KOMPAS.com - Nasional |
- Kunjungi PBNU, Ical Bantah Minta Dukungan Nyapres
- Ini Jadwal Open House Pejabat Negara
- Menteri Agama Bersyukur Idul Fitri Tahun Ini Serempak
- Menag: Tak Ada Rekayasa Penetapan Lebaran
- Kemenag: Esok, Idul Fitri 2013
- Awasi Dana Kampanye Caleg, Bawaslu Minta Bantuan PPATK
- Marak Penembakan Polisi Didorong Kemarahan Publik
- Kemenag: Insya Allah, Esok Hari Lebaran
| Kunjungi PBNU, Ical Bantah Minta Dukungan Nyapres Posted: 07 Aug 2013 07:17 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2013). Ical membantah, kunjungannya sekaligus untuk meminta dukungan pada organisasi islam itu terkait pencalonannya sebagai Presiden 2014. "Oh, tidak ada (terkait Pilpres), ini ngomongin soal visi Indonesia. Ini kita silaturahim membahas masalah bangsa," kata Ical. Pada kunjugan itu, Ical langsung bertemu dengan Ketua PBNU Said Aqil. Ical membicarakan tentang adanya garis besar haluan negara (GBHN). Menurut dia, Partai Golkar ingin GBHN diberlakukan kembali. " Kita lihat nanti setelah Pemilu Presiden. Kalau Partai Golkar di parlemen memperoleh suara cukup besar, kita mencoba agar DPR punya GBHN," katanya. Dalam kesempatan itu, Ical juga menyinggung tentang penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kota-kota besar. Dia mendukung penataan PKL, namun hal itu diharapkan tidak mematikan mata pencaharian PKL. Menurut dia, pasar modern juga tidak boleh terletak dekat pasar tradisional. Hal lain, ia juga membahas masalah pendidikan hingga pembangunan desa. Ical meminta PBNU memberi masukan rekait rencana tersebut. Sejumlah rencana program tersebut akan dibukukan dalam resume Indonesia 2045. Sebelumnya, Ical juga menyambangi markas Pengurus Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2013). Pada kunjungan itu, Ical juga mengaku hanya silaturahim. Editor : Hindra Liauw |
| Ini Jadwal Open House Pejabat Negara Posted: 07 Aug 2013 06:42 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menyelenggarakan open house dengan para tamu dari kalangan pejabat tinggi dan masyarakat umum di Istana Presiden pada Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Presiden akan menggeluar open house sebanyak dua kali setelah mengikuti Shalat Id. Pertama, untuk para pejabat tinggi, dan yang kedua untuk masyarakat umum. Seperti pada tahun-tahun lalu, Presiden Yudhoyono akan didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta keluarga saat menerima para tamu untuk berhalalbihalal. Wakil Presiden Boediono setelah bersalam-salaman dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dijadwalkan bersama istrinya, Herawati Boediono menggelar "open house" di rumah dinas Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan dua kali "open house". Pertama, pada hari pertama Lebaran 2013 di kediaman keluarganya di Jalan Haji Bau di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sedangkan pada hari kedua Lebaran di rumah pribadi Jalan Brawijaya Nomor 6 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mantan Presiden BJ Habibie akan menggelar "open house" bagi para tamu dan masyarakat umum di rumah Jalan Patra Kuningan XII, Kuningan, Jakarta Selatan, mulai pukul 17.00 WIB. Sedangkan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memohon maaf tidak menyelenggarakan "open house" pada Idul Fitri tahun ini karena masih dalam suasana berduka. "Ibu Megawati akan menyelenggarakan peringatan 100 hari wafatnya Bapak Taufiq Kiemas, pada 15 September," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo. Gubernur DKI Jakarta Jokowi dikabarkan juga tidak menyelenggarakan "open house". Lebaran pertama di DKI Jakarta mantan Wali Kota Surakarta itu akan diisi dengan Shalat Id di Masjid Istiqlal bersama Presiden Yudhoyono, para pejabat tinggi, dan masyarakat. Setelah itu Jokowi akan berhalalbihalal di Balaikota bersama para pegawai dan masyarakat selepas Shalat Id, kemudian berkeliling Jakarta menemui para warganya untuk maksud yang sama. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie akan menggelar "open house" Lebaran 1 Syawal 1434 H mulai pukul 15.00-18.00 WIB di kediaman pribadi di Jalan Ki Mangunsarkoro 42, Menteng, Jakarta Pusat. Bakal calon presiden dari Partai Golkar itu akan didampingi keluarganya saat menerima tetamu. Menko Kesra Agung Laksono akan menggelar "open house" di kediaman pribadi di Jalan Cipinang Cempedak II No. 23, Polonia, Cawang, Jakarta Timur, mulai pukul 13.00 WIB, sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo di rumah dinas Jalan Widya Chandra V/26, Perum Pejabat Tinggi Negara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, mulai pukul 18.30 WIB. Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung akan menggelar "open house" di rumah pribadi Jalan Purnawarman Nomor 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai pukul 19.00 WIB. Editor : Hindra Liauw |
| Menteri Agama Bersyukur Idul Fitri Tahun Ini Serempak Posted: 07 Aug 2013 06:22 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Suryadharma Ali bersyukur Hari Raya Idul Fitri tahun ini dirayakan serempak oleh seluruh umat muslim di Indonesia. Pemerintah memutuskan1 Syawal 1434 H jatuh pada hari Kamis (8/8/2013). Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan Lebaran jatuh pada hari yang sama. "Kita bersyukur, pada 1 syawal 1434 ini kita semua sama-sama. Walaupun kemarin puasanya ada yang berbeda, tapi sekarang lebarannya sama-sama," ujar Suryadharma selesai sidang Itsbat, Rabu (7/8/2013), di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Menurutnya, sidang Itsbat tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya sidang dimulai pukul 17.00 lalu berakhir pada pukul 20.00, tahun ini lebih awal, yaitu pukul 14.00. Hal ini, jelas dia, adalah upaya pemerintah untuk bisa mempersatukan pandangan yang berbeda-beda mengenai penentuan awal bulan syawal. "Pandangan yang berbeda-beda itu bukan berarti untuk membeda-bedakan pandangan. Tetapi, karna memang teori yg digunakan berbeda. Banyak teori untuk melakukan hisab, karena teorinya berbeda maka hasilnya berbeda," katanya. Menteri Agama menekankan, keputusan sidang Itsbat ini tidak direkayasa dan tidak diperuntukan untuk menonjolkan perbedaan. Hasil keputusan sidang Itsbat kali ini mempertimbangkan hasil pengamatan ahli astronomi dari ITB, Planetarium, dan Lapan, serta hasil rukyah di berbagai tempat di Indonesia. Ia berharap, Idul Fitri yang dirayakan serempak ini dapat menjadi awal kebersamaan masyarakat Islam Indonesia di masa-masa yang akan datang. "Nah, kita berharap ini menjadi awal kebersamaan di masa yang akan datang. Oleh karenanya, pemerintah terus berusaha untuk berdialog dengan berbagai pihak dan bertukar pengetahuan, sehingga kebersamaan itu bisa terbangun," kata Suryadharma. Editor : Heru Margianto |
| Menag: Tak Ada Rekayasa Penetapan Lebaran Posted: 07 Aug 2013 06:02 AM PDT
"Keputusan ini bukan keputusan monopoli menteri agama tapi keputusan kita bersama. Transparan, tidak ada rekayasa sama sekali," kata Suryadharma saat Sidang Isbat Awal Syawal 1434 H di Kementerian Agama, Rabu (7/8/2013) malam. Hal itu dikatakan Suryadharma untuk menjawab pertanyaan salah satu perwakilan ormas Islam yang hadir. Ia meminta klarifikasi dari Menag terkait adanya tuduhan politik uang dalam sidang isbat. Ormas yang hadir dituduh menerima uang. Suryadharma mengatakan hal itu merupakan fitnah. Menurutnya, dirinya tidak mungkin mengatur semua ulama yang hadir. Ada 35 ormas Islam yang diundang. Namun, tidak semuanya hadir seperti PP Muhammadiyah. Suryadharma lalu menyinggung pernyataan Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsuddin bahwa sidang isbat penetapan awal Ramadhan menghabiskan dana hingga Rp 9 miliar. "Pernyataan itu," kata dia, tidak benar. Seperti diberitakan, pemerintah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Kamis besok atau sama seperti keputusan Muhammadiyah. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil observasi hilal dengan metode rukyat dan metode hisab. Ada 60 titik rukyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dilaporkan, beberapa lokasi rukyat terlihat hilal, diantaranya di Fakfak Papua, Makassar Sulawesi Selatan, Gresik Jawa Timur, dan Pantai Alam Indah Jawa Tengah. Adapun berdasarkan metode hisab yang dipaparkan dalam pertemuan di Kepulauan Riau pada Juni 2013 ,awal Syawal 1434 H diputuskan jatuh pada Kamis besok. Editor : Heru Margianto |
| Kemenag: Esok, Idul Fitri 2013 Posted: 07 Aug 2013 04:51 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1434 H atau Idul Fitri jatuh pada hari Kamis ( 8/8/2013 ). Keputusan itu diambil dalam Sidang Isbat Awal Syawal 1434 H yang digelar di Kementerian Agama, Rabu (7/8/2013) malam. "Kami tetapkan bahwa tanggal 1 Syawal 1434 H bertepatan dengan hari Kamis 8 Agustus 2013 Masehi," kata Menteri Agama Suryadharma Ali saat memutuskan hasil sidang isbat. Sebelum mengambil keputusan, Suryadharma terlebih dulu menanyakan apakah seluruh perwakilan ormas yang diundang setuju atas keputusan tersebut. Tidak ada penolakan dari mereka yang hadir. Keputusan itu diambil berdasarkan hasil observasi hilal dengan metode rukyat dan metode hisab. Ada 60 titik rukyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dilaporkan, beberapa lokasi rukyat terlihat hilal, diantaranya di Fakfak Papua, Makassar Sulawesi Selatan, Gresik Jawa Timur, dan Pantai Alam Indah Jawa Tengah. Adapun berdasarkan metode hisab yang dipaparkan dalam pertemuan di Kepulauan Riau pada Juni 2013, awal Syawal 1434 H sudah diputuskan jatuh pada Kamis besok. Keputusan pemerintah itu sejalan dengan keputusan Muhammadiyah yang sudah menetapkan lebih dulu dengan metode hisab. Lantaran sudah menetapkan 1 Syawal jatuh Kamis besok, Muhammadiyah tidak hadir dalam sidang isbat. Editor : Hindra Liauw |
| Awasi Dana Kampanye Caleg, Bawaslu Minta Bantuan PPATK Posted: 07 Aug 2013 04:31 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendukung rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mewajibkan calon anggota legislatif (caleg) melaporkan dana kampanye. Bahkan, Bawaslu menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengawasi penggunaan dana kampanye oleh caleg. "Jadi, (penggunaan dana kampanye caleg) ini bisa jadi celah (penyelewengan). Kami kerjasama dengan PPATK untuk melihat aliran dana caleg-caleg ini," ujar anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak di Jakarta, Rabu (7/8/2013). Dia mengatakan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif memang tidak mengatur kewajiban caleg jika menerima sumbangan dari pihak lain. Namun, ujarnya, justru caleglah yang paling mungkin menerima sumbangan biaya kampanye. Karena itu, tegas dia, harus diatur caleg melaporkan dana kampanye. Dia mengatakan, kerja sama dengan PPATK memudahkan penelusuran transaksi mencurigakan dalam proses kampanye caleg. Dengan demikian, kata dia, potensi penyimpangan jika caleg terpilih menjadi anggota dewan tertutup rapat. Sebelumnya, Bawaslu meminta KPU segera menetapkan peraturan KPU (PKPU) tentang Dana Kampanye. "Kan calon itu sendiri yang berkampanye, oleh karena itu, seluruh kegiatan kampanye harus dilaporkan pengeluarannya (dana)," ujar anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak saat ditemui di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Selasa (6/8/2013). Seperti yang diusulkan KPU, Nelson mengatakan, mekanisme pelaporan dana kampanye caleg adalah dengan melaporkannya kepada parpol pengusungnya. Kemudian, kata dia, parpol melaporkan dana kampanye parpol kepada KPU dengan melampirkan laporan dana kampanye caleg. Nelson menilai, caleg wajib melaporkan dana kampanye. Editor : Hindra Liauw |
| Marak Penembakan Polisi Didorong Kemarahan Publik Posted: 07 Aug 2013 04:14 AM PDT JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya penembakan terhadap anggota polisi didorong dendam publik atas arogansi kepolisian. Karena itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus sungguh-sungguh mewujudkan reformasi kepolisian, bukan hanya lip service. "Saya tidak yakin penembakan polisi itu aksi teror. Menurut saya itu sikap tidak suka masyarakat. Masyarat menyimpan dendam pada anggota polisi," ujar pengamat sosiologi hukum dari Universita Gadjah Mada Sudjito saat dihubungi, Rabu (7/8/2013). Dia menilai, masyarakat sudah dalam kondisi terdesak oleh sikap antagonis polisi. Ketika didesak, katanya, dalam keadaan terpaksa, masyarakat akan melakukan perlawanan. "Itu hukum alam, kalau polisi terus terus menunjukkan sikap antagonis, ketika didesak betul, dalam keadaan terpaksa, masyarakat akan melakukan perlawanan," kata dia. Dia menilai, kepolisian kerap menyosialisasikan perubahan dan perbaikan budaya kerja. Tetapi, pungkasnya, tidak ada perbaikan yang nyata. "Yang saya lihat polisi dan jajaran selalu ingin melakukan perubahan, tapi kenyataannya hanya pernyataan normatif saja. Belum pernah masyarakat merasakan perubahan kepolisian," ujar Sudjito. Dalam satu bulan terakhir beberapa anggota polisi ditembak orang tidak dikenal. Yang terbaru, Aiptu Dwiyatna, anggota. Pembinaan Masyarakat (Bimas) Kepolisian Sektor Metro Cilandak. Dwi ditembak di depan Rumah Sakit Sari Asih, Ciputat, Rabu (7/8/2013) sekitar pukul 5 WIB. Akibat penembakan itu, Dwi meninggal di tempat. Pekan lalu, Aipda Patah Saktiyono, menjadi korban penembakan orang tak dikenal, tepatnya Sabtu (27/7/2013) pukul 04.30 WIB di Cirendeu Raya. Sebelumnya, Briptu Ratijo, anggota Pos Polisi Bunut Polsek Sragi, ditembak orang tak dikenal di Simpang Tanggul, Desa Bunut, Kecamatan Seragi, Lampung Selatan, Kamis (4/7/2013) pukul 18.30. Ratijo ditembak setelah melakukan pengejaran terhadap sekelompok orang mencurigakan dari Desa Belanga, Kecamatan Sragi, menuju Desa Bunut. Editor : Hindra Liauw |
| Kemenag: Insya Allah, Esok Hari Lebaran Posted: 07 Aug 2013 03:54 AM PDT
Dilaporkan, pemantauan hilal dari Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, tinggi hilal sudah mencapai 3,87 derajat dan umur hilal 13 jam. Untuk menetapkan 1 Syawal, pemerintah mensyaratkan tinggi hilal minimal 2 derajat dan umur hilal 8 jam. Adapun berdasarkan metode hisab yang dipaparkan dalam pertemuan di Kepulauan Riau pada Juni 2013, awal Syawal 1434 H jatuh pada Kamis besok. "Insya Allah dengan posisi hilal yang cukup baik, memberikan kesempatan kepada kita untuk bersatu. Di seluruh wilayah Indonesia ketinggan hilal di atas 2 derajat, bahkan hampir 4 derajat," kata anggota Badan Hisab Rukyah Kemenag Cecep Nurwendaya saat pemaparan. Para perwakilan ormas Islam yang hadir langsung bertepuk tangan. Dalam acara itu, pemerintah mengundang 35 ormas Islam di Indonesia serta perwakilan negara-negara sahabat. Namun, seperti ketika penetapan awal Ramadhan lalu, perwakilan PP Muhamaddiyah tidak hadir. Muhammadiyah sudah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Kamis besok. Meski demikian, pemerintah akan secara resmi memutuskan 1 Syawal dalam Sidang Isbat Awal Syawal 1434 H yang digelar malam nanti. Sidang akan dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali. Editor : Hindra Liauw |
| You are subscribed to email updates from KOMPAS.com - Nasional To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
No comments:
Post a Comment