KOMPAStekno |
- Aksi DJ "Tembus Pandang" di Mega Bazaar 2013
- Ponsel "Rp 258 Juta" Pun Memilih Android
- Harpoen, Aplikasi "Juara Dunia" Pencatat Kenangan
- Data Telepon Android Mudah Disalin Setelah Membeku
| Aksi DJ "Tembus Pandang" di Mega Bazaar 2013 Posted: 09 Mar 2013 10:51 AM PST
Di layar tembus pandang itu diproyeksikan serangkaian gambar. Penggunanya bisa berinteraksi dengan gambar-gambar tersebut untuk memutar musik dan mengubah bermacam-macam pengaturan audio dengan cara menyentuhnya memakai jari, mirip cara interaksi dengan smartphone atau tablet. Gambar-gambar itu dihasilkan oleh aplikasi komputer, yang menampilkannya di layar tembus pandang melalui proyektor. Yang unik di sini adalah panel transparan yang dipakai sebagai medium interaksi itu. Pembuat panel transparan tersebut tak lain dan tak bukan adalah PT Motion International, si pemilik stand. "Kami memang menjual panel touchscreen transparan yang bisa mengubah segala jenis monitor LCD konvensional menjadi layar sentuh," ujar Lim Suyanto dari PT Motion International ketika ditemui Kompas Tekno di lokasi pameran MegaBazaar 2013, Jumat (8/3/2013). Panel touchscreen bermerk "Motion" ini dipasangkan di muka monitor dengan perekat double tape dan strap, lalu ada kabel yang mesti disambungkan ke port USB komputer. Setelah itu, "simsalabim", layar pun berubah menjadi touchscreen tanpa perlu memasang software tambahan ataupun driver. "Alat plug-and-play ini sudah mendukung Windows 8, dan juga kompatibel dengan Windows 7 mulai versi Home Premium," kata Suyanto menjelaskan. Bukan hanya disentuh, panel Motion pun sudah mendukung sejumlah gestur multi-touch seperti two-fingers scrolling dan pinch-to-zoom. Panel terasa responsif ketika dicoba, meski mungkin tak segesit monitor touchscreen "sungguhan". PT Motion International sendiri, menurut pengakuan dia, sebenarnya bukan pemain baru di pasaran perangkat touchscreen Indonesia, tapi pelanggannya selama ini lebih banyak dari kalangan korporat seperti institusi pemerintah. "Kebanyakan dari mereka memesan alat dengan ukuran layar besar untuk keperluan pusat informasi," jelas Yanto. Meja "turntable" yang dipakai "DJ DIgital" tadi pun, ternyata adalah sebuah produk sejenis yang masih berupa prototipe. |
| Ponsel "Rp 258 Juta" Pun Memilih Android Posted: 09 Mar 2013 05:46 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak lepas dari tangan Nokia, Vertu, produsen produk ponsel mewah, bisa lebih fleksibel untuk masalah sistem operasi. Apabila saat itu Vertu harus menggunakan sistem operasi Symbian, kali ini produsen ponsel mewah asal Inggris tersebut dapat lebih bebas dalam memilih. Dari sekian banyak operasi mobile yang ada, saat ini, Vertu sudah menjatuhkan pilihan kepada Android. Mengapa Vertu tidak memilih sistem operasi mobile lain, seperti Windows Phone atau iOS? Untuk pertanyaan tersebut, Richard Yong, Managing Director Vertu untuk wilayah Asia Tenggara dan Pasifik meengatakan, besarnya pasaran Android saat ini telah membuat perusahaan tersebut jatuh hati terhadap sistem operasi ini. Sistem operasi Android menguasai hampir 60 persen pangsa pasar secara global. Sedangkan untuk Windows Phone, walau tampak menjanjikan, hanya mampu menguasai 5 persen pangsa pasar. Vertu pun tidak mungkin mengadopsi iOS karena produk ini hanya dapat digunakan di perangkat-perangkat buatan Apple. Selain itu, Richard menjelaskan, dengan menggunakan Android, tim desain mampu melakukan berbagai kustomisasi layar sesuai keinginan Vertu. Kustomisasi layar ini memang tidak bisa dilakukan di produk