Pages

KOMPAStekno

KOMPAStekno


Duo "Hard Disk" untuk Olah Video dari Western Digital

Posted: 01 Mar 2013 10:41 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pengolahan video kerap membutuhkan kapasitas storage yang besar berikut kecepatan tinggi. Kalangan inilah yang disasar oleh Western Digital (WD) melalui produk MyBook Thunderbolt Duo dan MyBook Velociraptor Duo.

"Kecepatan produk ini bisa mencapai 400 MB per detik atau sebanding dengan SSD internal, karena itu cocok untuk mereka yang sering melakukan rendering video atau grafis 3D," ujar Sales Manager Branded Products WD Tirtasaputra Salim dalam acara product showcase di Jakarta, Jumat (1/3/2013).

Klaim kecepatan 400 MB per detik itu berlaku untuk produk My Book VelociRaptor Duo yang dibekali dua buah port Thunderbolt. Produk ini tersedia dalam pilihan kapasitas 1 TB atau 2 TB.

Untuk mencapai kecepatan setinggi itu, kedua hard disk WD VelociRaptor 10.000 RPM di dalam MyBook VelociRaptor Duo bekerja dalam mode RAID 0 yang juga bisa diubah menjadi RAID 1 (mirroring) untuk tambahan keamanan data.

Akan halnya MyBook Thunderbolt Duo, WD menyediakan pilihan kapasitas 4 TB, 6 TB, dan 8 TB. Seri ini disebut mampu mencapai kecepatan transfer data 250 MB per detik.

MyBook Thunderbolt Duo yang sudah bisa diperoleh di pasaran sejak akhir tahun 2012 ini dapat dibeli dengan harga 529 dollar AS untuk versi 4TB, 657 dollar AS untuk versi 6 TB, dan 778 dollar AS untuk versi 8GB.

Adapun MyBook VelociRaptor Duo dibanderol dengan harga 811 dollar AS (2 TB).

Perlu ditambahkan bahwa kedua produk ini hanya kompatibel dengan komputer Apple Macintosh yang dibekali port Thunderbolt.

"Soalnya, jenis interface ini memang hasil kerjasama Intel dengan Apple," papar Tirta, sambil menambahkan bahwa WD juga akan merisi versi dua produk tersebut yang bisa digunakan di komputer Windows. 

Keamanan "PIN-to-PIN" BlackBerry Diragukan

Posted: 01 Mar 2013 09:16 AM PST


KOMPAS.com - Public Safety Canada, instansi pemerintah negara tersebut yang tugasnya mengawasi keamanan cyber di departmen-departmemen federal, mengeluarkan memo peringatan yang isinya menghimbau pegawai pemerintah agar tidak mengirim pesan melalui PIN-to-PIN messaging BlackBerry.

Alasannya, metode pengiriman pesan secara langsung antarperangkat BlackBerry ini dipandang sebagai "cara berkomunikasi yang paling rentan dalam hal keamanan" di produk smartphone yang asli Kanada tersebut.

PIN-to-PIN messaging bisa diakses lewat menu "Compose PIN" dalam aplikasi "Messages" di smartphone BlackBerry. Cara pengiriman pesan ini memungkinkan pengguna BlackBerry mengirim pesan serupa e-mail ke pengguna BlackBerry lainnya dengan cara memasukkan PIN yang dituju.

Protokol PIN-to-PIN juga dipakai oleh aplikasi instant messaging BlackBerry Messenger (BBM).

Menurut memo tersebut, pesan PIN-to-PIN bisa dicegat dan dibaca oleh pengguna BlackBerry manapun di seluruh dunia. Karena itulah, layanan itu dinyatakan tak cocok untuk "berkirim pesan sensitif".

"Meskipun pesan PIN-to-PIN sejatinya dienkripsi, yang dipakai untuk itu adalah kunci cryptographic global yang dipakai oleh semua perangkat BlackBerry di seluruh dunia," tulis Public Safety Canada dalam memo tersebut, seperti dikutip dari BGR. "Perangkat BlackBerry milik siapapun bisa men-decrypt pesan PIN-to-PIN yang dikirim dari smartphone BlackBerry manapun".

Meski begitu, perlu dicatat bahwa Public Safety Canada lupa menambahkan bahwa pihak perusahaan sebenarnya bisa mengubah kunci enkripsi dengan milik sendiri. Ini memungkinkan komunikasi PIN-to-PIN dibatasi hanya untuk perangkat-perangkat BlackBerry yang tergabung dalam jaringan BlackBeryr Enterprise Service (BES) yang sama,

Ada pula cara lain untuk mengacak pesan seperti S/MIME untuk menambah lapisan pengamanan.

Himbauan keamanan mengenai PIN-to-PIN messaging sendiri sebenarnya sama sekali bukan hal baru. Pemerintah Kanada telah memperingatkan pegawainya tentang aspek sekuriti metode komunikasi ini selama hampir sepuluh tahun.

Hampir dua pertiga jumlah pengguna mobile di kalangan pemerintah Kanada memakai perangkat BlackBerry. Sepertiga sisanya memakai iPhone dari Apple atau perangkat Android. 

Malam Ini, Musisi Java Jazz "Kumpul" di Google Hangout

Posted: 01 Mar 2013 08:19 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Google Indonesia dan Java Jazz Production menggelar acara ngumpul online bersama para musisi yang tampil di Java Jazz Festival 2013. Acara ini hanya digelar sehari pada Jumat (1/3/2013).

Kumpul online itu digelar di halaman khusus Share the Stage dalam jejaring sosial Google+. Para musisi memanfaatkan fitur Hangout on Air di Google+, yang memungkinkan Anda berinteraksi lewat konferensi video online dengan musisi pengisi acara Java Jazz Festival 2013.

Untuk bisa berinteraksi, konferensi video di Hangout on Air dibatasi hingga 9 orang. Jika Hangout on Air sudah dipenuhi oleh 9 orang, Anda tetap bisa menyaksikan konferensi video dan sekadar meninggalkan komentar.

Musisi yang ikut dalam Hangout on Air adalah Calvin Jeremy, Maliq & D'Essentials, Andien, Raisa, Fourplay dan Clarke & Duke. Google telah menetapkan jadwal kumpul online masing-masing musisi.

Bagi yang ingin ikut berkumpul, Anda tinggal klik "Yes" di acara Hangout on Air yang diinginkan.

Berikut jadwal lengkap dan tautannya. Kumpul online ini hanya digelar sehari, Jumat, 1 Maret 2013.

19:05 - 19:15 : Hangout On Air bersama Calvin Jeremy
https://plus.google.com/events/cf524boec1j1iahis3ramgbg44k

19:40 - 19:50 : Hangout On Air bersama Maliq & D'Essentials
https://plus.google.com/events/ck2f3cba86saoefd684m9ami974

20:20 - 20:30 : Hangout On Air bersama Andien
https://plus.google.com/events/ci0d11l0fc0021ifj46nf44tp90

20:40 - 20:50 : Hangout On Air bersama Raisa
https://plus.google.com/events/cu573iedpbrao8sa41k7hf7jsdk

21:10 - 21:20 : Hangout On Air bersama Fourplay
https://plus.google.com/events/cgpv7ctk0nf5492hq45ks1ilgfk

21:55 - 22:05 : Hangout On Air bersama Clarke & Duke
https://plus.google.com/events/cq531pth5r3jhd98i6pndfi3co8 

Semua "Tweet" Paus Benediktus XVI Dihapus

Posted: 01 Mar 2013 07:26 AM PST

GABRIEL BOUYS / AFP

Paus Benediktus XVI, setelah mengundurkan diri akan bergelar Paus Emeritus. Di hadapan para kardinal yang akan menggelar sidang konklaf, Paus Benediktus XVI menjanjikan kesetiaan tanpa syarat kepada paus penggantinya.

KOMPAS.com — Vatikan telah menghapus semua tweet yang ada di akun Twitter @Pontifex setelah Paus Benediktus XVI resmi mundur dari jabatan Pemimpin Gereja Katolik, Jumat (1/3/2013).

Dikutip dari CBSNews, semua tweet selanjutnya disimpan dan dapat dibaca melalui situs resmi Vatikan. Arsip digital tweet-tweet tersebut akan disimpan di bawah judul "Pope Benedict XVI".

Selain itu, Vatikan juga telah mengubah nama pemilik akun tersebut menjadi "Sede Vacante", sebuah ekspresi yang menandakan posisi Paus saat ini sedang kosong. Sebelumnya, nama yang dicantumkan di akun ini adalah Benedict XVI.

Kemungkinan besar, nama "Sede Vacante" tersebut akan kembali diganti setelah paus baru sudah ditentukan.   

Benediktus XVI merupakan Paus pertama yang memanfaatkan Twitter sebagai media penyampaian pesan. Ia memberi pesan dan melayani tanya jawab di Twitter dalam sembilan bahasa, termasuk Inggris, Arab, Perancis, dan Spanyol. Akunnya juga dibagi jadi sembilan berdasarkan bahasa yang digunakan.

Sebagian pesan Twitter Benediktus XVI berisi misa mingguan dan pesan khusus tentang peristiwa besar di dunia. Ia dikenal dengan pandangan teologisnya yang konservatif.

Kicauan terakhir Benediktus XVI dipublikasikan sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (28/2/2013). "Terima kasih atas cinta dan dukungan Anda. Semoga Anda selalu mengalami sukacita yang berasal dari Kristus di tengah kehidupan Anda," demikian bunyinya.

Dari sembilan akun Paus, @Pontifex adalah akun yang memiliki paling banyak pengikut dengan 1.606.697 followers, dan telah melontarkan 39 kicauan. 

Seperti BB10, Samsung Juga Punya "Kepribadian" Ganda

Posted: 01 Mar 2013 06:19 AM PST

KOMPAS.com — Samsung kini memiliki sistem keamanan bernama Knox yang akan dipasang dalam ponsel pintar Android keluarga Galaxy. Sistem ini memisahkan antara urusan bisnis dan personal.

Inisiatif Samsung membuat Knox jelas tujuannya. Mereka mengincar segmen pasar korporasi sekaligus bersaing dengan BlackBerry dan iPhone yang selama ini dianggap memberi jaminan keamanan di mata korporasi. Melalui Knox, Samsung ingin mendobrak anggapan yang menyebut Android banyak dijangkiti virus dan program jahat.

Knox mirip seperti BlackBerry Balance di sistem operasi BlackBerry 10. Sejatinya, Knox membuat ponsel seperti memiliki "kepribadian ganda", yakni bisnis dan personal. Ponsel dapat diposisikan dalam profil bisnis dan profil personal.

Pengguna bisa memilih aplikasi dan data yang masuk kategori bisnis dan pribadi. Aplikasi email yang di dalamnya dipasangkan email kantor, misalnya, bisa Anda kategorikan sebagai bisnis.

Saat Anda ingin berlibur dengan keluarga, tentu akan mengaktifkan profil personal agar urusan pekerjaan tidak masuk dalam profil personal. Hal ini tentu membuat liburan Anda lebih menyenangkan.

Hadang virus demi keamanan

Knox akan disukai oleh divisi TI perusahaan karena ia mencegah datangnya virus dan program jahat lainnya ke ponsel Android. Data-data yang berhubungan dengan bisnis dan perusahaan tak bisa dicuri.

Secara umum, Knox melindungi beragam aplikasi di ponsel Samsung Galaxy, mulai dari email, browser, kontak, kalender, data, hingga aplikasi bisnis. Samsung mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan kontraktor militer General Dynamics untuk memastikan Knox memenuhi standar keamanan ketat untuk lembaga pemerintahan.

Admin TI di kantor dapat memantau data dan aplikasi yang masuk profil bisnis pekerja kantor. Namun, admin IT tak dapat mengakses data dan aplikasi di profil personal sehingga data foto, video, game, hingga kalender tak dapat diintip oleh admin IT.

Sistem Knox pertama kali dibenamkan dalam ponsel Galaxy S IV. Ponsel ini akan dirilis pada 14 Maret 2013.

No comments:

Post a Comment