KOMPAStekno

KOMPAStekno


Google Beli Produsen Jam Tangan

Posted: 31 Aug 2013 12:27 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Google telah mengakuisisi produsen jam tangan pintar Android, Wimm Labs. Langkah ini nampaknya menjadi upaya Google untuk memperkuat bisnis wearable device atau perangkat komputer yang dapat dipakai di tubuh manusia.

Kepada The Verge, juru bicara Google telah mengonfirmasi kabar ini. Sejumlah pengamat memprediksi akuisisi sudah terjadi beberapa waktu lalu, ketika Wimm Labs berusia tiga tahun.

Kala itu, Wimm Labs mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kerjasama eksklusif dengan sebuah perusahaan.

Wimm Labs memiliki potensi bisnis besar, karena itulah Google tertarik untuk memilikinya. Perusahaan ini mempersilakan pengembang untuk membuat aplikasi di produk jam tangan pintarnya, yang kemudian ditaruh dalam toko aplikasi online tersendiri.

Produk jam tangan pintar Android dari Wimm Labs pertama kali dirilis pada 2011, dengan nama Wimm One.

Produk jam tangan pintar sendiri diyakini akan menjadi perangkat komputasi masa depan. Beberapa perusahaan teknologi besar mulai mengembangkan produk semacam ini, termasuk Sony, Samsung, dan Apple.

Microsoft Dirumorkan Incar Foursquare

Posted: 30 Aug 2013 11:57 PM PDT

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk melakukan investasi di perusahaan jejaring sosial Foursquare. Media bisnis Bloomberg melaporkan, Kamis (29/8/2013), pembicaraan antara keduanya sudah dalam tahap lanjutan.

Meski demikian, antara keduanya belum tentu mencapai kata sepakat. Karena, Foursquare sedang mencari alternatif lain yang dianggap potensial untuk berinvestasi di perusahaannya.

Niat Microsoft berinvestasi di Foursquare didasarkan atas keinginan memperkuat layanan jejaring sosial di perangkat mobile. Jika Microsoft dapat berinvestasi, perusahaan itu diprediksi akan mengintegrasikan layanan internetnya dengan Foursquare.

Selain Microsoft, penyedia layanan kartu kredit American Express disinyalir juga tertarik berinvestasi di Foursquare.

Kepada Reuters, juru bicara Foursquare, Brendan Lewis mengatakan, "Kabar ini lebih tepat masuk dalam kategori rumor dan spekulasi." Sementara juru bicara Microsoft menolak untuk berkomentar.

Foursquare didirikan oleh Dennis Crowley dan Naveen Selvadurai pada Maret 2009. Menurut laporan Bloomberg, Foursquare memiliki utang sekitar 41 juta dollar AS pada April 2013 untuk menopang biaya operasional.

Perusahaan rintisan ini belum menemukan model bisnis yang tepat, dan sedang mencoba mengambil untung lebih dari iklan.

Foursquare menyediakan layanan jejaring sosial berbasis lokasi. Pengguna dimungkinkan melakukan check-in untuk menandai kedatangannya di suatu tempat. Foursquare selama ini juga dijadikan media promosi dan tempat meninggalkan pesan rekomendasi bagi pebisnis restoran, kafe, hotel, toko, hingga pusat perbelanjaan.

BlackBerry Mungkin Jual Beberapa Unit Bisnis

Posted: 30 Aug 2013 10:26 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Bert Nordberg, seorang anggota komite khusus yang sedang membahas langkah strategis untuk menentukan masa depan BlackBerry, mengatakan perusahaan itu dapat bertahan sebagai pembuat ponsel pintar. Tetapi, BlackBerry harus menjual beberapa unit bisnis.

Seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Nordberg mengatakan bahwa langkah itu belum sepenuhnya bulat, dan belum menentukan unit bisnis apa yang akan dijual. Komite khusus masih terbuka atas kemungkinan menjalin kemitraan atau menjual perusahaan.

Jika BlackBerry memilih untuk menjadi pemain kecil dalam persaingan pasar ponsel pintar global, Nordberg memprediksi perusahaan itu akan mengalami kesulitan.

Pertengahan Agustus lalu, dewan direksi membentuk komite khusus yang akan membahas pilihan terbaik untuk meningkatkan nilai dan skala perusahaan. Pembahasan ini diharap bisa jadi solusi untuk mengatasi kinerja perusahaan yang terus turun.

Ada empat kemungkinan yang akan diambil komite khusus. Pertama, tidak melakukan langkah strategis apa pun dan melanjutkan rencana awal; kedua, melakukan strategic line yang mungkin bisa bekerja sama dengan perusahaan lain dalam hal lisensi paten dan aplikasi; ketiga, membentuk perusahaan patungan; dan yang keempat adalah menjual perusahaan.

Beberapa hari lalu The Wall Street Journal juga mengabarkan, BlackBerry sedang mempertimbangkan untuk memisahkan layanan BlackBerry Messenger (BBM) menjadi anak perusahaan yang beroperasi secara independen.

Rencananya, anak perusahaan ini akan diberi nama BBM Inc, yang akan jadi salah satu aset bernilai tinggi. Dan tak menutup kemungkinan, BBM Inc akan bersaing dengan layanan pesan instan lain seperti WhatsApp, Line, KakaoTalk sampai WeChat.

Galaxy S5 Kameranya 16 Megapixel?

Posted: 30 Aug 2013 09:28 PM PDT

KOMPAS.com - Beberapa bulan setelah kemunculan Samsung Galaxy S4, kabar tentang penerusnya -sebut saja Galaxy S5- mulai bermunculan.

Mengutip situs Sammobile, Cnet melaporkan bahwa ponsel pintar tersebut kemungkinan bakal dilengkapi dengan kamera 16 megapixel dengan penstabil gambar optis (optical image stabilization/ OIS).

Galaxy S5 boleh jadi merupakan salah satu gadget pertama dari Samsung yang mengusung teknologi kamera baru tersebut

Sebelumnya, teknologi anti-guncangan gambar itu kabarnya akan diterapkan pada Galaxy Note III yang dijadwalkan meluncur pada pameran IFA 2013 di Berlin awal September mendatang.

Tapi, kemudian muncul informasi bahwa hal tersebut urung dilakukan lantaran teknologi yang bersangkutan tak bisa disiapkan tepat waktu untuk peluncuran Galaxy Note III.

Samsung saat ini sudah menggunakan OIS di perangkat "hybrid" Galaxy S4 Zoom yang merupakan gabungan antara smartphone dan kamera saku.

Produsen Korea ini disinyalir sedang berusaha menanam OIS ke model-model smartphone lain yang lebih ringkas untuk bersaing melawan LG, HTC, dan Nokia yang telah lebih dulu menerapkan teknologi tersebut di perangkat masing-masing.

Qualcomm Sindir "Banyak Otak"

Posted: 30 Aug 2013 08:04 PM PDT

KOMPAS.com - Bukan cuma produsen gadget macam Nokia dan Samsung saja yang gemar menyindir kompetitor lewat iklan. Pabrikan prosesor seperti Qualcomm pun ikut-ikutan melakukan hal serupa terhadap pesaingnya, MediaTek.

Produsen yang dikenal lewat prosesor gadget seri "Snapdragon" ini belakangan merilis sebuah video promosional.

Di dalamnya, seperti dilaporkan oleh GigaOm, Qualcomm berusaha menjelaskan bahwa kinerja sebuah chip tak semata-mata ditentukan oleh jumlah "otak" atau core yang dimiliki.

Untuk menerangkan pesan yang hendak disampaikannya, Qualcomm mengambil contoh 20 aplikasi Android terpopuler di China.

Dari sekian judul itu, disebutkan bahwa yang mampu memanfaatkan jumlah core prosesor lebih dari dua buah hanya sekitar 15 persen. Itu pun tak maksimal alias core ke tiga dan ke empat lebih banyak dianggurkan daripada terpakai. Sementara, 85 persen sisanya hanya dapat mengakses dua core prosesor.

"Aplikasi butuh core yang kinerjanya lebih baik, bukan yang jumlahnya lebih banyak," klaim Qualcomm, seraya menuduh "pesaingnya" hanya memikirkan cara menambah core tanpa memperbaiki desain inti prosesor tersebut.

Maksud tersebut coba diperjelas lewat ilustrasi game "guitar hero", di mana Qualcomm mengibaratkan inti prosesor sebagai "jalur" nada yang dilewati data. Prosesor Qualcomm digambarkan bukan hanya sekedar menambah jumlah jalur yang belum tentu terpakai, namun juga meningkatkan kecepatan aliran nada.

Nama "MediaTek" tidak terang-terangan disebut, tapi font dan skema warna yang digunakan untuk kalimat "kompetitor kami" dalam video terlihat mirip dengan logo pesaing Qualcomm tersebut.

Video Qualcomm ini muncul sekitar sebulan setelah MediaTek mengumumkan kehadiran prosesor gadget 8-core pertama buatannya.

Pihak Qualcomm melalui Wakil Presiden Senior Anand Chandrasekher menanggapi pengumuman tersebut dengan komentar pedas yang mengklaim bahwa prosesor 8-core merupakan "hal bodoh". "Anda tak bisa begitu saja mengambil delapan mesin pemotong rumput dan mengklaim diri memiliki mesin Ferrari 8-silinder," ujar Chandrasekher ketika itu.

Simak video Qualcomm selengkapnya di bawah ini.

No comments:

Post a Comment