sistem operasi lainnya. Richard pun membeberkan, hingga saat ini Vertu belum memiliki keinginan untuk melirik sistem operasi lain selain Android. Bertempat di Vin+, Arcadia Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2013), Vertu merilis ponsel berbasis Android pertamanya, Vertu Ti. Perangkat yang satu ini dilengkapi dengan berbagai komponen mewah di bagian tubuhnya, seperti kristal safir untuk layarnya dan juga body berbahan titanium. Produk Ti pun dibanderol dengan harga yang sangat premium di Indonesia. Produk paling standar dijual dengan harga Rp 119 juta, sedangkan yang lebih mahal, versi gold, memiliki harga Rp 258 juta. |
| Harpoen, Aplikasi "Juara Dunia" Pencatat Kenangan Posted: 09 Mar 2013 02:28 AM PST JAKARTA, KOMPAS.com - Ingatkah sewaktu kecil, Anda berkunjung ke satu tempat lalu menulis sesuatu di tembok atau mengukir di pohon untuk meninggalkan kenangan bahwa Anda pernah berkunjung ke sana? Bagaimana jika hal itu Anda lakukan secara digital, melalui aplikasi mobile asli Indonesia? Harpoen, sebuah aplikasi geo-lokasi di perangkat mobile, memungkinkan Anda untuk melakukan itu. Anda bisa memakai Harpoen untuk meninggalkan catatan, foto, atau berkomentar di manapun Anda berada selagi terkoneksi dengan internet. Ketika Anda berada di suatu tempat, Anda bisa mengecek Harpoen untuk melihat hal seru apa saja yang ada di sekitar. Ia seperti papan pengumuman yang ditulis oleh seseorang dan bisa dilihat oleh orang lain yang berada di sekitar sana. "Dari awal kami ingin membuat tembok di sekeliling kita berbicara dengan Harpoen. Makes spaces talk, istilahnya," kata Agatha Simanjuntak, salah seorang pendiri Harpoen. Dari pengalam KompasTekno memakai Harpoen, aplikasi ini dimanfaatkan untuk mencatat hal menarik atau meninggalkan foto kenangan yang terjadi di lokasi. Bisa juga digunakan untuk mencatat menu makanan terbaik di restoran. Salah satu yang tak terduga di Harpoen, aplikasi ini sering digunakan untuk mencatat nama Wi-Fi dan password di suatu tempat agar berguna untuk orang lain. Ada pula yang meninggalkan puisi dari dan untuk sepasang kekasih yang berkunjung ke tempat penuh kenangan. Ini sungguh menyenangkan, mencatat apapun yang kita pikirkan di tempat penuh kenangan! Harpoen menawarkan tampilan antarmuka (user interface/UI) yang keren, serta memberi pengalaman (user experience/UX) yang berbeda dalam memanfaatkan aplikasi geo-lokasi. Harpoen menjauh dari konsep peta yang sering dipakai sebagai tampilan aplikasi geo-lokasi. Mereka melakukan hal yang berbeda dan memilih gaya infografis dari tahun 70 dan 80-an yang identik dengan unsur bulat. Selain Agatha, Harpoen juga didirikan oleh JP Ellis dan Ty Kroll. Dua nama terakhir berasal dari Amerika Serikat. Ellis adalah suami Agatha yang sudah tinggal di Indonesia selama 7 setengah tahun. Sementara Kroll, sering bolak-balik ke Indonesia sejak 10 tahun lalu untuk berselancar menantang ombak. Ketiganya bertemu dan memulai bisnis di Indonesia. "Harpoen dibuat di sini, dari ide awal sampai eksekusi," tegas Agatha. Aplikasi juara dunia Harpoen menjadi juara dunia untuk aplikasi mobile kategori pariwisata dan budaya di World Summit Award (WSA)-Mobile 2013, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 5 Februari 2013. Juri memilih Harpoen berdasarkan keunikan konsep, pelaksanaan, potensi untuk menjangkau khalayak global, dan penerapan komersial. Harpoen mengalahkan aplikasi untuk panduan wisata dari Italia, pemesanan taksi global dari Estonia, sebuah aplikasi pengalaman spontan dari Uganda, dan pemandu wisata dari