KOMPAStekno |
- Tiga Keuntungan Sony Tanpa Ericsson
- Foto Bocoran iPhone Murah Warna "Centil" Menyeruak
- Bos Xbox Didapuk Jadi CEO Zynga
- Evolusi Performa Multimedia Komputer Portabel
- Ponsel Firefox OS Siap Saingi Android
| Tiga Keuntungan Sony Tanpa Ericsson Posted: 02 Jul 2013 03:33 AM PDT KOMPAS.com — Awal 2012, Sony mengumumkan perubahan brand Sony-Ericsson menjadi Sony Mobile Communications setelah raksasa elektronik Jepang itu membeli seluruh saham Ericsson. Sony Mobile Communications pun sepenuhnya menjadi anak perusahaan yang dimiliki oleh Sony. Namun, perubahan ini tak sekadar soal nama, tetapi juga turut membawa dampak luas bagi kegiatan bisnis produsen perangkat mobile itu. "Kami mencatat setidaknya ada tiga perubahan besar yang positif dari transisi ini," ujar Presiden dan CEO Sony Mobile Kunimasa Suzuki dalam wawancara eksklusif dengan Kompas Tekno di Jakarta, Senin (1/7/2013) kemarin. Perubahan pertama disebut Suzuki mencakup proses pengembangan produk yang kini lebih leluasa memakai aset-aset teknologi milik Sony—seperti misalnya Bravia Engine—pada smartphone produksi Sony Mobile. Lalu ada juga keuntungan dalam hal penjualan dan pemasaran, yang dalam hal ini Sony Mobile bisa mengakses jaringan-jaringan ritel Sony di seluruh dunia. "Yang ketiga dan tak kalah penting adalah Sony Mobile bisa berkolaborasi dengan Sony dan mendapat akses ke rekanan-rekanan produsen komponen," imbuh Suzuki, sambil menambahkan bahwa pengaruh Sony di depan para rekanan tersebut adalah salah satu poin kekuatan Sony Mobile di dunia gadget. Dengan semua perubahan ini, Suzuki berharap perusahaannya bisa berjaya di tengah persaingan dunia mobile. "Sudah jadi tujuan kami bahwa Sony harus memimpin pasar." Kejar tiga besar Seusai merampungkan transisi kepemilikan dari Ericsson menjadi anak perusahaan Sony sepenuhnya pada awal Januari lalu, Wakil Presiden Korporat Sony Mobile Communications untuk wilayah Asia Pasifik dan Oceania Matthew Lang mengatakan bahwa Sony Mobile kini siap menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk bersaing. "2013 adalah tahun penuh gebrakan untuk Sony. Kami tahun ini menargetkan jadi produsen ketiga terbesar di dunia," ujar Lang. Untuk sekarang, lanjut dia, posisi Sony masih berada dalam posisi yang sama dengan banyak pabrikan lain yang juga menduduki posisi nomor tiga. "Kami ingin jadi nomor tiga yang 'absolut'." Dalam upayanya merengkuh lebih banyak pangsa pasar, Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar yang paling penting di wilayah Asia Tenggara. "Indonesia dan Malaysia menyumbang 50 persen pasar di Asia Tenggara. Indonesia sendiri adalah pasar terbesar di Asia di luar China," ujar Lang. Sebagai tanda keseriusan Sony, tahun ini perusahaan tersebut menyatakan bakal menambahkan nilai investasi hingga hampir dua kali lebih besar dari sebelumnya. |
| Foto Bocoran iPhone Murah Warna "Centil" Menyeruak Posted: 02 Jul 2013 02:25 AM PDT PRIYOMBODO Pengunjung melintas di depan gambar produk baru Apple Inc yaitu iPhone 4S pada penjualan perdana oleh Telkomsel di Jakarta, Jumat (27/1/2012). Telepon pintar tersebut dijual pada kisaran Rp 7-10 juta, tergantung kapasitas dan operatornya. KOMPAS/PRIYOMBODO KOMPAS.com — Belakangan ini tersebar foto yang diduga merupakan panel belakang iPhone versi terjangkau. Panel belakang tersebut berwarna cerah, yaitu hijau terang, sejalan dengan rumor bahwa iPhone terjangkau akan tersedia dalam beberapa warna. Beberapa hari kemudian, beredar lagi foto yang menunjukkan warna "centil" lain dari panel belakang iPhone versi murah. Selain hijau, panel belakang tersebut hadir dalam warna kuning dan merah muda. Di sana terpampang logo Apple dan teks iPhone. Selain itu, ada pula dua lubang yang kemungkinan besar akan dipakai untuk kamera dan lampu kilat LED.Seperti dikutip dari GSM Arena, foto-foto tersebut diduga berasal dari orang yang punya hubungan dengan pekerja pabrik Foxconn di China. Foxconn merupakan perusahaan pemanufaktur produk Apple. |
| Bos Xbox Didapuk Jadi CEO Zynga Posted: 02 Jul 2013 01:28 AM PDT KOMPAS.com — CEO perusahaan game Zynga Mark Pincus mengumumkan bahwa ia akan segera mundur dari jabatannya. Posisinya akan digantikan oleh Don Mattrick, pimpinan bisnis Xbox. Meski mundur, Pincus tidak akan benar-benar meninggalkan Zynga. Pincus akan menduduki posisi Chairman dan Chief Product Officer. Adapun Mattrick akan bekerja di Zynga mulai minggu depan. Tidak ada alasan yang jelas di balik keputusan mundurnya Pincus ini. Namun, dalam beberapa waktu belakangan ini, bisnis Zynga memang sedang dilanda masalah besar. Harga saham menurun, dan pegawai andalan banyak yang hijrah ke perusahaan lain, merupakan dua masalah yang belum mampu diselesaikan oleh Pincus. Baru-baru ini pun, perusahaan yang terkenal dengan game Farmville tersebut baru menutup kantor dan merumahkan 500 pegawai. Pincus sendiri memang tampak sudah mulai menyerah. Dalam surat pengunduran dirinya yang di-posting di situs resmi Zynga, ia mengatakan, "Jika saya dapat menemukan seseorang yang bisa melakukan perkerjaan yang lebih baik sebagai CEO, saya akan melakukan segala hal untuk merekrut dan membawa masuk orang tersebut." "Saya percaya diri bahwa Don adalah pemimpin itu," kata Pincus. Sebagai kepala divisi interactive entertainment di Microsoft, Mattrick merupakan salah satu kunci penting di pengembangan dan bisnis Xbox One, Xbox 360, Xbox Live, dan Kinect. Saat di Microsoft, Mattrick berhasil menambah jumlah anggota Xbox Live dari 6 juta ke 48 juta orang hanya dalam kurun waktu 2 tahun. Mattrick juga merupakan orang di balik pengembangan permainan franchise seri FIFA, Harry Potter, dan The Sims. "Don unik dalam bisnis game. Dia bisa menjalankan banyak domain," ujar Pincus, seperti dikutip dari PC World, Selasa (2/7/2013). |
| Evolusi Performa Multimedia Komputer Portabel Posted: 02 Jul 2013 12:51 AM PDT Dulu bekerja di depan PC saat mengerjakan berbagai tugas berat sering dipilih karena dianggap memiliki kemampuan multimedia lebih baik dibanding perangkat portable yang umumnya tidak se kencang PC. Seiring perkembangan teknologi, software pendukung produktivitas pun mengalami perkembangan dengan output yang lebih baik, namun, hal tersebut harus di bayar dengan kebutuhan spesifikasi hardware yang juga semakin tinggi. Sebagai seorang profesional masa kini yang sering berkutat dengan multimedia, tuntutan menyelesaikan pekerjaan dengan baik tentunya tanpa kompromi. Tapi hal tersebut hanya bisa dicapai jika didukung oleh software dan perangkat kerja yang mumpuni. Tak sekedar powerful, perangkat tersebut juga harus memenuhi kriteria kerja profesional untuk menunjang segala aktivitasnya. Notebook Samsung SERIES 7 Ultra hadir sebagai sebuah evolusi multimedia yang powerful dalam sebuah komputer jinjing. Sebelumnya pernahkah Anda membayangkan untuk melakukan kegiatan komputasi kelas berat seperti mengedit video atau sekedar bermain game-game masa kini di sebuah komputer jinjing? Dulu mungkin terasa mustahil ,berbekal kartu grafis AMD Radeon HD 8570M berkapasitas 1 GB menghasilkan performa visual terbaik untuk kegiatan grafis yang intensif. Tak ada lagi istilah 'patah-patah' saat menonton film atau bermain game dengan resolusi tinggi. Ciptakan visual presentasi menakjubkan ke layar lebih besar menggunakan koneksi HDMI dan mini-VGA port. Sempurnakan pengalaman multimedia tersebut dengan ditanamnya speaker stereo JBL® (2W x 2), speaker bertenaga dengan kualitas suara menakjubkan di sebuah komputer jinjing yang biasanya terdengar 'garing'. Rasakan pengalaman menonton video atau mendengarkan musik dengan kualitas suara seperti di theatre atau konser. Kerjakan semua tugas seperti edit foto, video dan mengedit dokumen sekaligus tanpa takut kinerja menjadi 'lemot' dukungan prosesor Intel i5 yang mumpuni serta RAM dengan kapasitas 4 GB menjadikan kegiatan multi tasking terasa lebih responsif. Tentunya Anda pernah mengalami saat-saat ketika ingin mengedit sebuah pekerjaan tapi dibuat kesal karena waktu boot-up notebook yang lama? Hal tersebut tak perlu terjadi berkat teknologi media penyimpanan terbaru SSD (Solid State Drive) yang memiliki kecepatan 8 kali lipat dari HDD biasa. Waktu akses notebook dari kondisi mati hingga siap pakai menjadi lebih singkat dan mencari file, membuka aplikasi, scan virus juga menjadi lebih cepat. Tampilkan tugas-tugas Anda berupa teks, foto, file presentasi dengan visual lebih sempurna di layar 13,3" dengan resolusi Full HD (1920x1080) yang sekaligus dapat menjadi layar sentuh atau touch screen layaknya sebuah tablet. Bersama sistem operasi windows 8 memberikan Anda pengalaman komputasi baru dalam mengakses data dalam sebuah komputer jinjing. Bekerja di bawah terik matahari juga bukan masalah, berkat fitur anti-reflective yang akan menjaga visual monitor tetap prima. Sebaliknya untuk bekerja di ruangan minim sinar bahkan gelap sekalipun yang menyulitkan untuk melihat tuts keyboard,notebook SERIES 7 Ultra telah dibekali Backlit keyboard sehingga aktivitas mengetik dalam gelap bukan lagi masalah. Bobotnya yang hanya 1,46 kg dengan ketipisan 17,5 mm, menyajikan portabilitas dan fleksibilitas yang maksimal, sehingga sangat mudah dibawa dan mampu mengakomodir kegiatan sibuk Anda yang sangat mobile sekalipun. Jadi, membuat atau mengedit pekerjaan dapat Anda lakukan kapanpun dan dimanapun sehingga produktivitas kerja Anda menjadi lebih optimal. Segera Ciptakan output kerja Anda yang sempurna dengan Notebook Samsung SERIES 7 Ultra, perangkat multimedia yang mampu melakukan segalanya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi laman ini? (adv) |
| Ponsel Firefox OS Siap Saingi Android Posted: 01 Jul 2013 11:50 PM PDT KOMPAS.com — Perjalanan panjang Mozilla dalam mengembangkan sistem operasi mobile Firefox OS akhirnya berbuah manis. Ponsel pintar yang berjalan dengan Firefox OS siap dipasarkan. Mozilla mengumumkan lewat blog resmi, Senin (1/7/2013), bahwa dua ponsel yang berjalan dengan Firefox OS, yakni ZTE Open dan Alcatel One Touch Fire, siap dikirimkan ke pasar. Namun, produk itu saat ini hanya terbatas di beberapa negara. Salah satu negara yang menjadi target pemasaran tersebut adalah Spanyol. Ini karena di negara tersebut, Mozilla bermitra dengan operator seluler Telefonica yang siap menjual ZTE Open seharga 69 euro (sekitar Rp 900.000) untuk pelanggan seluler prabayar. Setelah itu, Mozilla dan mitra pembuat ponsel akan memasarkan produknya ke Amerika Latin, Eropa Tengah, Eropa Timur, dan secepatnya akan masuk Asia. Selain ZTE dan Alcatel, Huawei dan LG telah berkomitmen mendukung Firefox OS. Raksasa teknologi asal Jepang, Sony, juga membuat ponsel Firefox OS pada awal 2014. Mozilla tentu berharap Firefox OS dapat menandingi kedigdayaan Android yang begitu mapan. Untuk tahap awal, Mozilla telebih dahulu menjual perangkat dengan harga murah. Harapannya, mereka bisa merebut pangsa pasar ponsel terjangkau berbasis Android, Windows Phone dan Nokia Asha. |
| You are subscribed to email updates from KOMPAStekno To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment