Pages

KOMPASbola

KOMPASbola


Atletico Sibuk Cari Pengganti Falcao

Posted: 07 Jul 2013 01:49 PM PDT

MADRID, KOMPAS.com — Atletico Madrid masih belum menemukan pengganti striker Radamel Falcao yang hengkang ke AS Monaco. Namun, bek Atletico, Juanfran, yakin bila klubnya akan segera memboyong striker baru pada musim panas ini.

Los Rojiblancos sebenarnya sudah membeli bomber baru setelah kehilangan Falcao. Leo Baptistao direkrut Ateltico dari Rayo Vallecano. Akan tetapi, Leo dianggap belum akan bisa menggantikan peran Falcao dalam waktu dekat ini.

Alhasil, kubu Atletico masih mencari striker matang yang siap memimpin lini depan klub. Kebutuhan penyerang berpengalaman juga didasari karena Ateltico akan tampil di Liga Champions musim depan.

"Kami butuh seseorang dengan kualitas seperti yang diberikan Falcao. Ada beberapa nama yang bisa memberikan kontribusi itu. Alvaro Negredo, Roberto Soldado, dan David Villa adalah pemain-pemain hebat," ungkap Juanfran.

"Semoga saja, kami memiliki musim yang bagus nanti. Kondisi ekonomi di Spanyol sedang mengalami kesulitan untuk klub-klub selain Real Madrid dan Barcelona. Tetapi, kami yakin bisa bekerja dengan baik," tandasnya.

Lazio: Hernanes "Not For Sale"

Posted: 07 Jul 2013 01:34 PM PDT

ROMA, KOMPAS.com — Direktur Olahraga Lazio, Igli Tare, memastikan gelandang serang Hernanes akan tetap bertahan di Olimpico, markas Lazio. Pihak I Biancocelesti memagari Hernanes dengan status "not for sale".

Hernanes sudah melewati musim ketiganya bersama Lazio. Dalam tiga musim di ibu kota Italia itu, pemain asal Brasil tersebut sukses mencetak 37 gol dalam 132 laga di berbagai ajang. Hernanes kini menjadi jenderal lapangan tengah Lazio.

Kesuksesan Hernanes bermain di Lazio membuat beberapa klub Eropa tertarik meminangnya. Namun, Lazio yang baru saja mendapatkan gelandang kreatif Argentina, Lucas Biglia, memastikan bila masa depan Hernanes tetap di Lazio.

"Hernanes tak dijual. Sampai saat ini kami yakin, Hernanes tak pernah masuk daftar jual kami. Ia ingin bertahan dan kami ingin ia melanjutkan karier di sini. Sepak bola memang tak bisa diprediksi, namun ia berharap bisa tetap bersama kami," jelas Tare kepada Il Messaggero.

"Kami puas dengan skuad yang ada saat ini. Kami kuat di barisan belakang dan depan. Kami sudah memiliki satu gelandang terbaik di Serie-A. Kini, kami juga punya gelandang berpengalaman lain, yakni Lucas Biglia," tegas Tare.

Hobi Lain Dua Penggawa Chelsea

Posted: 07 Jul 2013 12:30 PM PDT


LONDON, KOMPAS.com — Dua pemain Chelsea, Oscar dan Juan Mata, ternyata memiliki hobi selain bermain sepak bola. Mereka ternyata sangat menyukai olahraga tenis dan masih terus memainkannya sampai sekarang ketika ada waktu luang.

Dibandingkan Mata, kegemaran Oscar bermain tenis memang cukup mengejutkan. Oscar mengaku sudah menikmati permainan tenis sejak masih kecil, meski negaranya, Brasil, bukan merupakan negara yang cukup terkenal dalam olahraga tenis.

"Selain sepak bola, olahraga favoritku adalah tenis. Aku suka bermain dan menonton tenis. Aku cukup baik bermain tenis saat masih kecil dan kemampuanku di atas rata-rata hingga usia 16 tahun," jelas Oscar.

"Aku masih bermain tenis sampai saat ini jika ada kesempatan, meski tak sesering dahulu. Aku lebih sering menonton tenis melalui televisi, dan kadang menonton langsung turnamen-turnamen besar," lanjutnya.

"Petenis favoritku? Roger Federer," ungkap Oscar.

Tak mau kalah dengan Oscar, Mata juga diketahui memiliki hobi yang sama. Mata bisa dibilang lebih beruntung, karena mengaku sering berlatih tanding tenis dengan rekannya di Chelsea yang juga berasal dari Spanyol, Oriol Romeu.

"Aku selalu menjadi penggemar tenis. Aku dan Oriol kadang bermain bersama di kompleks latihan Chelsea. Saat masih kecil, aku lebih sering melawan pamanku. Aku berlatih tenis dengan serius, tetapi akhirnya aku justru memilih sepak bola," cerita Mata.

"Aku memiliki banyak petenis favorit, seperti Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic," bebernya.

Kala Bepe Melatih Bocah Kampung

Posted: 07 Jul 2013 11:51 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — "Saya senang bisa dilatih Mas Bepe." Begitulah ungkapan kegembiraan Faniah Nursahadah (12) seusai mengikuti "Soccer Clinic with Bambang Pamungkas" yang diselenggarakan Kompas Gramedia, Sabtu (6/7/2013) pagi.

Faniah merupakan satu-satunya perempuan dari 30 anak yang mengikuti acara Soccer Clinic ini. Bocah-bocah yang berdomisili di lingkungan sekitar perkantoran Kompas Gramedia Palmerah, Jakarta Barat, ini terlihat antusias. Bertempat di lapangan futsal Kompas Gramedia, Bepe mengajarkan kepada anak-anak bagaimana bermain sepak bola yang baik dan benar. Demi mencapai itu, teknik-teknik dasar mulai dari passing, shooting, hingga heading harus dilakukan dengan tepat.

"Ketika melakukan passing, gunakanlah mata kaki. Sedangkan untuk shooting, pengenaan bola di tali sepatu dan posisi badan lebih menunduk," jelas mantan pemain Persija Jakarta itu.

Selain memberikan pengetahuan memainkan si kulit bulat, Bepe juga memotivasi anak-anak tersebut. Ia meminta anak-anak agar tidak berhenti bermimpi.

"Waktu kecil, saya tidak terpikir bermain sepak bola karena saya bercita-cita menjadi guru. Namun, pada usia delapan tahun, saya belajar bermain bola dengan baik dan benar. Ketika bermain dengan benar, saya ingin membela timnas dan akhirnya tercapai," ujar Bepe.

Sebuah mimpi bisa saja jadi kenyataan jika mampu memaksimalkan kemampuan, kemauan, dan memiliki komitmen seratus persen. "Maka, tidak ada yang tidak mungkin. Jangan pernah berhenti bermimpi karena suatu saat mimpi kita bisa menjadi kenyataan. Ketika saya jadi pelatih timnas, mungkin kalian bakal jadi pemainnya nanti," tutur Bepe.

Bepe sendiri terlibat dalam kegiatan coorporate social responsibility (CSR) Kompas Gramedia ini tidak terlepas dari sosoknya yang kerap menjadi inpirasi bagi anak-anak yang mencintai sepak bola.

"Kita semua tahu bagaimana karakter Bepe yang mampu menjadi inspirasi meskipun ia sekarang tidak bermain," tutur Community Relation Officer Kompas Gramedia, Zaenal Arifin.

Vialli: Ancelotti Akan "Kalahkan" Mourinho

Posted: 07 Jul 2013 11:08 AM PDT

MADRID, KOMPAS.com — Mantan pelatih Chelsea, Gianluca Vialli, menilai Carlo Ancelotti adalah pelatih yang tepat untuk menggantikan posisi Jose Mourinho di Real Madrid. Bahkan, menurutnya, Ancelotti akan melakukan tugasnya lebih baik ketimbang Mourinho di Santiago Bernabeu.

Ancelotti resmi membesut Madrid pada 26 Juni 2013 setelah Mourinho memutuskan kembali hijrah ke Chelsea. Sebelumnya, pelatih berusia 54 tahun itu membesut Paris Saint-Germain (PSG) dan sukses mempersembahkan gelar juara Ligue 1 musim lalu.

"Dia (Ancelotti) jelas merupakan pelatih hebat, memiliki banyak pengalaman, dan tahu bagaimana mengelola sebuah kelompok, individu, dan memotivasi para pemainnya," puji Vialli.

"Dia adalah pelatih terbaik bagi Madrid jika melihat penjelasan saya sebelumnya. Tim ini perlu bermain baik dan memenangkan pertandingan, dan dia adalah seorang pelatih yang bisa melakukan keduanya," tambahnya.

Vialli dan Ancelotti sempat bermain bersama di level internasional bersama timnas Italia pada era 1980-an. Menurutnya, pengalaman sebagai pemain sepak bola tersebut-lah yang merupakan perbedaan besar antara Ancelotti dan Mourinho.

"Ya, dia adalah tipe yang berbeda (dengan Mourinho). Era di bawah Mourinho adalah masa lalu. Tapi, sekarang ini adalah era baru dan Ancelotti akan melupakan semua itu. Saya rasa Ancelotti akan memberikan kepuasan bagi banyak orang di Bernabeu," tukas Vialli.

Presiden Porto: Mourinho Sudah Berubah

Posted: 07 Jul 2013 11:07 AM PDT

LISBON, KOMPAS.com — Presiden FC Porto, Jorge Nuno Pinto da Costa, menilai perilaku Jose Mourinho telah berubah jika dibandingkan saat masih berstatus sebagai pelatih klubnya. Menurutnya, sifat pelatih asal Portugal tersebut mengalami perubahan ketika membesut Real Madrid.

Pinto da Costa merekrut Mourinho untuk melatih Porto pada Januari 2002. Dua musim bersama Porto, Mourinho sukses memenangkan liga Portugal dua musim berturut-turut (2003, 2004), Piala UEFA (2003), dan Liga Champions (2004).

Setelah itu, Mourinho bergabung bersama Chelsea (2004-2007), Inter Milan (2008-2010), dan Madrid. Di Santiago Bernabeu, Mourinho kerap berperilaku kontroversial sehingga membuat Madrid mengakhiri kerja sama akhir musim lalu. Ia kemudian memutuskan kembali membesut Chelsea.

"Mourinho sangat berbeda ketika berada di Porto. Saya tidak pernah berpikir bahwa Mou yang saya tahu akan perilaku seperti yang sudah dia lakukan di Real Madrid," ungkap Pinto da Costa seperti dilansir Football Espana.

"Dia memang tidak merayakan ketika kami memenangkan Liga Champions. Tetapi, saya tidak pernah mempunyai masalah dengannya. Dia selalu bersikap sangat sopan. Dia ambisius dan cerdas. Saya merasa, dia adalah pelatih yang ideal untuk memberi dorongan yang kita butuhkan," tambahnya.

Dotmund Tak Mampu Tahan Lewandowski ke Bayern

Posted: 07 Jul 2013 11:02 AM PDT

AFP PHOTO / JOHN MACDOUGALL

Striker Borussia Dortmund dari Polandia, Robert Lewandowski (kiri), merayakan kemenangan timnya atas Malaga bersama Pelatih Juergen Klopp dalam laga perempat final kedua Liga Champions di Stadion Signal Iduna Park, Selasa (9/4/2013). Dortmund akhirnya menang 3-2 dan itu menjadi skor agregat perempat final kedua tim, sekaligus mengantarkan Dortmund ke semifinal Liga Champions.
DORTMUND, KOMPAS.com — Pelatih Borussia Dortmund, Jurgen Klopp, mengungkapkan bahwa salah satu bomber andalannya, Robert Lewandowski, akan bermain bersama Bayern Muenchen setelah kontraknya habis. Menurutnya, Dortmund sudah tidak mungkin lagi untuk mempertahankan Lewandowski.

Lewandowski masih terikat kontrak dengan Dortmund hingga Juni 2014. Akan tetapi, beberapa waktu lalu, ia mengisyaratkan takkan memperpanjang kontraknya bersama Die Borussen dan berhasrat untuk menyusul mantan rekannya, Mario Goetze, ke Bayern.

"Saya pikir itu adalah fakta jika Robert akan bermain untuk Bayern di musim berikutnya. Sekarang satu-satunya pertanyaan sekarang adalah bagaimana mempersingkat waktu sampai saat itu (kontrak Lewandowski berakhir)," ujar Klopp.

"Sampai pada titik tertentu, kami bersama Robert untuk membujuknya berubah dan siap untuk terus melakukan pembicaraan dengannya. Tetapi, tidak ada yang terjadi sehingga kami harus berkata hal itu sudah tidak bekerja lagi bagi kami."

"Sekarang kami ingin membuktikan, dengan pemain berkualitas seperti Robert, kita bisa sukses di tahun mendatang. Hasil kami di musim berikutnya adalah apa yang kita semua akan dapatkan. Saya tahu, Robert dan saya melihatnya dengan cara yang sama," tukasnya.

Podolski Siap Sambut Higuain di Emirates

Posted: 07 Jul 2013 10:50 AM PDT

LONDON, KOMPAS.com — Striker Arsenal, Lukas Podolski, akan menyambut baik jika penyerang Real Madrid, Gonzalo Higuin, benar-benar memutuskan untuk berlabuh ke Stadion Emirates. Menurutnya, Higuain akan menjadi pemain yang tepat untuk menambah daya gedor Arsenal musim depan.

Arsenal sebelumnya dikabarkan telah meningkatkan proposal penawarannya untuk memboyong Higuain sebesar 27 juta euro (sekitar Rp 344 miliar). Meski begitu, jumlah tersebut masih dipertimbangkan karena Madrid disebut mematok banderol pemain asal Argentina itu sebesar 30 juta euro (sekitar Rp 382 miliar).

Kedatangan Higuain ke London sendiri ditengarai dapat menjadi ancaman bagi tempat Podolski di barisan depan Arsenal. Namun, bomber asal Jerman tersebut mengaku tidak mempermasalahkannya dan menyatakan akan tetap mendukung Higuain jika kesepakatan antara Arsenal dan Madrid tercapai.

"Akan selalu menjadi hal yang baik ketika pemain bagus datang. Aku tidak khawatir mengenai beberapa pemain tertentu dan hal ini (kedatangan Higuain) tentunya tidak menjadi masalah," ujar Podolski.

"Aku cukup kuat dan memiliki kualitas. Ketika pemain bagus datang ke klub ini, maka aku akan senang karena bisa bermain dengan pemain tersebut. Setiap musim pemain datang dan pergi. Tetapi, aku pikir adalah berita yang bagus jika pemain top bisa datang," tambahnya.

Podolski berharap kedatangan beberapa pemain baru pada bursa transfer musim panas ini bisa menghapus dahaga gelar Arsenal. Ia mengaku, untuk bersaing di Premier League bukan tugas mudah karena sejumlah klub papan atas lainnya telah mempersiapkan timnya dengan sangat baik.

"Sepak bola Inggris tidak seperti Spanyol yang hanya memiliki dua tim, yaitu Barcelona dan Real Madrid yang selalu berperang di papan atas. Di Premier League, Anda memiliki lima, enam, bahkan tujuh tim yang bakal bersaing di papan atas," kata Podolski.

"Hal ini sangat sulit. Tetapi, aku tahu bahwa Arsenal adalah salah satu tim papan atas yang akan terlibat. Kami tidak tahu bagaimana kinerja klub pada musim depan. Beberapa tim memiliki pelatih baru jadi sulit untuk memprediksinya. Tapi, mereka akan menjadi lebih kuat, begitu juga dengan Arsenal," tukasnya.

No comments:

Post a Comment