Austria. "Kami sangat berterima kasih dapat penghargaan tingkat global dari juri-juri yang begitu berbobot. Tentunya, kami sangat bangga dapat membawa nama Indonesia ke kompetisi ini," ujar Agatha. Harpoen adalah aplikasi mobile pertama dari Indonesia yang mendapat gelar ini. Juara lainnya termasuk iButterfly dari Hong Kong di kategori mobile commerce, RoadRoid dari Swedia dalam pemerintahan ponsel, Proyek Noah dari Kanada dalam pendidikan seluler, dan HandTalk dari Brasil di pemberdayaan mobile. Harpoen versi 1.0 dirilis pada Maret 2012 untuk perangkat iOS. Tim pengembang kemudian merilis Harpoen versi 2.0 pada Februari 2013, dan terintegrasi dengan Facebook dan Twitter. Harpoen juga menyediakan filter foto untuk mengolah gambar agar terlihat ciamik. Selama ini Harpoen berjalan dengan pendanaan sendiri untuk pengembangan aplikasi serta maintenance server. Mereka membuka investasi dari perorangan maupun perusahaan, selagi mitra tersebut dianggap tepat. Harpoen sudah diunduh oleh puluhan ribu pengguna. Yang terbesar jelas dari Indonesia, meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Cirebon, Surabaya. Agatha mengklaim Harpoen juga banyak digunakan di Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Brazil dan Jerman. Aplikasi ini sedang dikembangkan untuk sistem operasi Android dan BlackBerry 10, yang diharapkan bisa rilis pada akhir Maret 2013. |
| Data Telepon Android Mudah Disalin Setelah Membeku Posted: 09 Mar 2013 12:02 AM PST Membekukan telepon dengan sistem Android ternyata bisa dipakai sebagai metode untuk menampilkan data dalam telepon itu guna mendapatkan informasi, termasuk yang rahasia, di dalamnya. Sejumlah peneliti asal Jerman mengklaim telepon Android yang dibekukan selama satu jam akan mengakali sistem enkripsi yang dipakai telepon itu untuk melindungi data dengan cara mengacaknya. Perusahaan mesin pencari internet Google adalah yang pertama memperkenalkan teknologi sistem scrambling (pengacakan) data dengan Android 4.0 yang dikenal sebagai Ice Cream Sandwich. Dengan serangan beku ini periset, yang antara lain aparat polisi serta penyelidik forensik, bisa mengakses daftar kontak pemilik telepon, juga melacak jejak pemakaian internet dan foto-fotonya. Sebelumnya ketatnya sistem pertahanan data Android dianggap menguntungkan pemakai namun memusingkan aparat maupun petugas forensik yang berupaya mengusut kaitan telepon itu dengan pemakainya, tulis tim peneliti dari Universitas Friedrich-Alexander di Erlangen, Jerman dalam blog mereka. Para para peneliti, Tilo Muller, Michael Spreitzenbarth serta Felix Freiling, meletakkan Android dalam freezer selama satu jam hingga gadget tersebut bersuhu di bawah -10C. Dengan jalan mencopot dan mengganti baterei telepon dnegan cepat dari sebuah telepon Android yang sedang beku, peneliti mendapati bahwa sistem perlindungan data menjadi tak bekerja optimal. Peluang ini dimanfaatkan dengan kemudian memasang sebuah software buatan khusus untuk mengakali sistem operasi Androidnya. Kode software itu, menurut peneliti ini, dinamai Frost (Pemulihan Telepon Acakan Forensik). Software Frost membantu peneliti mendapatkan salinan data yang kemudian bisa dianalisa pada komputer terpisah. Upaya meretas data dari telepon juga terbantu dengan cara mendinginkan telepon ini. Data akan hilang dari memori jauh lebih lambat ketika chip dalam kondisi beku sehingga petugas forensik punya waktu menebak kunci enkripsi dan mempercepat proses penghentian pengacakan data sebuah telepon Android. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment