KOMPASbola

KOMPASbola


Heinze Dukung Maradona Latih Montpellier

Posted: 06 Mar 2013 08:44 PM PST

MONTPELLIER, KOMPAS.com - Defender Newell's Old Boys, Gabriel Heinze, mendukung kompatriotnya, Diego Maradona, untuk melatih Montpellier. Menurutnya, klub Perancis Perancis itu akan berkembang di bawah asuhan Maradona.

Kontrak Pelatih Montpellier, Rene Girard, akan habis pada akhir musim kompetisi ini. Presiden klub, Louis Nicollin, sebelumnya menyatakan tertarik mendatangkan Maradona untuk menggantikan Nicollin. Heinze yang pernah membela Manchester United dan Real Madrid, langsung memberikan dukungannya.

"Bagi para pemain, ini (kehadiran Maradona) akan fantastis. Di Montpellier, dia bisa melakukan pekerjaan dengan baik," kata Heinze kepada RMC.

"Ini orang yang spesial. Ini Maradona," tegasnya.

Heinze juga pernah merasakan masa-masa spesial di Liga Perancis ketika memperkuat Paris Saint-Germain. Bersama klub itu, ia pernah menjuarai Piala Perancis. Ia juga pernah menjuarai Ligue 1 bersama Marseille.

Montpellier kini berada di urutan ke-6 klasemen sementara Ligue 1. Ini cukup mengecewakan manajemen, mengingat musim lalu mereka mampu tampil sebagai juara.

Imbangi Valencia, PSG ke Perempat Final

Posted: 06 Mar 2013 08:29 PM PST

PARIS, KOMPAS.com - Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menerobos babak perempat final Liga Champions, meski ditahan imbang 1-1 oleh Valencia pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Rabu atau Kamis (7/3/2013) dini hari WIB. Secara agregat, PSG unggul 3-2 setelah pada laga pertama di kandang Valencia menang 2-1.

Meski menang 2-1 di leg pertama dan tinggal membutuhkan hasil seri untuk ke perempat final, PSG mencoba mengawali pertandingan dengan menyerang. Namun, justru Valencia yang memiliki peluang emas lebih dulu. pada menit ke-13, Roberto Soldado berhasil mengejar umpan terobosan dan langsung menendang bola ke gawang PSG. Namun, koler Salvatore Sirigu masih sigap menangkapnya.

Bahkan, kemudian Valencia lebih mendominasi permainan. Ancaman El Che pun lebih banyak dibandingkan PSG. Namun, serangan mereka masih belum sempurna. Demikian juga dengan serangan PSG. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Menurut catatan espnfc.com, Valencia memiliki penguasaan bola sampai 61 persen, sebelum menurun menjadi 58 persen. Mereka juga mampu melakukan 6 percobaan mencetak gol dan dua di antaranya tepat sasaran. Sedangkan PSG hanya bisa melakukan 3 kali percobaan dan tak satu pun yang tepat sasaran.

Memasuki babak kedua, Valencia masih tetap mendominasi. Usaha mereka akhirnya berbuah pada menit ke-55. Tendangan jarak jauh Jonas dari luar kotak penalti mampu membobol gawang PSG, mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Valencia.

Pada menit ke-58, Carlo Ancelotti memasukkan Kevin Gameiro untuk menggantikan Thiago Motta. Keputusan pelatih PSG ini mendatangkan hasil. Ia langsung membuat serangan tim lebih dinamis. Bahkan, ia mengkreasi gol penyama kedudukan yang dicetak Ezequiel Lavezzi pada menit ke-66.

Awalnya, Gameira mencuri bola dari lawan. Kemudian, dia melewati dua bek Valencia. Bola yang bebas kemudian ditendang Lavezzi dan gol.

Valencia berusaha menambah gol untuk mengejar ketertinggalan agregat. Namun, usaha mereka selalu gagal dan akhirnya dipaksa menerima kenyataan skor imbang pada akhir laga.

Susunan Pemain
Paris St Germain (4-4-2):
30-Salvatore Sirigu; 26-Christophe Jallet (23-Gregory Van Der Wiel 27), 2-Thiago Silva, 13-Alex, 17-Maxwell; 20-Clement Chantome, 28-Thiago Motta (10-Ever Banega 58), 14-Blaise Matuidi, 27-Javier Pastore; 29-Lucas (3-Mamadou Sakho 81), 11-Ezequiel Lavezzi

Valencia (4-2-3-1): 13-Vicente Guaita; 14-Antonio Barragan, 18-Victor Ruiz, 22-Jeremy Mathieu, 3-Aly Cissokho; 21-Daniel Parejo, 6-David Albelda (10-Ever Banega 45); 8-Sofiane Feghouli (11-Pablo Piatti 64), 24-Tino Costa, 7-Jonas (16-Nelson Haedo Valdez 76); 9-Roberto Soldado

Referee: Milorad Mazic (Serbia)

Juve ke Perempat Final dengan Sempurna

Posted: 06 Mar 2013 08:28 PM PST

TURIN, KOMPAS.com - Juventus kembali meraih kemenangan atas Celtic. Tampil di Juventus Stadium, Turin, Rabu atau Kamis (7/3/2013) dini hari WIB, Juve menang 2-0 sekaligus unggul agregat 5-0 melawan Celtic.

Unggul 3-0 pada pertemuan pertama membuat Pelatih Antonio Conte menyimpan beberapa pemain kunci pada laga ini. Tercatat, empat pemain yang biasa tampil sebagai pemain inti dicadangkan Conte.

Giorgio Chiellini, Kwadwo Asamoah, Mirko Vucinic, dan Sebastian Giovinco, harus merelakan tempatnya diambil Luca Marrone, Federico Peluso, Alessandro Matri, dan Fabio Quagliarella.

Keputusan Juventus ini membuat Celtic memegang kendali permainan pada awal pertandingan. Pada menit ke-9, Celtic membuka kesempatan melalui sepakan Baram Kayal. Namun, tendangan pemain Israel itu bisa diblok Leonardo Bonucci dengan sempurna.

Juventus sendiri tampil seperti pada pertemuan pertama dengan lebih banyak menunggu untuk melancarkan serangan balik. Memasuki menit ke-15, Fabio Quagliarella memperoleh peluang mencetak gol. Mendapatkan ruang bebas di luar kotak penalti, Quagliarella melepaskan tembakan yang ternyata masih menyamping dari gawang Fraser Forster.

Pada menit ke-24, Juventus akhirnya mampu membuka keunggulan. Berawal dari sepakan Quagliarella yang sempat mengenai kaki Kelvin Wilson, membuat bola sulit diamankan Forster. Bola muntah lantas dimaksimalkan Matri untuk merobek jala Celtic.

Juventus kini unggul 1-0 sehinggal membuat agregat menjadi 4-0 atas Celtic. Jika ingin lolos, Celtic butuh minimal empat gol dan harus menjaga gawangnya dari kebobolan.

Peluang Celtic kembali tercipta pada menit ke-28. Tendangan keras Kris Commons berubah arah setelah menyentuh Gary Hooper. Gianluigi Buffon yang terkecoh dengan cekatan bisa melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap "perawan".

Sepuluh menit jelang turun minum, Celtic kembali mengancam gawang Juventus. Berhasil mengecoh Leonardo Bonucci, Giorgios Samaras memberikan umpan silang ke tiang jauh. Namun, Gary Hooper gagal menggapai umpan tersebut sehingga bola ke luar lapangan permainan. Pertandingan babak pertama berakhir dengan keunggulan Juventus 1-0.

Seusai jeda, Juventus perlahan mulai mampu meladeni permainan Celtic. Kesempatan Quagliarella hampir saja menambah gol untuk Juventus pada menit ke-49, andai tak diselamatkan Forster.

Pada menit ke-65, Quagliarella tak menyia-nyiakan kembali peluang mencetak gol. Umpan Arturo Vidal dengan mudah mampu diselesaikan Quagliarella untuk mengubah skor menjadi 2-0 untuk Juventus.

Skor ini tak berubah hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan. Juventus menang 2-0 sekaligus melengkapi agregat menjadi 5-0 atas Celtic untuk lolos ke babak perempat final.

Susunan Pemain

Juventus (3-5-2): 1-Gianluigi Buffon; 15-Andrea Barzagli, 39-Luca Marrone, 19-Leonardo Bonucci; 20-Simone Padoin, 23-Arturo Vidal (33-Mauricio Isla 66), 21-Andrea Pirlo (24-Emanuele Giaccherini 69), 6-Paul Pogba, 13-Federico Peluso (22-Kwadwo Asamoah 59); 27-Fabio Quagliarella, 32-Alessandro Matri
Pelatih: Antonio Conte

Celtic (4-5-1): 1-Fraser Forster; 2-Adams Matthews (49-James Forrest 52), 6-Kelvin Wilson, 33-Baram Kayal, 3-Emilio Izaguirre; 15-Kris Commons (11-Lassad Nouioui 73), 67-Victor Wanyama (4-Eve Ambrose 46), 16-Joe Ledley, 21-Charlie Mulgrew, 9-Giorgios Samaras; 88-Gary Hooper
Pelatih: Neil Lennon

Wasit: Firat Aydinus

Gol Matri Bikin Celtic Makin Sulit

Posted: 06 Mar 2013 07:31 PM PST

TURIN, KOMPAS.com - Juventus semakin memperbesar agregat dengan Celtic. Pada laga babak pertama kontra Celtic di Juventus Stadium, Turin, Rabu atau Kamis (7/3/2013) dini hari WIB, Juve sudah unggul 1-0 berkat gol Alessandro Matri pada menit ke-24.

Unggul 3-0 pada pertemuan pertama membuat Pelatih Antonio Conte menyimpan beberapa pemain kunci pada laga ini. Tercatat, empat pemain yang biasa tampil sebagai pemain inti dicadangkan Conte.

Giorgio Chiellini, Kwadwo Asamoah, Mirko Vucinic, dan Sebastian Giovinco, harus merelakan tempatnya diambil Luca Marrone, Federico Peluso, Matri, dan Fabio Quagliarella.

Keputusan Juventus ini membuat Celtic memegang kendali permainan pada awal pertandingan. Pada menit ke-9, Celtic membuka kesempatan melalui sepakan Baram Kayal. Namun, tendangan pemain Israel itu bisa diblok Leonardo Bonucci dengan sempurna.

Juventus sendiri tampil seperti pada pertemuan pertama dengan lebih banyak menunggu untuk melancarkan serangan balik. Memasuki menit ke-15, Fabio Quagliarella memperoleh peluang mencetak gol. Mendapatkan ruang bebas di luar kotak penalti, Quagliarella melepaskan tembakan yang ternyata masih menyamping dari gawang Fraser Forster.

Pada menit ke-24, Juventus akhirnya mampu membuka keunggulan. Berawal dari sepakan Quagliarella yang sempat mengenai kaki Kelvin Wilson, membuat bola sulit diamankan Forster. Bola muntah lantas dimaksimalkan Matri untuk merobek jala Celtic.

Juventus kini unggul 1-0 sehinggal membuat agregat menjadi 4-0 atas Celtic. Jika ingin lolos, Celtic butuh minimal empat gol dan harus menjaga gawangnya dari kebobolan.

Peluang Celtic kembali tercipta pada menit ke-28. Tendangan keras Kris Commons berubah arah setelah menyentuh Gary Hooper. Gianluigi Buffon yang terkecoh dengan cekatan bisa melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap "perawan".

Sepuluh menit jelang turun minum, Celtic kembali mengancam gawang Juventus. Berhasil mengecoh Leonardo Bonucci, Giorgios Samaras memberikan umpan silang ke tiang jauh. Namun, Gary Hooper gagal menggapai umpan tersebut sehingga bola ke luar lapangan permainan. Pertandingan babak pertama berakhir dengan keunggulan Juventus 1-0.

Juventus (3-5-2): 1-Gianluigi Buffon; 15-Andrea Barzagli, 39-Luca Marrone, 19-Leonardo Bonucci; 20-Simone Padoin, 23-Arturo Vidal, 21-Andrea Pirlo, 6-Paul Pogba, 13-Federico Peluso; 27-Fabio Quagliarella, 32-Alessandro Matri

Cadangan: 30-Marco Storari, 3-Giorgio Chiellini, 22-Kwadwo Asamoah, 24-Emanuele Giaccherini, 33-Mauricio Isla, 9-Mirko Vucinic, 12-Sebastian Giovinco

Pelatih: Antonio Conte

Celtic (4-5-1): 1-Fraser Forster; 2-Adams Matthews, 6-Kelvin Wilson, 33-Baram Kayal, 3-Emilio Izaguirre; 15-Kris Commons, 67-Victor Wanyama, 16-Joe Ledley, 21-Charlie Mulgrew, 9-Giorgios Samaras; 88-Gary Hooper

Cadangan: 24-Lukasz Zaluska, 4-Efe Ambrose, 46-Dylan McGeouch, 7-Miku, 10-Anthony Stokes, 11-Lassad Nouioui, 49-James Forrest

Pelatih: Neil Lennon

Wasit: Firat Aydinus

PSG dan Valencia Masih Imbang 0-0

Posted: 06 Mar 2013 07:30 PM PST

PARIS, KOMPAS.com - Paris Saint-Germain dan Valencia masih bermain imbang 0-0 sampai babak pertama berakhir pada laga kedua 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Rabu atau Kamis (7/3/2013) dini hari WIB.

Meski menang 2-1 di leg pertama dan tinggal membutuhkan hasil seri untuk ke perempat final, PSG mencoba mengawali pertandingan dengan menyerang. Namun, justru Valencia yang memiliki peluang emas lebih dulu. pada menit ke-13, Roberto Soldado berhasil mengejar umpan terobosan dan langsung menendang bola ke gawang PSG. Namun, koler Salvatore Sirigu masih sigap menangkapnya.

Bahkan, kemudian Valencia lebih mendominasi permainan. Ancaman El Che pun lebih banyak dibandingkan PSG. Namun, serangan mereka masih belum sempurna. Demikian juga dengan serangan PSG. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Menurut catatan espnfc.com, Valencia memiliki penguasaan bola sampai 61 persen, sebelum menurun menjadi 58 persen. Mereka juga mampu melakukan 6 percobaan mencetak gol dan dua di antaranya tepat sasaran. Sedangkan PSG hanya bisa melakukan 3 kali percobaan dan tak satu pun yang tepat sasaran.

Susunan Pemain
Paris St Germain (4-4-2):
30-Salvatore Sirigu; 26-Christophe Jallet (23-Gregory Van Der Wiel 27), 2-Thiago Silva, 13-Alex, 17-Maxwell; 20-Clement Chantome, 28-Thiago Motta, 14-Blaise Matuidi, 27-Javier Pastore; 29-Lucas, 11-Ezequiel Lavezzi

Valencia (4-2-3-1): 13-Vicente Guaita; 14-Antonio Barragan, 18-Victor Ruiz, 22-Jeremy Mathieu, 3-Aly Cissokho; 21-Daniel Parejo, 6-David Albelda; 8-Sofiane Feghouli, 24-Tino Costa, 7-Jonas; 9-Roberto Soldado

Referee: Milorad Mazic (Serbia)

Owen: Ferguson Tak Adil kepada Rooney

Posted: 06 Mar 2013 07:15 PM PST

MANCHESTER, KOMPAS.com - Penyerang Manchester United, Wayne Rooney, tampil sebagai pengganti Tom Cleverley pada menit ke-73 pertandingan leg kedua 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid, di Old Trafford, Selasa (5/3/2013).

Asisten pelatih, Mike Phelan, mengatakan, Rooney dicadangkan karena pertimbangan taktik. Namun, mantan penyerang MU, Michael Owen, menilai Rooney telah diperlakukan tidak adil.

"Bagi Rooney, tidak bermain sebagai starter seperti diperlakukan tidak adil dan ini pasti sangat membuatnya khawatir. Ini adalah laga terbesar musim ini dan manajer melakukan rotasi dan tidak memasukannya," ujar Owen.

"Wayne akan menerima keputusan itu dengan dua cara. Ia akan menundukkan kepala, berusaha berkembang dan menciptakan jalan kembali ke tim atau ia akan berpikir, 'Manajer tak memilihku pada laga terbesar, ia jelas tak menganggapku', dan ini bisa menjadi akhir cerita," tambahnya.

Silangkan Tangan, Pique Terancam Dihukum

Posted: 06 Mar 2013 07:04 PM PST

BARCELONA, KOMPAS.com - Komite Teknik Perwasitan Spanyol diberitakan Marca memutuskan melaporkan kepada Komite Kompetisi tindakan bek Barcelona, Gerard Pique, atas tindakan menyilangkan tangan di atas kepala, di tengah pertandingan El Clasico, di Santiago Bernabeu, Sabtu (2/3/2013).

