KOMPAStekno |
- Pengguna Tertentu Mulai Cicipi BBM di Android
- Kontroversi "Akal-akalan" Samsung di Galaxy S4
- BBM untuk Android Menampakkan Diri
- Pertumbuhan Windows 8 Melambat
- Intel dan Microsoft Bela iPhone 4
| Pengguna Tertentu Mulai Cicipi BBM di Android Posted: 01 Aug 2013 07:23 AM PDT Inikah BlackBerry Messenger untuk Android? KOMPAS.com - Aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) untuk handset di luar BlackBerry agaknya akan segera dirilis dalam waktu dekat. Setelah muncul foto perangkat Galaxy S III yang menjalankan BBM, kini BlackBerry selaku produsen aplikasi itu dikabarkan mulai menyebar undangan kepada pengguna terpilih untuk menjajal BBM di Android versi ujicoba (Beta). Seperti dilansir situs BBOS, tak semua pengguna BlackBerry mendapat kesempatan tersebut. Untuk mereka yang terpilih, aplikasi BBM untuk Android sudah masuk ke BlackBerry Beta Zone dan tersedia di bawah menu "Eligible Programs" seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas. Sejumlah anggota BlackBerry Beta Zone di Indonesia disinyalir sudah mencoba aplikasi BBM untuk Android. Lucky Sebastian dari milis Gadtorade di Twitter (@gadtorade) mengunggah screenshot gambar aplikasi tersebut di sebuah smartphone Android. Screenshot gambar keterangan aplikasi BlackBerry di Android BBM untuk Android membutuhkan sistem operasi Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) atau lebih tinggi. Belum ada informasi lebih lanjut soal BBM untuk iOS, tapi aplikasi ini disebut mensyaratkan sistem operasi iOS 6 atau lebih baru. Lalu, kapankah BBM akan tersedia secara resmi untuk Android dan iOS? Managing Director BlackBerry India Sunil Lalvani pernah mengatakan bahwa BBM akan hadir untuk dua platform mobile terpopuler tersebut sebelum akhir September 2013 mendatang. Mereka yang ingin segera memperoleh notifikasi begitu BBM tersedia untuk Android dan iPhone bisa mendaftarkan alamat email melalui tautan berikut ini. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: |
| Kontroversi "Akal-akalan" Samsung di Galaxy S4 Posted: 01 Aug 2013 05:40 AM PDT KOMPAS.com — Beberapa hari lalu muncul kabar bahwa smartphone Galaxy S4 dari Samsung telah mencurangi sejumlah aplikasi benchmark populer. Ponsel pintar ini disinyalir menaikkan clockspeed GPU di aplikasi-aplikasi, seperti AnTuTu dan GLBenchmark demi mendongkrak skor yang dihasillkan. Galaxy S4 diduga menggunakan aplikasi khusus dengan string "Benchmark Booster" yang secara otomatis mendeteksi aplikasi benchmark yang dijalankan pengguna, lalu mendongkrak clockspeed GPU di atas nilai normal. Terkait hal tersebut, pihak Samsung telah mengeluarkan bantahan resmi yang dipublikasikan dalam blog perusahaan. Produsen asal Korea itu menyatakan bahwa kenaikan clockspeed juga berlaku untuk software lain di luar benchmark yang dijalankan oleh Galaxy S4. "Frekuensi GPU maksimum sebesar 533 MHz digunakan untuk aplikasi yang berjalan secara full-screen, seperti S Browser, Gallery, Camera, Video Player, dan aplikasi-aplikasi benchmark tertentu yang memerlukan performa tinggi," tulis Samsung dalam pernyataannya, seperti dikutip oleh AnandTech. Dengan kata lain, Samsung menolak dikatakan hanya mendongkrak kecepatan Galaxy S4 untuk benchmark dalam menghasilkan nilai di atas kemampuan perangkat tersebut yang sebenarnya, dalam penggunaan sehari-hari. Beberapa game disebut hanya diperbolehkan mencapai frekuensi 480 MHz karena alasan stabilitas. "Frekuensi maksimal dari GPU milik Galaxy S4 sengaja divariasikan untuk memberi pengalaman optimal pada pengguna, serta tidak dimaksudkan untuk benchmark tertentu saja," tutup Samsung. Naik turun Namun benarkah kenyataannya sesuai dengan klaim pihak Samsung di atas? AnandTech selaku situs teknologi yang menyelidiki hal ini secara mendalam kembali melakukan pengujian ulang yang disesuaikan dengan pernyataan sang produsen Galaxy S4. Hasilnya ternyata sedikit berbeda dari yang dijelaskan oleh Samsung. Perangkat lunak game memang berjalan pada frekuensi 480 MHz, tetapi sejumlah native software untuk full-screen (S Browser, Gallery, Video Player) ternyata mentok di kecepatan GPU 266 MHz, bukan 533 MHz seperti klaim Samsung. Aplikasi-aplikasi native tersebut pada dasarnya memang tidak menuntut kinerja GPU yang tinggi. Satu pengecualian terdapat pada aplikasi kamera yang sesekali mencapai kecepatan GPU 533 MHz apabila pengguna secara aktif mencoba-coba filter kamera (terutama jenis "rugged", "oil pastel", dan "fish eye"), tapi tidak akan bertahan pada frekuensi itu secara konstan seperti aplikasi-aplikasi benchmark tertentu. Berdasarkan grafik yang dibuat oleh AnandTech di bawah ini, terlihat bahwa kecepatan GPU Galaxy S4 naik turun di aplikasi kamera, tidak secara konsisten berada di atas seperti benchmark AnTuTu dan GFXBench. Mengapa ini bisa terjadi? Diduga Galaxy S4 membuka batasan panas (thermal limit) untuk sejumlah aplikasi benchmark sehingga mampu mempertahankan kecepatan GPU 533 MHz. Adapun software kamera yang tetap memperoleh batasan tersebut tetap tidak bisa mempertahankan frekuensi GPU di batas atas. Peningkatan frekuensi GPU di sini mungkin hanya mendongkrak skor benchmark sebesar 10 persen, tetapi hasil itu kemungkinan sudah sangat bagus mengingat kondisi panas yang membatasi Galaxy S4. Tetap "curang"? Lalu, apakah ini berarti bahwa Samsung tetap berlaku "curang"? Seorang pembaca di situs AnandTech berkomentar bahwa benchmark seharusnya dijalankan dalam kondisi yang sama seperti penggunaan sehari-hari (misalnya saat menjalankan game) sehingga bisa diperoleh nilai yang fair dan sesuai keadaan sebenarnya. AnandTech menyarankan Samsung agar memberikan pilihan kepada pengguna untuk menjalankan mode "turbo" tersebut sesuai keinginan. Pilihan lainnya adalah mencabut optimalisasi itu seluruhnya sehingga menghilangkan kebingungan soal ini. |
| BBM untuk Android Menampakkan Diri Posted: 01 Aug 2013 04:59 AM PDT KOMPAS.com — Aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android akhirnya menampakkan diri. Situs teknologi BGR berhasil mengambil tangkapan gambar (screenshot) dari aplikasi yang kabarnya akan diluncurkan pada September 2013 tersebut. Jika foto tersebut benar seperti yang diklaim oleh BGR, ini adalah penampilan perdana dari BBM untuk Android. Foto tersebut berisi gambar layar login BBM yang diambil langsung dari ponsel pintar berbasis Android milik Samsung, Galaxy S III. Dari gambar tersebut terlihat sebuah logo BBM dalam ukuran yang cukup besar. Di bawahnya, BlackBerry menyediakan dua tombol, yaitu "Sign In" dan "Create BlackBerry ID".Dengan menggunakan akun BlackBerry, pengguna tampaknya sudah bisa langsung menjalankan aplikasi tersebut melalui tombol "Sign In". Bagi yang belum memilikinya, pengguna bisa langsung membuat akun BlackBerry melalui tombol kedua. Sayangnya, BGR tidak bisa menunjukkan gambar "penampakan" lain dengan beberapa alasan tertentu. Meskipun begitu, mereka diberi tahu bahwa aplikasi ini "tidak begitu buruk" dan rencananya akan diluncurkan tidak lama lagi. Beberapa waktu lalu, seorang petinggi BlackBerry yang menjabat sebagai Managing Director BlackBerry India, Sunil Lalvani, memang pernah memberikan bocoran mengenai kapan aplikasi ini akan tersedia. Secara tegas, Lalvani mengungkapkan, aplikasi yang sudah banyak ditunggu-tunggu ini akan hadir sebelum akhir September 2013. BlackBerry sendiri telah membuat halaman situs khusus yang memberi informasi soal kedatangan aplikasi BBM di Android dan iOS. Anda bisa mengunjungi situs itu dengan mengklik tautan ini. Dengan memasukkan alamat e-mail, Anda akan mendapat informasi kedatangan aplikasi BBM. Aplikasi BBM bakal bisa berjalan di perangkat dengan sistem operasi iOS versi 6 ke atas dan Android versi 4.0 (Ice Cream Sandwich) ke atas. Pengguna Android dan iOS dapat memanfaatkan BBM untuk mengirim pesan teks, foto, voice note, serta membuat grup diskusi berisi 30 kontak. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: |
| Pertumbuhan Windows 8 Melambat Posted: 01 Aug 2013 03:20 AM PDT KOMPAS.com - Sempat menunjukkan tren positif pada Juni 2013 lalu, peningkatan pangsa pasar sistem operasi teranyar dari Microsoft, Windows 8, malah melambat di bulan Juli 2013. Berdasarkan data Net Applications pada Juli 2013, yang dikutip dari The Next Web, Kamis (1/8/2013), pangsa pasar Windows 8 secara global naik dari 5,10 persen menjadi 5,40 persen, atau hanya mengalami kenaikan 0,30 poin saja. Ini merupakan pertumbuhan terkecil yang pernah didapatkan oleh Windows 8 sejak diluncurkan pada akhir Oktober 2012 lalu. Sementara itu, pada Juni 2013, pangsa pasar Windows 8 mengalami kenaikan 0,83 poin menjadi 5,10 persen dari bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah Windows 8. Pada saat itu, pertumbuhan ini didorong oleh keinginan pengguna menjajal versi preview Windows 8.1, yang kembali menyediakan tombol Start. Sedangkan untuk melambatnya pertumbuhan Windows 8 di bulan Juli kemungkinan terjadi karena para pengguna masih nyaman memakai Windows 7.Adapun pangsa pasar dari Windows Vista terus saja mengalami penurunan. Windows Vista mengalami penurunan dari 4,61 persen menjadi 4,24 persen atau berbeda 0,38 persen dari Juni 2013. Sementara itu, Windows 7 masih menyandang gelar sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh penduduk dunia. Ia mengalami sedikit peningkatan pangsa pasar, sebesar 0,12 poin, dari 44,37 persen, menjadi 44,49 persen. Sistem operasi kedua yang paling banyak digunakan masih tetap Windows XP. Sistem operasi ini juga mengalami sedikit peningkatan, meskipun tidak terlalu signifikan. Pangsa pasarnya meningkat 0,02 poin, dari 37,17 persen menjadi 37,19 persen. Secara keseluruhan, semua versi Windows mengalami sedikit peningkatan pangsa pasar pada Juni dan Juli 2013, dari 91,51 persen menjadi 91,56 persen. Sistem operasi OS X dan Linux mengalami penurunan, masing-masing kini 7,19 persen (turun 0,01 poin) dan 1,25 persen (turun 0,03 persen). Data-data yang dirilis Net Applications ini merupakan pemantauan terhadap 160 juta pengunjung unik bulanan yang masuk ke 40.000 situs web. |
| Intel dan Microsoft Bela iPhone 4 Posted: 01 Aug 2013 01:39 AM PDT KOMPAS.com - Ponsel pintar iPhone 4 besutan Apple terancam dilarang dijual di Amerika Serikat oleh Komisi Dagang Internasional (ITC) karena dianggap melanggar paten Samsung. Akan tetapi, seperti dikutip dari Mashable, sejumlah nama besar dunia TI seperti Intel, Microsoft, dan Oracle belakangan dilaporkan berupaya mencegah agar smartphone tersebut jangan sampai dicekal. Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Aliansi Software Bisnis (BSA) itu sampai meminta Presiden Obama untuk membatalkan pelarangan penjual iPhone 4. Argumen yang mereka ajukan, paten standard-essential (paten yang diperlukan untuk memenuhi standar tertentu dan harus dilisensikan) seperti yang dituduhkan telah dilanggar iPhone 4 tidak boleh dipakai untuk mencekal suatu produk, kecuali dalam keadaan luar biasa. Selain perusahaan-perusahaan teknologi di atas, operator seluler AT&T dan Verizon Wireless juga memiliki pandangan yang sama soal pencekalan iPhone 4. Juni lalu, ITC menetapkan bahwa versi AT&T dari iPhone 4, iPhone 3GS, dan iPhone 3G melanggar paten Samsung. Dari ketiganya, hanya iPhone 4 yang masih beredar di pasaran di seluruh dunia. Campur tangan presiden dalam pencekalan ITC seperti yang diminta sejumlah perusahaan tersebut merupakan hal langka yang terakhir kali terjadi pada masa Presiden Reagan, 1987 lalu. Apple sendiri memandang bahwa Samsung seharusnya tak bisa memblokir penjualan iPhone dan iPad karena perusahaan Korea itu tak melisensikan paten standard-essential yang dimiliknya di bawah persetujuan yang adil, wajar, dan non-diskriminatif. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment