Pages

KOMPAStekno

KOMPAStekno


"Browser" Apa yang Paling Banyak Dipakai?

Posted: 02 Feb 2013 07:36 AM PST

KOMPAS.com - Pada awal tahun 2013, Internet Explorer (IE) masih menduduki posisi pertama sebagai peramban (browser) yang paling banyak digunakan. Sedangkan browser milik Google, Chrome, masih berupaya keras untuk merebut posisi kedua dari Firefox.

Berdasarkan hasil penelitian Net Applications, antara Desember 2012 dan Januari 2013, jumlah pengguna IE meningkat 0,37 persen. Berarti, browser buatan Microsoft tersebut berhasil meningkat dari 54,77 persen ke 55,14 persen di bulan Januari ini.

Nilai pangsa pasar tersebut bisa jadi bernilai besar bagi Microsoft. Sudah cukup lama, IE tidak berhasil menembus angka 55 persen.

Secara detail, IE 10 baru mendapatkan 1,29 persen pasar. Sedangkan IE9 ada di 20,93 persen dan IE 8 masih menjadi yang terbaik bagi Microsoft dengan nilai 23,54 persen.

Firefox, browser open-platform buatan Mozilla, masih bertahan di peringkat dua. Jumlah pangsa pasar mereka sedikit meningkat, yaitu sebesar 0,12 persen, dari angka 19,82 persen ke 19,94 persen.

Firefox 18 merupakan versi browser yang paling banyak digunakan dengan jumlah 8,29 persen. Sedangkan versi sebelumnya, 17, menyumbang pangsa pasar sebesar 5,19 persen.

Chrome masih berusaha keras untuk mengejar pangsa pasar milik Firefox. Sayangnya, di bulan Januari ini, pangsa pasar Chrome malah menurun 0,56 persen dari angka 18,04 persen ke 17,48 persen.

Secara rinci, Chrome versi 24 menyumbang 8,7 persen dan Chrome 23 memiliki 8,88 persen pangsa pasar.

Dikutip dari The Next Web, Jumat (1/2/2013), Chrome memang terlihat nyaris mengejar Firefox di akhir 2012 lalu. Setelah tiga bulan mengalami kehilangan pangsa pasar, Chrome mampu mendapatkan peningkatan di akhir tahun 2012. Sayangnya, di awal tahun, Chrome malah mengalami penurunan.  

Namun, bukan berarti Chrome tidak akan mampu mengejar Firefox di 2013 ini. Lihat saja perkembangan pangsa pasar untuk browser versi terbaru dari masing-masing perusahaan. Keduanya dirilis dalam waktu yang hanya berbeda 2 hari bulan Januari ini, tetapi jumlah yang didapatkan Chrome bisa sedikit lebih besar. Hal tersebut seperti ingin menunjukkan cepatnya lebih cepatnya tingkat adopsi Chrome dibandingkan Firefox.

Net Applications menggunakan data yang diambil dari 160 juta pengunjung unik setiap bulannya. Layanan ini memantau lebih dari 40.000 situs kliennya.

Ditanya soal iPhone, Apa Jawaban Petinggi BlackBerry?

Posted: 02 Feb 2013 06:04 AM PST


KOMPAS.com
— Beberapa jam sebelum pesta peluncuran BlackBerry 10 dimulai, Stephen Bates, Managing Director BlackBerry wilayah Eropa, sempat diwawancara oleh sebuah radio terkenal asal Inggris, BBC Radio 5 Lives.

Misi Bates dengan wawancara tersebut sebenarnya cukup sederhana, yaitu menaikkan minat orang-orang terhadap BlackBerry 10 sebelum resmi diluncurkan.

Namun, bukannya memberikan impresi yang baik, Bates malah memberikan kesan yang tidak menyenangkan.

Pasalnya, Bates tidak mampu menjawab sebuah pertanyaan sederhana dari si penyiar radio, Nicky Campbell. Pertanyaan sederhana tersebut adalah "Apa yang telah Anda pelajari dari iPhone?".

Pertanyaan yang langsung ke sasaran, bukan? Sayangnya, tidak untuk Bates.

"Jadi, BlackBerry 10 memiliki proporsi yang unik. Dalam hal proporsi yang kami dapat, kami telah mendapatkan konsumen sebanyak 79 juta orang yang mencintai pengalaman yang diberikan BlackBerry. Jadi, kami mengambil esensi tersebut dan terus maju," jawab Bates atas pertanyaan tersebut.

Merasa tidak menemukan jawaban yang tepat, Campbell kembali mengajukan pertanyaan yang sama, "Apakah Anda mempelajari sesuatu dari Apple?".

"Pasar ini adalah pasar yang hebat. Ada perubahan...," kata Bates.

Masih tidak menemukan jawaban yang diinginkan, Campbell langsung memotong pernyataan tersebut.

"Saya lebih berpikir dari sisi teknologi. Pertanyaan tersebut cukup langsung ke sasaran, bukan?" ujar Campbell.

Bates pun terdengar terus menghindar dari pertanyaan ini. Sampai Campbell pada satu titik mulai bercanda dengan menyatakan bahwa jawaban Bates hanya berdasarkan rilis pers.

Jawaban "berputar-putar" dari Bates akhirnya terus berjalan hingga 2,5 menit berikutnya.

Pertanyaan mengenai "Apakah Anda mempelajari sesuatu dari iPhone" sebenarnya terdengar wajar. Pangsa pasar BlackBerry yang terus tergerus Apple dan Samsung membuat orang-orang bertanya-tanya, apakah BlackBerry mempelajari sesuatu dari produk-produk kedua perusahaan tersebut. 

Nokia Siap Bagikan WP 7.8 untuk Lumia Lawas

Posted: 02 Feb 2013 05:39 AM PST

KOMPAS.com - Nokia mengumumkan bahwa sistem operasi Windows Phone versi 7.8 sudah tersedia untuk pengguna ponsel Lumia 510, 610, 710, 800 dan 900.

Setelah melakukan pengujian panjang, Windows Phone 7.8 siap dirilis ke pasar dan Nokia memastikan konsumen akan mendapat notifikasi pembaruan sistem operasi di menu pengaturan dalam beberapa pekan mendatang.

Windows 7.8 membawa sejumlah fitur baru. Tampilan kotak-kotaknya (tile) kini bisa diatur panjang dan lebarnya hingga tiga pilihan ukuran. Posisi tile juga dapat dipindah-pindah sehingga membentuk tampilan yang lebih dinamis.

Nokia juga mengumumkan, bahwa sistem operasi Windows Phone 7.8 telah disematkan pada ponsel Lumia 510.

Windows Phone 7.8 merupakan pembaruan dari Windows Phone 7.5. Dua versi sistem operasi itu berbeda dengan Windows Phone 8. Perbedaan terletak pada kernel, sehingga membuat ponsel yang basisnya menggunakan Windows Phone versi 7, tak akan bisa memperbarui sistem operasi ke Windows Phone 8.

Windows Phone versi 7 dibangun di atas inti program (kernel) Windows CE. Kernel ini juga dipakai untuk membangun Windows Mobile, sistem operasi mobile Microsoft sebelum Windows Phone 7.

Sementara Windows Phone 8, dibangun di atas kernel Windows NT, sebuah kernel yang juga digunakan di sistem operasi Windows 8 untuk komputer dan tablet. Perbedaan kernel inilah yang menyebabkan ponsel Windows Phone 7 tidak dapat menjalankan Windows Phone 8.

Sekadar catatan, kernel bertugas mengorganisir jalannya beragam software agar dapat diakses oleh hardware.

iOS 6.1 Siap Cetak Sejarah Apple

Posted: 02 Feb 2013 05:04 AM PST

KOMPAS.com — Tingkat adopsi sistem operasi mobile iOS versi 6.1 meningkat drastis sejak diluncurkan pada Selasa, 29 Januari 2013.

Menurut perusahaan pembuat konten Onswipe, adopsi iOS 6 melonjak dari 11,35 persen di hari pertama kehadirannya ke 21,81 persen pada Jumat (1/2/2013).

Dikutip dari BGR, (1/2/2013), Jason Baptiste, CEO Onswipe, berpendapat bahwa tingkat adopsi iOS 6.1 saat ini sudah ada di jalur yang tepat untuk meraih gelar "tingkat adopsi tercepat" dalam sejarah Apple.

Cepatnya tingkat adopsi tersebut diprediksi akan mengalahkan tingkat adopsi iOS 6.0 yang mencapai 45 persen pada minggu pertama kehadirannya.

Fitur update over-the-air (OTA) merupakan salah satu penyebab mengapa tingkat adopsi iOS 6.1 bisa begitu cepat. Melalui fitur ini, pengguna dapat dengan mudah melakukan update karena tidak perlu menghubungkan perangkat ke komputer terlebih dahulu. Untuk update, cukup gunakan jaringan WiFi.

Sebenarnya tidak ada terlalu banyak update fitur yang mencolok pada versi 6.1 ini. Bahkan, pengguna di Indonesia tidak akan menemukan pembaruan yang terlalu signifikan di iOS 6.1 karena perubahan utama pada iOS 6.1 adalah pada fitur LTE yang belum tersedia di Tanah Air.

Apple menyatakan, pada software baru ini mereka menambahkan dukungan terhadap jaringan LTE untuk 36 operator iPhone dan 23 operator iPad di seluruh dunia.

Selain itu, ada beberapa perbaikan lubang keamanan dan bug fixes di iOS 6.1 tersebut.

Untuk sementara ini, iOS 6.1 hanya mampu berjalan di perangkat iPhone (3GS, 4, 4S, 5), iPad (2, 3), iPad Mini, iPod Touch (4 dan 5), dan Apple TV.

Dirut Telkom Jadi "Rektor"

Posted: 02 Feb 2013 04:27 AM PST

BANDUNG, KOMPAS - Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Arief Yahya, hari Jumat (1/2/2012), mengenakan baju yang lain dari kesehariannya. Bukannya kemeja maupun jas, dia mengenakan toga berwarna biru padahal tidak sedang merampungkan studi.

Rupanya, Arief siang itu berubah tugas menjadi rektor. Perguruan tinggi yang dipimpinnya adalah Universitas Korporasi Telkom atau Telkom Corporate University, sebuah program pendidikan bagi karyawannya untuk dipersiapkan sebagai calon pemimpin bisnis Telkom di luar negeri.

"Tahun 2012, ada 109 karyawan yang dilatih secara bertahap. Tahun ini, kami merencanakan 1.000 lebih karyawan untuk mengikuti pelatihan," ujar Arief.

Dalam Universitas Korporasi Telkom, Arief tidak sendiri karena setiap board of director mereka harus menjadi dekan bagi masing-masing bidang.

Untuk membedakan dengan perguruan tinggi sesungguhnya, istilah rektor diganti dengan "principal" dan dekan menjadi "dean." Selain pembekalan, karyawan yang mendapatkan pelatihan juga diikutkan kerja praktek ke perusahaan Telkom di luar negeri yakni PT Telkom Indonesia International (Telin).

Saat ini Telkom sudah memiliki cabang luar negeri di lima negara yakni Hong Kong, Malaysia, Singapura, Timor Leste, dan Australia. Siang itu, tengah berlangsung Sidang Terbuka Senat I Universitas Korporasi Telkom dengan agenda pembahasan silabus pengajaran selama tahun 2013.

Telkom tidak tanggung-tanggung dalam mempersiapkan rencana ekspansi bisnis mereka ke luar negeri. Arief memastikan bahwa pengembangan sumber daya manusia menjadi syarat utama untuk memiliki model bisnis yang bisa diterapkan di setiap negara. Dua prinsip yang mereka anut yakni mengikuti kemanapun orang Indonesia di luar negeri atau mengikuti bisnis yang sudah ada di sana.

Dari penganggaran saja, lanjutnya, dana yang disiapkan untuk menggembleng karyawan mereka tahun ini melonjak lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 150 miliar. Investasi semacam ini dianggap biasa oleh Arief.

"Lebih mahal lagi bila kita membiayai orang yang tidak bisa berkembang," ujarnya.

No comments:

Post a Comment