Pertandingan itu berakhir 2-1 untuk Madrid. Sementara gol Barca dicetak Lionel Messi (18), gol Madrid diciptakan Karim Benzema (6) dan Sergio Ramos (82).

Pertandingan itu diwarnai sejumlah keputusan kontroversial. Pada injury time, misalnya, pemain Barcelona menilai Adriano dilanggar Ramos di kotak penalti, tetapi wasit Miguel Angel Perez Lasa tak memberikan penalti kepada Barca.

Pada salah satu momen itu, sejumlah pemain Barcelona, termasuk Pique, mendatangi Lasa. Pique kemudian tampak menyilangkan tangannya di atas kepala.

Setelah pertandingan, Pique mengatakan, "Kami tahu bagaimana hal ini bekerja. Anda berada dalam kedudukan imbang pada laga melawan Real Madrid dan tiba-tiba segalanya secara kebetulan berbalik melawan kami...ketika wasit masuk dalam pertandingan, perjuangan kami sia-sia," ujar Pique.

Pique juga menilai Lasa seharusnya meminta maaf kepada Barcelona karena tak memberikan penalti pada injury time itu.

Komite Teknik Perwasitan Spanyol disebut telah mempelajari dan mendiskusikan tindakan dan kata-kata Pique itu bersama dengan divisi legal. Sejumlah publikasi berbeda yang menampilkan tindakan dan komentar Pique itu disebut dimasukkan dalam laporan ke Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF)

Komite Teknik Perwasitan Spanyol disebut yakin bahwa tindakan fisik dan verbal Pique itu bisa dianggap menyerang profesi wasit karena mempertanyakan integritas wasit.

Jika laporan itu diterima, penyelidikan akan dimulai dengan mengumpulkan informasi dan meminta keterangan semua pihak terkait, termasuk Pique. Komit Kompetisi diprediksi akan terlibat dalam penyelidikan tersebut.

Van Gaal Panggil Dua Pemain Muda Feyenoord

Posted: 06 Mar 2013 07:01 PM PST

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal, membuat kejutan dengan memanggil dua pemain muda Feyenoord Rotterdam, Jean-Paul Boetius dan Tonny Vilhena, untuk masuk ke skuad De Oranje. Kedua pemain ini masuk ke dalam 26 pemain yang dipanggil untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Estonia (22/3/2013) dan Romania (26/3/2013).

Boetius dan Vilhena saat ini masih berusia 18 tahun. Meski masih belia, kedua pemain tersebut sudah merasakan tampil sebagai pemain inti Feyenoord. Selain mereka, bek tengah FC Utrecht, Mike van der Hoorn, juga berkesempatan merasakan debut bersama Belanda.

Untuk pemain lain, Van Gaal masih memercayai muka-muka lama seperti Wesley Sneijder, Maarten Stekelenburg, Arjen Robben, dan Robin van Persie. Sementara Tim Krul, Bruno Martins, dan Ron Vlaar tak dipanggil akibat mengalami cedera.

Berikut 26 pemain Belanda untuk laga melawan Estonia dan Romania:

Kiper: Maarten Stekelenburg (AS Roma), Kenneth Vermeer (Ajax), Michel Vorm (Swansea City)

Bek: Daley Blind, Ricardo van Rhijn (Ajax), Mike van der Hoorn (FC Utrecht), Daryl Janmaat, Joris Mathijsen, Stefan de Vrij (Feyenoord), Jetro Willems (PSV)

Gelandang: Jordy Clasie, Tonny Vilhena (Feyenoord), Jonathan de Guzman (Swansea City), Adam Maher (AZ), Siem de Jong (Ajax), Wesley Sneijder (Galatasaray), Kevin Strootman (PSV), Rafael van der Vaart (Hamburger SV)

Penyerang: Jean-Paul Boetius, Ruben Schaken (Feyenoord), Bas Dost (VfL Wolfsburg), Klaas-Jan Huntelaar (Schalke 04), Ola John (Benfica), Dirk Kuyt (Fenerbahçe), Robin van Persie (Manchester United), Arjen Robben (Bayern München)

No comments:

Post a Comment