KOMPAStekno

KOMPAStekno


Foto-foto Suasana Peluncuran BlackBerry 10

Posted: 31 Jan 2013 11:34 AM PST

NEW YORK, KOMPAS.com - Sistem operasi dan dua ponsel pintar BlackBerry 10 resmi diperkenalkan ke publik pada 30 Januari 2013. Peserta dari berbagai penjuru dunia datang ke acara itu, untuk menyaksikan inovasi terbaru dari perusahaan BlackBerry.

Perusahaan asal Kanada itu membuat keputusan yang mengejutkan publik. Mereka mengganti nama perusahaan dari Research In Motion (RIM) menjadi BlackBerry.

Hal ini diikuti oleh perubahan kode saham di lantai bursa. Perusahaan itu akan dikenal dengan kode BBRY di Nasdaq, AS, dan BB di Toronto Stock Exchange, Kanada.

Di hari bersejarah itu, BlackBerry menggelar acara peluncuran di beberapa lokasi, antara lain di Toronto, London, Paris, Johannesburg, dan Dubai. Namun, acara pusatnya berlangsung di Pier 36 di New York, AS.

BlackBerry mengatur lokasi sebaik mungkin, di mana tersedia ruang eksibisi yang besar. Di sanalah para mitra BlackBerry memamerkan produknya, mulai dari perusahaan rintisan digital seperti Box, Paper camera, TuneIn Radio, hingga perusahaan mapan seperti Cisco, ESPN, Univision, dan Bloomberg.

Seperti ruangan eksibisi pada umumnya, para pengunjung dan pengusaha memanfaatkannya sebagai tempat berinteraksi untuk sekedar berbincang, hingga membicarakan kerjasama bisnis jangka panjang.

Tepat pukul 10 pagi waktu New York, acara peluncuran BlackBerry 10 dimulai. Hadirin duduk rapi menunggu kedatangan sang pembicara utama, dia adalah Thorsten Heins.

Berkebangsaan Jerman, pria dengan tinggi badan 200 centimeter ini memiliki karakter pembawaan yang tenang. Heins menjabat sebagai CEO BlackBerry mulai Januari 2012, menggantikan duo CEO sebelumnya, Jim Balsillie dan Mike Lazaridis.

Heins membawa perubahan dalam perusahaan. Ia melakukan re-branding dan pembaruan di segala lini produk, mulai dari toko aplikasi BlackBerry World yang juga akan menjual konten video dan musik, sistem operasi BlackBerry, dan tentu saja, ponsel BlackBerry 10 itu sendiri.

Ia menjanjikan ponsel BlackBerry 10 akan dipasarkan ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Ada dua ponsel BlackBerry 10 yang diperkenalkan Heins di hari hari itu. BlackBerry Z10 untuk model layar sentuh penuh, sekaligus menjadi produk andalan, dan BlackBerry Q10 yang menawarkan papan ketik format QWERTY.

BlackBerry Q10 tak lagi dibekali trackpad, dan layarnya bisa dinavigasi dengan sentuhan jari. Heins mengatakan ponsel berukuran 3,1 inci ini akan memberi pengalaman mengetik terbaik. "Kami tahu ada banyak pecinta ponsel dengan keypad fisik di luar sana," katanya.

Untuk mempercantik dua ponsel BlackBerry 10, perusahaan ini juga menyediakan aksesori warna-warni dengan berbagai model, mulai dari penutup panel belakang, hingga yang terbuat dari kulit.

Kemudian, Heins ditemani oleh Vivak Bhardwaj, Head of Software Portfolio BlackBerry. Mereka kemudian membicarakan segala hal yang baru di sistem operasi ini, termasuk layanan BlackBerry Messenger yang kini bisa melakukan video chat atau ngobrol lewat video.

Fitur baru lainnya dari BlackBerry 10 adalah Screen Share. Layanan ini mengizinkan pengguna untuk berbagi layar perangkatnya dengan pengguna lain yang sedang chatting bersama dirinya dengan memanfaatkan teknologi mirroring. Pendek kata, pengguna bisa melihat semua isi layar perangkat BlackBerry milik temannya dari jarak jauh.

Melalui fitur ini, pengguna bisa saling berbagi video, foto, dokumen, e-book, dan masih banyak lagi.

Di penghujung acara, BlackBerry membuat kejutan dengan membawa penulis dan penyanyi Alicia Keys ke panggung. Diva yang terkenal dengan tembang "Some People Want It All" ini direkrut sebagai Global Creative Director BlackBerry.

Heins mengatakan, BlackBerry membutuhkan seseorang yang kreatif, yang dapat membawa kreativitas itu dalam teknologi. Keys berkomitmen untuk bekerja keras di BlackBerry untuk menjadikan perusahaan itu lebih kreatif dan inovatif, mulai dari desain hingga perangkat lunak.

"Kami berharap dapat bekerja bersama-sama dalam waktu lama," ujar Keys.

Acara peluncuran BlackBerry 10 diakhiri dengan sesi tanya-jawab seputar produk baru. Perusahaan belum mengumumkan secara pasti kapan produk BlackBerry akan masuk ke pasar Indonesia. BlackBerry tentu berharap ekosistem BlackBerry 10 dapat tumbuh cepat dan kuat, agar dapat bersaing dengan iOS dari Apple dan Android dari Google yang kini mendominasi pasar global.

Kenapa Saham BlackBerry Melemah?

Posted: 31 Jan 2013 10:03 AM PST


KOMPAS.com - Harga saham BlackBerry sempat menguat menjelang detik-detik peluncuran platform BlackBerry 10 yang akan menjadi andalan masa depan perusahaan ini. Saham dibuka menguat lebih dari 5 persen pada perdagangan hari Rabu (30/1/2012).

Akan tetapi, setelah launching tersebut usai, pergerakan harga saham perusahaan yang mulai Senin pekan depan akan diperdagangkan di bawah simbol BBRY di NASDAQ itu malah menuju ke arah bawah.

Dikutip dari The Globe and Mail, saham BlackBerry ditutup melemah hampir 12 persen di bursa Toronto Stock Exchange.

Ada apa? Diperkirakan, pelemahan ini dipicu kekecewaan soal penjualan perangkat BlackBerry 10 yang masih tertunda hingga beberapa waktu ke depan.

Perangkat ini dijadwalkan baru akan masuk ke Amerika Serikat pada bulan Maret mendatang. Negara yang pertama kali kedatangan BlackBerry 10 adalah Inggris yang sudah mulai menjual perangkat BlackBerry Z10 melalui operator-operator seluler besar hari Kamis (31/1/2012) ini.

Penurunan harga saham tersebut disinyalir juga mencerminkan pesimisme investor soal peluang BlackBerry 10 merebut hati konsumen dari platform iOS Apple dan Android (Google) yang merupakan dua pemain paling dominan di industri mobile saat ini.

BlackBerry meluncurkan dua perangkat BB10 pertama pada acara peluncuran hari Rabu kemarin, yaitu BlackBerry Z10 yang menggunakan interface full-touchscreen dan BlackBerry Q10 yang dilengkapi keyboard QWERTY. Menurut Head of Communications BlackBerry Frank Boulben, BlackBerry Q10 baru akan tersedia pada bulan April.

Andromax U, Ponsel Android Murah 4,5 Inci

Posted: 31 Jan 2013 09:36 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator telekomunikasi CDMA Smartfren resmi memperkenalkan anggota keluarga terbaru dari lini produk Andromax, yaitu Smartfren Andromax U, Kamis (31/1/2013).

Smartfren mengaku sangat optimis dengan perangkat terbarunya ini. Hal tersebut didasari atas kesuksesan seri Andromax sebelumnya, Andromax I.

Sebagai catatan, produk Andromax I hingga saat ini sudah laku sebanyak 100.000 unit. Smartfren pun mengaku sudah melakukan pemesanan ulang seri ini untuk memenuhi permintaan pasar.

"Untuk satu bulan mendatang, kami menargetkan produk Smartfren Andromax U laku 30.000 unit. Kami sangat percaya diri dengan produk baru ini," kata Fernando Uffie, Smartphone Division Head Smartfren, saat berbincang dengan KompasTekno di Jakarta, Kamis (31/1/2013).

Andromax U memiliki bentang layar 4,5 inci dengan resolusi layar 540x960 pixel dan tingkat kerapatan 256 pixel per inci. Layar yang digunakan berjenis IPS.

Sistem operasi yang digunakan adalah Android 4.0 Ice Cream Sandwich, namun bisa di-upgrade hingga ke Android 4.1 Jelly Bean.

Untuk urusan dapur pacu, Andromax U dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon MSM8625 1,2GHz dual-core yang dikombinasikan dengan RAM 768MB.

Andromax U dilengkapi dengan dua buah kamera. Kamera sebesar 8 megapiksel diletakkan di bagian belakang. Sedangkan di bagian depan, pengguna akan menemukan kamera 2 megapiksel.

Andromax U mendukung penggunaan dua kartu SIM pada jaringan yang berbeda, yaitu EV-DO dan GSM.

Biasanya, pengguna perangkat dengan dukungan dual-SIM berbeda jaringan seperti ini, tidak bisa mengakses paket data menggunakan jaringan GSM. Namun, di perangkat Andromax U ini, Smartfren mengizinkan pengguna untuk akses paket data melalui jaringan tersebut.

"Pengguna bisa akses data melalui jaringan GSM, tetapi dibatasi kecepatannya hingga GPRS saja," jelas Fernando.

Produk ini dilengkapi dengan media penyimpanan berkapasitas 8GB yang dapat diperbesar dengan menggunakan kartu microSD hingga 32GB.

Sedangkan untuk masalah konektivitasnya, tersedia Micro USB, jack audio 3,5mm, Bluetooth, dan WiFi untuk koneksi internet.

Produk ini ditawarkan dengan harga Rp 1.599.000 , ditambah bonus volume data sebesar 12GB dengan melakukan pengisian ulang minimal Rp 50.000 dan berlaku untuk 12 kali top up selama 1 tahun.

Mulai hari ini, Kamis (31/1/2013), Andromax U sudah tersedia di pasaran.

Maret, BlackBerry 10 Masuk Indonesia

Posted: 31 Jan 2013 08:39 AM PST

JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem operasi beserta dua ponsel BlackBerry 10 resmi dirilis pada 30 Januari 2013. Pertanyaan yang muncul setelahnya, kapan produk BlackBerry 10 akan masuk pasar Indonesia?

Perusahaan BlackBerry, yang dulu bernama Research In Motion, belum memberi keterangan resmi soal ketersediaan produk barunya di Indonesia. Namun, dari sektor distributor dan operator seluler mengatakan bahwa dua perangkat BlackBerry akan masuk pasar Indonesia pada awal Maret 2013.

Direktur Pemasaran XL Axiata Joy Wahyudi menyatakan siap menyambut BlackBerry 10. "Pekan pertama di bulan Maret, kita siap sambut BlackBerry 10," kata Joy seusai meluncurkan kartu perdana prabayar XL Bebas di Jakarta, Selasa (29/1/2013).

Erajaya Group yang memiliki anak usaha Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai salah satu distributor BlackBerry di Indonesia juga menyatakan BlackBerry 10 akan masuk Indonesia pada Maret.

"Kabar yang tersiar di industri, BlackBerry 10 memang akan masuk Maret. Tapi, kita belum tahu produk mana yang akan masuk lebih dulu, termasuk harganya. Ini semua dikendalikan oleh BlackBerry," ujar Djatmiko Wardoyo, Direktur Pemasaran dan Komunikasi Erajaya Group, saat dihubungi KompasTekno.

Djatmiko berpendapat, keingintahuan pasar tentang BlackBerry 10 cukup tinggi dan memberi pertanda baik karena ini bisa disebut sebagai re-born dalam lini produk BlackBerry. Tampilan BlackBerry 10 didesain modern, begitupun dengan performa yang lebih gegas dan mulus.

Produk yang berjalan dengan sistem operasi BlackBerry 10 tak perlu lagi berlangganan BlackBerry Internet Service (BIS) untuk memakai layanan BlackBerry Messenger (BBM). "Cukup langganan layanan data dari operator, pengguna sudah bisa BBM-an," ungkap Joy.

Mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk BlackBerry, operator seluler akan menyiapkan program bundel, termasuk Indosat dan Telkomsel.

Division Head Device Bundling and Customization Strategy Telkomsel Arief Pradetya mengatakan, pihaknya pasti akan mengadakan program bundel untuk semua perangkat andalan dari produsen ponsel, termasuk BlackBerry Z10.

BlackBerry 10 akan dimanfaatkan operator seluler untuk menggaet pelanggan dari kelas menengah ke atas. Tak menutup kemungkinan mereka akan membuat program kontrak setahun, dengan penawaran paket layanan seluler dan internet yang kompetitif.

"Si Topi Merah" Bantu Penghematan Sistem TI

Posted: 31 Jan 2013 08:00 AM PST


KOMPAS.com -
Red Hat awalnya lebih dikenal sebagai nama untuk distro Linux, sistem operasi Open Source, yang banyak digunakan di dunia.

Namun kiprah Red Hat sesungguhnya adalah di dunia enterprise, yaitu penerapan teknologi informasi di perusahaan-perusahaan besar.

Di Indonesia, Red Hat juga getol menghadirkan sistem terbuka ke berbagai perusahaan. Termasuk di antaranya adalah Bursa Efek Indonesia dan Plaza Indonesia.

Bursa Efek Indonesia

Dalam keterangan tertulisnya, Red Hat mengungkapkan bahwa pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) menikmati pemangkasan biaya investasi perangkat keras saat menggunakan solusi Red Hat.

"Biaya kepemilikan total untuk investasi hardware, mencapai setengah dari solusi tertutup (proprietary) yang kami gunakan sebelumnya," kata Adikin Basirun, Information Technology, and Risk Management Director, Bursa Efek Indonesia.

Dalam penerapan solusi itu, BEI beralih dari sistem Unix ke Red Hat Enterprise Linux. Sedangkan untuk perangkat kerasnya menggunakan server Hewlett-Packard (HP) dengan basis prosesor Intel Xeon quad-core.

Adikin mengatakan, keinginan BEI adalah memiliki sistem dengan kinerja, kapasitas dan kemanan tingkat tinggi. Namun, ia juga menginginkan sistem itu berbasis standar terbuka.

Dalam keterangan itu Adikin tidak menyebutkan berapa tepatnya besaran angka yang berhasil dihemat, hanya perkiraan persentasenya saja.

Plaza Indonesia

Plaza Indonesia adalah satu lagi klien Red Hat di Indonesia yang menjadi studi kasus bagi perusahaan pengusung standar terbuka itu.

Dalam hal ini, Plaza Indonesia menerapkan Red Hat Enterprise Virtualization di atas server blade HP Proliant yang menggunakan basis prosesor Intel Xeon.

Dalam keterang tertulis dari Red Hat, disebutkan bahwa server lama yang digunakan pihak Plaza Indonesia mengalami gangguan rutin, tiga bulan sekali.

Masalah lain bagi Plaza Indonesia adalah, sebagai perusahaan properti mereka menganggap sangat berharga setiap meter ruang yang terpakai. Maka server fisik pun diharapkan tidak terlalu menggunakan banyak tempat.

Dalam hal ini, solusi virtualisasi jadi pilihan mereka. Lewat virtualisasi sebuah server bisa "dipecah" menjadi beberapa server virtual. Artinya, ruang yang harusnya digunakan oleh beberapa server fisik bisa dihemat juga.

Elvin Triputra, IT Manager, Plaza Indonesia, mengatakan bahwa solusi virtualisasi dari Red Hat juga memberikan kemudahan pengelolaan dan kemudahan lisensi.

Menurutnya, produk lain memang ada yang tampak memiliki lebih banyak fitur. Namun ia menemukan bahwa solusi yang mereka pilih ini lebih baik dari sisi kinerja dan keamanan.

Hal lain yang diakui Elvin adalah penghematan anggaran yang terjadi saat memanfaatkan solusi terbuka.

"Memotong biaya setengahnya dan membantu kami dari keharusan membeli perangkat keras baru. Hal ini sangat mengurangi biaya operasional secara keseluruhan," kata Elvin.

Berkaca dari kasus ini, Plaza Indonesia disebutkan sedang berencana untuk merealisasikan sebuah pusat pemulihan bencana tervirtualisasi.

No comments:

Post a Comment