KOMPAStekno |
- Ada Apa di Balik Insiden Situs SBY?
- Adu "Browser" BlackBerry Z10 vs Galaxy S III vs iPhone 5
- Peretas Media AS Dikerahkan Pemerintah China?
- Langgar Privasi Ribuan Anak, Path Didenda Miliaran
- Bocoran Android "Key Lime Pie" Dihapus!
| Ada Apa di Balik Insiden Situs SBY? Posted: 04 Feb 2013 08:19 AM PST
Namun, menurut I Made Wiryana, praktisi IT yang juga mengawal keamanan situs tersebut, yang terjadi bukanlah tindak hacking atau peretasan yang umumnya identik dengan bobolnya keamanan server situs. Ia mengatakan, insiden itu hanya re-route atau pengalihan alamat. "Jadi, istilah yang tepat itu bukan di-hack karena situsnya sendiri yang beralamat di www.presidenri.go.id tidak apa-apa, hanya domainnya yang dialihkan ke mesin lain," ujar Made dalam percakapan telepon dengan Kompas Tekno, Senin (4/2/2013). Kalau diibaratkan, lanjut Made, situs presiden adalah "istana", sementara domain adalah "papan penunjuk jalan" yang menuntun pengguna internet ke istana tersebut. "Nah, papan namanya inilah yang diubah, sementara istananya sendiri tidak apa-apa. Misalnya, saya ikuti petunjuk arah ke daerah Senen, tetapi saya malah sampai di Ancol," ujar pria yang juga aktif di komunitas Linux ini menjelaskan. Lebih tepatnya, perubahan yang dilakukan oleh Wildan, sang hacker situs presiden itu, dikatakan Made berada pada level services yang menaungi layanan domain, bukan server tempat data-data situs tersebut berada. "Makanya, hasilnya berbeda-beda. Ada yang pakai provider A, ternyata alamat situs presiden dialihkan, sementara provider B tidak mengalihkan. Situs di alamat www. presidenri.go.id sendiri sama sekali tidak bermasalah ketika diakses hari itu, hanya yang berdomain .info saja," papar Made seraya menambahkan bahwa domain .info masih digunakan untuk situs presiden hingga saat ini karena sudah telanjur dikenal pengguna. |
| Adu "Browser" BlackBerry Z10 vs Galaxy S III vs iPhone 5 Posted: 04 Feb 2013 07:49 AM PST KOMPAS.com - CEO BlackBerry Thorsten Heins, menjanjikan ponsel dengan sistem operasi BlackBerry 10 akan memberi pengalaman berselancar internet yang cepat. Janji itu dibuktikan setelah aplikasi peramban (browser) BlackBerry 10 diuji coba Situs MobileBurn menguji kecepatan browser BlackBerry 10 di ponsel BlackBerry Z10, lalu membandingkannya dengan Safari di Apple iPhone 5, browser bawaan Android di Samsung Galaxy S III, dan Internet Explorer dalam Windows Phone 8 di ponsel Samsung Ativ Odyssey. Uji coba pertama dilakukan dengan aplikasi alat ukur Browsermark yang populer digunakan untuk menguji kecepatan browser. Jika angka hasil pengujian lebih tinggi, maka kinerjanya lebih baik. - Browser bawaan BlackBerry di BlackBerry Z10: 2.383 Perlu diketahui, kinerja browser dipengaruhi oleh komponen perangkat keras pada ponsel, terutama prosesor. BlackBerry Z10 didukung oleh prosesor dual-core Qualcomm Snapdragon MSM8960 kecepatan 1,5GHz. Sementara Galaxy S III menggunakan quad-core Samsung Exynos 4412 kecepatan 1,4GHz. Meski browser BlackBerry Z10 jadi yang tercepat, namun kinerjanya untuk menangani JavaScript tidak mumpuni. Ia mendapat nilai buruk dari aplikasi alat ukur SunSpider. Jika angka hasil pengujian lebih rendah, maka kinerjanya untuk JavaScript semakin baik. - Safari dalam iOS di iPhone 5: 916,4ms Berbeda dengan browser di ponsel BlackBerry lawas, berselancar internet di BlackBerry Z10 terlihat mulus dan responsif. Anda bisa mencubit layar untuk melakukan zoom in dan zoom out. Selain itu, ada pula pilihan modus Reader yang hanya menampilkan teks dan sedikit gambar untuk memuat halaman situs web. Modus Reader ini menggunakan teknologi kompresi yang mengirit penggunaan bandwidht internet. Tonton video berikut untuk hasil lengkap uji performa browser BlackBerry 10: |
| Peretas Media AS Dikerahkan Pemerintah China? Posted: 04 Feb 2013 07:28 AM PST WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Serangkaian serangan siber terhadap media utama di Amerika Serikat meningkatkan kekhawatiran akan aktivitas para peretas China. Namun, tidak bisa dipastikan apakah serangan itu memang dilakukan China atau atas nama Pemerintah China. Washington Post, Sabtu (2/2), menjadi media terakhir yang mengungkapkan bahwa mereka menjadi sasaran peretasan pada 2011. Sehari sebelumnya, jejaring sosial Twitter mengaku aksi peretasan telah menembus informasi sekitar 250.000 akun dari 200 juta pengguna aktif. Meski tak menyebut langsung, mereka menyebut penyusupan itu dilakukan oleh pelaku yang sama. Tuduhan bahwa peretas China berada di balik serangan tersebut disampaikan New York Times dan Wall Street Journal. Pekan lalu, kedua media itu mengatakan, jaringan komputer mereka telah diretas. Mereka menuduh bahwa peretasan itu didalangi Pemerintah China untuk memata-matai media AS. Namun, Kementerian Luar Negeri China membantah dan mengatakan semua tuduhan itu tidak berdasar. Kementerian Pertahanan China juga mengulangi pernyataan mereka bahwa Beijing "tak pernah mendukung aksi peretasan apa pun". Bukti James Lewis, spesialis keamanan siber dari lembaga Center for Strategic and International Studies, mengatakan, terdapat bukti yang mendukung tuduhan keterlibatan Pemerintah China. Peretas asal China sebelumnya dikaitkan dengan serangan pada produsen alat pertahanan Lockheed-Martin, Google, dan Coca-Cola. Laporan lain menyebutkan, peretas China mencoba menyusup ke jaringan komputer Pentagon dan Kongres AS. "China tak mengikuti peraturan yang disepakati negara lain di dunia. Di satu sisi karena mereka tidak mengerti, di sisi lain karena mereka tidak menghargai peraturan itu," ujar Lewis. Menurut dia, serangan itu telah mencapai batas yang tak dapat ditoleransi. Lewis mendesak Pemerintah AS untuk segera menanggapi hal tersebut. Wall Street Journal menurunkan laporan bahwa dalam buku The New Digital Age, bos Google, Eric Schmidt, memberikan cap China sebagai ancaman bagi internet. China disebut mengesahkan serangan siber untuk keuntungan ekonomi dan politik. Buku yang akan terbit April itu ditulis Schmidt bersama Jared Cohen, mantan penasihat Departemen Luar Negeri AS, yang mengepalai divisi Google Ideas. Dalam buku itu, China disebut sebagai "penyaring informasi paling aktif dan antusias di dunia" serta "peretas perusahaan asing paling canggih di dunia". Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Kamis lalu, mengatakan, terjadi peningkatan serangan siber terhadap institusi pemerintah dan swasta. "Kami tegaskan—tak hanya pada China—AS akan melindungi tak hanya institusi pemerintah, tetapi juga swasta dari serangan ilegal semacam itu," ujarnya. Graham Cluley, konsultan teknologi senior firma keamanan Inggris, Sophos, mengatakan, perusahaan media sebelumnya tak pernah mengira diri mereka menjadi sasaran peretasan. Jika laporan itu benar, aksi itu bertujuan mengetahui sumber wartawan media tersebut dan melakukan sesuatu kepada mereka. Serangan ini dilakukan diam-diam dalam jangka waktu lama. Cluley mengatakan, kalaupun sumber serangan bisa dikonfirmasi, sangat sulit untuk menjatuhkan sanksi. "Peretas bisa langsung pergi. Apakah Anda bisa mengeluarkan seluruh negeri itu dari jaringan internet?" ujarnya. (AP/AFP/was) |
| Langgar Privasi Ribuan Anak, Path Didenda Miliaran Posted: 04 Feb 2013 06:46 AM PST KOMPAS.com - Jejaring sosial yang ditujukan hanya untuk keluarga atau teman dekat, Path, diperintahkan untuk membayar denda sebesar 800.000 dollar AS atau sekitar Rp 7,7 miliar oleh Federal Trade Commission (FTC). Dikutip dari TechSpot, Senin (4/2/2013), FTC menghukum Path karena mengunggah data personal yang ada di buku telepon milik anak-anak, tanpa sepengatahuan dan izin dari pihak orang tua. Lebih lanjut, diketahui Path telah berhasil mendapatkan data buku telepon dari sekitar 3.000 anak-anak di bawah umur 13 tahun. Hal tersebut dianggap melanggar hukum Perlindungan Anak di Dunia Maya Amerika Serikat. Sebelumnya, Path memang sudah mengakui bahwa sistem mereka secara tidak sengaja menerima pengguna anak di bawah umur 13 tahun. Hal ini dapat terjadi karena sistem tidak secara otomatis menolak pengguna yang tidak memenuhi syarat dari segi umur. Sebagai catatan, layanan jejaring sosial Path ini memang tidak diperuntukkan untuk anak di bawah 13 tahun. Di aplikasi Path versi 2.0 untuk iOS, pengguna ditawarkan tiga metode untuk menambah teman. Pengguna bisa menemukan teman langsung dari kontak yang ada di buku telepon, menemukan teman dari Facebook, atau mengundang teman melalui e-mail atau SMS. Masalahnya, sistem Path akan mengumpulkan data, seperti nama, alamat, nomor telepon, alamat e-mail, dan username di jejaring sosial lain dari buku telepon pengguna, bahkan apabila pengguna tidak memilih metode "menemukan teman langsung dari kontak yang ada di buku telepon". |
| Bocoran Android "Key Lime Pie" Dihapus! Posted: 04 Feb 2013 06:13 AM PST KOMPAS.com - Sistem operasi Android versi berikutnya, yang kemungkinan akan diberi kode nama Key Lime Pie, dikabarkan rilis pada bulan Mei 2013. Kabar ini datang dari materi presentasi perusahaan teknologi Qualcomm, yang kemudian dikutip media-media teknologi. Menurut situs web teknologi PCMag, materi presentasi Qualcomm itu membocorkan jadwal peluncuran Android terbaru pada musim semi di Amerika Serikat. Google sepertinya akan memperkenalkan Android Key Lime Pie dalam konferensi pengembang aplikasi Google I/O tanggal 15-17 Mei 2013. Blog teknologi Android Police pertama kali menerbitkan laporan tersebut, Rabu (30/1/2013). Namun, dua hari berikutnya artikel itu dihapus. Tautan internet dari artikel itu menampilkan pesan teks berbunyi, "Informasi sebelumnya yang dipublikasi dalam URL ini mengandung informasi rahasia dan berhak cipta milik Qualcomm, yang telah dipublikasi tanpa izin Qualcomm. Informasi telah dihapus atas permintaan Qualcomm." Blog teknologi Android Authority yang menerbitkan berita serupa, juga telah menghapus informasi dan menampilkan pesan seperti di atas sesuai permintaan Qualcomm. Menurut blog teknologi The Verge, ada alasan lain mengapa Qualcomm meminta pihak terkait menghapus konten tersebut. Materi presentasi itu juga menampilkan rencana pengembangan prosesor Qualcomm di masa depan. Perusahaan yang fokus pada penelitian dan pengembangan teknologi nirkabel ini tak ingin teknologi masa depannya dipublikasi. Kembali ke sistem operasi Android, Google selalu memberi kode nama pada setiap versi Android berdasarkan nama permen, kue, dan makanan penutup. Penamaan itu juga sesuai dengan urutan alfabet. Berikut versi dan kode nama Android dari masa ke masa: - Android versi 1.1 |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment