KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


Dirut Lion Air: Aneh, Ada Sapi di Landas Pacu

Posted: 06 Aug 2013 12:01 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Maskapai Lion Air memastikan pesawat Boeing 737-800 ER tergelincir keluar landasan di Bandara Gorontalo setelah melindas seekor sapi.

Fakta ini sekaligus membantah pernyataan Kementerian Perhubungan yang memberikan keterangan bahwa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT892 tergelincir karena menghindari tiga ekor sapi.

Edward Sirait, Direkur Umum Lion Air, mengatakan, ketika mendarat, roda belakang pesawat yang menerbangi rute Jakarta-Makassar-Gorontalo tersebut melindas seekor sapi sehingga pesawat sempat "oleng".

"Pada saat mendarat, pilot lapor ke tower bandara bahwa pesawat mereka seperti melindas sesuatu," kata Edward kepada Tribunnews.com, Selasa (6/8/2013).

Menurut Edward, hal demikian sebenarnya tidak perlu terjadi jika landasan pacu bandara tersebut steril dari hal-hal semacam ini.

"Bandara harusnya steril, kok bisa ada sapi di runway. Ini kan aneh," katanya.

Namun, Edward memastikan seluruh penumpang dalam keadaan selamat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Boeing 737-800ER milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT892 tergelincir keluar landas pacu di Bandara Gorontalo.

Bambang S Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, mengatakan, pesawat mengalami over run sekitar 10 meter. Berdasarkan keterangan dari otoritas bandara setempat, insiden terjadi pada pukul 21.13 Wita dan kondisi cuaca serta pesawat juga dalam keadaan baik.

"Setelah touch down pesawat menghindari tiga ekor sapi di landasan sehingga menyebabkan pesawat over run dan mengalami damage pada brake system," kata Bambang.

Menurut Bambang, beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, pesawat membawa 110 orang penumpang terdiri dari 105 dewasa dan 5 bayi.

"Saat ini pesawat dalam kondisi minor damage dan masih dalam proses evakuasi," ujarnya.

Editor : Ervan Hardoko

Alasan Kesehatan, Bendahara Umum Demokrat Mengundurkan Diri

Posted: 06 Aug 2013 11:28 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Bendahara Umum Partai Demokrat Handojo Slamet Mulyadi mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

Kabar ini dibenarkan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli. 

"Ya benar, bendahara umum mengundurkan diri karena alasan kesehatan," kata Melani Leimena Suharli ketika dikonfirmasi, Selasa (6/8/2013) malam.

Melanie menuturkan dirinya tak tahu penyakit yang diderita Handojo. Namun, lanjut dia, Demokrat telah menunjuk pengganti Handojo yakni Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat Indrawati Sukadis.

Sebelumnya, sempat beredar kabar Handojo mundur dari kepengurusan bersama dengan Wakil Direktur Eksekutif Toto Riyanto. 

Namun, kabar itu dibantah tegas Toto. "Bohong! Tidak benar itu," tulis Toto dalam pesan singkatnya.

Terkait dana konvensi?

Kabar mundurnya dua elite Demokrat itu sempat membuat internal Demokrat bereaksi.

Salah seorang pengurus partai yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan pengunduran diri Hartojo adalah hal yang wajar.

Apalagi, lanjut dia, Handojo adalah otak Demokrat untuk mencari dana perhelatan konvensi calon presiden Partai Demokrat.

"Kalau mundur wajar saja, karena dia bertanggung jawab soal dana konvensi itu. Bisa jadi dia takut dananya ternyata bukan dari yang semestinya yang bisa menyeret namanya kan," ungkap pengurus itu.

Menurut dia, dana konvensi capres Partai Demokrat hingga kini tak pernah dibicarakan internal partai, hanya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap mengetahui soal sumber dana konvensi.

"Tidak pernah dibicarakan, hanya dia (SBY) yang tahu," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menampik mundurnya Handojo terkait dana konvensi.

Menurutnya, Handojo memang ditunjuk sebagai pejabat sementara bendahara umum yang kosong ditinggal Sartono Hutomo.

"Itu sifatnya sementara mengisi kekosongan. Kalau sementara bisa saja mundur," ujarnya.

Sebelumnya pada 21 April lalu, Partai Demokrat mengumumkan struktur kepengurusan barunya setelah SBY terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Ketika itu, pemilik perusahaan farmasi Tempo Group, Handojo Selamet Mulyadi, diangkat menjadi bendahara umum dalam struktur baru menggantikan Sartono Hutomo.

Editor : Ervan Hardoko

Kapolri Klaim Jumlah Pemudik Sepeda Motor Menurun

Posted: 06 Aug 2013 10:04 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor tahun ini mengalami penurunan.

Penurunan itu diklaimnya tidak terlepas dari peran Polri yang dalam dua tahun terakhir mengingatkan para pemudik untuk tidak memanfaatkan sepeda motor sebagai moda transportasi mudik.

"Secara keseluruhan data yang diambil dari Jawa Tengah dan Jawa Barat semua jumlah angkutan pribadi mengalami penurunan. Roda empat turun sekitar empat persen, roda dua turun 20 persen," kata Kapolri, Selasa (6/8/2013).

Selain imbauan, lanjut Kapolri, turunnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi tidak terlepas dari maraknya sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan swasta yang menggelar acara mudik gratis.

Pemerintah juga menyediakan fasilitas bagi para pemudik untuk mengangkut sepeda motornya ke kampung halaman.

"Itu gratis, motornya naik (kereta api) dan penumpangnya naik bus. Itu semua saya kira terintegrasi sinergi sehingga hasilnya bisa dilihat di arus mudik ini," ujarnya.

Dengan turunnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, berbanding lurus dengan penurunan angka kecelakaan yang terjadi.

Timur mengatakan, berdasarkan catatan Polri, setidaknya penurunan angka kecelakaan hingga 40 persen.

Namun, menurutnya penurunan angka kecelakaan itu masih dapat berubah karena proses arus mudik masih berlangsung.

"Tadi saya imbau pada petugas kalau kondisinya lancar, kan berarti kecepatannya tinggi nih, artinya berbahaya juga kalau tidak diberikan warning. Ke depan masih harus diharapkan kecelakaan pemudik ini berkurang," ujarnya.

Timur menambahkan, dari hasil pantauannya pada H-2 Lebaran hari ini di sejumlah titik jalur mudik, seperti di Cirebon dan Cikopo, tak tampak penumpukan kendaraan yang berarti.

Kendati demikian, Timur mengatakan, proses rekayasa arus lalu lintas masih akan tetap dilakukan hingga pelaksanaan Operasi Ketupat 2013 berakhir pada H+7 Lebaran mendatang.

"Saya kira ini libur panjang, untuk anak sekolah ini sudah libur duluan, kemudian pegawai negeri juga banyak pilihan mau berangkat hari apa saja. Kalau dulu kan semua terkonsentrasi dengan H-3," katanya.

Editor : Ervan Hardoko

PT KAI Akui Daya Tampung Stasiun Senen Minim

Posted: 06 Aug 2013 09:41 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Sugeng Priyono, Kepala Humas Pusat PT KAI, mengakui pihaknya belum mempunyai daya tampung yang cukup untuk penumpang apabila terjadi lonjakan besar seperti di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.

"Kami dari PT KAI ini tidak memfasilitasi ruang publik yang cukup menurut perhitungan kami. Dengan kapasitas angkut yang ada sesuai dengan jadwal." kata Sugeng kepada Kompas.com, di halaman Stasiun Senen, Selasa (6/8/2013) malam.

Sugeng mengatakan, sebenarnya tidak perlu terjadi kepadatan penumpang karena semua kereta api memiliki selisih jadwal keberangkatan yang cukup lama.

"Itu (keberangkatan kereta api) selisihnya 40 menit, 50 menit. Tapi kita tetap tidak bisa menolak penumpang yang datang awal," kata Sugeng.

Sugeng mengimbau, para penumpang sebaiknya tidak datang terlalu awal ke stasiun untuk menghindari penumpukan penumpang yang berujung ketidaknyamanan.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada H-2 Idul Fitri, masih terlihat kepadatan penumpang di Stasiun Senen. Kepadatan itu terlihat dari antrean panjang penumpang di depan pos pemeriksaatan tiket tujuan Jawa Tengah atau Jawa Timur. 

Editor : Ervan Hardoko

Din: Umat Islam-Buddha Jangan Terprovokasi!

Posted: 06 Aug 2013 08:29 AM PDT


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin yakin peledakan bom di Vihara Ekayana Arama, Jakarta, bertujuan untuk mengadu domba kerukunan antarumat beragama. Ia mengimbau jangan ada pihak yang terprovokasi atas insiden itu.

Muhammadiyah, kata Din, mendesak pihak berwenang untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik insiden tersebut. "Peledakan di Vihara Ekayana itu satu nuansa rekayasa untuk mengadu domba antarumat beragama, mengganggu kerukunan antara umat Islam dan umat Buddha," kata Din di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Selain itu, kata Din, insiden bom itu sengaja dilakukan untuk menggoyang stabilitas negara. Pasalnya, ledakan itu terjadi di rumah peribadatan umat Buddha menjelang datangnya hari raya Idul Fitri.

"Maka, kita mengecam (insiden bom) dan mengimbau umat Islam, umat Buddha, jangan terprovokasi, jangan terpancing agar dapat menahan diri. Perlu diusut siapa aktor di belakangnya," ujar Din.

Seperti diketahui, ledakan terjadi di Vihara Ekayana yang berlokasi di Jalan Mangga I/9, RT 8/8, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (4/8/2013) malam sekitar pukul 19.30 WIB.  Mabes Polri menyatakan ada dua bahan peledak ditemukan di lokasi, tetapi hanya satu peledak yang meledak, sementara satu lagi hanya mengeluarkan asap.

Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, Polri berjanji akan tetap mengusut dan mengungkap dalang di balik ledakan tersebut.

Editor : Hindra Liauw

Enggan Jadi Pemanis, Muhammadiyah Tak Hadiri Sidang Isbat

Posted: 06 Aug 2013 08:18 AM PDT

Menteri Agama, Suryadharma Ali, memimpin jalannya Sidang Isbat di Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (18/8/2012). Sidang Isbat menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah secara serentak jatuh pada Minggu, 19 Agustus 2012. | KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan pihaknya menolak hadir dalam sidang isbat bersama pemerintah lantaran enggan hanya dijadikan pemanis. Din menolak hadir jika argumentasi Muhammadiyah tak dipertimbangkan dan penentuan awal serta akhir Ramadhan dipolitisasi.

Din menjelaskan, pihaknya selalu menentukan awal dan akhir Ramadhan secara ilmiah dan sesuai dengan ajaran Islam. Di tahun ini, Muhammadiyah telah menetapkan akhir Ramadhan pada Rabu (7/8/2013) dan hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah jatuh pada Kamis (8/8/2013).

Menurutnya, Idul Fitri ditetapkan pada Kamis (8/8/2013) karena sehari sebelumnya telah terjadi pertemuan antara Matahari, Bulan, dan Bumi pada suatu garis lurus. Hal itu diartikan bulan lama telah berakhir dan berganti masuk bulan yang baru. "Tapi persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan, tetap harus didialogkan karena ada perbedaan," kata Din di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Bagi Din, pemerintah tak perlu ikut campur dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Pasalnya, hal ini telah masuk ke ranah keyakinan dan pemerintah tak memiliki kewenangan mengaturnya.

"Muhammadiyah tidak ikut rapat isbat karena saat menterinya Suryadharma Ali sangat di-politisir. Kalau hadir di sana (isbat), kan nanti jadi pemanis saja," ujarnya.

Editor : Hindra Liauw

Maju Konvensi Demokrat, Jumhur Tak Akan Mundur dari Kepala BNP2TKI

Posted: 06 Aug 2013 08:04 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski sudah menyatakan maju dalam konvensi capres Partai Demokrat, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat tak akan mundur dari posisinya sekarang. Jumhur yakin tugasnya mengurus buruh dan TKI tak akan terganggu.

"Saya bukan tipe orang yang mudah melepas amanat. Bukan berarti saya ikut konvensi, saya langsung mundur dari tugas saya," ucap Jumhur dalam jumpa pers di Hotel Bidakara, Selasa (6/8/2013).

Ia mengaku jika ternyata dirinya tidak masuk sebagai peserta konvensi, dia akan fokus menjalani tugasnya di BNP2TKI. Namun, jika ternyata lolos sebagai salah satu peserta, ia pun yakin bisa membagi tugas. Pasalnya, lanjut Jumhur, setiap acara kampanye tak perlu harus dihadirinya langsung.

"Saya pastikan bahwa tugas utama di pemerintahan tidak akan terganggu," imbuh Jumhur.

Dia mengaku akan selalu menjaga amanah sampai amanah itu dicabut oleh Presiden. "Kecuali Presiden yang menyatakan Anda mundur, biar konsentrasi," katanya.

Jumhur mengaku berani maju dalam konvensi Demokrat karena sudah mengantongi dukungan elemen buruh dan komunitas TKI di luar negeri.

Berbeda dengan kandidat lainnya yang diundang oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Jumhur mengajukan diri ke SBY. Ia sudah mengirimkan surat kepada SBY untuk meminta restu diperkenankan maju dalam konvensi Demokrat.

Saat ini, Partai Demokrat belum mengumumkan peserta konvensi. Namun, sejumlah nama sudah menyatakan kesiapannya, yakni dari kalangan internal Marzuki Alie, Hayono Isman, dan Achmad Mubarok. Dari kalangan eksternal ialah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman. Selain itu, SBY juga sempat menyebutkan dua nama lain yang akan ikut konvensi. Mereka adalah mantan Kasad Pramono Edhie Wibowo dan Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat Dino Patti Djalal.

Editor : Heru Margianto

Dikelilingi Profesor, Ical Mengaku Minder

Posted: 06 Aug 2013 07:06 AM PDT


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie mendatangi Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Selasa (6/8/2013) siang. Pria yang akrab disapa Ical ini datang untuk menemui Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Mengenakan batik bercorak warna kuning, Ical tiba sekitar pukul 15.00, didampingi sejumlah pentolan partai berlambang pohon beringin itu. Di antaranya adalah Cicip Sutarjo, Idrus Marham, dan Hajriyanto Y Thohari. Sementara Din yang datang lebih awal mengajak sejumlah pengurus PP Mumammadiyah untuk menemaninya di ruang pertemuan.

Saat memberikan sambutannya, Ical menyampaikan hal yang tidak biasa. Ia mengaku minder karena dihadapkan dengan para profesor tersebut. "Saya minder di sini banyak profesor," kata Ical disambut tawa beberapa orang yang menyaksikan.

Adapun profesor yang dimaksud adalah Rektor Uhamka Profesor Suyatno dan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Profesor Masyitoh. Ical juga menyampaikan apresiasinya pada Muhammadiyah karena berhasil membangun ratusan lembaga pendidikan dari tingkat usia dini hingga perguruan tinggi dan lembaga kesehatan lainnya. Baginya, Muhammadiyah merupakan organisasi kemasyarakatan yang luar biasa dan terhormat.

"Saya bangga pada Muhammadiyah, sebuah ormas yang bisa membangun banyak universitas, lembaga pendidikan, dan rumah sakit," ujarnya.

Setelah itu, obrolan berlanjut pada penyampaian gagasan terkait upaya membawa Indonesia ke suasana yang lebih baik. Sumber daya alam, filosofi kebangsaan masuk dalam obrolan yang terbuka untuk media ini.

Editor : Hindra Liauw

No comments:

Post a Comment