KOMPAS.com - Nasional |
- Mahfud MD Ingin Satukan Kembali Suara NU
- Mantap Jadi Capres PKB, Mahfud MD Temui Sejumlah Parpol
- Pemerintah Klaim Dampak Positif Jadi Tuan Rumah Miss World
- PDI-P: Terlalu Emosional Dukung Jokowi Sekarang
- Di Meja Makan, Jokowi Tak Bahas Politik dengan Megawati
- PDI-P Tegaskan Tak Ada Janji Politik dengan Gerindra
- Kepolisian Siap Amankan Miss World 2013 di Bali
- Dari Aceh sampai Papua Dukung Jokowi Jadi Capres
| Mahfud MD Ingin Satukan Kembali Suara NU Posted: 07 Sep 2013 11:57 AM PDT MAGELANG, KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat ini sangat giat mengunjungi sejumlah pondok pesantren. Salah satu tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menyatukan kembali suara warga NU yang terpecah, untuk kembali bersuara melalui PKB. Mahfud mengatakan, warga NU sebenarnya bisa memilih partai lain. Namun, merunut pada sejarahnya, kekuatan politik warga NU disuarakan melalui PKB. "Semestinya, saat ini, warga NU yakin dan percaya sepenuhnya pada PKB karena sudah tidak ada lagi konflik internal yang bergejolak di dalamnya," ujar Mahfud, Sabtu (7/9/2013). Mahfud akan mencalonkan diri sebagai calon presiden dari PKB. Namun, nama calon wakil presiden (cawapres) baru akan diputuskan setelah pemilu legislatif 2014. Editor : Ervan Hardoko |
| Mantap Jadi Capres PKB, Mahfud MD Temui Sejumlah Parpol Posted: 07 Sep 2013 10:47 AM PDT MAGELANG, KOMPAS.com - Setelah mantap memutuskan menjadi calon presiden (capres) dari PKB, mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mengatakan, dirinya sudah berbicara, dan mendekati partai-partai lain. Meski demikian, semua pembicaraan tersebut bersifat non-formal dan belum mengerucut pada penentuan mitra koalisi. "Mitra koalisi PKB untuk Pilpres baru bisa diputuskan setelah melihat hasil dari pemilu legislatif 2014," ujarnya, Sabtu (7/9/2013). Mahfud mengatakan, dia sudah bertemu dan berdialog dengan hampir semua pengurus partai politik di Indonesia. Setelah mitra koalisi ditetapkan, menurut dia, barulah setelah itu pembicaraan tentang nama calon wakil presiden mulai dilakukan. Editor : Ervan Hardoko |
| Pemerintah Klaim Dampak Positif Jadi Tuan Rumah Miss World Posted: 07 Sep 2013 07:46 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengklaim ada dampak positif dengan menjadi tuan rumah Miss World 2013. Penyelenggaraan Miss World sekaligus mempromosikan budaya dan obyek wisata Indonesia ke dunia internasional. "Tentu ada yang positif karena tidak hanya memperkenalkan Indonesia kepada 130 negara, namun akan ada cerita soal Indonesia," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di kediaman Wakil Presiden Boediono, Jakarta, Sabtu (7/9/2013). Menurut Sapta, setiap peserta kontes Miss World nantinya akan lebih mengenal Indonesia. Bukan hanya itu, para peserta pun diharapkan dapat membawa cerita keindahan alam dan budaya Indonesia ke negaranya. Dengan demikian, menurut Sapta, Indonesia semakin dikenal luas di dunia Internasional. "Kekayaan alam, dan budaya kita diperkenalkan. Tari Bali, Bali, Borobudur, itu positif dari sisi budaya. Demikian juga dengan cara-cara komunikasi di Indonesia," ucap Sapta. Selama mengikuti kontes Miss World, katanya, para peserta dari 130 negara berbeda tersebut akan diajak mengunjungi obyek-obyek wisata di Indonesia. Hal itu ditujukan untuk mempromosikan wisata Tanah Air. Kehadiran jurnalis mancanegara, kata dia, dapat mewartawan wisata Indonesia ke negara mereka masing-masing. Dengan begitu, diharapkan dapat memunculkan rasa penasaran orang lain untuk mengunjungi Indonesia dan menyaksikan kekayaan alam dan budayanya secara langsung. "Ini kan akan memberikan dampak postif seperti juga orang datang nonton bola kaki dan lainnya kan mereka jg punya kenangan," ujar Sapta. Sebelumnya, Sapta mendampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono bersama Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Timur Pradopo menggelar jumpa pers terkait penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia. Dalam jumpa pers tersebut, Agung mengatakan bahwa pemerintah mendukung penyelenggaran Miss World 2013. Hanya saja, pemerintah menekankan agar pelaksanaan Miss World 2013 dipusatkan di Bali. Keputusan ini diambil setelah Pemerintah mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang berkembang selama ini. Pemerintah juga meminta agar peserta Miss World nantinya tidak mengenakan bikini atau pakaian lain yang dianggap tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Sebagai gantinya, para peserta akan mengenakan pakaian nasional Indonesia. Penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia menuai penolakan dari sejumlah kalangan. Mereka yang menolak kontes ratu ayu sejagat itu rata-rata mempermasalahkan pakaian yang akan digunakan para peserta. Majelis Ulama Indonesia, misalnya, mengkhawatirkan para peserta kontes kecantikan itu akan mengumbar aurat. Selain itu, penolakan datang dari sejumlah elemen masyarakat di Jawa Barat ketika mendengar rencana malam puncak final Miss World akan digelar di Sentul Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar bahkan menyarankan agar Miss World 2013 tidak digelar di wilayahnya. Editor : Laksono Hari Wiwoho |
| PDI-P: Terlalu Emosional Dukung Jokowi Sekarang Posted: 07 Sep 2013 07:09 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan, seluruh pandangan pengurus daerah terkait calon presiden akan menjadi pertimbangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun, usulan Jokowi sebagai capres dinilai masih terlalu emosional. "Masih terlalu emosional dukung Jokowi sekarang. Publik perlu diajak rasional karena masyarakat kita berubah-ubah juga," ujar Andreas seusai memimpin sidang pandangan daerah di forum Rakernas III PDI Perjuangan di Ancol, Jakarta, Sabtu (7/9/2013). Andreas melihat dukungan terhadap Jokowi sebenarnya masih belum bulat. Masih ada yang mengusulkan nama Megawati Soekarnoputri hingga Puan Maharani. "Artinya, kalau yang saya tangkap DPD-DPD ini melihatnya dengan cukup hati-hati. Apa yang disampaikan memang betul aspirasi rakyat Jokowi, tapi mereka juga masih hitung-hitung juga," kata Andreas. Andreas juga melihat ada pengaruh pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap pandangan daerah yang disampaikan siang hingga sore tadi. "Pidato Bu Mega jelas berpengaruh, mereka menangkap sinyal (ke Jokowi). Bagaimanapun juga mereka bukan orang baru," katanya. Sebelumnya, 33 Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan menyampaikan pandangan daerahnya terkait sosok capres yang dinilai layak. Sebagian besar mendukung Jokowi. Hanya sebagian kecil saja yang mendukung sosok Megawati dan Puan Maharani. Ada pula yang tidak mengeluarkan nama. Berikut rinciannya: 1. Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan mendukung Jokowi 2. Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung mendukung Jokowi 3. Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat mendukung Jokowi 4. Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur mendukung Megawati dan Jokowi 5. Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat tidak memberikan nama 6. Kalimantan mendukung Jokowi 7. Sulawesi mendukung Jokowi 8. Papua, Papua Barat, dan Maluku mendukung Jokowi Editor : Laksono Hari Wiwoho |
| Di Meja Makan, Jokowi Tak Bahas Politik dengan Megawati Posted: 07 Sep 2013 06:51 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta agar kedekatannya dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak dikaitkan dengan pencalonannya sebagai Presiden RI. Ditemui di sela Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Hotel Ecopark, Ancol, Jakarta, Sabtu (7/9/2013), Jokowi mengakui dekat dengan Megawati, bahkan sering semeja makan dengan Megawai serta tokoh lain. Saat Rakernas memasuki jeda makan siang hari ini, Jokowi dan petinggi PDI Perjuangan mendampingi Megawati untuk makan siang di salah satu rumah makan khas Padang di Jakarta Utara. "Enggak ada pembahasan soal capres. Kalau makan ya soal makanannya saja, soal ayam gorengnya, soal kepala kakapnya, soal rendangnya," canda Jokowi dengan diiringi tawa khasnya. Jokowi menyadari bahwa dukungan kepada dirinya untuk duduk di kursi presiden terus mengalir. Namun, ia tidak ingin ambil pusing soal itu. Jokowi menegaskan, yang dilakukannya saat ini adalah fokus pada persoalan yang terjadi di Jakarta. "Urusan saya itu yang masih berhubungan dengan Jakarta. Kalau politik, tanyakan ke DPP, tanya ke Bu Mega. Kalau tanya Ria Rio, Tanah Abang, baru saya jawab," kata Jokowi. Dukungan dari internal partai terhadap pencapresan Jokowi semakin kuat dalam pembacaan pandangan umum Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan dalam Rakernas PDI Perjuangan hari ini. Meski begitu, belum ada keputusan resmi dari PDI Perjuangan terkait figur yang akan diusung sebagai capres 2014. Saat menyampaikan pidato politiknya dalam Rakernas, Jumat (6/9/2013) kemarin, Megawati berkali-kali memuji Jokowi sebagai kader potensial dan memiliki getaran seperti mantan Presiden RI Soekarno. Di sisi lain Megawati menyiratkan baru akan mengambil keputusan terkait calon presiden setelah diselenggarakannya pemilihan anggota legislatif. Sesuai hasil kongres, penentuan calon presiden PDI Perjuangan menjadi hak prerogatif Ketua Umum. Semua usulan yang mengemuka dalam rakernas hanya menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan tersebut. Editor : Laksono Hari Wiwoho |
| PDI-P Tegaskan Tak Ada Janji Politik dengan Gerindra Posted: 07 Sep 2013 06:01 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Mindo Sianipar menegaskan tak ada janji politik antara partainya dengan Partai Gerindra terkait calon presiden (capres) periode 2014-2019. Menurutnya, keputusan mengusung capres merupakan wewenang penuh masing-masing partai dan tak bisa diintervensi oleh partai lain. "Itu tidak benar ada kontrak politik seperti itu," kata Mindo saat dijumpai di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu (7/9/2013). Ia ditanya soal pernyataan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengenai janji politik PDI-P. Sebelumnya, Muzani mengkritisi wacana pencalonan Jokowi sebagai Presiden. Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta itu masih memiliki utang untuk menyelesaikan peliknya masalah Ibu Kota. "Kami hanya ingin mengingatkan Jokowi pernah janji kepada kami dan rakyat Jakarta untuk berkonsentrasi mengurus Jakarta," kata Muzani. Ia juga mengingatkan, PDI Perjuangan pernah berjanji untuk mendukung Gerindra di 2014 sebagai kompensasi dukungan Prabowo ke Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada 2009 lalu. Mindo menuturkan, pihaknya akan mengusung capres bila hasil pemilihan legislatif memperoleh 20 persen suara nasional. Ia juga yakin, partai lain akan mengusung calonnya sendiri bila ambang batas mengusung capres itu terpenuhi. "Kalau dia (Gerindra) bisa 20 persen calonkan saja presiden. Kalau kami bisa 20 persen kami calonkan presiden, saya kita itu lumrah," ujarnya. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo juga menampik bahwa partainya terlibat perjanjian untuk mendukung Prabowo dalam Pemilu 2014. "Saya lima tahun lalu sudah jadi Ketua DPP Bidang Politik. Tidak ada perjanjian (dukungan 2014). Hanya ada perjanjian karena suara PDI-P dan Gerindra kurang, jadi bersepakat untuk koalisi dan menetapkan Bu Mega sebagai capres dalam Pilpres 2009 lalu, itu saja," papar Tjahjo. Editor : Heru Margianto |
| Kepolisian Siap Amankan Miss World 2013 di Bali Posted: 07 Sep 2013 05:44 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian RI siap mengamankan penyelenggaraan ajang kecantikan Miss World 2013 yang akan dibuka di Nusa Dua, Bali, Minggu (8/9/2013). Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengungkapkan, pihaknya akan menurunkan petugas pengamanan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan acara. Adapun personel yang akan diturunkan, kata Timur, berasal dari kepolisian daerah setempat yang dibantu oleh unsur masyarakat dan Tentara Nasional Indonesia. "Tentunya dilaksanakan Polda setempat, bantuan seluruh unsur dari masyarakat, TNI, bukan dari segi jumlah, tapi disesuaikan," ungkap Timur dalam jumpa pers di kediaman Wakil Presiden Boediono, Sabtu (7/9/2013). Jumpa pers tersebut dipimpin Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, dan dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar. Agung Laksono mengungkapkan, Pemerintah mendukung penyelenggaran Miss World 2013 ini. Pemerintah, katanya, siap keramaian yang disesuaikan dengan kondisi saat ini sehingga pelaksanaan Miss World 2012 dapat berjalan dengan lancar. Namun Pemerintah menekankan agar pelaksanaan Miss World 2013 dipusatkan di Bali. Keputusan ini diambil setelah Pemerintah mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang berkembang selama ini. "Mendengarkan asprirasi masyarakat dan mempertimbangkan persiapan yang sudah berjalan, penyelenggaraan telah disesuaikan sedemikian rupa sesuai dengan adat ketimuran dan Indonesia," tutur Agung. Dia juga mengungkapkan, peserta Miss World nantinya dilarang mengenakan bikini atau pakaian lain yang dianggap tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Sebagai gantinya, para peserta akan mengenakan pakaian nasional Indonesia. Adapun penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia menuai penolakan dari sejumlah kalangan dengan menggelar aksi demonstrasi. Sebagian besar yang menolak mempermasalahkan pakaian yang akan digunakan para peserta. Majelis Ulama Indonesia misalnya, mengkhawatirkan para peserta kontes kecantikan itu akan mengumbar aurat. Selain itu, penolakan datang dari sejumlah elemen masyarakat di Jawa Barat ketika mendengar rencana malam puncak final Miss World akan digelar di Sentul Convention Center, Sentul, Jawa Barat. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar bahkan menyarankan agar Miss World 2013 tidak digelar di wilayahnya. Editor : Kistyarini |
| Dari Aceh sampai Papua Dukung Jokowi Jadi Capres Posted: 07 Sep 2013 05:42 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Peluang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo maju sebagai kandidat calon Presiden RI semakin terbuka lebar. Sebagian besar Dewan Pimpinan Daerah dalam forum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan, Sabtu (7/9/2013), mendukung pencalonan Jokowi sebagai Presiden RI. Dalam laporan lengkap usulan pandangan kelompok wilayah yang mewakili 33 DPD PDI Perjuangan, sebagian besar di antaranya mengusung nama Jokowi. Hanya sebagian kecil yang mengusulkan nama Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani sebagai capres. Berikut laporan lengkap usulan pandangan delapan kelompok wilayah tersebut. 1. Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan Pandangan daerah dari kelompok wilayah ini disampaikan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Panda Nababan. Panda mengawali pandangan daerah dengan mengusulkan momentum penetapan pilpres. "Jangan tunggu sehari sebelum pilpres! Kita intro dulu, kita main cantik," teriak Panda yang langsung disambut tepuk tangan ribuan pengurus yang hadir. Seisi ruangan pun langsung meneriakkan nama Jokowi. Sebelum rapat digelar, Panda juga sempat menyebutkan aspirasi di daerah mendukung Jokowi. 2. Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung Pembacaan kelompok ini dibacakan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman. Alex menuturkan, mayoritas DPD di wilayah ini meminta agar deklarasi calon presiden dilakukan pada Januari 2014. Mengenai kandidatnya, Alex mengungkapkan nama Jokowi paling kuat diaspirasikan kader di daerah. Ia mencontohkan efek Jokowi sampai terjadi di Sumatera Barat. "Tanggal 31 Oktober lalu, ada kuliah umum Jokowi di Unand (Universitas Andalas Sumbar). Ribuan orang datang, sampai mereka protes supaya kuliah umum dipindahkan ke luar agar menampung orang lebih banyak," ucap Alex. Oleh karena itu, Alex meminta agar Ketua Umum PDI Perjuangan melihat dinamika yang berkembang. 3. Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat Usulan pengurus daerah di kelompok wilayah ini sepakat menyerahkan penetapan calon Presiden kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun, sejumlah aspirasi dari akar rumput juga disampaikan. Masyarakat di wilayah ini disebutkan sedang ramai-ramainya mendukung setiap kebijakan yang dibuat Jokowi di Ibu Kota. 4. Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur Kelompok wilayah ini memiliki dua usulan nama kandidat capres yakni Megawati dan Jokowi. "Kami inginnya ditetapkan tidak terlalu dekat dengan 9 April (pileg)," ujar perwakilan DPD PDI Perjuangan Jatim, Bambang Prasetyo. 5. Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat Kelompok wilayah ini tidak memberikan satu nama pun di dalam forum rakernas terkait kandidat capres yang dinilai layak diusung. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Megawati untuk menetapkan capres dan cawapres. 6. Kalimantan Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan Ardiansyah membacakan pandangan pengurus DPD di seluruh Kalimantan. Ardiansyah menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Jokowi sebagai presiden. Ardiansyah menuturkan efek Jokowi telah terjadi di Kalimantan. Ia mencontohkan sebuah pentas pewayangan di mana sang dalang berasal dari Jawa. "Isinya wayang itu ternyata tentang pimpinan masa depan Jokowi dan ternyata sambutan masyarakat luar biasa. Namun, kami sadar keputusan ada di Ketum," kata Ardiansyah. 7. Sulawesi Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Selatan Palaguna membacakan pandangan dari DPD di seluruh wilayah Sulawesi. Dia menyebutkan, pembacaan pidato Bung Karno berjudul "Dedication of Life" oleh Jokowi telah menggetarkan seluruh pengurus daerah yang ada. "Ini menginspirasi kami saat berdiskusi kemarin telah menggetarkan gedung ini dan telah menggetarkan seluruhnya. Dan, kami sudah ditelepon pelosok desa kami betapa rakernas ini berikan getaran tertentu dan telah memberikan warna PDI-P," puji Palaguna akan sosok Jokowi saat membacakan pidato Bung Karno. Oleh karena itu, kelompok wilayah ini meminta PDI Perjuangan untuk mendeklarasikan capres pada 10 Januari 2014, tepat di hari ulang tahun partai ini. 8. Papua, Papua Barat, dan Maluku Nama Jokowi kembali diteriakkan dari sisi ruangan paling belakang. Di situ adalah tempat para pengurus DPD bagian Papua, Papua Barat, dan Maluku. Meski mendapat banyak dukungan, kelompok wilayah ini juga mengusulkan dua nama lainnya, yakni Puan Maharani dan Megawati Soekarnoputri. Pengurus daerah di kelompok wilayah ini juga meminta deklarasi capres dilakukan pada Januari 2014. Maluku menjadi pihak yang paling siap menjadi tuan rumah pendeklarasian itu. Editor : Laksono Hari Wiwoho |
| You are subscribed to email updates from KOMPAS.com - Nasional To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment