiap partai besar yang tensinya tinggi, anak-anak pasti merasa terbebani. Harusnya tidak perlu demam panggung melawan siapa saja," ujar Ansori.

Penyerang ASIOP, Justin Stephen, mengungkapkan, pemain merasa grogi karena mereka selalu kalah dari Villa 2000 dalam laga di luar LKG U-14. Menurut Justin, pada babak pertama pemain ASIOP tidak bermain lepas karena merasa terbebani. Namun, pada babak kedua pemain bisa melepaskan beban sehingga terciptalah gol penentu kemenangan ASIOP.

Menurut Pelatih Villa 2000, Ridho Mahendra, kemenangan ASIOP atas Villa 2000 ditentukan oleh mental pemain. Selain itu, pemain Villa 2000 juga kehilangan konsentrasi, padahal ASIOP cenderung bertahan di babak pertama karena tertekan. "Lawan capek, kami capek, siapa yang punya semangat dan mental lebih berpeluang menang. Kami mengakui lawan bermain lebih baik," katanya.

Hadapi Messi, Pastore Justru Semringah

Posted: 31 Mar 2013 09:35 PM PDT

PARIS, KOMPAS.com - Gelandang serang Paris Saint-Germain (PSG), Javier Pastore, menganggap bintang Barcelona, Lionel Messi, sebagai pemain terbaik dunia. Bahkan, pertarungan dengan Messi dianggap Pastore sebagai momen yang menyenangkan.

PSG akan berjumpa Barcelona pada babak perempat final Liga Champions. Dengan demikian, Pastore dan kawan-kawan akan coba menghentikan Pemain Terbaik Dunia empat kali beruntun itu.

"Messi pemain terbaik dunia!" tegas Pastore dalam situs resmi klub. "Ia telah memperlihatkannya dalam setiap pertandingan."

"Bagi kami, para pemain Argentina, Messi adalah panutan dan contoh. Aku senang bisa melawannya dan itu akan menjadi momen yang sangat spesial bagiku. Akan ada sedikit sisi emosional buatku," lanjutnya.

"Kami akan fokus menghadapi Barcelona untuk 90 menit. Kami hanya perlu tenang ketika mereka menguasai bola. Barcelona adalah tipe klub yang dapat memaksimalkan kesalahan kecil dari lawan untuk kemudian mencetak gol. Jika sudah begitu, akan sulit untuk bangkit," pungkasnya.

Antusias di Indonesia Junior Soccer

Posted: 31 Mar 2013 09:03 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Peserta antusias mengikuti kompetisi sepak bola U-12, Indonesia Junior Soccer League, yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Japanese Club, Sentul City. Kompetisi yang diikuti 64 tim dari 32 sekolah sepak bola (SSB) ini berlangsung mulai 24 Maret hingga 7 Juli.

Menurut Ketua Kompetisi, Dede Supriyadi, kejuaraan yang menggunakan sistem setengah kompetisi tersebut dimaksudkan untuk memberi wadah anak-anak mengasah kemampuannya. Diharapkan, dengan berkompetisi, kemampuan anak akan berkembang dan mereka akan menjadi pemain-pemain andal di masa depan.

"Peserta sangat antusias mengikuti kompetisi, karena selama ini jarang ada kompetisi yang mewadahi usia dini," kata Dede.

Ditahan Valencia, Atletico Gagal Depak Madrid

Posted: 31 Mar 2013 08:51 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com - Atletico Madrid gagal memaksimalkan kesempatan mendepak Real Madrid dari posisi kedua Liga BBVA. Dalam lanjutan Liga BBVA, Atletico bermain imbang 1-1 melawan Valencia di Stadion Vicente Calderon, Madrid, Minggu atau Senin (1/4/2013) dini hari WIB.

Hasil imbang ini membuat peluang Atletico menyalip Madrid yang berada di peringkat kedua gagal terlaksana. Atletico kini mengemas 61 poin, atau satu poin lebih sedikit dari Madrid. Sementara, Valencia berada di urutan keenam dengan 46 poin.

Tim tamu langsung menggebrak pertahanan Atletico sesaat setelah peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup wasit Javier Estrada. Strategi Valencia terbukti membuat barisan belakang Los Colchoneros kocar-kacir.

Hasilnya terlihat ketika pertandingan baru memasuki menit kelima. Dari sebuah umpan tarik Joao Pereira di sisi kanan, Jonas Goncalves berhasil menguasai bola dengan sempurna. Ketidaksigapan para pemain belakang Atletico, memudahkan Jonas membuka keunggulan bagi Valencia.

Keunggulan cepat El Che ternyata tak bertahan lama. Satu menit kemudian, publik Vicente Calderon bersorak menyambut gol balasan yang dicetak Radamel Falcao. Arda Turan mengirimkan umpan matang ke depan kotak penalti Valencia. Falcao lolos dari jebakan offside dan sukses meneruskan umpan tersebut menjadi gol penyeimbang 1-1.

Memasuki menit ke-20, Valencia kembali memiliki peluang mencetak gol. Sebuah tendangan bebas dari jarak menguntungkan dilepaskan Daniel Parejo. Namun, kegemilangan Thibaut Courtois yang pada akhirnya menyelamatkan gawang Atletico dari kebobolan.

Pada menit ke-31, lagi-lagi Courtois menjadi dewa selamat Los Colchoneros. Tembakan keras Pablo Piatti dimentahkan refleks memukau kiper pinjaman dari Chelsea itu. Bola muntah lantas diteruskan Jonas yang kembali mampu ditepis Courtois.

Setelah imbang 1-1 pada babak pertama, pertandingan berjalan dengan tempo lambat seusai jeda. Namun kali ini, beberapa kesempatan emas didapat kubu tuan rumah.

Pada menit ke-58, aksi kiper Diego Alves mampu mematahkan serangan yang dibangun Diego Costa. Peluang lanjutan dari Falcao juga bisa digagalkan barisan belakang Valencia.

Kesempatan selanjutnya lahir tiga menit berselang. Kali ini, sundulan Jorge Resurreccion Merodio alias Koke, belum mampu membobol gawang Valencia karena penyelamatan Alves. Hingga pertandingan berakhir, skor sama kuat 1-1 tetap terjaga.

Susunan Pemain
Atletico:
13-Thibaut Courtois; 26-Javi Manquillo, 2-Diego Godin, 23-Miranda, 3-Filipe Luis; 4-Mario Suarez, 14-Gabi Fernandez; 10-Arda Turan (8-Raul Garcia 27), 6-Koke; 19-Diego Costa, 9-Radamel Falcao
Pelatih: Diego Simeone

Valencia: 1-Diego Alves; 12-Joao Pereira, 20-Ricardo Costa, 22-Jeremy Mathieu, 17-Andres Guardado; 21-Daniel Parejo, 24-Tino Costa; 11-Pablo Piatti (15-Jonathan Viera 84), 10-Ever Banega (23-Sergio Canales 67), 7-Jonas Goncalves; 16-Nelson Haedo Valdez (3-Aly Cissokho 65)
Pelatih: Ernesto Valverde

Wasit: Javier Estrada

Pengorbit Cassano Kagumi "Messi dari Napoli"

Posted: 31 Mar 2013 08:47 PM PDT

NAPLES, KOMPAS.com - Mantan pelatih Bari, Eugenio Fascetti, ternyata mengagumi sosok penyerang muda Napoli, Lorenzo Insigne. Kepada Football Italia, Fascetti meminta Napoli untuk memaksimalkan bakat yang dimiliki Insigne.

Karier Insigne mulai berkembang saat musim lalu sukses membawa Pescara berpromosi ke Serie-A. Selama musim lalu, Insigne tampil menawan dengan mencetak 18 gol bersama Pescara.

Performa apiknya tersebut membuat Napoli memutuskan membawa pulang pemain berusia 21 tahun itu ke San Paolo, markas Napoli. Maklum saja, Napoli merupakan klub pemilik sah pemuda berkaki kidal itu sejak 2009. Namun, Napoli terus meminjamkan Insigne ke klub kecil seperti Cavese, Foggia, dan Pescara.

Kini, setelah kembali ke Napoli, pemain berjuluk "Messi dari Napoli" itu gagal menampilkan ketajamannya dan baru mencetak empat gol. Pemain kelahiran Naples itu pun lebih banyak dirotasi Pelatih Walter Mazzarri.

Hal itu yang membuat Fascetti angkat bicara. Menurut pelatih yang mengorbitkan Antonio Cassano semasa di Bari itu, Insigne merupakan pemain berbakat yang dimiliki Italia.

"Insigne akan selalu jadi pemain utama bersama saya. Ia pemain potensial, namun ia tak bisa mempertunjukkannya jika tak diberi kesempatan bermain secara reguler," ucap Fascetti.

Dortmund Sayangkan Permainan Fisik Stuttgart

Posted: 31 Mar 2013 08:45 PM PDT

STUTTGART, KOMPAS.com - Duo pemain Borussia Dortmund Sven Bender dan Neven Subotic mengkritik permainan fisik VfB Stuttgart, dalam laga Bundesliga pada Sabtu (30/3/2013) yang akhirnya dimenangi Dortmund 2-1.

"Olahraga laki-laki seharusnya berjalan sportif. Aku tak mencoba melayangkan sikut ke arah lawan, karena itu tak jantan, sementara setiap pemain (lawan) melakukannya, (hanya) seorang wanita yang dapat melakukannya," tegas Subotic, Minggu (31/3/2013).

Gol telat dari Robert Lewandowski (menit ke-82) membuat Dortmund menunda pesta Juara Bundesliga musim ini yang akan dihelat raksasa Bavaria itu. Die Borussen pun menang 2-1, setelah sebelumnya Alexandru Maxim (63) menyamakan kedudukan 1-1 setelah Lukasz Piszczek (29) membobol jala Stuttgart.

"Pertandingan yang sangat sulit. VfB memberikan segala kemampuan, mereka terus berkomitmen dan menekan hingga batas yang diizinkan. Tetapi, kami bangkit dengan baik, dengan masih berada dalam peraturan pertandingan," tutur Bender.

Mantan pemain legendaris Dortmund, Michael Zorc, malah membela keputusan wasit, namun ia meyakini pola pertandingan yang menjurus ke fisik itu kerap terjadi ketika Dortmund berjumpa dengan Stuttgart.

"Dalam pertandingan pertama, (korbannya Sebastian) Kehl, sekarang (Marcel) Schmelzer yang menderita patah hidung. Saya tak berpikir itu sebuah kesengajaan, tetapi posisi kaki tak seharusnya berada di sana," kata Zorc.

"Setelah pertandingan semua pemain terbujur di meja pemijatan. Tak seharusnya menyalahkan wasit, tugasnya memang sulit. Kami senang bisa membawa pulang tiga poin," sambung pria yang juga menjabat Direktur Olahraga Dortmund itu.

Dalam laga berikutnya, perempat final pertama Liga Champions, Rabu (3/4/2013), Dortmund akan berhadapan dengan wakil Spanyol, Malaga.

Dalam kompetisi domestik, Dortmund kini berada di posisi kedua sementara Bundesliga, dengan rangkuman 52 poin, alias tertinggal 20 angka dari Bayern. Die Roten sendiri tinggal membutuhkan dua poin lagi untuk memastikan mahkota Bundesliga yang dua musim ini dimiliki Dortmund.

Sampdoria Lirik Gelandang Subur Palermo

Posted: 31 Mar 2013 08:06 PM PDT

GENOA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Olahraga Sampdoria, Pasquale Sensibile, mengaku pernah berminat membawa gelandang Palermo, Josip Ilicic, ke Luigi Ferraris, markas Sampdoria. Kabar ini dilansir Football Italia, Minggu (31/3/2013).

Pemain berusia 25 tahun itu dianggap sebagai salah satu gelandang subur di Serie-A. Tiga tahun berkostum Palermo, Ilicic sudah mengemas 21 gol.

Tak ayal, banyak klub yang mencoba mendapatkan tanda tangan pemain berkewarganegaraan Slovenia itu. Il Samp merupakan salah satu klub yang gencar menggaet Ilicic.

"Direktur Umum Sampdoria, Rinaldo Sagramola, ingin membawa Ilicic ke Kota Genoa pada musim panas lalu. Jadi, saya takkan terkejut jika pemain asal Slovenia itu bergabung ke Sampdoria pada bursa transfer mendatang," tandas Sensibile.

No comments:

Post a Comment